VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏
Aaron merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang king size nan megah itu.
Bibir mereka tetap bertaut tampak sungkan saling melepaskan.
Ellena memejamkan mata sambil mendesah kala jari jemari suaminya memainkan puncak dadanya.
Ciuman Aaron terus turun menyusuri lekuk tubuhnya. Dan Ellena semakin menjerit kala tangan laki-laki itu bermain pada intinya.
"Ahh". Ellena menahan kenikmatan yang luar biasa. Merasakan sensasi sentuhan tangan suaminya membuat Ellena mengalami pelepasan.
"Ahh..", Ellena tidak bisa menahannya lagi, menggigit bahu Aaron.
"Wait for me dear", bisik Aaron sambil menyatukan tubuh mereka.
Ellena menjerit kala merasakan milik Aaron menerobos masuk dan mulai bergerak semakin kencang.
Erangan kenikmatan bersautan, entah sudah berapa posisi yang mereka mainkan.
Sama-sama terhanyut dalam kenikmatan yang diberikan masing-masing.
Hingga tiba waktunya mereka sama-sama menjerit panjangdengan tubuh sama-sama terkulai lemas.
Sambil berpelukan dan tersenyum puas.
Makan malam pun akhirnya terlewatkan.
*
Pagi itu Aaron dan Ellena selesai sarapan dan ngobrol sebentar.
Kemudian Aaron pamit pergi kerja.
"Aku pergi ke kantor", sambil mencium kening istrinya.
"Hati-hati", jawab Ellena sambil menyalami tangan suaminya itu.
Nico dan pak Usman supir Aaron sudah menunggu diluar, mereka pergi bersama.
Setelah suaminya pergi, Ellena ingin sekali menyusuri taman luas di rumah itu, semenjak ia tinggal disana belum pernah sekali pun menikmati pemandangan indah mansion itu.
Di samping rumah terdapat kolam ikan hias dan taman dengan beraneka jenis tanaman bunga hias yang ditata sangat indah.
"Ehm, indah sekali suasana disini", gumam Ellena. Ia duduk di kursi taman dengan meja bundar yang terdapat payungnya.
"Nyonya, ternyata anda disini". Ina datang membawakan jus buah untuk Ellena.
"Terimakasih Ina", ujar Ellena .
"Disini indah sekali. Apakah kau bisa memetikkan bunga-bunga segar itu dan masukkan ke vas bunga dikamar ku?", ucap Ellena meminta Ina.
"Tentu saja bisa nyonya", jawab Ina hormat.
"Tuan juga suka tempat ini, jalan setapak itu menuju lapangan tenis, basket dan lapangan golf mini. Bila Weekend tuan dan teman-temannya sering olah raga disana".
"Di belakang ada danau juga nyonya, bila nyonya ingin jalan-jalan ke sana sekarang saya bisa antar nyonya", ujar Ina sambil menjelaskan dengan rinci.
Ellena tampak terkejut mendengar penjelasan Ina, "tentu aku mau ke sana sekarang", jawab Ellena antusias.
"Minum jus nya nanti saja", ujar Ellena.
"Jusnya biar saya bawa nyonya, nyonya bisa meminumnya di sana nanti", jawab Ina mengambil jus dan melangkahkan kaki nya diikuti Ellena dibelakang.
Mata Ellena tak henti-hentinya dibuat kagum dengan pemandangan yg indah di sisi kiri kanan tampak air mancur dan kolam ikan koi yang sedang berenang. Terlihat seorang laki-laki paruh baya sedang memberi makan ikan, ia langsung menghentikan pekerjaannya dan memberi hormat begitu melihat Ellena.
"Selamat pagi mangUjang", ucap Ina menyapanya.
"Selamat pagi nyonya dan Ina", jawab Ujang.
"Saya mau menghantarkan nyonya melihat-lihat kebelakang mang", ujar Ina tersenyum.
"Wah, bagus banget", Ellena terkagum-kagum melihat pemandangan di rumah suaminya. Seumur hidupnya baru kali ini melihat rumah dengan view yang sangat indah.
Tak jauh dari Lapang golf dengan hamparan rumput menghijau terlihat danau buatan yang sangat indah. disisi kanan terdapat cabin mungil.
"Tuan sering beristirahat di cabin itu nyonya", ujar Ina menjelaskan. Apakah nyonya mau bersantai disana? Menikmati udara pagi dengan meminum jus ini?", Ina tersenyum sambil mengangkat gelas jus .
"Oke, mari kita ke sana", ucap Ellena.
"Tunggu nyonya". Ina menghentikan langkahnya.
"Kita naik golf cart ke sana, jalan kaki cukup jauh, kaki nyonya bisa lecet", ucap Ina. Tentu saja Ina tidak mau tuan Aaron marah kepadanya kalau kenapa-napa pada istrinya.
Setelah Ina menaruh gelas tempat minuman yang ada di cart golf, ia mulai menjalankan mobil itu menuju cabin.
Tampak para pekerja kebun membersihkan taman-taman serta lapangan tenis dan basket.
Ditepian danau yang lumayan luas itu tersemat dua kano berukuran sedang.
Akhirnya mereka sampai di cabin berukuran mungil yang langsung menghadap ke danau dan lapangan golf. Didepannya terdapat beberapa kursi dan meja taman.
Ina membawa turun minuman Ellena menaruhnya disalah satu meja. "Silahkan diminum nyonya", ucapnya .
"Terimakasih", jawab Ellena sambil menyeruput minuman yang diberikan Ina.
Tidak berapa jauh dari mereka, tampak laki-laki paruh baya mendekati mereka
"Selamat pagi nyonya, ucapnya sambil membungkukkan badannya kepada Ellena.
"Perkenalkan saya Kosim, yang mengurusi cabin dan area disini. Jika nyonya membutuhkan sesuatu siap melayani anda nyonya", ucapnya sopan kepada nyonya majikannya .
"Terimakasih pak Kosim, saya baru pertama kali kesini. Disini benar-benar indah", ucap Ellena terkagum-kagum.
"Apakah anda ingin beristirahat didalam cabin nyonya? tuan sering menghabiskan waktunya di cabin ini", ucapnya.
"Lain kali saja pak, saya ingin melihat saja", ucap Ellena.
"Baik nyonya, kalau begitu saya izin melanjutkan pekerjaan saya lagi nyonya".
"Oh iya silahkan pak", jawab Ellena.
Setelah pak Kosim pergi Ellena menghabiskan jusnya. Kemudian ia dan Ina kembali ke rumah besar.
Ellena kembali ke kamarnya, tak lama terdengar ketukan dipintu.
"Silahkan masuk", jawab Ellena.
Tampak Ina masuk membawa bunga-bunga segar yang sudah tertata didalam vas bunga cantik.
"Saya letakkan dimana bunga ini nyonya?", tanyanya.
"Dimeja dekat balkon saja", jawab Ellena.
Setelah menata dimeja sesuai perintah Ellena, Ina pamit melanjutkan pekerjaan nya.
Jam menunjukkan pukul sepuluh lewat, Ellena hanya ingin menghabiskan waktu di rumah saja hari ini. Menelpon ibunya dan melanjutkan membaca buku kesukaan nya.
*
Diruang kerjanya Aaron meminta Niko membacakan jadwal kerja yang sudah disusun asisten nya itu selama sebulan ke depan. Sekiranya ada yg tidak begitu penting ia minta diundur saja jadwal pertemuannya.
"Aku ingin mengajak istri ki honeymoon", ujar Aaron kepada Nico.
"Tapi sepertinya bulan ini pertemuan penting semua tuan, mata Nico melihat ke iPad miliknya, membaca kan satu persatu catatan penting bos nya itu dari iPad.
"Satu minggu lagi anda dijadwalkan meeting dengan CEO dari PT. Andara Co Perusahaan Internasional yang sedang maju pesat di bidang Digital Software".
"Perusahaan tersebut baru saja memiliki pimpinan baru. Mereka ingin berkerja sama dengan perusahaan kita tuan, dan yang akan meeting dengan tuan CEO langsung bukan perwakilan mereka ", Nico menjelaskan dengan rinci jadwal Aaron.
"Baik lah untuk jadwal bulan ini kita laksanakan sesuai agenda yang sudah ada. Bulan depan kosongkan jadwal selama dua Minggu", perintah nya kepada Nico.
"Baik tuan, segala sesuatu tentang rencana bulan madu tuan dan nyonya akan saya persiapkan", jawab Nico .
Aaron tersenyum puas atas kerja Nico, yang hampir tidak pernah mengecewakan nya.
...***...
KARYA EMILY LAINNYA :
FIRST LOVE LAST LOVE
MENJADI YANG KEDUA
PENGANTIN PENGGANTI
AIR MATA SCARLETT
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
gia nasgia
semoga kebahagiaan untuk Aaron dan Elliana 🙏
2023-02-16
0
jf
jangan² nanti ada pelakor....huft
2022-03-10
0
Irene Travel
aduh nih nancy bikin masalah
2022-03-06
0