Di tengah malam di malaysya terdapat sebuah mobil yang sedang mengebut di jalan yang sepi
"kau sudah lacak mansion yang dulu kita tinggali ".ucap adam sambil menyetir
"sudah kak aku sudah melacak tempatnya kalo tidak salah sekarang menjadi mansion kosong di kawasan elite di bunga raya kuantan".ucap gabriel sambil memegang laptop di samping adam
mereka segera pergi ke arah lacakan adam dan berhenti di mansion mewah kosong di kawasan elite
"ini tempatnya?".ucap gabriel setelah turun dari mobilnya
"iya ini tempatnya cat nya masih sama".ucap adam
mereka segera belari ke arah pintu yang terkunci dan menendang pintu itu hingga terbuka
"disini kita akan mulai gabriel".ucap adam
mereka segera menuju kamar layla dulu kamar dimana saksi bisu kekejaman marco pada layla yang menyiksa layla mereka membongkar laci dan menemukan buku harian yang ternyata milik layla
"gabriel lihat apa yang aku temukan".ucap adam
"ini seperti familiar aku rasa kakak layla pernah menulis di buku ini kak ".ucap gabriel
"aku rasa cctv dirumah ini bisa aku retas kak aku akan retas bang".ucap gabriel
gabriel juga sangat pandai dalam meretas dia ingat betul dimana ruang cctv dan listrik dia menghidupkan listrik rumah itu dengan ponsel dan hasil ke retasanya
dia juga masuk kembali ke ruang cctv meretas serta mencuri beberapa file cctv 20 tahun yang lalu sebelum marco tiada di mansion itu termasuk di kamar layla dalam file dan kembali menemui adam
" kak sudah aku retas semua cctv dirumah ini aku seseorang untuk memperjelasnya ".ucap gabriel
"bagus".jawab adam dengan sendu
melihat kakak kembar beda identiknya sedih menyetuh buku harian kakak mereka gabriel bertanya
"kak kau gk apa apa kan ?".ucap gabriel
adam segera menunjukan wajahnya pada gabriel
"aku gak sanggup membacanya kalau aku
membacanya tanpa izin kakak layla aku ngerasa tidak sopan".ucap adam pada gabriel
"kau keingat dia ya kak ".
"kita pulang ke Amerika besok kita temui dia di rumah sakit".ucap gabriel dengan sandu dan memeluk saudara kembar beda identiknya itu
"kita harus segera ke Virginia sudah hampir 2 hari dia akan marah ".ucap adam
mereka segera ke apartemen mereka untuk beristirahat dan bersiap siap pulang besok
sementara itu disisi lain isabella berada di kamarnya trus menutup telinganya mendengar suara mesraan mathilda dan dominico dia cemburu dalam hatinya
mendengar suara itu membuat hatinya sakit bagaikan terbakar api cemburu dia selalu berusaha untuk tidur tetapi selalu ada air mata di pipinya dalam 2 hari hidupnya penuh siksaan kasar dari Dominico dia betul betul lemas saat ini belum lagi ia mendengar suara de**han itu tambah tidak bisa tidur dia
mathilda dan dominico tertidur bersama di ranjang mathilda segera terbangun dari tidurnya dan memakai pakaian lengkap ia mengambil kartu ruangan isabella dari dompet dominico dan menuju ruang isabella untuk mendatangi isabella yang belum tertidur
"kau mau apa kau disini hah !".ucap isabella
mathilda hanya tersenyum miring dan melipat tangan
"cih yang seharusnya jadi istri itu aku bukan kamu!".ucap mathilda
isabella kemudian tersenyum dan melipat tanganya juga
"kamu sendiri yang gali kuburan buat diri kamu sendiri".
"kamu menjual aku ke dominico tapi apa saat itu kamu sadar kalau kamu menjual aku ke dominico maka dominico bukanlah laki laki yang pantas untuk kamu , aku dan perempuan manapun karena dia adalah seorang yang kejam dan pemerkosa !.ucapan isabella
"aku tidak peduli dia banyak uang aku bisa memuaskanya aku bahagia dengan uangnya bukan dengan dia".ucap mathilda
"kau tahu kau itu sama seperti perempuan hina diluar sana dan tidak berpendidikan dan kau tidak punya orang tua bukan !".ucap isabella
mathilda dan marah dan ingin menampar isabella namun tanganya segera dicengkram oleh isabella
"singkirkan tangan kotormu ini dari pipiku !".
"aku tidak terima tamparan dari perempuan yang menjual dirinya itu harga diri atau harga ember !".ucap isabella
isabella mencengkram tangan mathilda dengan keras dan hingga kesakitan segera melepaskan tangan mathilda ia melakukan itu dengan segala kekuatan yang ia punya
Mathilda tak terima ia mendorong Isabella hingga tersungkur
dominico yang sedang tertidur terbangun mendengar suara bising
"astaga tengah malam seperti ini ada apa ?".ucap dominico
Isabella tak terima ia bangkit tertatih tatih dan melihat lampu tidur yang tadi hampir jatuh karenanya ia mengambil dan melemparnya ke Mathilda namun tak kena
Mathilda yang mencari perhatian dominico segera pura pura jatuh dan sengaja berteriak ia membenturkan kepalanya hingga memar dominico segera ke ruangan isabella melihat isabella diam dan mathilda jatuh serta melihat lampu tidur pecah
melihat itu dominico segera menampar isabella
PLAKKK
suara tamparan di pipi isabella dari dominico hingga meninggalkan bekas kebiruan
dia segera memanggil asisten Ron dan edward dan anak buahnya membawa mathilda ke ruanganya dan menyuruh seluruh anak buahnya untuk meninggalkan dia dan isabella di ruanganya lalu mengunci rapat ruangan tersebut
dia segera berlari ke arah isabella dan menjambak rambutnya lalu menamparnya lagi
PLAKKK
" rupanya kau sangat suka di beri hukuman ! "
"ini tamparan dan hukuman buat kamu yang sudah sakiti mathilda !"
Dominico menyuruh anak buahnya menyalakan rokok
"mana tangan kamu buka !".
dominico mencengkram tangan isabella dan menyalakan puntung rokoknya dan memberikanya pada telapak tangan isabella
AHHHHH.teriak kesakitan isabella pada malam hari
dominico menyeret isabella keluar dari ruangan dengan menjambaknya kuat dan segera menuruni tangga bersama kemudian segera membawa isabella ke kolam renang di mansion itu
dia segera menceburkan isabella memanggilkan anak buah nya yang lain untuk mengambil rantai mengikat isabella di tangga kolam dengan rantai
Dia menyuruh anak buahnya
"tambahkan 5 Balok es batu !". Titah Dominico
anak buahnya terpaksa mengikuti perintahnya Edward hanya bisa diam dan melihatnya dari kejauhan
"mulai hari ini kau tidur sini !"ucap dominico
kemudian pergi meninggalkan isabella untuk melihat mathilda
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments
Mila Samsung
kau akan menyesal dom telah mengetahui kebenarannya isabella harus pergi jauh sampai dom tidak
bisa menemukannya
2021-12-10
1