Edward yang melihat itu sangat merasa kasihan pada isabella tiba tiba dominico datang ke ruangan mathilda
"keluar kalian semua !".perintah dominico
dia segera mengelus kening milik mathilda edward dan anak buah lain keluar dari ruangan atas perintah dominico
"menurutmu apakah gadis itu benar jatuh ed ?".tanya anak buah dominico pada ed
"entahlah tapi boss sangat percaya padanya."ucap edward
"ya sudah aku akan ke kamar dulu ."ucap anak buah dominico
tanpa sepengetahuan dominico edward pergi ke luar dan melihat isabella dari jauh dia menelpon berusaha menelpon murat namun seseorang mencegat bahunya yang ternyata itu dominico
"aku tahu kaulah mata matanya !".ucap dominico
dominico segera memberi bogem mentah pada edwatd dia ingin mengeluarkan pistol dari punngungnya dan dengan cepat edward mendorong dominic dan merebut pistol kabur ke pintu belakang dan lompat dari dinding keluar dan berlari keluar dari mansion itu
"tangkap dia".teriak dominico pada seluruh anak buahnya
kemudian dominico segera ke kolam dan melihat isabella yang lemas dan menjambak rambutnya
"rupanya kakak kau sangat peduli padamu!".ucap dominico
"kenapa tuan dia ...ahhh.....lepasin sakit !".ucap isabella
"aku gak akan maafkan kamu diem kamu disini!".ucap dominico yang segera melepaskan jambakanya pada rambut isabella dan pergi meninggalkanya
isabella hanya bisa menangis kedinginan di kolam dan menangis atas perlakuan dominico padanya
di mansion murat
murat belum bisa tidur karena khawatir pada isabella belum ada kabar dari edward
"ayah tenanglah."ucap hassan
"dia pasti akan memberi kabar."ucap hassan
"entahlah perasaanku tidak enak hassan".ucap murat
tiba tiba telepon hassan berbunyi
"astaga ini ed."ucap hassan
"angkatlah !".ucap murat
halo ed ? .ucap hassan
hassan tolong jemput aku di pasar karnival malam
aku ketahuan aku sedang menyamar saat ini
aku memakai cadar dan burka.ucap edward
baiklah aku akan jemput kau sekarang ed sabar.ucap hassan
tak lama hassan segera mematikan telepon itu
"ada apa hassan ?".ucap murat dengan khawatir
"dia ketahuan ayah kita harus jemput dia".ucap hassan
"cepatlah aku ikut !".ucap murat
mereka segera berangkat naik mobil ke karnaval pasar malam mereka segera memberi edward kode lewat ponselnya
tak lama seorang yang memakai burka masuk ke mobil mereka dan segera menutup pintu mobil rapat dan membuka tudunganya yang ternyata edward
"kita harus segala jalan ".ucap edward
"aku akan ceritakan selama perjalanan ".ucap edward
mereka segera pergi dari tempat tersebut dengan mobil edward segera menceritakan segala hal mengenai isabella mendengar isabella disiksa terus menurus membuat murat geram dan marah dia lupa membawa obat darah tingginya hassan dan edward segera panik mereka membawa murat ke rumah sakit tempat dimana rumah sakit itu milik dominico karena rumah sakit itulah yang dekat diantara mereka
murat segera di bawa ke ruangan untuk di periksa dokter dan dokter segera menangani murat karena takut pada murat yang pernah mengancamnya dia memberi resep obat yang paling bagus untuk murat
"kalian beruntung membawanya cepat kalau tidak pembuluh darahnya akan pecah ".ucap dokter
ed dan hassan segera melirik dan tersenyum pada dokter
"saya sarankan tuan jangan stress berlebih dan emosi tetaplah disini 1 hari kami akan memberikan anda infus .ucap dokter meninggalkan murat yang di brangkar dan di infus
hassan pergi dengan ed untuk menyembunyika ed ke mansion agar aman atas perintah murat yang ingin ditinggal sendirian
murat yang sedang diinfus sedang diganti obatnya
"anda beruntung tuan anda masih bisa sadar dan merasakan sakit sementara pemilik rumah sakit ini koma 20 tahun tidak bisa merasakan apa apa ." ucap perawat
"koma 20 tahun bukankah ini rumah sakit ini milik dominico alessio ".ucap murat
"benar tuan tapi setahuku tuan dominic membuat rumah sakit ini untuk saudari nya yang koma".ucap perawat
"apa saudari !".ucap murat dengan terkejut
"boleh saya melihat dia ".ucap murat
"maaf tuan tapi atas kebijakan rumah sakit ini tidak ada yang boleh melihat pasien itu hanya keluarga tuan pemilik rumah sakit ini dan dokter tuan .ucap perawat itu yang segera meninggalkan murat
(layla apa itu kau , kau masih hidup entah kenapa aku merasa kau berada disini kau seperti benar benar ada disini .batin murat )
tiba tiba hassan datang melihat murat
"hassan ayok sudah kita selesai ".ucap murat sambil melepaskan infus murat sama sekali merasa sakit melepaskan infus itu
"ayah apa yang kau lakukan " .ucap hassan dengan heran
mereka segera pergi ke ruang dokter yang takut pada murat
"jangan takut padaku sekarang aku butuh bantuanmu ".ucap murat
"ada apa tuan ."ucap dokter itu pada murat
"beri tahu aku dimana ruang milik anggota keluarga alessio".ucap murat sambil menodongkan pistol ke pinggul dokter tersebut
"ampun tuan aku akan tunjukkan ".ucap dokter tersebut
mereka segera pergi naik lift ke ruangan lantai 21 yang terlihat mewah dari lantai lantai lainnya ruangan itu khusus untuk layla mereka ke segera ke ruangan milik layla
terlihat dari jendela kaca layla tengah terbaring koma di ranjang rumah sakit wajahnya tak pernah berubah rambutnya sekarang pendek kecantikanya tak lah pudar
murat yang melihat itu sangat sedih ternyata selama ini layla masih hidup dan ternyata identitasnya disembunyikan
ia masuk ke dalam ruangan itu dengan menyamar sebagai dokter karena adanya penjaga dari luar ia pura pura memeriksa Layla dan untuk mengganti alat alat yang ada di tubuh layla ia menutup gorden
Ia menangis bahagia dan membelai tangan halus layla yang tak sadarkan diri ia mengecup kening layla
dia membisikan sesuatu di telinga layla
"kau tidak tahu berapa lama aku mencarimu dan menunggumu "
"terima kasih kau selalu hadir dalam mimpiku
"terima kasih karena kau sudah menepati janji kita untuk selalu dan selamanya".
" aku kehilanganmu aku kehilangan separuh nafasku ".
"aku sangat mencintaimu kembalilah padaku dan bangunlah ".
"bangun istriku ".ucap murat yang menangis dan air matanya tumpah di tangan layla
"tuan anda harus pergi dari sini tuan dominico terkadang akan mengawasi dari cctv ".ucap dokter itu
mau tidak mau murat harus meninggalkan layla di rumah sakit dan dia memberikan cek pada dokter untuk bungkam
"hapus rekaman dari cctv ini ubah dan ganti kamera yang baru !". Ucap Murat
dokter itu pun bungkam setelah diberikan cek
murat segera menebus obat dan keluar dari rumah sakit dan menuju mansionya
dominico lupa tidak mengawasi layla dari cctv dia lebih memilih mengurus selingkuhanya mathilda
"sayang tadi aku di dipukul hingga kepalaku sakit ".ucap matilda yang sengaja memfitnah isabella
"tenang saja sayang aku tahu obatnya".ucap murat
dominico segera mencium bibir milik mathilda
mereka berdua tersenyum dan dominico mengelus pipi mathilda dengan ibu jarinya dan mereka bermesraan bersama
sementara isabella kedinginan karena di rantai oleh dominic di kolam belum lagi luka di tangannya terasa perih dan tiba tiba air hujan menjatuhinya di malam hari yang dingin itu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments