"Louis, ini aku buatkan teh! Aku baru belajar di rumah kemarin!"
"Tidak, pasti rasanya tidak enak. Pergi sana!"
Louis sedang duduk di ruangan aula sekolahnya, ketika dia termenung dan mengenang Elona.
"Louis, kenapa tadi di pesta kita tidak berdansa? Aku yakin kok, kalau bisa mengimbangimu!"
"Dengan tubuhmu yang seperti itu, malah aku jadi yang tidak sanggup nanti..."
Kenangan demi kenangan terus terlintas dalam ingatan Louis. Entah mengapa, justru Louis mengingat semuanya dengan jelas saat orang yang direnungkan sudah tidak berada di sisinya.
"Louis, aku sudah dengar tentang ibumu meninggal... Jangan sedih ya... Ayo kita ke taman, di sana kamu pasti bisa merasa tenang."
"Ibuku baru saja meninggal dan kamu mengajakku jalan-jalan?!"
"Bukan begitu maksudku... Aku hanya-"
"Hanya apa? Cari perhatian, hah?? Dengar ya, semua usaha kamu ini sia-sia!"
"Tapi-"
"Jangan dekati aku lagi! Aku merasa terganggu sama keberadaanmu, tahu? Aku mengikuti pertunangan ini, hanya karena ayahku yang minta. Jadi kamu jangan melunjak! Sudahlah! Malas aku melihatmu."
"Tapi... *hiks* Aku cuma punya kamu... *hiks* Louis... Louis...!"
*****
"Louis?"
"Ah!" Louis yang sedari tadi duduk sendirian sembari menyesapi kopinya, terkejut dengan kedatangan seseorang yang tiba-tiba memanggil.
"Oh... Kiara," Louis mendapati mata Kiara yang bulat sedang mengamatinya dalam-dalam. Tadinya lelaki itu berpikir kalau Elona dalam kenangannya yang memanggilnya.
"Kamu melamun sejak tadi. Ada apa?" tanya Kiara. Wajahnya menyiratkan kekhawatiran. Louis mengibaskan tangannya.
"Hmm, tidak ada apa-apa."
"Yakin?"
"Iya..."
"Benar?"
"Benar, gendut!"
Tersadar mulutnya menceploskan kata yang biasa dia gunakan untuk menyebut Elona, Louis langsung menutup mulutnya dengan tangan kiri.
"... gendut? Aku?" Kiara mengernyit heran, lalu dia memperhatikan perutnya sendiri. Gadis itu merasa dirinya memiliki badan yang cukup ideal untuk bisa disebut gendut.
"Bukan, err, maksudku, Kiara." Louis meralat ucapannya, "Ah sudahlah!"
"Kamu memikirkan Elona?"
Kiara menarik kursi di sebelah Louis dan duduk di atasnya. Lalu dia menggamit lengan Louis dengan hangat.
"Tidak juga. Hanya teringat sedikit masa lalu." jawab Louis. Dia kembali menikmati kopinya. Dia jelas berbohong dengan mengatakan 'sedikit'. Karena sebenarnya sejak pemutusan pertunangan tersebut dua minggu yang lalu, dirinya tidak bisa berhenti memikirkan Elona.
"Wajar saja kalau kamu mengenangnya, dia adalah teman masa kecilmu." Kiara menghela nafas. Nada suaranya terdengar menyesal. Perlahan, matanya berkaca-kaca.
"Seandainya kalau bukan karena aku, pasti kalian masih bertunangan..."
"Sudahlah." ucap Louis. Lelaki itupun mengusap air mata yang mulai menetes dari ujung mata gadis di hadapannya itu.
"Berakhirnya pertunangan kami itu bukan salahmu."
"Aku hanya takut dia membenciku. Karena sejak kamu melabraknya terakhir kali, dia jadi tidak pergi ke sekolah lagi... Semua gara-gara aku... *hiks*"
"Semua sudah berlalu." Louis menyahut dengan singkat, meski sebenarnya dia sendiri pun masih memikirkan apakah keputusan tentang berakhirnya pertunangan tersebut sudah benar.
"Apa aku berbuat salah, sampai dia mendorongku hingga terjatuh waktu itu? Kurasa kau pun juga kaget, Louis, karena ternyata Elona memiliki sifat yang kasar seperti itu." kata Kiara lagi.
"Kasar?" Louis mengernyitkan dahi dengan heran. Elona memang sering mengejar-ngejarnya, Elona sering memaksakan keinginannya untuk bisa dekat dengannya, namun tak pernah sekalipun Louis melihat Elona berbuat kasar.
Labrakannya waktu itu pun didasari atas pengaduan siswa lain tentang Elona terhadap Kiara, meski sebenarnya Louis tidak melihatnya sendiri.
Tetapi memang, Elona berkali-kali menunjukkan rasa tidak sukanya pada Kiara, terutama saat lelaki itu dekat dengannya. Jadi, saat ada yang mengadukan tentang Elona yang melabrak Kiara di taman, maka Louis langsung percaya.
"Ah, aku tidak bermaksud mengatakan kalau kepribadiannya kasar. Mungkin saja dia tidak tahu cara mengungkapkan amarah dengan benar," kata Kiara yang masih membela Elona.
"Kamu jangan membencinya ya. Aku yakin Elona masih memiliki sisi baik dari dirinya."
"Hmm, kamu baik sekali," Louis tersenyum seraya mengelus kepala Kiara.
"Hehe..."
*****
"Hm~ hm~"
Kiara bersenandung di depan cermin. Tangannya memoles bibirnya dengan pelembab. Matanya tak lepas dari pantulan bayangan dirinya itu.
Kiara berada di sebuah kamar yang cukup luas lengkap dengan perabotan mahal. Di atas meja riasnya pun berkumpul perhiasan-perhiasan yang kebanyakan berwarna biru terang, senada dengan rambutnya.
Meski tak semahal milik para bangsawan yang kedudukannya lebih tinggi, namun Kiara harus merasa puas dengan status putri baronnya saat ini.
Setidaknya untuk saat ini, karena gadis itu berencana untuk memiliki Louis sepenuhnya, dan menjadi Nyonya Marquess Vandyke di masa depan.
Meskipun Kiara mengetahui sejujurnya kalau Louis sudah bertunangan, dia tetap mendekati lelaki itu. Dan tidak, Kiara tidak merasa bersalah sedikitpun.
Malah sebaliknya, gadis itu berpendapat bahwa seperti itulah jalan yang sudah seharusnya dilalui, baginya dan bagi siapapun di dunia tempatnya berada sekarang.
Ya, yang tidak diketahui semua orang adalah, bahwa Kiara juga merupakan reinkarnasi dari manusia di bumi.
Adalah Wulan, nama yang melekat di dirinya sewaktu masih berada di bumi. Wulan adalah sosok gadis biasa yang mendambakan kesempurnaan dalam hidupnya. Selama ini dia hidup dengan ibu tiri dan sudara tiri yang kejam, bak Cinderella.
Namun, Cinderella menjadi putri sebelum cerita tamat, sementara hidup Wulan berakhir sebelum dia menjadi seorang putri.
Wulan masuk ke dalam dunia webtoon Cerita Hati saat dirinya mengalami kecelakaan, sama seperti Tara. Perbedaannya adalah, Wulan memulai sebagai Kiara di saat dia baru saja lahir ke dunia.
Dalam webtoon Cerita Hati, dikisahkan bahwa Kiara adalah seorang anak pelayan tanpa ayah. Kiara hidup miskin dan berdua saja dengan ibunya sampai usia lima tahun. Di ulang tahunnya yang kelima, tiba-tiba seorang bangsawan datang ke rumahnya.
Kiara bersama ibunya pergi dengan bangsawan tersebut untuk tinggal di rumahnya di ibukota. Baru diketahui kemudian kalau bangsawan tersebut adalah seorang baron dan juga ayahnya.
Ternyata, identitas Kiara adalah seorang anak hasil kawin diam-diam antara si putra baron dengan pelayan di rumahnya saat masih muda. Karena cinta mereka tidak pernah disetujui oleh kedua orangtuanya, maka si pelayan diusir dalam keadaan mengandung.
Lalu, begitu ayahnya mendapatkan gelar baron tersebut dari kakeknya yang sudah tiada, gadis itu dan ibunya langsung diboyong ke ibukota.
Wulan paham betul dengan plot webtoon Cerita Hati ini, karena dia sudah mengulang-ulang membacanya setidaknya hingga lima kali.
Dan gadis itu menyukai segala hal yang menjadi elemen dari webtoon tersebut. Para karakternya, pemandangannya, alur ceritanya, dan dia pun jatuh cinta dengan Louis Vandyke, sosok yang tidak mungkin ia temui sewaktu menjadi Wulan.
Begitu Wulan menyadari dia terlahir kembali sebagai Kiara Perez si protagonis wanita, rasa senangnya meluap bukan kepalang.
Kemiskinan Kiara sewaktu masih hidup di desa ia jalani dengan cepat dan tanpa keluhan. Setiap saat dia bermimpi bahwa suatu hari pasti akan bertemu dengan Louis Vandyke. Maka, hari demi hari ia lalui dengan sabar.
Lalu tibalah waktunya ketika gadis itu bertemu dengan lelaki pujaannya.
Pokoknya harus sesuai dengan yang ada di cerita! Harus! pikirnya saat itu. Mungkin tidak menjadi putri yang berpasangan dengan pangeran seperti Cinderella, tapi menjadi putri pasangan marquess juga tidak masalah baginya.
Apalagi marquessnya adalah Louis Vandyke idolanya. Pria dingin dan cuek namun ternyata lembut kalau sudah mencintai seseorang. Tipikal protagonis pria yang ada di novel-novel terkenal dan digandrungi banyak wanita saat ini.
Wajahnya mendekat ke arah cermin, mengamati setiap detail fitur yang dimiliki tubuhnya yang sekarang. Wajah tirus yang cantik, mata bulat dengan rambut panjang yang halus berwarna biru terang. Sempurna.
Dia pun sudah mendapatkan Louis Vandyke dan menyingkirkan pertunangannya dengan Elona Locke. Sekali lagi, sempurna.
Tunggu... ini kan tidak ada dalam cerita? Apa jangan-jangan... Elona Locke sama sepertiku?
Masa, sih? Kalau sama sepertiku, kenapa dia gendut?
Kecurigaan Kiara membuatnya menyimpulkan sesuatu. Webtoon yang dia baca berulang-ulang, tidak mungkin sampai dia lupa jalan cerita sesungguhnya. Tetapi kalau Elona Locke memulai dirinya juga dari bayi seperti reinkarnasi Kiara, kenapa kegemukannya tidak bisa ia hindari?
Ah, terserahlah! Yang penting tidak mengganggu plotku dengan Louis! Malah jadi dipercepat, dengan putusnya pertunangan mereka, hehehe!
Sempurna, Kiara! Sempurna!
*****
...\=\= original writing by @author.ryby \=\=...
...\=\= cover art by @fuheechi_ \=\=...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
mochi
oh,ckcckck
2024-06-09
0
_cloetffny
mau manas manasi gitu maksud lo?
2023-06-03
0
Rieny Sartika
ini tokoh gk tau diri,tp moga elona dpt yg lebih baik saya kontra ma louis,,,saya dukung tokoh cowok yg better than louis jiayo....
2023-01-08
0