JANGAN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏
Waktu menunjukkan pukul lima sore, Ellena duduk di balkon sambil membaca majalah wanita kesukaan nya.
drt drtt drtt
Handphone miliknya bergetar, di layar notifikasi tertera nama "My love".
Ellena tampak bahagia mengetahui itu suaminya.
"Iya sayang", jawab Ellena
"Honey kamu sedang apa sekarang? malam ini kita dinner diluar ya. Sebentar lagi aku sampai di rumah", terdengar suara Aaron diujung telpon.
"Baik sayang aku sedang bersantai membaca buku sambil menunggu mu pulang", ucap Ellena tersenyum.
"Really?". Terdengar nada menggoda Ellena dari ujung telepon membuat Aaron tidak sabaran untuk pulang ke rumah.
Setelah sambungan telpon terputus, Ellena turun kebawah. Ia ingin membuat teh hangat untuk suaminya. Tapi ternyata semua sudah di siapkan bi Darsi, di atas dimeja tertata rapi makanan dan minuman ringan.
Tea set bermotif floral terlihat begitu elegan diatas meja mewah itu. Bi Darsi menyuguhkan makanan dan minuman. Tampak juga cake tier stand berisi kue-kue kecil seperti mini sandwich dan mini tart .
"Nyonya mau minum teh sekarang?", tanya bi Darsi pada Ellena.
"Ngak bi nanti saja, sebentar lagi suami ku pulang", jawab Ellena.
"Aku mau ke taman samping ya bi sambil menunggu suami ku", ujar Ellena sambil tersenyum.
"Baik nyonya", jawab bi Darsi.
Wanita paruh baya itu tersenyum dengan hangat. Ia senang melihat Ellena tampak bahagia dengan pernikahannya, tidak seperti pada saat dilangsungkan pernikahan beberapa Minggu yang lalu tampak sedih dan tertekan.
Begitupun dengan tuannya Aaron pada saat malam pertama pernikahan mereka, dihabiskannya mengunci diri diruang kerjanya.
"Semoga tuan dan nyonya bahagia selamanya dan secepatnya dikaruniai anak-anak mereka", batin bi Darsi pelan.
Diluar tampak mobil Aaron memasuki pekarangan rumah. Setelah sopir membukakan pintu bosnya, Aaron turun diikuti Nico masuk kedalam rumah, disambut pak Hardi yang membawakan tas kerjanya.
Aaron hendak melangkahkan kaki ke tangga, bi Darsi memberitahu bahwa "Nyonya Ellena sedang ada di taman samping, kata nya mau menunggu kepulangan tuan di taman".
"Baik terima kasih, aku mau temui istri ku, ujar Aaron sambil berlalu.
*
Dari kejauhan Aaron melihat istrinya ditemani pak Ujang melihat bunga-bunga yang sedang bermekaran. Ellena tampak antusias dan bahagia. Senyum bahagia terlukis di wajahnya.
Ia tidak menyadari kedatangan suaminya, sampai pada saat pak Ujang menyapa. "Selamat sore tuan", ucapnya sambil memberi hormat.
Ellena tampak terkejut. "Sayang, kau sudah pulang. Maaf aku malah tidak menyadari kedatangan mu karena bunga-bunga indah ini", ucap Ellena dengan mimik wajah polosnya.
"Wah, sepertinya aku bakal ada saingan di rumah ini ya", ujar Aaron bernada menggoda istrinya.
"Mang Ujang bunga-bunga nya dipangkas saja semuanya, aku tidak mau berbagi cinta istriku dengan bunga-bunga itu", ucap Aaron terus menggoda istrinya.
"Ehh, jangan dong YANG", Ellena memeluk pergelangan tangan Aaron, membujuknya.
Mang Ujang yang memperhatikan tingkah majikannya hanya bisa tersenyum bahagia melihat keduanya menjadi pasangan yang berbahagia. Kemudian ia permisi melanjutkan pekerjaan nya.
Aaron meminta pelayan membawakan teh dan cemilan ke taman Ia dan istrinya duduk santai bersama sambil mengobrol dan menikmati pemandangan yang indah.
"Sayang, aku baru tahu pagi tadi keberadaan taman ini dan pemandangan dibelakang yang sangat indah. Ina menemani ku berkeliling kebelakang ke cabin juga, disana sangat indah".
"Ehm, cabin itu tempat favorit ku", ucap Aaron sambil menyeruput teh hangat.
"OH ya, dengan siapa kau menghabiskan waktu disana?", ucap Ellena ingin tahu lebih banyak. Dengan wajah penuh selidik.
Membuat Aaron ingin menggoda nya lagi. "Dengan seseorang yang spesial pastinya", ucap Aaron sambil berdiri dan melangkahkan kakinya.
Ellena yang mendengar jawaban itu, semakin ingin tahu.
"Siapa?", ketus Ellena penasaran sambil mengikuti langkah suaminya.
"Siapa seseorang spesial itu?", seru Ellena ingin tahu, ia tidak sadar suaminya menghentikan kan langkah kakinya sehingga menubruk punggung Aaron.
"Brukk aww", jerit Ellena kaget. Spontan memeluk tubuh suaminya dari belakang.
Aaron yang merasa puas telah berhasil menggoda istrinya, tidak bisa menahan tawanya.
Ellena yang sadar dipermainkan, tampak kesal. Ia mau melepaskan tangannya tapi ditahan Aaron. Posisinya terus memeluk pinggang Aaron dan perlahan Aaron membalikkan badannya.
"Sore-sore gini kau menggoda ku sayang? Ayo kita lanjutkan dikamar", seloroh Aaron sambil tersenyum menggoda menatap Ellena yang tampak melototkan matanya.
"Apaan sih. Siapa juga yang menggoda mu", seru Ellena memukul dada Aaron. Wajahnya bersemu merah.
Aaron tertawa lepas melihat istrinya malu seperti itu.
"Ayo kita masuk sebentar lagi senja, lain kali saja kita ke cabin", ucap Aaron sambil memegang jemari Ellena melangkah masuk kedalam.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku tadi, dengan siapa kau habiskan waktu di cabin mu itu?", tanya Ellena menuntut jawaban dari suaminya.
Aaron tidak memperdulikan pertanyaan itu ia terus menuntun kedalam. Membuat Ellena semakin kesal. "Uuhh, awas ya nanti kalau minta jatah nggak bakal ku kasih", batin Ellena dalam hati.
Dikamar, Aaron memeluknya dan mencium Ellena dengan bergairah, Ellena masih kesal dengan suami nya itu ia tidak mau membalasnya sama sekali walaupun pada akhirnya tubuhnya bergetar juga.
"Sayang masih ada waktu sebelum dinner ayo kita bermain sebentar", bisik Aaron ditelinga Ellena".
"Nggak mau, kau belum jawab pertanyaan ku tadi", tuntut Ellena sambil cemberut. Walaupun sebenarnya ia sudah panas ingin membalas ciuman-ciuman suaminya itu.
Aaron mencium leher Ellena "Benar kah kamu tidak mau bermain dengan ku sayang", ucapnya lembut dengan nafas mulai terdengar cepat.
Tangannya membuka resleting dress Ellena. Ia tampak senang karena istrinya memakai dress jadi lebih memudahkan ia membuka pakaian tersebut. Dan mulai bergerilya di area dada yang ranum milik istrinya.
Pada akhirnya pertahanan Ellena luluh, ia mulai membalas setiap buaian suaminya itu. Bahkan ia melingkarkan tangannya pada leher Aaron. Perlahan keduanya melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur berukuran king size ditengah kamar. Pergumulan panas pun tidak bisa terelakkan.
Setelah sama-sama mengalami pelepasan panjang berakhir dengan tertidur karena kelelahan melanda tubuh kedua nya.
*
Aaron dan Ellena memasuki BRY'S restaurant sangat mewah. Kedatangan nya disambut langsung oleh manajer dan beberapa pelayan yang akan memberikan pelayanan terbaik di restoran tersebut.
"Selamat malam tuan, kami sudah persiapkan tempat private sesuai permintaan tuan", ucap Manajer .
"Mari lewat sini tuan nyonya", ucap manajer menunjukkan jalan menuju lift khusus untuk mereka menuju keatas.
Dengan keunikan arsitektur bangunan dan interior bergaya Amerika, restoran tersebut menawarkan area indoor dengan nuansa romantis dan area outdoor yang luas dengan pemandangan kota yang menawan.
Tampak berapa pasangan di area indoor, suasana semakin romantis dengan alunan instrumental music. Tidak terdengar suara-suara orang yang ada, sepertinya mereka lebih menyukai suasana yang lebih privacy, tenang dan damai. Berbeda dengan area outdoor yang ramai, semua kursi terisi pasangan keluarga, muda mudi bahkan group perkantoran yang nampak berbahagia.
Ellena tersenyum melihat pemandangan itu.
...***...
KARYA EMILY LAINNYA :
FIRST LOVE LAST LOVE
MENJADI YANG KEDUA
PENGANTIN PENGGANTI
AIR MATA SCARLETT
MARRIAGE AGREEMENT
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
🇵🇸Kᵝ⃟ᴸ
dua2nya cepat bucin
2024-07-06
0
gia nasgia
Ternyata Ellena sdh bucin 🥰🥰
2023-02-16
0
Bismilah Hirrohmanirrohim
Oalah...apa aku baca nya ada yg kelewat ya..kok tau" ellena sdh manggil sayang ke Aaron...
2023-01-04
0