Pembangkang

“Wah, aku kagum kau masih mengingat si cupu ini!“ ucap Noah mendudukkan dirinya di sofa ruangan Vector itu tanpa dipersilahkan sebelumnya.

Noah mengambil rokok dan menyalakannya di sana. Lelaki itu menyesap rokoknya dengan santai dengan terus memandang Vector yang mendekat padanya.

“Apa maumu datang kemari? Kau bahkan merusak pintu ruanganku!“ protes Vector dengan emosi.

“Apa mauku, ya?“ Noah menyeringai.

Sepertinya Vector lupa dengan peringatan asistennya sebelumnya. Untuk itu Lius mendekati bosnya dan memberi penjelasan lagi saat ini Vector berhadapan dengan siapa.

“Itu Noah Brown, ketua dari organisasi mafia Black Mamba!“ ucap Lius sekali lagi dengan lambat-lambat.

Vector mulai mencerna semuanya, tentu saja dia syok Noah bisa berubah seperti sekarang. Setelah dia dan teman-temannya dulu mengerjainya dengan menyewa orang untuk memukuli pemuda miskin yang tak berdaya itu, Noah tidak ada kabar lagi.

Bahkan dengan keji Vector menyuruh orang suruhannya untuk membuang Noah ke tempat pembuangan sampah. Setelah peristiwa itu Noah tidak pernah muncul di sekolah bahkan di panti asuhan tempat Noah bernaung juga mengabarkan jika Noah hilang.

Dan sekarang pemuda kurus, dekil dan dijuluki cupu itu ada dihadapannya menjadi seorang ketua mafia?

Noah terus menatap dan mencoba membaca mimik Vector yang kebingungan itu. Dalam hati Noah, dia tertawa puas karena sudah dipastikan Vector kaget setengah mati.

“Sepertinya kau sedang bernostalgia dengan masa lalu dipikiranmu!“ ucap Noah yang langsung membuat Vector tersadar dari lamunannya.

Vector berdehem dan merapikan jasnya, dia duduk di seberang sofa berhadapan dengan Noah sekarang.

“Kita tidak ada urusan lebih baik kau pergi!“ usirnya kemudian.

“Oh iya? sepertinya ada sesuatu diantara kita yang belum terselesaikan!“ ucap Noah yang masih menyesap rokoknya dengan santai sampai kepulan asap mengelilingi wajahnya yang tampan.

“Kau ingin membahas masa lalu?“ tanya Vector mulai menantang.

“Tentu saja tidak! Aku hanya ingin bilang kalau adikmu menjadi tawananku sekarang!“ sahut Noah tanpa beban.

Wajah Vector langsung naik pitam, dia berdiri dan tanpa ragu menyerang Noah dengan mencengkram kerah baju Noah kuat.

“Bedebah gila! Kau apakan adikku?“ pekik Vector seperti kesetanan.

Anak buah Noah yang melihat bos mereka diserang tidak tinggal diam. Mereka mengepung Vector dengan menodongkan senjata mereka.

“Cih, apa maumu sebenarnya?“ Vector berdecih dengan melepaskan cengkramannya.

Noah memberi kode pada anak buahnya untuk menurunkan senjata mereka. Lalu dia kembali menatap Vector dengan wajah kepuasan yang kental.

“Aku ingin 20 persen saham perusahaanmu dan aku ingin mempunyai ruangan kerja tepat di samping ruang kerjamu!“ ucap Noah yang membuat Vector semakin syok.

“Apa tujuanmu sebenarnya?“ bentak Vector yang amarahnya naik ke ubun-ubun.

“Tujuanku?“ Noah menyipitkan matanya dengan senyuman misterius. “Aku ingin berada di kursi terdepan melihat kehancuranmu!“

*****

Violet membuka matanya perlahan, dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya apalagi di bagian bawah tubuhnya. Dia kembali menangis mengingat sesuatu yang dia jaga selama ini dirampas paksa dengan bengis.

“Apa yang sebenarnya terjadi?“ gumam Violet diisak tangisnya.

“Nona sudah bangun?“

Tiba-tiba suara itu terdengar membuat Violet segera meremas selimut yang menutupi tubuh polosnya. Ternyata suara itu berasal dari seorang pelayan wanita yang ditugaskan Noah untuk memeriksa keadaan Violet.

“Sudah berapa lama aku tertidur?“ tanya Violet kemudian.

“Hampir seharian, Nona. Sekarang sudah menjelang tengah malam!“ sahut pelayan itu. “Perkenalkan nama saya Sarah!“

“Saya akan membantu Nona membersihkan diri karena tuan Noah sudah menunggu!“

Violet langsung menunjukkan raut muka yang penuh emosi. “Jadi nama tuanmu itu Noah? Dimana lelaki binatang itu?“

Violet beranjak dari ranjang dengan melilitkan tubuhnya memakai selimut. Dengan menahan rasa sakit di pangkal pahanya Violet menyeret kakinya untuk keluar kamar.

“Nona mau kemana?“ Sarah mulai panik.

Bahkan dua penjaga yang bertugas di depan kamar tidak berkutik melihat Violet yang keluar kamar. Violet mengancam akan membuka selimutnya jika mereka menahannya.

“Dimana kau bajingan!“ teriak Violet di mansion itu untuk mencari Noah.

Noah yang berada di meja makan sedang menyantap hidangan lezat mengulum senyumnya mendengar suara Violet.

Sampai akhirnya wanita itu menemukan yang dia cari. Tanpa takut sedikitpun Violet mendekati Noah yang bergeming dari tempatnya duduk.

“Kenapa kau suka sekali tidak memakai baju!“ tegur Noah yang melihat Violet sudah semakin dekat padanya.

Terpopuler

Comments

Ney Maniez

Ney Maniez

🤭

2022-11-04

1

Sahril Banon

Sahril Banon

kan smpelah bucin noah tr percumlah kya bls dendamnya

2022-07-23

0

Rika Jhon

Rika Jhon

ahaha ternyata gaya tengil nya trey,nurun dr daddy noah🤣

2022-03-18

5

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!