Liberty University
Dilla sedang ada di kampusnya ia menjalankan praktik sidang miliknya dengan sangat baik hingga para dosen dan dekan sendiri terkesima dengan caranya
Tes Sidang di selesaikan dengan cepat oleh Dilla sendiri
Para dosen dan dewan kampus tersenyum dan bertepuk tangan mereka bangga dengan presentasi darinya
Ia memang terkenal di kampus selain sangat cantik ia sangatlah baik dan ramah ia berteman dengan siapa saja tak jarang banyak lelaki yang mengejarnya dan ingin menggodanya
"bell pulangnya bareng aku yuk ". Ucap lelaki sambil mengejarnya
Ada seorang lelaki yang kembali di sampingnya berkata sama Dilla tersenyum
" maaf ya aku mau buka loker dulu ".ucapnya
Kemudian ia menutupnya
Brakkk
" aku ada acara habis ini jadi maaf ".ucapnya
" bell kamu sudah siapkan partner untuk pesta prom ?".ucap lelaki lain
Dilla hanya tersenyum padanya
"aku masih pikirkan untuk tawaran ikut atau tidaknya".ucap Dilla
Dekan Kampus mendekati Ketiga dewasa muda itu kemudian membuat teman teman lelaki Dilla takut dan menghindar pergi
kini tersisa Dilla saja dengan pak Dekan
"Dilla !".tekan Pak Dekan
Sungguh Dilla ketakutan sebenarnya ia tak tahu ada apa,mengapa Dekan mendekatinya ? Atau ia membuat salah dalam sidang
"iya pak".ucap Dilla tertekan
Pak dekan tersenyum
"ikut saya".ucap Pak Dekan
Dilla patuh dan kemudian mengikutinya ke ruangannya
"terus terang aku sangat bangga akan presentasi darimu tadi dan aku berencana untuk memberikan Beasiswa khusus untukmu melanjutkan Magister secara penuh".ucap pak Dekan
Dilla terkejut akan apa yang di ucapkan oleh pria yang ada di hadapannya ini yang merupakan Dekan Kampus
Dia sendiri juga merasa terkejut dan senang tentunya
"jika kau tertarik dengan itu kau bisa mengambilnya donatur baru kita sendiri yang memberikan beasiswa penuh itu".ucap pak Dekan
Dilla nampak bingung namun pak Dekan tersenyum ia menyentuh tangan Dilla tiba tiba hingga Dilla menarik tangannya kemudian dan berdiri
"saya akan pikirkan pak ! saya perlu waktu".ucap Dilla
Dilla keluar dari ruangan pak Dekan dengan langkah cepat ia tahu pak Dekan akan menyentuh dirinya secara tak pantas tadi.
Saking cepatnya ia melangkah ia menabrak seseorang di hadapannya yang tak lain temannya Mathilda
"Matilda".lenguh Dilla
"kau tak apa Bella ?".ucap Isabell
Dilla menceritakan apa yang pak dekan lakukan padanya tadi pada Mathilda
"benarkah ? sialan dia itu !".umpat Mathilda
"apa benar ada beasiswa dari donatur baru kita ?".ucap Dilla
Mathilda tersenyum smirk kemudian dan justru terkekeh
"aku dengar memang benar seperti itu kau tahu keluarga Alessio aku kenal mereka".ucap Mathilda
"bagaimana kau mengenal mereka ?".tanya Dilla
Mathilda terdiam sejenak mengapa Dilla menanyai itu
"Kau akan tahu nanti,lagian kau tak perlu menanyakan itu padaku".
Mathilda memang di kenal dekat dengan beberapa orang kaya dan ia punya banyak teman di sini yang merupakan musuh musuh Dilla yang sering membully dirinya tapi tidak dengan Mathilda
Mathilda tahu semua rahasia kampus ini tapi tak ada yang tahu Rahasianya
Miranda pernah mengingatkan Dilla jangan pernah menjalin hubungan dengan Mathilda karena Miranda telah tahu siapa Mathilda yang sebenarnya
Miranda dan Mathilda tidaklah saling kenal karena berbeda fakultas sayangnya Dilla tetap menghiraukannya dan berteman dengan Mathilda
"aku ingin mencoba daftar di sana". Ucapnya
"kau sebaiknya menjadi seperti aku aku tahu cara tercepat ".ucap mathilda tersenyum jahat
Dilla pergi bersama Mathilda lewat taksi mereka ke sebuah bangunan gedung pencakar langit dan perkantoran besar
"siang saya mau bertemu dengan atasan anda ".ucap Dilla
"maaf apa anda sudah buat janji ?".tanya seketaris
"belum tapi saya ada perlu ".ucap Dilla
"baiklah tunggu".ucap seketaris
Domenico mendapat pesan dari ponselnya
📨 : sesuai keinginamu .M
Anak buahnya bernama Ron datang
" tuan ada yang ingin bertemu denganmu ".ucapnya
Domenico tetap melihat jendela kaca
" suruh mereka masuk ".ucapnya
Mereka masuk kemudian Domenico berbalik menatap Dilla dengan datar dan angkuh namun menahan rasa marah dan benci di hatinya
"ini gadisnya dia yang ingin ikut beasiswa tersebut ".ucap Mathilda menatap Domenico
" pergilah kau ".ucapnya
Dilla terkejut dan menunduk dia hanya diam
Domenico mengecek laporan IPK milik Dilla yang bernilai tinggi di mejanya sambil duduk
kemudian ia menaruh kasar berkas berkas milik Dilla di mejanya lalu berdiri kemudian mendekati Dilla
" angkat wajahmu ".pinta dom
Wajah dom terlihat seram
Dilla mengangkat wajahnya
"siapa namamu ? " tanya dom
"Dilla tuan ".ucap Dilla dengan malu
"nama yang cantik sama seperti orangnya".ucap dom
Dilla tersenyum
"baiklah.Aku melihat nilai IPK milikmu terlihat menyenangkan semua dan aku suka itu sebelum itu aku meminta sesuatu darimu malam ini akan ada pesta di rumahku datanglah dan berdandanlah ! itu pesta untuk kerja sama ku dengan kampusmu ! Aku telah mengundang semua anak anak yang berada di kampus sana yang berbakat serta para dewan kampus,dosen dan Dekan kampus itu !". perintah Domenico
"tapi aku... untuk apa kesana?" ucap Dilla
"ikuti perintahku atau kau mau beasiswamu takkan aku terima !". ucap Domenico tegas
" baik tuan ". ucap Dilla
Rupanya Mathilda telah pergi meninggalkannya tanpa disadari tiba tiba dia berkata pada Dilla ia ada urusan mendadak
Dilla pergi ia meninggalkan kantor Domenico dengan senang
Domenico melihatnya dari atas jendela ruangannya sambil meminum wine miliknya dan mencekam gelasnya kuat serta menatap Dilla dengan kemarahan dan benci
Rupanya Ia menelpon Rhaella dan memberitahukan tentang sidangnya dan kabar bahwa ia mendapat Beasiswa
Rhaella tentu senang mendengarnya
Dilla pulang cepat dan menceritakan tentang Mathilda yang membantunya dan keinginan tuan Dom
mendengar nama Dom membuat Rhaella merasa teringat sesuatu hingga ia kembali bersikap normal kemudian pada Dilla tiba tiba
Dilla mempersiapkan dirinya ia pergi ke salon dan merias dirinya ia juga terpaksa harus agak boros toh dia sudah dapat beasiswa
dia membeli dress berwarna merah selutut membentuk lekuk pinggang miliknya yang indah di tambah rambutnya yang berombak tergerai olehnya
Di panti
entah kenapa Rhaella merasa tidak enak pada Dilla setelah ia mengucapkan kata Dom yang membuatnya takut akan masa lalu Dilla dan dirinya
tak lama Dilla pun naik taksi dan menuju mansion mewah Dom
sungguh Dilla nampak cantik sekali kali ini ia sangat bersinar
begitu terkejutnya dia sampai dan melihat Hotel Resort yang sangat mewah di Virginia dan terkenal akan kemahalan harganya
yang begitu mewah bergaya ke Eropa klasik dan banyak sekali petinggi dan orang orang kaya di sana
dia masuk suasana sangat meriah
banyak anak anak seangkatannya yang tentunya dari keluarga Elite datang ke pesta itu namun ia tak melihat teman temannya yang pintar yang sepertinya juga seharusnya mendapat beasiswa Miranda atau bahkan Mathilda tak ada
dia menjadi was was tiba tiba namun ia berusaha setenang mungkin
Mathilda datang kemudian menyambutnya mereka berpelukkan dan Mathilda meminta maaf meninggalkannya di kantor Domenico
"Bella kau di sini ?".tanya Bianca temannya yang berasal dari keluarga Elite dan suka membullynya
Dilla hanya diam tersenyum
"seperti yang kau lihat ?"tanyanya
"cantik sekali kau dengan gaun ini ".ucapnya sinis
ia tersenyum
Bianca dan kawan kawannya mengundangnya untuk menemani pesta
saat menikmati pesta malam Mathilda ditelpon dan meninggalkan lagi Dilla dengan terburu buru
tak lama seseorang mendekatinya lalu menepuk pundaknya yang ternyata Dom
"tuan ". Ucapnya
Domenico tersenyum
" kau suka pestanya ?".tanyanya berbisik dari belakang
Dilla tersenyum
"minum ini hadiah dariku ?". tawarnya memberi gelas
Dilla berbalik menerima gelasnya
"tapi aku ....."
"aku tidak pernah minum ini tuan ! Maafkan aku".ucap Dilla
"minumlah itu bukan alkohol ". Ucap dom
dengan pasrah Dilla meminum minuman itu
Domenico tersenyum devil melihat Dilla meminum jus khusus untuknya
•••
disisi lain gabriel dan adam sudah membayar mathilda dengan uang cukup besar karena telah membantu kakak mereka dan mereka juga tak tahu sendiri membantu karena apa
" ambil uangmu itu ".teriak adam
"terima kasih tuan" .ucap mathilda
" kenapa kakak menyuruh kita memberi dia uang dan pergi ke apartemen ya?" tanya gabriel
"sudahlah ayo ikuti saja kemauannya?".ucap adam yang langsung ke mobil dengan gabriel
•••
kembali ke Dilla dia kini merasa aneh akibat minuman tersebut dia merasa riang panas dan pusing dia ikut pesta dan menggerakkan tubuhnya ia mabuk bersama Bianca dan teman temannya
ia bergerak bersama dengan beberapa pria dewasa beberapa pria bahkan ingin menyentuh tubuhnya apalagi para pria dari teman temannya yang berasal dari kaum elite termasuk dosen dan dekan yang tadi menggodanya dan kembali menyentuhnya seseorang merekamnya
Domenico datang semua menjauh
ia menyentuh Dilla
"ahhhhh.."
lenguh Dilla
" Bagaimana sayang ?".ucap Domenico di belakang Dilla meremas area belakangnya dengan kuat hingga Dilla melenguh kuat
Sial
Aset Domenico kini menjadi tegang karena ulah Dilla yang terus meliuk sambil Domenico mencium jejang leher miliknya yang harum
Dilla kini berbalik melihatnya. mata mereka saling beradu iris mata green Hazal itu kini menatap mata devil milik Domenico yang sangat indah jarak mereka hanya 1 cm dan bibir mereka saling dekat sambil Dilla mengelus dada bidang milik Domenico
•••
Belum apa apa Dilla sudah tertidur di dada bidang Domenico Domenico pun langsung menyuruh anak buahnya untuk menaruh Dilla di kamarnya
"ingat baik baik jangan sentuh dia dan jangan biarkan dia keluar dari ruangan tersebut !".ucap dom
"baik tuan".ucap anak buah dom
dengan cepat anak buah dom membaringkan tubuh Dilla ke kasur king size dan menjaga Dilla dari luar ruangan dan tak lupa memborgol tangan Dilla dan dom pun datang dari luar ia menatap Dilla yang tertidur
ia tersenyum ia ke kamar mandi dan keluar dari kamar mandi
dia mengelus pipi Dilla yang halus
"sialan kau cukup menggairahkan karena dirimu aku tersiksa seperti ini !".batin dominic
"malam ini aku akan balaskan dendamku pada kakakmu itu ".ucap dominic sambil mengelus pipi Dilla
" aku akan lakukan dengan halus ".ucapnya
Ia menyalakan kamera perekam yang hanya merekam Dilla dan tidak merekam tubuhnya
tak lama Dilla terbangun ia merasa wilayah kepalanya terkena sapuan bibir seseorang dengan lembut hingga sesapan itu ke ceruk lehernya dan ke dadanya dia terkejut ketika dia melihat Domenico menindihnya dan memberinya banyak kecupan hangat serta meremas miliknya dan memberinya kiss mark pada dadanya
dia sangat menikmatinya namun dalam beberapa saat ia sadar ini salah
"uhhhh lepasin aku dom" .pinta Dilla pada dom lenguh
dom pun segera membuka kancingnya satu persatu memperlihatkan tubuhnya yang atlentis bagaikan roti sobek dan dadanya yang bidang yang membuatnya terkesima
"indah bukan ?".ucap Dom
dom pun melempar seluruh pakainya secara sembarangan dan pakaian Dilla asal dan melanjutkan aksinya
"please stop it ".lenguh Dilla
"not baby girl i know you want this ".lenguh Domenico
Menurunkan tangannya ke milik Dilla hingga Dilla mengerang nikmat dan menciumnya
ia mencium pucuk ranum milik Dilla
"AHHHH...."
"AHH...
tak butuh lama Domenico yang sudah merasakan sesak di area celananya pun langsung menerkam tubuh Dilla yang suci dan tidak berdaya itu dia memberikan kenikmatan di awal hingga Dilla sangat terlena
"AHHHHH".Teriak Dilla
ia menangis kemudian
Damn
Rapat sekali seumur umur Domenico baru merasakan kenikmatan dari seorang gadis sejati dia bangga dialah pertama membukanya dan mendapatkannya ia benar benar sangat puas
Domenico kemudian mengambil paksa kesucian Dilla berkali kali dengan kasar dan brutal tanpa memperdulikan Dilla yang menangis dan berteriak kesakitan karena permainannya yang kasar dan melibatkan kekerasan fisik padanya ia kemudian meninggalkan benihnya di sana
"Arrrghhhhhh.....".lenguh Domenico
hancur sudah hidup Dilla kini dirinya sudah lagi tak suci dia sudah kotor karena ulah Domenico
"ini pantas untukmu karena apa yang sudah kakakmu lakukan pada keluargaku".bisik Domenico
Domenico tersenyum smirk sementara Dilla kini pingsan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments
❄️ sin rui ❄️
alur nya bagus tapi bahasa nya gak enak di baca, aku stop aja deh thorrr
2022-10-28
0