Dominic datang
"mau apa kau kemari ?".tanyanya
" ayo lakukan apa yang harus di lakukan !".ucap Dom
"tidak.tidak ". Ucap Dilla ketakutan
Dominico mendorong Dilla ke tembok dan mencumbuinya kasar
Dilla ketakutan dan berusaha menolak dan melawan
namun dia sia sia
Dominico memelucuti pakaiannya dan pakaian Dilla paksa
" lepaskan aku !".ucap isabella
"kau sangat mengingatkan aku pada dia dan aku rindu dia !".ucap Dominico
Dominico mendorong Dilla ke ranjang dan melemparnya dia menarik kaki Dilla dan segera melepaskan pakaiannya lalu kembali memperkosanya dan melakukan kekerasan padanya
"AHHHHH..".teriak Isabella
Dominico terus memperkosanya secara Brutal ia merasa candu dengan tubuh Dilla yang lebih kecil dan muda darinya ini
jika Dilla tidak mau maka Domenico tak segan membuatnya babak belur dengan luka sana sini ia juga mencambuknya dan menjambaknya Dilla hanya bisa teriak dan menangis tak ada yang mendengarnya
ruangan itu kedap suara adam dan gabriel tak bisa mendengar walau Dilla teriak
Dominico benar benar menikmatinya dan menuntaskan semua calon anak anaknya ke dalam rahim Dilla dan tubuh Dilla yang penuh luka dengan puas
esok harinya di rumah sakit tempat murat di rawat murat sadar dan lansung mencari Dilla hassan pun segera mendatanginya
"bagaimana aku disini has?".
"bagaimana anak anak?".
"dan Dilla mana dia?".ucap murat
hassan hanya menundukkan kepalanya sambil menjelaskan
"maafin aku ayah yang lainnya selamat tapi Dilla dia berhasil dibawa kabur sama dominic ayah ".
mendengar hal itu murat sedih bukan main memikirkan kondisi adiknya yang seperti ini seperti apa dan meminta hassan untuk segera membawanya pulang untuk bertemu Rosalie dan Yasmin dimasion mewah milik murat Rosalie dan Yasmin yang tengah meratapi kepergian sang bunda yang sudah menyusul kepergian sang ayah terus membuat mereka menangis tiada henti
"ahahaha...".teriak tangis Rosalie Yasmin dan seluruh anak panti tak lama datanglah hassan dan murat yang sudah merasa membaik
"anak anak kemarilah nak".ucap murat dan hassan pada anak anak panti sambil membuka tanganya untuk memeluk menenangkan mereka
tak lama Rosalie dan Yasmin mendengar murat dan hassan datang lansung menghampiri mereka murat segera menyuruh hassan untuk menangani anak anak sementara dia akan bicara dengan Rosalie dan Yasmin dan mereka berjalan bersama ke luar ruangan
"ada apa uncle ?".ucap Rosalie
"nak aku tahu kalian kehilangan ibu kalian tapi jangan terlalu sedih pikirkan masa depan kalian dan anak anak lain ibu kalian orang yang baik dia sudah merawat adikku Dilla sejak kecil dia membesarkan anak yang bukan anak anaknya dengan penuh cinta mulai sekarang saya akan mendidik dan merawat kalian semua sebagai balas budi saya terhadap ibu kalian itu."ucap murat
mendengar itu Rosalie dan Yasmin sangat terkejut mengetahui bahwa uncle yang di depan mereka saat ini kakak Dilla dan dengan ucapan yang murat katakan tadi mereka memutuskan untuk menolaknya
"uncle sebaiknya tidak usah uncle kami lebih biasa tinggal di panti asuhan".ucap melati
"loh kenapa begini saja kalau kalian mau tinggal di panti kalian akan tinggal di rumah panti yang baru aku akan menunjangi kehidupan kalian semua di sana".ucap murat
awalnya Rosalie dan Yasmin menolak namun karena tidak mau merepotkan murat dan terlibat dengan urusan pembunuh orang tua mereka akhirnya mereka menerima tawaran tersebut mereka segera berkemas kemas dan
ke rumah panti yang baru yang terletak di Covington dengan desain yang mewah membuat rumah itu tidak seperti rumah panti pada umumnya Rosalie dan Yasmin terkejut bukan main
"uncle ini beneran tempat kita yang baru?".tanya melati
tak butuh lama lengan Yasmin segera dicubit oleh Rosalie hingga kesakitan
"iya benar ini rumah panti kalian yang baru".
"oh iya sebentar ini ".ucap murat sambil memberikan papan besar ke tangan Rosalie dan Yasmin yang bertuliskan Paradise Orphange melihat itu mereka menjadi terharu dan memeluk murat sebagai ucapan terima kasih
disisi lain Dilla yang sedang mencoba membuka matanya dengan rasa sakit yang teramat dalam di tubuhnya dan luka lebam dia melihat Dominico di sampingnya yang tertidur tengkurap dengan tatapan sangat benci penuh amarah
Dia mengepalkan tangan miliknya dan mengeluarkan air matanya sambil menahan perasaan benci dan marahnya pada pria di hadapannya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments