Bab 10. Wulan

"Louis, ini aku buatkan teh! Aku baru belajar di rumah kemarin!"

"Tidak, pasti rasanya tidak enak. Pergi sana!"

Louis sedang duduk di ruangan aula sekolahnya, ketika dia termenung dan mengenang Elona.

"Louis, kenapa tadi di pesta kita tidak berdansa? Aku yakin kok, kalau bisa mengimbangimu!"

"Dengan tubuhmu yang seperti itu, malah aku jadi yang tidak sanggup nanti..."

Kenangan demi kenangan terus terlintas dalam ingatan Louis. Entah mengapa, justru Louis mengingat semuanya dengan jelas saat orang yang direnungkan sudah tidak berada di sisinya.

"Louis, aku sudah dengar tentang ibumu meninggal... Jangan sedih ya... Ayo kita ke taman, di sana kamu pasti bisa merasa tenang."

"Ibuku baru saja meninggal dan kamu mengajakku jalan-jalan?!"

"Bukan begitu maksudku... Aku hanya-"

"Hanya apa? Cari perhatian, hah?? Dengar ya, semua usaha kamu ini sia-sia!"

"Tapi-"

"Jangan dekati aku lagi! Aku merasa terganggu sama keberadaanmu, tahu? Aku mengikuti pertunangan ini, hanya karena ayahku yang minta. Jadi kamu jangan melunjak! Sudahlah! Malas aku melihatmu."

"Tapi... *hiks* Aku cuma punya kamu... *hiks* Louis... Louis...!"

*****

"Louis?"

"Ah!" Louis yang sedari tadi duduk sendirian sembari menyesapi kopinya, terkejut dengan kedatangan seseorang yang tiba-tiba memanggil.

"Oh... Kiara," Louis mendapati mata Kiara yang bulat sedang mengamatinya dalam-dalam. Tadinya lelaki itu berpikir kalau Elona dalam kenangannya yang memanggilnya.

"Kamu melamun sejak tadi. Ada apa?" tanya Kiara. Wajahnya menyiratkan kekhawatiran. Louis mengibaskan tangannya.

"Hmm, tidak ada apa-apa."

"Yakin?"

"Iya..."

"Benar?"

"Benar, gendut!"

Tersadar mulutnya menceploskan kata yang biasa dia gunakan untuk menyebut Elona, Louis langsung menutup mulutnya dengan tangan kiri.

"... gendut? Aku?" Kiara mengernyit heran, lalu dia memperhatikan perutnya sendiri. Gadis itu merasa dirinya memiliki badan yang cukup ideal untuk bisa disebut gendut.

"Bukan, err, maksudku, Kiara." Louis meralat ucapannya, "Ah sudahlah!"

"Kamu memikirkan Elona?"

Kiara menarik kursi di sebelah Louis dan duduk di atasnya. Lalu dia menggamit lengan Louis dengan hangat.

"Tidak juga. Hanya teringat sedikit masa lalu." jawab Louis. Dia kembali menikmati kopinya. Dia jelas berbohong dengan mengatakan 'sedikit'. Karena sebenarnya sejak pemutusan pertunangan tersebut dua minggu yang lalu, dirinya tidak bisa berhenti memikirkan Elona.

"Wajar saja kalau kamu mengenangnya, dia adalah teman masa kecilmu." Kiara menghela nafas. Nada suaranya terdengar menyesal. Perlahan, matanya berkaca-kaca.

"Seandainya kalau bukan karena aku, pasti kalian masih bertunangan..."

"Sudahlah." ucap Louis. Lelaki itupun mengusap air mata yang mulai menetes dari ujung mata gadis di hadapannya itu.

"Berakhirnya pertunangan kami itu bukan salahmu."

"Aku hanya takut dia membenciku. Karena sejak kamu melabraknya terakhir kali, dia jadi tidak pergi ke sekolah lagi... Semua gara-gara aku... *hiks*"

"Semua sudah berlalu." Louis menyahut dengan singkat, meski sebenarnya dia sendiri pun masih memikirkan apakah keputusan tentang berakhirnya pertunangan tersebut sudah benar.

"Apa aku berbuat salah, sampai dia mendorongku hingga terjatuh waktu itu? Kurasa kau pun juga kaget, Louis, karena ternyata Elona memiliki sifat yang kasar seperti itu." kata Kiara lagi.

"Kasar?" Louis mengernyitkan dahi dengan heran. Elona memang sering mengejar-ngejarnya, Elona sering memaksakan keinginannya untuk bisa dekat dengannya, namun tak pernah sekalipun Louis melihat Elona berbuat kasar.

Labrakannya waktu itu pun didasari atas pengaduan siswa lain tentang Elona terhadap Kiara, meski sebenarnya Louis tidak melihatnya sendiri.

Tetapi memang, Elona berkali-kali menunjukkan rasa tidak sukanya pada Kiara, terutama saat lelaki itu dekat dengannya. Jadi, saat ada yang mengadukan tentang Elona yang melabrak Kiara di taman, maka Louis langsung percaya.

"Ah, aku tidak bermaksud mengatakan kalau kepribadiannya kasar. Mungkin saja dia tidak tahu cara mengungkapkan amarah dengan benar," kata Kiara yang masih membela Elona.

"Kamu jangan membencinya ya. Aku yakin Elona masih memiliki sisi baik dari dirinya."

"Hmm, kamu baik sekali," Louis tersenyum seraya mengelus kepala Kiara.

"Hehe..."

*****

"Hm~ hm~"

Kiara bersenandung di depan cermin. Tangannya memoles bibirnya dengan pelembab. Matanya tak lepas dari pantulan bayangan dirinya itu.

Kiara berada di sebuah kamar yang cukup luas lengkap dengan perabotan mahal. Di atas meja riasnya pun berkumpul perhiasan-perhiasan yang kebanyakan berwarna biru terang, senada dengan rambutnya.

Meski tak semahal milik para bangsawan yang kedudukannya lebih tinggi, namun Kiara harus merasa puas dengan status putri baronnya saat ini.

Setidaknya untuk saat ini, karena gadis itu berencana untuk memiliki Louis sepenuhnya, dan menjadi Nyonya Marquess Vandyke di masa depan.

Meskipun Kiara mengetahui sejujurnya kalau Louis sudah bertunangan, dia tetap mendekati lelaki itu. Dan tidak, Kiara tidak merasa bersalah sedikitpun.

Malah sebaliknya, gadis itu berpendapat bahwa seperti itulah jalan yang sudah seharusnya dilalui, baginya dan bagi siapapun di dunia tempatnya berada sekarang.

Ya, yang tidak diketahui semua orang adalah, bahwa Kiara juga merupakan reinkarnasi dari manusia di bumi.

Adalah Wulan, nama yang melekat di dirinya sewaktu masih berada di bumi. Wulan adalah sosok gadis biasa yang mendambakan kesempurnaan dalam hidupnya. Selama ini dia hidup dengan ibu tiri dan sudara tiri yang kejam, bak Cinderella.

Namun, Cinderella menjadi putri sebelum cerita tamat, sementara hidup Wulan berakhir sebelum dia menjadi seorang putri.

Wulan masuk ke dalam dunia webtoon Cerita Hati saat dirinya mengalami kecelakaan, sama seperti Tara. Perbedaannya adalah, Wulan memulai sebagai Kiara di saat dia baru saja lahir ke dunia.

Dalam webtoon Cerita Hati, dikisahkan bahwa Kiara adalah seorang anak pelayan tanpa ayah. Kiara hidup miskin dan berdua saja dengan ibunya sampai usia lima tahun. Di ulang tahunnya yang kelima, tiba-tiba seorang bangsawan datang ke rumahnya.

Kiara bersama ibunya pergi dengan bangsawan tersebut untuk tinggal di rumahnya di ibukota. Baru diketahui kemudian kalau bangsawan tersebut adalah seorang baron dan juga ayahnya.

Ternyata, identitas Kiara adalah seorang anak hasil kawin diam-diam antara si putra baron dengan pelayan di rumahnya saat masih muda. Karena cinta mereka tidak pernah disetujui oleh kedua orangtuanya, maka si pelayan diusir dalam keadaan mengandung.

Lalu, begitu ayahnya mendapatkan gelar baron tersebut dari kakeknya yang sudah tiada, gadis itu dan ibunya langsung diboyong ke ibukota.

Wulan paham betul dengan plot webtoon Cerita Hati ini, karena dia sudah mengulang-ulang membacanya setidaknya hingga lima kali.

Dan gadis itu menyukai segala hal yang menjadi elemen dari webtoon tersebut. Para karakternya, pemandangannya, alur ceritanya, dan dia pun jatuh cinta dengan Louis Vandyke, sosok yang tidak mungkin ia temui sewaktu menjadi Wulan.

Begitu Wulan menyadari dia terlahir kembali sebagai Kiara Perez si protagonis wanita, rasa senangnya meluap bukan kepalang.

Kemiskinan Kiara sewaktu masih hidup di desa ia jalani dengan cepat dan tanpa keluhan. Setiap saat dia bermimpi bahwa suatu hari pasti akan bertemu dengan Louis Vandyke. Maka, hari demi hari ia lalui dengan sabar.

Lalu tibalah waktunya ketika gadis itu bertemu dengan lelaki pujaannya.

Pokoknya harus sesuai dengan yang ada di cerita! Harus! pikirnya saat itu. Mungkin tidak menjadi putri yang berpasangan dengan pangeran seperti Cinderella, tapi menjadi putri pasangan marquess juga tidak masalah baginya.

Apalagi marquessnya adalah Louis Vandyke idolanya. Pria dingin dan cuek namun ternyata lembut kalau sudah mencintai seseorang. Tipikal protagonis pria yang ada di novel-novel terkenal dan digandrungi banyak wanita saat ini.

Wajahnya mendekat ke arah cermin, mengamati setiap detail fitur yang dimiliki tubuhnya yang sekarang. Wajah tirus yang cantik, mata bulat dengan rambut panjang yang halus berwarna biru terang. Sempurna.

Dia pun sudah mendapatkan Louis Vandyke dan menyingkirkan pertunangannya dengan Elona Locke. Sekali lagi, sempurna.

Tunggu... ini kan tidak ada dalam cerita? Apa jangan-jangan... Elona Locke sama sepertiku?

Masa, sih? Kalau sama sepertiku, kenapa dia gendut?

Kecurigaan Kiara membuatnya menyimpulkan sesuatu. Webtoon yang dia baca berulang-ulang, tidak mungkin sampai dia lupa jalan cerita sesungguhnya. Tetapi kalau Elona Locke memulai dirinya juga dari bayi seperti reinkarnasi Kiara, kenapa kegemukannya tidak bisa ia hindari?

Ah, terserahlah! Yang penting tidak mengganggu plotku dengan Louis! Malah jadi dipercepat, dengan putusnya pertunangan mereka, hehehe!

Sempurna, Kiara! Sempurna!

*****

...\=\= original writing by @author.ryby \=\=...

...\=\= cover art by @fuheechi_ \=\=...

Terpopuler

Comments

mochi

mochi

oh,ckcckck

2024-06-09

0

_cloetffny

_cloetffny

mau manas manasi gitu maksud lo?

2023-06-03

0

Rieny Sartika

Rieny Sartika

ini tokoh gk tau diri,tp moga elona dpt yg lebih baik saya kontra ma louis,,,saya dukung tokoh cowok yg better than louis jiayo....

2023-01-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Cerita Hati
2 Bab 2. Si Jahat yang Malang
3 Bab 3. Roti Sisa
4 Bab 4. Sesak
5 Bab 5. Keluarga
6 Bab 6. Diet
7 Bab 7. Aura
8 Bab 8. Selamat Tinggal
9 Bab 9. Kota Armelin
10 Bab 10. Wulan
11 Bab 11. Tidak Pernah Ada
12 Bab 12. Sang Kepala Pelayan
13 Bab 13. Karakter Figuran
14 Bab 14. Mengukur pH Tanah
15 Bab 15. Kepercayaan Diri
16 Bab 16. Penolakan
17 Bab 17. Para Prajurit Eckart
18 Bab 18. Ron dan Edward
19 Bab 19. Berita
20 Bab 20. Semburat Merah
21 Bab 21. Anak Mama yang Cantik
22 Bab 22. Surat
23 Bab 23. Kue Cokelat
24 Bab 24. Botol Minum
25 Bab 25. Segelas Susu (1)
26 Bab 26. Segelas Susu (2)
27 Bab 27. Intoleransi Laktosa
28 Bab 28. Permainan
29 Bab 29. Tes Pasar
30 Bab 30. Murah
31 Bab 31. Undangan
32 Bab 32. Penjaga Kuda
33 Bab 33. Wush!
34 Bab 34. Harga
35 Bab 35. Tiket Gratis
36 Bab 36. Kembang Api
37 Bab 37. Camilan
38 Bab 38. Sendirian
39 Bab 39. Locke Armelin
40 Bab 40. Calon Ipar
41 Bab 41. Tujuan Hidup
42 Bab 42. Biogas
43 Bab 43. Prediksi
44 Bab 44. Menjadi Seorang Kakak
45 Bab 45. Hanya Teman
46 Bab 46. Teman Seumur Hidup
47 Bab 47. Sedap Sore
48 Bab 48. Menata Hati
49 Bab 49. Kapang
50 Bab 50. Kata Hati
51 Bab 51. Kabut
52 Bab 52. Hangat dan Lembut
53 Bab 53. Tidak Peka
54 Bab 54. Mengenal Lebih Dekat
55 Bab 55. Tidak Peduli
56 Bab 56. Mimpi
57 Bab 57. Melayang
58 Bab 58. Syal Merah
59 Bab 59. Setengah Hati
60 Bab 60. Urusan Terakhir
61 Bab 61. Surat Wasiat
62 Bab 62. Hidup Untuknya
63 Bab 63. Puing Hitam
64 Bab 64. Teman!
65 Bab 65. Acara Penobatan
66 Bab 66. Rambut Emas
67 Bab 67. Kecewa
68 Bab 68. Qitara
69 Bab 69. Dunia Lain
70 Bab 70. Skenario Cerita
71 Bab 71. Kenangan Terakhir
72 Bab 72. Cameo
73 Epilog. Pernikahan
74 Kata Ryby
75 Extra Part - Kehidupan Elona asli setelahnya.
76 Promo Kedai Rawon di Isekai
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Cerita Hati
2
Bab 2. Si Jahat yang Malang
3
Bab 3. Roti Sisa
4
Bab 4. Sesak
5
Bab 5. Keluarga
6
Bab 6. Diet
7
Bab 7. Aura
8
Bab 8. Selamat Tinggal
9
Bab 9. Kota Armelin
10
Bab 10. Wulan
11
Bab 11. Tidak Pernah Ada
12
Bab 12. Sang Kepala Pelayan
13
Bab 13. Karakter Figuran
14
Bab 14. Mengukur pH Tanah
15
Bab 15. Kepercayaan Diri
16
Bab 16. Penolakan
17
Bab 17. Para Prajurit Eckart
18
Bab 18. Ron dan Edward
19
Bab 19. Berita
20
Bab 20. Semburat Merah
21
Bab 21. Anak Mama yang Cantik
22
Bab 22. Surat
23
Bab 23. Kue Cokelat
24
Bab 24. Botol Minum
25
Bab 25. Segelas Susu (1)
26
Bab 26. Segelas Susu (2)
27
Bab 27. Intoleransi Laktosa
28
Bab 28. Permainan
29
Bab 29. Tes Pasar
30
Bab 30. Murah
31
Bab 31. Undangan
32
Bab 32. Penjaga Kuda
33
Bab 33. Wush!
34
Bab 34. Harga
35
Bab 35. Tiket Gratis
36
Bab 36. Kembang Api
37
Bab 37. Camilan
38
Bab 38. Sendirian
39
Bab 39. Locke Armelin
40
Bab 40. Calon Ipar
41
Bab 41. Tujuan Hidup
42
Bab 42. Biogas
43
Bab 43. Prediksi
44
Bab 44. Menjadi Seorang Kakak
45
Bab 45. Hanya Teman
46
Bab 46. Teman Seumur Hidup
47
Bab 47. Sedap Sore
48
Bab 48. Menata Hati
49
Bab 49. Kapang
50
Bab 50. Kata Hati
51
Bab 51. Kabut
52
Bab 52. Hangat dan Lembut
53
Bab 53. Tidak Peka
54
Bab 54. Mengenal Lebih Dekat
55
Bab 55. Tidak Peduli
56
Bab 56. Mimpi
57
Bab 57. Melayang
58
Bab 58. Syal Merah
59
Bab 59. Setengah Hati
60
Bab 60. Urusan Terakhir
61
Bab 61. Surat Wasiat
62
Bab 62. Hidup Untuknya
63
Bab 63. Puing Hitam
64
Bab 64. Teman!
65
Bab 65. Acara Penobatan
66
Bab 66. Rambut Emas
67
Bab 67. Kecewa
68
Bab 68. Qitara
69
Bab 69. Dunia Lain
70
Bab 70. Skenario Cerita
71
Bab 71. Kenangan Terakhir
72
Bab 72. Cameo
73
Epilog. Pernikahan
74
Kata Ryby
75
Extra Part - Kehidupan Elona asli setelahnya.
76
Promo Kedai Rawon di Isekai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!