TINGGALKAN JEJAK YA, VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏🤗
Ellena mengerjapkan matanya. Sesaat tampak asing, ia merasakan seperti sedang bermimpi.
"Dimana aku ?"pikirnya sejenak.
Sesaat kemudian ia tersadar sekarang ia berada dirumah Aaron. Pemilik perusahaan tempat ia bekerja dan kemarin sudah menjadi suami sahnya.
"Suami", lirih Ellena.
"Dimana laki-laki itu? tidur dimana dia semalam?", batin Ellena. Semenjak ia keluar dari kamar mandi Ellena tidak melihat Aaron lagi hingga sekarang.
"tok tok tokk"
Ketukan dipintu menyadarkan nya dari pikiran tentang Aaron.
Ellena membuka pintu kamar, tampak pelayan dihadapannya dan memperkenalkan dirinya bernama Ina memberi tahu bahwa sarapan sudah siap.
"Nyonya mau sarapan dikamar atau turun ke bawah?" tanyanya dengan hormat dan sopan.
Dan Ellena memilih sarapan diruang makan.
"Sekarang aku akan mandi membersihkan diri ku dulu".
"Baik nyonya", jawab Ina sambil membungkukkan badannya.
Selesai membersihkan dirinya Ellena memilih dress santai berbahan linen. Ellena semakin cantik mempesona dengan rambut bergelombang yang ia miliki.
Ellena menuruni tangga, menuju ruang makan.
Terlihat bik Darsi mempersilahkan nya duduk. Ellena tampak canggung karena dimeja itu hanya ada ia seorang diri.
Ia mengira Aaron sudah menunggu nya, ternyata dugaan nya salah. Ada perasaan kecewa didadanya. Ia masih memikirkan Aaron.
"Selamat pagi nyonya, pak Hardi menyapa Ellena dengan hormat.
"Tuan muda sudah pergi kekantor pagi-pagi sekali. Tuan meminta saya melayani semua kebutuhan anda", ucap pak Hardi sudah berdiri sambil membungkuk kan badannya.
"Baik pak, terimakasih jawab Ellena kepada pak Hardi yang berdiri didekat nya.
Ellena menghabiskan sarapannya. Kemudian berbincang dengan pak Hardi, memberitahukan bahwa ia ingin keluar rumah menemui ibunya .
Tapi pak Hardi tidak berani membiarkan izin Ellena keluar rumah majikannya .
"Maaf nyonya, tuan muda memerintahkan saya untuk menjaga nyonya dirumah ini. Saya tidak berhak mengizinkan nyonya untuk pergi sebelum ada perintah dari tuan", ujar pak Hardi memohon pengertian Ellena.
Setelah mendengar kan penjelasan pak Hardi, Ellena kembali kekamar nya. Ia melangkahkan kaki ke balkon kamar yang mengarah ke kolam renang yang luas.
"Bagaimana caranya aku menghubungi tuan Aaron,
bahkan nomor handphone nya pun aku tidak tahu. Matanya tertuju ke layar handphone miliknya.
"Apakah aku mintak pak Hardi saja yang menghubunginya", pikir Ellena.
drrt drrt drrt
Nomor yang tidak dikenali tertulis dilayar.
"Hallo, Ellena mengucap salam kepada penelpon nya tersebut".
"Selamat pagi menjelang siang nyonya, saya Nico asisten tuan Aaron. Tuan meminta nyonya untuk kekantor, saat ini supir sedang dalam perjalanan menjemput anda".
Huhh.. Ellena menarik nafas panjang.
"Baik saya akan bersiap", jawab Ellena singkat.
Ellena masuk keruang wardrobe memilih pakaian di lemari, yang mana harus dipakainya. Ia tidak mau yang terlihat terlalu menonjol.
Setelah memilih-milih,
Akhirnya pilihan nya jatuh kepada Pleated Sleeve Blouses berwarna soft dipadukan dengan rok pisklet berwarna hitam. Ditambahkan heels tujuh centimeter, Ellena tampak sederhana tapi elegan.
Dengan rambut bergelombang terurai, ditambah riasan tipis membuat wajah Ellena semakin segar.
Ellena melangkahkan kakinya menuruni tangga. Seorang pelayan memberi tahu bahwa mobil yang di kirim tuan Aaron sudah berada di depan.
Ellena menganggukan kepalanya dan melangkahkan kakinya menuju mobil yang dikirim Aaron yang sudah menunggu ada di depan.
Tampak sopir membukakan pintu dibelakang sambil membungkuk kan badannya mempersilahkan Ellena masuk.
Sesaat kemudian sopir melajukan kendaraan dengan kecepatan sedang membelah jalanan luas ibu kota.
Karena jalanan Ibu kota yang padat terasa lama sekali diperjalanan menuju kantor Aaron.
Sesampainya di lobby perusahaan, Ellena tampak canggung memasuki tempat ia bekerja beberapa hari yang lalu.
"Ada yang bisa saya bantu nyonya?"tanya resepsionis bernama Wita, yang tidak mengenali Ellena sama sekali.
Sebelum Ellena menjawab ...
"Silakan ikuti saya nyonya Ellena!", ucap Nico yang sudah berada di samping Ellena. Entah kapan datangnya laki-laki itu.
Tampak Nico memberi peringatan kepada resepsionis. Terlihat resepsionis menganggukkan kepala sambil meminta maaf dan membungkuk kan badannya kepada Ellena.
Kemudian Ellena mengikuti langkah kaki Nico, memasuki lift khusus yang hanya boleh dipergunakan oleh petinggi perusahaan dan tamu-tamu penting saja.
...***...
KARYA EMILY LAINNYA :
FIRST LOVE LAST LOVE
MENJADI YANG KEDUA
PENGANTIN PENGGANTI
AIR MATA SCARLETT
MARRIAGE AGREEMENT
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
gia nasgia
saking cantiknya Ellena sampai nggak ada yang mengenali
2023-02-16
1
Hertin Liberti
akhirnya saya bisa baca novel SHE yg sempat tertunda..... terimakasih thoooor.....semoga authoor sehat2 selalu.......semangat thoor 💪💪💪💪
2022-03-21
2
Irene Travel
up lagi
2022-03-06
0