Bab 18. Ron dan Edward

Di kota Rudiyart, para penghuni kediaman Eckart, yang sebagian besar terdiri dari pelayan dan prajurit, sedang memiliki kebiasaan baru. Hal tersebut adalah memperhatikan gelagat serta tingkah laku yang baru dari Tuan Muda mereka, Arthur Eckart. Mereka membanding-bandingkan tingkah lakunya yang dulu dengan yang sekarang, yang sudah terjadi selama semingguan ini.

Biasanya, yang sebelumnya terjadi, sang tuan muda tidur hingga hampir siang hari. Lalu, pergi membantu ayahnya yang bekerja sebagai pemimpin provinsi Nuuburg. Lalu dari sore hingga malam hari, pergi berburu hewan di hutan. Dan esoknya terulang lagi seperti itu.

Namun sekarang berbeda. Pagi-pagi sekali, Arthur Eckart sudah terjaga dari tidurnya, dan langsung berkemas-kemas. Ia segera mandi dan memakai tunik sederhana seperti rakyat biasa. Rambut emasnya ditutupi oleh kain yang membungkus kepala. Saat pelayan bertanya untuk apa menutupi rambutnya, dia menjawab, "Supaya tidak ada yang mengenaliku."

Rambut emas memang menjadi simbol kalau orang tersebut masih memiliki garis keturunan kerajaan, yang mana dimiliki oleh Arthur dan ibunya yang masih memiliki hubungan darah sebagai adik dari raja yang sekarang. Dengan ditutupnya rambut emasnya itu, para pelayan menyimpulkan kalau si tuan muda tidak ingin seseorang mengetahui status identitasnya.

Setelah berkemas di pagi hari bahkan sebelum matahari terbit, Arthur Eckart juga sarapan dengan lahap. Lalu, ia mengajak sepuluh orang prajurit untuk pergi bersamanya entah ke suatu tempat. Saat pulang, mereka semua dalam keadaan yang sangat kelelahan.

Sepuluh orang prajurit ini tentunya ditanya-tanya oleh prajurit lainnya yang tidak ikut dengan tuan mudanya. Terutama sang komandan. Setiap pagi ia harus selalu melewatkan latihan pedang dengan sepuluh prajurit ini. Saat sang komandan menyuruh mereka latihan pedang di malam hari, mereka hanya bisa menjawab, "Maaf Komandan! Kami lelah sekali. Tuan Arthur juga sudah membebaskan kami dari latihan. Beruntungnya kalian yang tidak harus ikut dengannya."

"Memangnya kalian melakukan apa setiap hari?" tanya sang komandan penasaran.

"Kami bertani."

Tentunya, lambat laun hal ini terdengar oleh duke si tuan rumah. Ron Eckart bersama istrinya juga memperhatikan gerak-gerik anaknya yang sekarang sudah tidak pernah lagi berlumuran darah, apalagi membawa-bawa potongan kepala hewan dari hutan.

Pakaian Arthur sekarang lebih sering bersimbah keringat ketimbang darah. Si putra duke itu akhir-akhir ini lebih sering menghabiskan waktunya di luar rumah, dan membantu pekerjaan ayahnya di malam hari sebelum tidur.

Bahkan saat hendak tidur pun, seorang pelayan melihat Arthur tidak langsung pergi menuju kamarnya melainkan ke ruang buku, mengambil beberapa buku tentang pertanian dan membawanya ke kamar untuk dibaca sebelum tidur.

Hal itu membuat Ron Eckart bertanya-tanya, lalu memerintahkan komandan pasukannya menyelidiki. Saat ini, sang komandan yang juga bepengalaman sebagai seorang informan di masa mudanya, sedang berada di ruang kerja tuannya untuk memberikan laporan.

"Jadi, bagaimana hasilnya?"

"Diketahui kalau Tuan Muda pergi ke Kota Armelin setiap hari, Tuan. Menurut prajurit yang ikut dengannya, mereka bercocok tanam di sebuah lahan yang tidak subur di sana." jelas sang komandan panjang lebar.

"Armelin?" Ron Eckart mencoba mengingat sesuatu. "Armelinnya Locke?"

"Tepat sekali, Tuan. Akhir-akhir ini, Tuan Arthur pergi ke sana untuk membantu putri keluarga Locke mengembalikan kesuburan tanah."

"Putrinya Edward..."

*****

Nama Edward Locke sungguh tidak asing di telinga Ron. Mereka berdua merupakan rival sejak kecil, dan pahlawan perang saat kerajaan musuh menyerang. Ron menganggap Edward Locke adalah saingan, terutama saat di sekolah ketika nilai-nilainya selalu lebih baik darinya. Namun sebaliknya, Edward tidak pernah menganggap Ron sebagai apapun. Edward hanya fokus belajar dan berlatih untuk dirinya sendiri.

Hingga suatu hari di masa perang, rasa gengsi menguasai diri Ron. Ia ingin terlihat hebat di mata rivalnya saat berada di medan perang yang sama. Ron menebas musuh dengan membabi buta tanpa peduli sekitar. Namun takdir mengubah pemikirannya. Saat musuh berhasil menghunuskan pedang ke arahnya, Edward datang dan melindungi Ron dengan perisainya. Teriakan Edward saat itu masih menggema di telinga Ron hingga saat ini.

"Jangan melamun, bodoh! Rakyatmu membutuhkanmu! Ingat, putramu juga baru lahir! Kita harus pulang dengan selamat!!"

Sejak saat itu, semuanya berubah. Kalau bukan karena Edward, yang berada di sini dengan gelar duke bukanlah dia melainkan rival yang telah melindunginya itu. Semua pemikirannya tentang Edward sudah salah sejak awal. Ron sendirilah yang terbutakan oleh nafsu belaka untuk menyaingi Edward.

Hari itu, Ron memutuskan untuk menjadikan Edward sebagai teman, meski sekali lagi, Edward menganggapnya bukan siapa-siapa. Ron terus mengejarnya, ingin dianggap teman olehnya.

Lalu, suatu hari, putri Edward terlahir ke dunia. Saat itu, Ron mengajak Arthur yang masih berusia dua tahun untuk pergi ke kediaman Locke, melihat bayi perempuan yang jelita itu.

"Ayo kita tunangkan putraku, Arthur, dengan putrimu!"

"Putriku masih bayi! Lagipula, aku ingin anakku memilih jalan dan takdirnya sendiri."

Dan di hari kematian rivalnya itu, Ron lah yang menangis paling kencang dalam hati dengan perasaan menyesal paling dalam. Karena Edward meninggal dalam kecelakaan di jalan curam yang masih berada di dalam provinsi Nuuburg, wilayah yang menjadi kekuasaan keluarga Eckart.

Sepuluh tahun berlalu sejak berita kematian Edward Locke, dan kini Ron tersenyum.

"Kau lihat dari atas sana kan, Edward? Kalau memang sudah takdir, cepat atau lambat putraku dan putrimu pasti akan bertemu lagi! Hahaha!"

*****

"Lalu, apa lagi?" tanya Ron melanjutkan diskusi laporan tentang putranya dengan sang komandan. "Kamu bilang, putrinya Edward sedang berusaha mengembalikan kesuburan tanah?"

"Benar, Tuan. Kota Armelin kehilangan sumber pendapatannya sejak tambang galian pasir ditutup setahun lalu. Lahan tersebut ternyata sangat tidak subur, ketika warganya mencoba beralih profesi sebagai petani mencoba bertani di sana, dan semua tanaman gagal panen tiga kali berturut-turut dalam setahun."

Ron Eckart berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh si komandan pasukannya itu. Lahan bekas tambang memang biasanya terbengkalai karena masyarakat tidak mampu mengubah fungsinya menjadi lahan pertanian. Hal ini terbukti dengan beberapa area di provinsi Nuuburg yang ditinggalkan penghuninya karena tanahnya sudah tidak menghasilkan.

"Maksudmu, putrinya Edward menemukan cara agar lahan yang tidak subur dapat ditanami kembali??"

"Tepat sekali, Tuan. Dan metode yang dilakukannya ini belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya."

Sang komandan pun menjelaskan bagaimana cara Elona Locke mengembalikan kesuburan tanah menurut hasil laporannya. Mendengar semua hal tersebut, Ron Eckart hanya bisa tertegun.

"Kalau semua itu berhasil... putrinya Edward akan membuat suatu terobosan baru!"

"Tapi semua ini belum kelihatan hasilnya, Tuan. Mereka akan mulai menanam tumbuhan nanti sekitar satu bulan kemudian."

Ron langsung memutar otaknya. "Tapi kalau seandainya berhasil... Elona Locke akan diperebutkan oleh banyak pihak! Tidak bisa! Ini tidak bisa dibiarkan!"

"Panggil Arthur, suruh dia menghadapku. Bagaimanapun caranya, Arthur dan Elona harus segera kujodohkan!"

"Tidak bisa, Tuan. Karena... Nona Elona Locke sudah bertunangan dengan seseorang." ucap sang komandan, dan mata Ron terbelalak.

"Dengan siapa?!! Bukankah dulu Edward bilang kalau dia tidak akan menjodohkan putrinya dengan siapapun!"

"Dengan Louis Vandyke, Tuan, putra keluarga Marquess Raul Vandyke. Dan yang menjodohkan mereka adalah Tuan Stefan, putra Edward Locke, beberapa tahun setelah ayahnya meninggal dunia."

Ron Eckart terhenyak di kursinya. Ron terlupa dengan Raul Vandyke, seseorang yang selalu mengikuti Edward kemanapun sejak masa sekolah, sama seperti dirinya. Ron sudah salah langkah, seharusnya ia mengawasi gerak-gerik Stefan dan Elona setelah Edward tiada.

"Lalu... apa Arthur mengetahui hal ini, kalau Elona sudah punya tunangan?" tanya Ron lagi. Sang komandan menggelengkan kepala.

"Saya tidak tahu soal itu, Tuan. Tetapi kalau dilihat dari cara Tuan Arthur berbicara dengan Nona Elona, sepertinya dia tidak mengetahuinya."

Ron Eckart menutup wajahnya dengan satu tangan di atas meja.

"Duh, kasihan anak itu... Biar sebaiknya aku yang beritahu dia."

*****

Terpopuler

Comments

Agustina Kusuma Dewi

Agustina Kusuma Dewi

cha uo papa art..fighting..kl mmg jodoh tak kan kemana

2023-10-21

0

Nana

Nana

Seru kak 😥

2022-05-16

0

Lili Ana

Lili Ana

Gemes thor, rasanya pengen bilang " Pak mereka sudah membatalkan pertunangannya kok"

2022-01-27

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Cerita Hati
2 Bab 2. Si Jahat yang Malang
3 Bab 3. Roti Sisa
4 Bab 4. Sesak
5 Bab 5. Keluarga
6 Bab 6. Diet
7 Bab 7. Aura
8 Bab 8. Selamat Tinggal
9 Bab 9. Kota Armelin
10 Bab 10. Wulan
11 Bab 11. Tidak Pernah Ada
12 Bab 12. Sang Kepala Pelayan
13 Bab 13. Karakter Figuran
14 Bab 14. Mengukur pH Tanah
15 Bab 15. Kepercayaan Diri
16 Bab 16. Penolakan
17 Bab 17. Para Prajurit Eckart
18 Bab 18. Ron dan Edward
19 Bab 19. Berita
20 Bab 20. Semburat Merah
21 Bab 21. Anak Mama yang Cantik
22 Bab 22. Surat
23 Bab 23. Kue Cokelat
24 Bab 24. Botol Minum
25 Bab 25. Segelas Susu (1)
26 Bab 26. Segelas Susu (2)
27 Bab 27. Intoleransi Laktosa
28 Bab 28. Permainan
29 Bab 29. Tes Pasar
30 Bab 30. Murah
31 Bab 31. Undangan
32 Bab 32. Penjaga Kuda
33 Bab 33. Wush!
34 Bab 34. Harga
35 Bab 35. Tiket Gratis
36 Bab 36. Kembang Api
37 Bab 37. Camilan
38 Bab 38. Sendirian
39 Bab 39. Locke Armelin
40 Bab 40. Calon Ipar
41 Bab 41. Tujuan Hidup
42 Bab 42. Biogas
43 Bab 43. Prediksi
44 Bab 44. Menjadi Seorang Kakak
45 Bab 45. Hanya Teman
46 Bab 46. Teman Seumur Hidup
47 Bab 47. Sedap Sore
48 Bab 48. Menata Hati
49 Bab 49. Kapang
50 Bab 50. Kata Hati
51 Bab 51. Kabut
52 Bab 52. Hangat dan Lembut
53 Bab 53. Tidak Peka
54 Bab 54. Mengenal Lebih Dekat
55 Bab 55. Tidak Peduli
56 Bab 56. Mimpi
57 Bab 57. Melayang
58 Bab 58. Syal Merah
59 Bab 59. Setengah Hati
60 Bab 60. Urusan Terakhir
61 Bab 61. Surat Wasiat
62 Bab 62. Hidup Untuknya
63 Bab 63. Puing Hitam
64 Bab 64. Teman!
65 Bab 65. Acara Penobatan
66 Bab 66. Rambut Emas
67 Bab 67. Kecewa
68 Bab 68. Qitara
69 Bab 69. Dunia Lain
70 Bab 70. Skenario Cerita
71 Bab 71. Kenangan Terakhir
72 Bab 72. Cameo
73 Epilog. Pernikahan
74 Kata Ryby
75 Extra Part - Kehidupan Elona asli setelahnya.
76 Promo Kedai Rawon di Isekai
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Cerita Hati
2
Bab 2. Si Jahat yang Malang
3
Bab 3. Roti Sisa
4
Bab 4. Sesak
5
Bab 5. Keluarga
6
Bab 6. Diet
7
Bab 7. Aura
8
Bab 8. Selamat Tinggal
9
Bab 9. Kota Armelin
10
Bab 10. Wulan
11
Bab 11. Tidak Pernah Ada
12
Bab 12. Sang Kepala Pelayan
13
Bab 13. Karakter Figuran
14
Bab 14. Mengukur pH Tanah
15
Bab 15. Kepercayaan Diri
16
Bab 16. Penolakan
17
Bab 17. Para Prajurit Eckart
18
Bab 18. Ron dan Edward
19
Bab 19. Berita
20
Bab 20. Semburat Merah
21
Bab 21. Anak Mama yang Cantik
22
Bab 22. Surat
23
Bab 23. Kue Cokelat
24
Bab 24. Botol Minum
25
Bab 25. Segelas Susu (1)
26
Bab 26. Segelas Susu (2)
27
Bab 27. Intoleransi Laktosa
28
Bab 28. Permainan
29
Bab 29. Tes Pasar
30
Bab 30. Murah
31
Bab 31. Undangan
32
Bab 32. Penjaga Kuda
33
Bab 33. Wush!
34
Bab 34. Harga
35
Bab 35. Tiket Gratis
36
Bab 36. Kembang Api
37
Bab 37. Camilan
38
Bab 38. Sendirian
39
Bab 39. Locke Armelin
40
Bab 40. Calon Ipar
41
Bab 41. Tujuan Hidup
42
Bab 42. Biogas
43
Bab 43. Prediksi
44
Bab 44. Menjadi Seorang Kakak
45
Bab 45. Hanya Teman
46
Bab 46. Teman Seumur Hidup
47
Bab 47. Sedap Sore
48
Bab 48. Menata Hati
49
Bab 49. Kapang
50
Bab 50. Kata Hati
51
Bab 51. Kabut
52
Bab 52. Hangat dan Lembut
53
Bab 53. Tidak Peka
54
Bab 54. Mengenal Lebih Dekat
55
Bab 55. Tidak Peduli
56
Bab 56. Mimpi
57
Bab 57. Melayang
58
Bab 58. Syal Merah
59
Bab 59. Setengah Hati
60
Bab 60. Urusan Terakhir
61
Bab 61. Surat Wasiat
62
Bab 62. Hidup Untuknya
63
Bab 63. Puing Hitam
64
Bab 64. Teman!
65
Bab 65. Acara Penobatan
66
Bab 66. Rambut Emas
67
Bab 67. Kecewa
68
Bab 68. Qitara
69
Bab 69. Dunia Lain
70
Bab 70. Skenario Cerita
71
Bab 71. Kenangan Terakhir
72
Bab 72. Cameo
73
Epilog. Pernikahan
74
Kata Ryby
75
Extra Part - Kehidupan Elona asli setelahnya.
76
Promo Kedai Rawon di Isekai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!