Disisi lain Domenico telah sampai di markasnya yang besar bersama adam dan gabriel dan langsung duduk di kursi ruangannya yang besar
"kau tahu aku tahu kalian merasa kasian pada perempuan sialan itu ".ucap Domenico
"kau tahu kami masih punya perasaan daripada dirimu dom upss ".ucap gabriel
adam melototi gabriel dan memberikan senyum paksa
mendengar hal itu Domenico menjadi geram dan hampir memberikan bogem mentah pada gabriel tapi dihalangi oleh adam
"kurang ajar kau aku sudah menyelamatkan nyawamu".ucap domenico sambil berdiri dari kursinya
"sudahlah kakak kita urus yang lain saja layla junior minggu depan katanya setelah bertahun tahun dia tak pernah kesini lagi ".ucap adam sambil mengganti topik
mendengar hal itu Domenico menarik tangannya dari cengkraman adam
"lantas apa yang kau khawatirkan ".ucap Domenico
" bagaimana kalau dia menanyakan tentang perempuan itu ketika bertemu dengannya ?".
ucap gabriel
"dan apakah perempuan itu akan memberi tahu kakaknya mengenai layla junior ? ".ucap adam
"aku akan sembunyikan Isabella di tempat yang jauh aku akan kembali menghukumnya jika ia berontak
Aku juga akan ancam isabella bila ia berusaha memberi tahu kan kakaknya itu ".tegas dominic pada dua adiknya itu
( "ayla hanya boleh tahu bahwa ibunya koma dan dia tidak boleh mengetahui ayahnya yang biadab itu ".batin Domenico )
"ya sudah kakak setelah ini kita pergi sebentar".ucap gabriel
“Ada sesuatu yang kami akan sampaikan padamu”.ucap Adam
“Andrea !”.ucap Domenico tanpa menoleh mereka
Adam dan Gabriel terdiam mendengar kata itu
Andrea merupakan keluarga yang kaya raya dan pernah berteman dengan mereka dahulu mereka setara dengan keluarga Alessio yang sama sama Mafia kelas atas dan penguasa
“Mereka kembali”ucap Dom melihat mereka
“Kau…ucap Gabriel terpotong
“Mereka menyerang kalian kemarin”.ucap Domenico
“Apa kau tahu sesuatu tentang mereka ?”.tanya Adam
Domenico menghembuskan nafasnya kasar dan melihat dinding kaca di hadapannya
“Mereka kembali untuk membalaskan sesuatu dan kita tidak tahu sesuatu apa itu”ucap Dom
“Sebenarnya ada apa dengan mereka ? Kau pasti tahu !”ucap Adam tegas di akhir
Gabriel melihat gerak gerik Domenico yang tenang
“Kalian urusi urusan kalian aku akan urusi urusanku”.ucap tenang Dom
Adam kesal dan menahan emosi miliknya
Gabriel dan dirinya keluar dan ke ruangan mereka
“Aku tidak percaya ini ! Kenapa mereka menyerang kita ? Dan kakak tahu tapi hanya tenang !”.emosi Adam
“Kendalikan emosimu Adam ! Kau seperti tak tahu dirinya”.ucap Gabriel
Adam menghela nafas dia sadar dia salah
Gabriel ke meja miliknya dia duduk
“Gabriel”panggil Adam
Gabriel menoleh
"kemari ada sesuatu yang perlu kita rencanakan".ucap Adam
Gabriel pergi ke arahnya
"begini apa kau ingat yang kakak dominic ceritakan soal kematian ayah".ucap adam
"iya tentu aku ingat kak memang ada apa?".ucap gabriel dengan wajah penuh tanya
"menurutku itu janggal seperti ada yang tidak benar".ucap adam
"maksudmu kau membela gadis tersebut!".ucap gabriel pada adam
"astaga bukan begitu bodoh kau ingat kan dulu kak layla tak pernah dekat dengan ayah ayah justru menjauhinya dan tidak peduli”.ucap Adam
Gabriel mencerna omongan Adam
Flashback :
Gabriel dan Adam kecil melihat dari celah pintu dengan samar samar
Kakak mereka yaitu Layla menangis berteriak dan mendengar suara makian yang sepertinya suara ayah mereka
Mereka akan masuk tapi takut dan mereka tidak bisa melihat dengan jelas
“Adam”.lirih Gabriel
“Gabriel”.lirih Adam
Mereka menyenggol vas bunga
PRANGGGG
anak buah Marco datang dari jauh mereka memutuskan segera kabur
“aku selalu mendengar kak layla menangis setiap malam dan sepertinya kakak dominic tidak tahu karena kakak Domenico sedang mengumpat dan menjalankan bisnis di Mexico
"dan saat itu kita juga di kirim keluar negeri untuk bersekolah bukan".ucap Gabriel
kalau tidak salah kak layla pernah terluka di pipinya seperti bekas pukulan pada saat kita habis pulang sekolah saat kita tanya dia bilang dia terpentok meja tapi aku melihat ayah keluar dari kamarnya .ucap adam
Gabriel mengingat kejadiani itu
" aku baru ingat sekarang kalau tidak salah dulu kak layla juga menangis hebat di kamarnya saat aku tanya ia selalu jawab tidak apa apa.ucap gabriel
“Dan saat ayah melihat kita berdekatan dengannya dia seakan menjauhkan kita”.ucap Adam dan Gabriel bersamaan
"kita sudah berbicara soal ini dengan kak Domenico berkali kali sebelumnya tapi dia tidak mau mendengarkan dan percaya pada kita hari itu".ucap Gabriel
"itu dia masalahnya maksudku ayah tak pernah peduli dengan kak layla tapi kenapa ayah menerobos rumah orang tua isabella dan murat jika ayah peduli dengan layla kenapa tidak menunjukkannya pada kita saat itu maksudku iya dia menunjukkan kasih sayangnya pada kak layla di depan kita dan di depan kakak tapi bagaimana saat kita tak ada ?".ucap adam
"apakah kau merasakan seperti yang aku rasakan seperti janggal?".ucap gabriel
"ya benar sekali aku akan mencari tahu sendiri kau mau ikut ?".ucap adam sambil mengajak adik kembar beda identiknya itu
"baiklah aku ikut".ucap gabriel
"ingat jangan sampai kakak kita dominic tahu mengenai ini !".perintah adam pada adiknya itu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments