"Sebenarnya, Tuan, pendapatan pajak dari Kota Armelin menurun drastis sejak lahan galian pasir ditutup setahun yang lalu." Ryndall menjelaskan.
Elona sedang melewati ruang kerja Stefan setelah berlatih stamina bersama prajurit, dan tanpa sengaja mendengarkan prrcakapan tersebut melalui pintu yang terbuka sedikit.
Mendengar Kota Armelin, Elona langsung teringat dengan peristiwa yang akan terjadi di webtoon Cerita Hati, yang akan menghancurkan kondisi finansial keluarga Locke.
"Tambang pasir yang di sebelah utara kota itu? Bukannya warga sendiri yang minta lahan galian itu ditutup!" Stefan mengernyitkan dahinya heran. Dengan cepat dia membuka-buka laporan keuangan yang berserakan di atas meja tulisnya.
Ryndall mengangguk dengan cepat, "Benar, Tuan. Tapi malah sekarang mereka jadi kehilangan lapangan pekerjaan."
"Maksudmu? Kalau mereka minta lahan galiannya ditutup, itu berarti mereka harus siap konsekuensinya dengan kehilangan pekerjaan sebagai penambang." kata Stefan. "Bukankah mereka sendiri yang mengatakan, kalau ingin beralih profesi jadi petani?"
"Benar, Tuan. Tetapi ternyata mereka gagal menjadi petani."
"Gagal...?"
"Iya, Tuan Stefan. Para warga yang tadinya penambang sempat mencoba beralih profesi sebagai petani. Mereka mencoba menanam sayur-sayuran. Namun saat dipanen, ternyata hasilnya tidak memuaskan. Begitu laporan yang saya terima."
Ryndall menjelaskan sembari membuka-buka tumpukan kertas laporan di tangannya. Mendengar apa yang diucapkan Ryndall, Stefan semakin kebingungan.
"Kenapa?"
"Itulah yang saya tidak tahu, Tuan. Para warga juga tidak mengetahui alasan kenapa tanaman mereka tidak berkembang sebagaimana mestinya."
"Hah benar-benar!" Stefan menggebrak meja. Tak habis pikir dia bahwa sulit sekali memenuhi permintaan warga yang macam-macam.
"Padahal mereka sendiri yang minta tambang pasir itu ditutup karena mengganggu pemukiman setempat. Katanya, mereka mau bercocok tanam di lahan bekas galian tersebut. Sekarang malah gagal semua!" seru Stefan marah-marah.
"Begitulah Tuan. Pada akhirnya, para warga mencari kerja di kota sebelah dengan susah payah, dan mengakibatkan pendapatan pajak kita yang semakin menurun."
Tok tok tok.
Suara pintu ruang kerja Stefan diketuk. Dari baliknya, muncul kepala Elona yang mengintip ke dalam.
"Kak Stefan."
"Ah, Nona Elona... salam hormat!" Ryndall yang mengenali Elona langsung memberinya salam. Dia cukup kaget melihat perubahan Elona yang terlihat baru selesai olahraga. Karena dari yang dia tahu selama bekerja di bawah Stefan, adik majikannya itu selalu saja mengurung diri di kamarnya.
"Salam, Kak Ryndall." jawab Elona. Lalu gadis itu pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan. Stefan menatapnya heran.
"Elona? Ada apa? Aku sedang ada urusan penting dengan Ryndall, tentang pekerjaan."
"Aku tahu, kak. Maaf tadi pintunya terbuka sedikit, dan aku tidak sengaja mendengarkan percakapan kalian barusan."
"Kamu mendengar soal Kota Armelin?" tanya Stefan.
Elona mengangguk. "Aku punya pendapat."
"Katakan."
"Kalau tanaman tidak dapat berkembang dengan baik, berarti ada sesuatu di dalam tanahnya yang tidak mendukung pertumbuhan tanaman tersebut."
"Hmm, maksudmu, tanahnya rusak?" Stefan menyimpulkan.
"Ah, apa karena area itu adalah lahan bekas galian tambang, ya?" tanya Ryndall.
"Bisa jadi, Kak."
"Oke, masuk akal..."
Ucapan Elona membuat Stefan jadi berpikir. Kalau benar tanahnya yang rusak, maka wajar saja kalau tidak akan ada tanaman yang akan tumbuh di sana.
"Jadi solusinya, kita harus mengecek kondisi tanah di sana untuk memastikan penyebabnya!" seru Elona.
"Bukankah kalau tanah rusak, cukup diberi pupuk saja?" tanya Stefan lagi dengan penasaran. Elona sedikit menggeleng.
"Tergantung kondisi tanah itu sendiri. Apakah warga sudah mencoba memberi pupuk?"
"Sudah, Nona. Tetapi tanaman tetap saja gagal panen." Ryndall menjawab dengan yakin. Elona jadi merasa aneh.
Kalau sampai pupuk saja tidak bekerja, berarti maslaahnya lebih parah dari yang sudah kukira...
Apa mungkin... pH tanahnya kurang?
Elona langsung berpikir cepat. pH tanah adalah pengukuran tingkat keasaman dan kebasaan dalam tanah. Pengukurannya dari angka 0 sampai 14, yang mana 0 adalah asam dan basa adalah 14. Kalau dicontohkan, asam itu seperti cairan lambung, dan basa itu seperti pemutih pakaian atau sabun cuci.
Kebanyakan tanaman dapat tumbuh di pH netral yang mana adalah angka 7, meskipun tidak sedikit juga tanaman yang bisa tumbuh di angka pH 5. Kalau sampai diberi pupuk saja masih bermasalah, bisa jadi angka pH tanah di lahan bekas galian tambang pasir tersebut kurang dari 5.
Semua ini Elona ketahui karena dia sangat gemar membaca buku apapun sewaktu masih tinggal di bumi sebagai Tara. Suatu ketika, Tara membaca sebuah buku tentang pertanian dan tanah, dan dari sanalah ilmunya didapat.
Tetapi tentunya semua ini hanya teori pemikiran Elona sendiri. Gadis itu harus mengumpulkan data dan fakta lapangan yang ada sebelum dia tahu cara menanganinya.
Yang jadi permasalahan adalah, bagaimana caranya agar Elona menyampaikan semua hal tersebut pada kakaknya dan Ryndall? Sementara di dunia yang ditinggalinya sekarang ini, teknologi pertanian belum semaju di bumi.
"Mungkin saja... kondisi tanahnya begitu parah, sehingga tidak mampu menyerap pupuk yang diberikan, makanya tanamannya tetap tidak berkembang..." Elona menggumam pelan. Namun, Stefan menangkap dengar gumaman adiknya itu.
"Separah itu, sampai pupuk saja tidak cukup?"
"Iya kak, jadi begini..." Elona pun menjelaskan tentang apa itu pH dan pengaruhnya bagi tanaman. Elona berusaha menjelaskannya dengan perlahan, karena suatu terobosan baru akan sulit dimengerti bila dijabarkan terlalu cepat.
Stefan dan Ryndall terperanjat mendengar penjelasan Elona. Lalu, mereka berdua saling bertukar pandang. Kemudian, menatap Elona lekat-lekat dengan heran.
"Elona, kamu..." Stefan berkata tidak percaya. "Sejak kapan kamu mengetahui tentang hal rumit seperti ini?"
"Saya pun juga baru mendengar tentang apa yang dikatakan Nona Elona barusan. Yang saya tahu, di seluruh dunia saat ini belum ada yang menerapkan cara pengukuran kondisi tanah sebelum panen seperti yang Nona jabarkan tadi." jelas Ryndall menimpali.
"Err, itu, aku..." Elona gelagapan menjawab pertanyaan tersebut. "Aku kebetulan baca banyak buku sewaktu di perpustakaan sekolah. Itu saja!"
Bisa mati aku kalau sampai mereka tahu aku bukanlah Elona yang sebenarnya...
Stefan mendelikkan matanya pada adiknya. Perpustakaan sekolah? Dulu, seingat Stefan bersekolah di sana, dia tidak pernah menemukan adanya buku tentang ilmu pertanian yang membahas tentang kondisi tanah sampai sedalam itu.
Tetapi, kalau apa yang dikatakan Elona adalah benar, maka kondisi finansial keluarga Locke terancam. Stefan memang bekerja sebagai sekretaris konstitusi kerajaan. Namun dengan statusnya sebagai marquess, memiliki sebuah pasukan tentara besar dan kuat adalah sebuah keharusan.
Marquess adalah pemimpin wilayah kekuasaan yang berada di area perbatasan suatu kerajaan, dan bisa saja wilayah tersebut berbatasan dengan kerajaan musuh. Sewaktu-waktu bila terjadi perang, seorang marquess harus siap dengan pasukan tentaranya, karena merekalah yang akan berada di garis depan, sebelum musuh menyerang bagian dalam negeri.
Dalam hal ini, secara turun temurun keluarga Locke mendanai biaya pasukannya dari pendapatan pajak Kota Armelin. Lalu, apa yang akan Stefan lakukan, kalau pendapatan pajak itu sendiri mulai menurun?
"Agh! Susah sekali sih!! Apa perlu kita membuka lagi lahan galian pasir itu, supaya warga mendapat pekerjaannya kembali?" tanya Stefan gusar sembari menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
Ryndall langsung mencegah tuannya. "Kalau dibuka lagi, Tuan tahu bahwa para warga protes karena lahan tersebut semakin lama akan semakin mendekati area pemukiman. Bila diteruskan, wilayah tersebut bisa mengalami banjir saat hujan lebat tiba!"
"Lalu aku harus bagaimana?!!" teriak Stefan tidak sabar. "Di satu sisi mereka protes. Di sisi lain, mereka tidak sanggup bayar pajak! Gah!!"
"Err, kakak..." Elona menyela pembicaraan di tengah-tengah amarah kakaknya. Stefan langsung menoleh cepat, berharap adiknya memiliki solusi.
"Ya? Kamu tahu jalan keluarnya?"
"Hmm, tidak, tapi..." jawab Elona, "Mungkin saja ada..."
"Apa maksudmu dengan jawaban yang setengah-setengah seperti itu?!" Stefan jadi semakin kesal.
"Dengar dulu! Aku baru bisa mencari jalan keluarnya kalau aku sudah mengecek langsung kondisi lapangan sebenarnya!" jelas Elona, membuat kakaknya itu berpikir.
"Kondisi lapangan...? Maksudmu, kamu mau pergi ke Kota Armelin?"
Elona mengangguk. "Iya. Lagipula tidak ada salahnya kan? Siapa tahu aku bisa menemukan solusinya. Terlebih lagi, aku tidak punya kewajiban untuk bersekolah sekarang."
"Kalau begitu, akan sangat membantu sekali, Nona!" Ryndall menimpali.
Stefan berpikir sejenak. Meskipun ada benarnya yang dikatakan adiknya itu, tetapi Stefan juga mengetahui kondisi Elona yang mudah stress. Dia hanya takut kalau nantinya Elona akan banyak pikiran di sana dan kembali ke kebiasaan lamanya, yaitu makan berlebihan.
"Boleh, tapi dengan syarat. Ajaklah Mai, pelayanmu itu. Lalu, jangan berhenti berolahraga di sana. Selanjutnya..." Stefan menghela nafas.
"... pulanglah kalau kamu tidak menemukan solusi apapun. Jangan berkecil hati, dan jangan stress. Karena seharusnya ini adalah kewajibanku mengatasi masalah wargaku, bukan kamu."
Mendengar hal itu, Elona tersenyum dan sontak memeluk kakaknya. Gadis itu terharu, dengan rasa khawatir dari seorang anggota keluarga yang tidak mungkin akan dia dapatkan sewaktu masih menjadi Tara.
"Tentu! Aku sayang kakak!"
Stefan mengelus kepala adiknya. "Ya sudah, kemasi barang-barang yang kamu perlukan. Akan kuminta Sir Willian untuk mengawalmu sampai sana."
Elona kembali ke kamarnya dengan riang gembira. Akhirnya, dia bisa keluar dari ibukota! Sudah sejak lama sekali Elona ingin melihat-lihat seperti apa pemandangan kota-kota lain di luar sana.
Sebelum pergi ke kamarnya, Elona berbalik menuju lantai satu tempat dapur berada. Para juru masak dan pelayan dapur sedang sibuk menyiapkan makan siang. Aroma masakan yang lezat menyeruak masuk ke dalam hidung Eloan. Gadis itu menelan ludahnya. Dia bisa kalap kalau saja tidak menahan dirinya demi tubuh yang kurus.
"Oh, Nona Elona! Salam!"
Seorang juru masak bernama Jane menyapa Elona. Gadis itu pun mengangguk. Sudah lama sekali Jane tidak melihat Elona di dapur. Dulu dia sering sekali mendapati nona majikannya itu menghabiskan seluruh bahan makanan pada malam hari. Namun, dengan perubahan Elona yang sekarang, Jane juga jadi ikut senang.
"Ada apa siang-siang Anda datang ke dapur, Nona?"
"Hmm, aku hanya butuh sesuatu..." sahut Elona.
"Makan siang? Sebentar lagi akan kami siapkan di meja makan!"
"Oh bukan!" Elona menggeleng cepat. "Aku hanya ingin tahu, apa kalian punya kunyit? Aku ingin minta beberapa utas saja. Mungkin um... lima?"
"Kunyit...?"
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Aisy Hilyah
jangan berhenti olahraga elona
2022-05-05
0
EL CASANDRA
🤣, nyatanya anak sekarang tau tanpa perlu baca buku khusus. Tapi mereka gak peduli, jadi mereka bilang "Tinggal beli di pasar apa susah..? Ngapain perlu tanam sendiri"
2022-03-25
0
EL CASANDRA
wkwk pelajaran kelas 10 dan 11 SMA
2022-03-25
0