Noah memandangi Violet yang tertidur akibat kelelahan karena perbuatannya sebelumnya. Pelipis Violet masih dibanjiri keringat, tubuh polosnya juga masih lembab. Air mata Violet bahkan masih terlihat membasahi wajahnya yang mulus.
“Ternyata dia masih virgin!“ Noah berdecih tidak menyangka seorang model seperti Violet masih suci.
Lelaki itu berpikir jika Violet sama saja seperti para model yang selama ini Noah sewa untuk memuaskan kebutuhan biologisnya.
Dengan tubuh tanpa busana Noah melangkah ke kamar mandinya untuk membersihkan diri dari bekas persetubuhannya dengan Violet sebelumnya
“Arggh!“ Noah mengerang pelan saat air shower membasahi tubuhnya karena luka di punggungnya.
Punggung Noah penuh dengan luka cakaran dari Violet, bukti bahwa wanita itu sekuat tenaga memberontak saat dia disetubuhi paksa oleh Noah.
Selesai mandi, Noah segera keluar dari kamarnya dan memerintahkan anak buahnya berjaga di depan pintu untuk memastikan Violet tidak kabur.
“Ruzel!“ panggil Noah pada tangan kanan Wilson yang sekarang menjadi tangan kanannya itu.
Ruzel tengah sibuk memeriksa laporan transaksi senjata yang mereka lakukan. Dia mematikan komputernya saat mendengar panggilan dari Noah.
Pria itu tahu jika Noah pasti menunggunya di bar mini yang berada di mansion megah itu. Walaupun umurnya beda jauh dari Noah tapi Noah selalu menganggap Ruzel seumuran dengannya. Yah, tak khayal karena hanya Ruzel teman Noah selama ini, pria itu menjadi saksi bisu perjuangan dan perubahan yang dialami oleh Noah sampai dititik sekarang.
Dan dia juga sebagai saksi bagaimana Noah selama ini membenci Vector, bagaimana Noah yang ingin selalu balas dendam disaat yang tepat.
“Jadi sekarang waktunya sudah tepat?“ tanya Ruzel tanpa basa-basi.
“Aku tidak mau menundanya lagi!“ jawab Noah dengan meneguk minumannya hingga tandas.
Ruzel terkekeh melihatnya sampai dia mengingat tentang Violet yang diculik oleh Noah. “Bagaimana wanita itu?“
“Wanita itu__“ Noah menggantung kalimatnya dan mengingat perbuatan tidak terpuji yang dia lakukan pada Violet. “Dia masih virgin!“
“Woah, bagaimana jika wanita itu trauma atau depresi?“
“Bukankah itu tujuannya? Aku ingin melihat bagaimana reaksi Vector jika adik tercintanya mengalami depresi dan karirnya yang hancur! Dia harus hancur sampai ke titik dasar!“
“Sekarang, ayo kita menunjukkan diri!“
*****
Vector menerima laporan dari asisten adiknya bahwa Violet dikabarkan menghilang. Bahkan Violet tidak membawa satu pun barangnya dan meninggalkannya di kamar hotel.
“Sudah periksa semua cctv hotel?“ tanya Vector memastikan.
“Sudah Tuan, tapi anehnya semua cctv hotel berhenti merekam di menit saat nona Violet datang ke hotel itu!“
Dan sudah dipastikan semua itu sudah terencana bukan?
“Nona Violet dianggap tidak profesional jadi brand pakaian dalam meminta ganti rugi dan juga ada beberapa kontrak kerjasama yang dibatalkan secara sepihak!“
Vector sangat tahu dari kecil Violet sangat ingin menjadi seorang model dan pencapaian yang telah dicapai oleh Violet sangat tidak mudah. Adiknya itu berjuang dari nol jadi rasanya tidak mungkin Violet tiba-tiba lari dari tanggung jawabnya.
“Ini pasti tidak beres!“ gumam Vector dengan meraih gagang telepon di mejanya.
Saat ini memang posisinya masih berada di kantornya. Vector menghubungi asistennya supaya masuk ke ruangannya.
“Cepat cari detective untuk melacak keberadaan Violet, jika memang Violet diculik kita harus cepat melapor pada polisi!“ perintah Vector pada Lius sang asisten.
“Baik, Bos. Akan saya laksanakan!“ jawab Lius patuh.
Saat Lius akan melaksanakan tugas dari bosnya, tiba-tiba sekretaris Vector melapor jika ada yang ingin bertemu dengan Vector tanpa membuat janji terlebih dahulu.
“Siapa?“ tanya Lius.
“Katanya cukup mengatakan Black Mamba!“
“Black Mamba?“ gumam Lius karena merasa tidak asing dengan kata-kata itu. “Bukankah itu organisasi mafia terbesar di negeri ini?“
Lius langsung menemui Vector kembali dan melaporkan kabar dari sekretaris tersebut karena jika berurusan dengan kelompok gangster itu semua tidak ada yang berjalan baik.
“Bos, ada organisasi Black Mamba yang ingin bertemu!“ lapor Lius.
Bersamaan dengan itu, pintu ruangan Vector terdengar telah ditembaki dan otomatis pintu itu rusak memudahkan untuk membukanya.
Pintu terbuka dan tampak pria dengan postur tubuh proporsional menyembul masuk. Mata elang itu langsung bertatapan dengan Vector yang masih terkejut.
Vector memandangi lelaki yang nyaris sempurna itu dari atas kepala sampai ujung kaki. Dan sepertinya Vector tidak asing dengan wajah itu.
“Si cupu!“ pekik Vector saat sadar jika lelaki itu adalah Noah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Nina
Lah ceo kok lapor polisi, biasanya kan ada jaringan intelejen sendiri/ada pengawal bayangan yang mengawal keluarganya, aneh
2024-01-31
1
Ney Maniez
🤦♀🤦♀
2022-11-04
0
Yu Gina
iya calon adik ipar mu
2022-04-12
0