Dilla terbangun dari ranjangnya menangis dan kembali menahan rasa sakit yang amat perih di tubuhnya dan sakit yang terasa remuk merajai tubuhnya
Dia bahkan tak bisa berkata sedikitpun atau bergerak dia hanya dapat menangis melihat langit atas
Domenico terbangun di samping miliknya ia mencium bahu Dilla
Dilla menangis karena merasa jijik dan benci dengan Domenico
“kau sangat nikmat sayang”.bisiknya
Dilla hanya diam
Domenico turun dari ranjang ia memungut celananya di bawah dan memakainya
Ia duduk di sofa menatap Dilla yang keadaannya sangat parah karenanya
Ia tersenyum dan menyalakan nikotin lalu menghirupnya
“Aku benci sekali denganmu”.ucap Dilla
Dilla menahan segala sakit di tubuhnya untuk bisa bicara
Dia menyeret tubuhnya di kasur untuk duduk dengan susah payah dan bersandar di headboard
Ia menutup tubuhnya dengan selimut menatap Domenico dengan amarah,jijik,benci menjadi satu
“Bangsat kau !”.teriaknya
“Bajingan !”.teriaknya
Ia menjatuhkan bohlam lampu ke bawah hingga rusak
Domenico melihatnya hanya tersenyum dan menghirup nikotin
“Mengapa ? Bukankah itu terasa enak ?”.ucap Dom
Dom mematikan rokoknya ia mendekati Dilla yang ketakutan kemudian menjambaknya keras
“Aku tidak peduli apapun tentangmu ! Jangan pernah kau tidak menghargai aku !”.bentaknya
Dia membenturkan kepala Dilla ke Headboard hingga pingsan
Anak buahnya yang merupakan wanita datang
“Jaga dia dan pakaikan dia pakaian !”.ucapnya
Anak buah wanitanya mengangguk
Domenico ke ruangan lain ia tengah mandi dan memakai pakaiannya lengkap
Seseorang menodongkan pistol padanya di kepala lewat arah belakang
Domenico tersenyum ia berbalik segera merebut pistol itu dan menembak pria yang akan menembaknya
Mansionnya di kepung oleh anak anak buah Murat dan Murat mereka saling menyerang membabi buta dan penuh darah
"Domenico keluarlah kau kita perang saat ini juga aku membawa sesuatu yang akan mengagetkanmu!".teriak murat dari bawah mansion nya.
tak lama Domenico segera keluar dari ruangannya
Ia melihat adam dan gabriel yang leher mereka di cekik dengan tali layaknya anjing namun adam dan gabriel tersenyum pada dom sambil memberi kode mata dan dengan cepatnya adam dan gabriel lansung mengeluarkan pisau kecil di pinggul mereka dan berbalik sekaligus menendang anak buah murat dan memotong tali mereka hingga putus adam pun mengambil pisau lipat yang selalu ia kumpulkan di jasnya
dan melempar pisau itu tepat di leher anak buah murat dan mengambil pistol di punggungnya menembaki anak buah murat sambil melemparkan pisau sementara gabriel mengambil pistol yang ia sembunyikan di pinggulnya dan menembak anak buah murat satu persatu hingga tewas
dan dengan cepat murat ingin menembak gabriel tapi tangannya ditembak oleh dominic yang selalu menyimpan pistolnya di jasnya hingga pistolnya terpental dan dom pun menembak murat ke area hatinya adam dan gabriel segera melakukan aksi bela dirinya dan anak buah dominic pun segera mengepung dari belakang
dominic yang melihat hal ini merasa sangat senang setelah menang adam dan gabriel lansung bergegas ke dominic dengan santainya dan pergi ke kamar mereka masing masing untuk membersihkan darah yang membasahi tubuh mereka
dominic kemudian menyuruh anak buahnya membawa murat yang sekarat dan membersihkan mansion nya sampai tidak ada yang tersisa
Ia masuk ke kamar melihat Dilla masih tertidur namun sudah menggunakan busana lalu ia menggendongnya layaknya karung beras dan membawa kabur Dilla dalam mobil menuju rumah panti nya
Dilla terbangun dan terkejut dalam kondisi terikat dan luka luka di tubuhnya masih terasa sangat sakit
“Dom”.lirihnya
Domenico tak melihatnya ia terus ke arah depannya
Ketika mereka sampai ia menyuruh paksa anak buahnya menyeret dan menjambak keras Dilla
Dengan kaki telanjang Dilla di seret seret hingga menyebabkan kakinya mengalami lecet lecet dan ia meringis karena itu
terlihat ada murat yang sekarat bersama anak anak panti
Rosalie dan Yasmin dan ibu Rhaella yang sedang ditodongkan pistol oleh anak buah dom
"tanda tangan disini ini perjanjian bahwa kalau kau mau kakakmu selamat dan seluruh anak anak disini maka menikahlah denganku !".
"dan sesuai yang tertara disini kau tidak akan melanjutkan pendidikanmu dan kau hanya menuruti apa kataku!".ucap dominic dengan tegas dan marah
"jangan Dilla kau akan menderita seumur hidupmu".ucap murat
"berisik kau satu peluru lagi nyawamu pergi!".ucap dominic sambil menodongkan pistol yang membuat anak anak takut
sambil melihat anak anak panti dan murat yang sekarat dengan terpaksa ia harus menanda tangani surat tersebut dengan cairan bening yang selalu membasahi pipinya terus menerus disinilah siksaan hidupnya dimulai
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments