"Louis! Louis!"
Louis yang sedang berada di koridor sekolah menoleh ke arah si pemilik suara, Kiara. Gadis itu sedang berlari-lari menuju ke arahnya dengan segulungan kertas koran di tangan.
"Ada apa? Kenapa kamu lari-lari begitu?" tanya lelaki itu penasaran. Kiara menanggapinya dengan senyum ceria yang tak bisa disembunyikannya.
"Bacalah!"
Louis mengernyitkan dahinya keheranan, lalu mengambil koran tersebut dari tangan Kiara. Lelaki itu langsung membuka gulungan tersebut dan membacanya.
"Pertunangan Louis Vandyke dan Elona Locke dibatalkan... apa?!"
Di dalam koran tersebut tertulis jelas berita tentang putusnya pertunangan Louis Vandyke dengan Elona Locke. Di sana, Stefan Locke lah yang menjadi narasumbernya.
'Ketidakcocokan' menjadi alasan utama berakhirnya pertunangan tersebut, menurut sang narasumber. Meskipun Louis sendiri tahu kalau bukan itulah alasan yang sebenarnya. Tapi sepertinya Stefan diminta oleh Elona mengatakan hal demikian agar tidak terjadi kontroversi berlanjut.
Kenapa beritanya bisa sampai di koran begini?!
"Louis, sekarang kita bisa bersama kan?" tanya Kiara penuh harap, seraya menggamit lengan lelaki itu. Sementara Louis masih tenggelam dalam pikirannya.
Apa Elona yang menginginkannya, supaya berita ini tersebar?
"Tidak ada lagi yang bisa menghalangi cinta kita, kan?"
Elona... sampai seperti inikah kamu tidak mau berhubungan denganku lagi?
"Louis...?"
Apa aku terlalu menyakitimu, sampai kamu membuangku dari kehidupanmu begitu saja?
"Louis!"
"Apa sih, Kiara?! Hentikan!" dengan kuat Louis menepis tangan Kiara dari lengannya, hingga membuat gadis itu tersungkur ke arah tembok.
"Akh! Apa-apaan kamu! Ada apa denganmu?!"
"Ah... maaf, aku..."
Tak dapat menemukan kata yang ia cari sebagai alasannya karena telah mendorong Kiara, Louis hanya terdiam sembari menyerahkan gulungan koran itu kembali pada gadis itu.
"Untuk sementara, tinggalkan aku sendiri..." ucap Louis sambil berjalan pergi.
Kiara yang kebingungan hanya bisa memanggil nama lelaki itu untuk meminta penjelasan. Tetapi semua itu sia-sia. Lelaki itu tetap pergi dan menghancurkan ekspetasi Kiara padanya.
Apa-apaan ini?! Padahal semuanya sudah berjalan lancar, kenapa si Louis sepertinya malah menjauh?!!
Ini tidak sesuai dengan alur webtoonnya! Tidak bisa begini!
*****
Dua hari berlalu setelah Stan membawa warga yang tersisa untuk membantu menggarap lahan. Kini Elona memandang lahan di hadapannya dengan puas. Sebanyak 15 hektar telah selesai dibajak dan dikapuri dengan sempurna. Bahkan mereka bisa membuka 5 hektar tambahan di dua hari terakhir tersebut. Elona kembali memesan limestone sebanyak 15 ton untuk lahan tambahan tersebut. Kini, total 20 hektar berhasil digarap. Para pekerja bertepuk tangan begitu Elona menyatakan kalau pekerjaan lahan untuk sementara selesai.
"Selanjutnya apa, Nona Elona?" tanya Viscount Bran pada gadis itu.
"Selanjutnya kita akan menunggu selama 40 hari sebelum tanah ini bisa ditanami. Dan berdoa, semoga kapur-kapur tersebut bekerja dengan baik." ucap Elona.
Mereka semua dapat pulang lebih awal dari biasanya karena pekerjaan telah selesai. Tetapi Elona memilih untuk pergi ke balaikota sebelum pulang ke kediamannya, untuk membicarakan lebih lanjut apa yang akan dilakukan setelah 40 hari penungguan.
Sesampainya di balaikota, Elona bersama dengan Ryndall, Bran, dan Mai memasuki sebuah ruangan dengan papan tulis yang tertempel di salah satu sisi. Pak Stan, Pak Tora, dan Art pun ikut serta, mewakili kelompok pekerja masing-masing.
"Oke, sekarang kita akan membicarakan hal yang akan dilakukan setelah 40 hari." ucap Elona mengawali rapat.
"Saya ingin bertanya, apa pengapuran tanah ini harus selalu dilakukan sebelum penanaman seperti ini?" Pak Tora bertanya. Elona dengan cepat menggeleng.
"Tidak, Paman. Pengapuran bisa dilakukan kembali setelah 3 sampai 4 tahun lagi. Jadi, apa yang kita lakukan sekarang sudah termasuk investasi untuk penanaman-penanaman berikutnya selama tiga tahun ke depan!"
Pak Tora mengangguk-angguk setelah mendengar jawaban Elona.
Lalu giliran Viscount Bran mengacungkan tangan, "Apa yang akan kita tanam setelah ini?"
"Aku berencana untuk menanam kedelai. Karena kedelai termasuk jenis tanaman yang memiliki toleran tinggi terhadap tanah asam."
"Kenapa kedelai?"
"Karena aku tidak bisa tahu secara akurat berapa pH tanah sebelum dikapuri, jadi aku ingin menanam kedelai untuk berjaga-jaga seandainya setelah dikapuri pun tanah lahan tersebut hanya sampai di angka 5,5."
Elona mengambil sebatang kapur di dekat papan tulis, dan mulai menuliskan sesuatu.
"Untuk jumlah bibit kedelai yang dibutuhkan adalah..."
Elona bergumam sendiri sembari menuliskan angka-angka di papan tulis. Gadis itu sedang menghitung kebutuhan bibit kedelai untuk 20 hektar lahan, berdasarkan jarak tanam, jumlah benih per tanam, dan perkiraan daya tumbuh benih kedelai di lahan tersebut.
"Jarak tanam kedelai itu kira-kira 40x25 cm. Seandainya daya tumbuhnya 85 persen... lalu butuh 2 biji benih per lubang tanam... dan anggap saja 1000 butir beratnya sama dengan 150 gram, maka..."
Elona terus saja menuliska angka-angka, tenggelam dalam perhitungan di otaknya. Sementara yang lain di dalam ruangan jadi penasaran dengan apa yang ditulis nona muda tersebut, dan beranjak mendekat ke papan tulis. Mereka mengintip dari balik punggung Elona.
"Oke, kita hitung dulu lubang tanam dalam satu hektar."
Inilah yang Elona tulis di papan tulis:
jumlah baris tanaman \= (100/0,4 + 1) \= 251 baris
jumlah lubang dalam baris \= (100/0,25+1) \= 401 lubang.
Jumlah lubang tanam dalam 1 hektar adalah \= 251 x 401 \= 100.651 lubang tanam.
"Kalau satu lubang diberi 2 butir benih kedelai, jadinya dibutuhkan 201.302 butir. Dikalikan 85 persen jadi 236.826 butir. Lalu, yang dibutuhkan untuk satu hektar adalah tinggal dibagi 1000, dan dikali 150 gram, jadinya... lalu dikali 20 hektar..."
Elona terus menggumam, hingga akhirnya angka terakhir ia beri dua garis lurus di bawahnya, menandakan bahwa perhitungan sudah selesai.
"Kak Ryndall!" Elona memanggil, namun gadis itu terkejut ketika ternyata Ryndall sudah berada di sebelahnya, mengintip angka-angka yang gadis itu tuliskan begitu dekat.
"Kita membutuhkan setidaknya 712 kilogram benih kedelai untuk lahan 20 hektar yang kita miliki." lanjut Elona. Ryndall membetulkan letak kacamata di hidungnya. Lelaki itu sangat takjub dengan apa yang dilakukan Elona baru saja.
"Nona... perhitungan apa ini?" tanya Ryndall.
"Oh, ini hitung-hitungan sederhana dari buku yang pernah kubaca, untuk mengetahui berapa jumlah benih tanaman yang dibutuhkan dalam satu hektar." jelas Elona.
"Buku pertanian?"
"Err, iya, di perpustakaan." jelas Elona singkat. Gadis itu tidak berbohong sepenuhnya. Ia memang pernah membaca cara menghitung kebutuhan jumlah benih perhektar dalam sebuah buku di perpustakaan. Perpustakaan kampusnya di bumi, maksudnya.
Ryndall mengernyitkan dahi. Selama ini ia sering sekali ke perpustakaan. Bahkan mungkin seumur hidupnya ia selalu berada di dalam perpustakaan demi bisa bekerja dengan baik di bawah naungan keluarga Locke sebagai sekretaris. Tapi tak satupun buku-buku di sana yang menjelaskan perhitungan rumit seperti ini.
Dan barusan Nona Elona mengatakan, ini hitung-hitungan sederhana??
"Apa ini?! Pusing sekali aku melihat angka-angka ini!" celetuk Art yang ikut melihat perhitungan yang baru saja dilakukan Elona. Gadis itu hanya tertawa.
"Ya sudah, Kak Ryndall, tolong hubungi Kak Stefan, katakan padanya bahwa kita membutuhkan 712 kg benih kedelai."
"Baik, Nona."
*****
Sore hari, Elona mengunjungi danau kecil di belakang kediamannya itu bersama dengan Art untuk melepas lelah sebelum pulang ke rumah. Elona duduk meluruskan kakinya di tepian danau. Pantulan cahaya matahari sore sedikit terlihat di permukaan air danau tersebut.
Art duduk di sebelah Elona dan menatap gadis itu dalam diam.
"Kenapa?" tanya Elona.
Art menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa..."
"Terus, kenapa melihatku begitu?"
"Aku cuma merasa kamu... berbeda dari gadis kebanyakan."
"Oh ya?" tanya Elona.
Art pun mengangguk, "Aku tidak pernah bertemu dengan seorang gadis bangsawan yang mau bekerja kasar seperti kamu."
Mendengar hal itu, Elona tertawa, "Itu bukan hal yang spesial, hahaha!'
Elona menghela nafas sejenak, lalu mengalihkan pandangan ke arah danau.
"Art, kamu percaya soal kehidupan kedua?" tanya Elona sambil tetap memandangi danau.
Pemuda itu mengernyitkan dahi tidak mengerti, "Kehidupan kedua? Maksudmu?"
"Seperti hidup kembali... aku sudah diberikan kehidupan sekali lagi, dan aku tidak akan menyia-nyiakannya. Aku ingin merubah hidupku jadi lebih berguna bagi banyak orang. Terutama setelah putus dengan Louis, aku..."
Kata-kata Elona terhenti karena teringat akan mantan tunangannya itu. Berita tentang putusnya pertunangan mereka pasti sudah menyebar sampai ibukota.
Bagaimana reaksi Louis, ya? Apa dia akan terkejut? Atau bahagia? Louis dan Kiara bisa berhubungan lebih dekat kan sekarang?
Segala pertanyaan muncul dalam benak Elona tentang Louis Vandyke. Entah kenapa, terbersit perasaan aneh dalam hatinya. Elona tahu bahwa selama ini Louis telah memperlakukannya dengan semena-mena. Dan Elona tidak akan menyesali keputusannya untuk mengakhiri pertunangannya dengan lelaki itu, karena hal itu juga dilakukannya untuk menghindari kematian.
Tetapi, terbersit juga perasaan yang tak biasa dalam hati gadis itu.
Setelah bertahun-tahun lamanya kita bersama, apa tidak pernah ada saat-saat ketika Louis memikirkanku walau hanya sedikit saja?
"Kamu menyesal ya, putus dengannya?" tanya Art. Elona pun menggeleng, "Tidak sama sekali. Ini yang terbaik."
"Kalau begitu, ya lupakan dia." sahut Art dengan santainya.
"Haha, seandainya bisa semudah itu." Elona tertawa.
"Memang mudah, kok!"
"Caranya?"
Art mendekatkan wajahnya perlahan ke hadapan gadis itu. Elona terkejut karena tiba-tiba wajah pemuda itu jadi dekat sekali dengan wajahnya, hanya berjarak sekitar satu jari.
Hembusan nafas lelaki itu begitu hangat menerpa wajah Elona. Gadis itu merasakan panas dari dalam tubuhnya, seolah seluruh darah bergegas ke arah wajahnya, menciptakan semburat merah di pipinya. Tubuh Art duduk begitu dekat hingga lengan keduanya saling bersentuhan. Waktu seakan berhenti tidak ingin berdetak. Bibir pemuda itu pun begitu dekat dengan bibir Elona.
"Art...?"
Art tersadarkan bahwa ia telah berhadapan begitu dekat dengan Elona. Ia adalah seorang pemburu, ia bertindak sesuai insting. Dan instingnya mengatakan, kalau Elona adalah mangsanya, kalau saja gadis itu tidak membangunkan kesadarannya dengan memanggil namanya.
"Kan ada aku." Art berkata, dengan jarak wajah hanya satu senti dari Elona. "Kalau kamu sedih saat mengingat mantanmu, ingat-ingat saja aku supaya kamu kembali tersenyum!"
Elona mendorong tubuh Art supaya pemuda itu menjauh, diiringi tawa ceria dari mulutnya. "Kalau aku mengingatmu, aku akan tersenyum, begitu?"
"Yap!"
"Hahaha, baiklah! Aku akan mengingatmu terus kalau begitu, hahaha!" Elona terus tertawa.
*****
Tak lama, seorang prajurit memanggil nona mudanya itu untuk pulang.
Begitu Art melihat tubuh Elona telah pergi menjauh dari tepian danau, lelaki itu langsung membenamkan wajahnya ke dalam air danau. Dan ia melakukannya berkali-kali, guna meredam hawa panas yang muncul di wajahnya, yang sedari tadi ia tahan saat Elona berada di dekatnya.
Semburat merah yang sama yang ada di wajah Elona, juga muncul di wajah lelaki tersebut. Bahkan jauh lebih merah, melebihi gadis itu.
"Dasar Arthur bodoh! Payah!" ia berteriak mengutuki dirinya sendiri dan menutupi wajahnya dengan satu tangan. "Apa-apaan itu yang barusan?! Kenapa aku jadi tidak sadar sampai melakukan hal itu?!!"
Arthur adalah seorang pemburu, dan ia sendirilah yang tahu kalau bisa saja dirinya tidak mengenal batasan saat sudah memburu mangsanya. Arthur pun takut bila sesuatu yang buruk akan terjadi apabila ia terus mengikuti instingnya saat berhadapan dengan Elona.
"Kendalikan dirimu, Arthur!" katanya seraya menampari pipinya sendiri. "Kendalikan dirimu!"
*****
((Author Ryby: terimakasih yang udah baca sampai bab 20 ini. Akhirnya sampai juga di milestone 20 bab. Mohon likenya per chapter ya, jangan lupa share juga siapa tau ada temennya yang juga suka isekai. :D Thanks as always!))
...\=\= original writing by @author.ryby \=\=...
...\=\= cover art by @fuheechi_ \=\=...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Figuran
falling in love with me/Doge/
2025-03-09
0
mochi
ada tapi terhalang sama sikap egois dan body shaming. wkwkkw
2024-06-10
0
mochi
posisi duke tetep gagal paham ya art🤣
ku kira kau tau ehhh ternyata kita sama
2024-06-10
0