Sampai dilantai tiga puluh, Nico langsung melangkah kan kaki keruangan Aaron diikuti Ellena dibelakangnya.
Tampak Vanya berdiri dimeja resepsionis, tersenyum dengan ramah sambil membungkuk kan badannya kepada Ellena dan Nico. Ellena membalas senyuman itu dengan ramah.
Nico membuka pintu ruangan, mempersilahkan Ellena masuk.
Aaron sedang sibuk menanda tangani berkas yang dibawa sekertarisnya. Setelah selesai, Nico permisi keluar dari ruangan bos mereka itu dan membawa semua berkas yang sudah selesai di tanda tangani bosnya itu.
Ellena masih berdiri mematung, sekilas matanya menatap Aaron yang berdiri menghampirinya.
"Apakah kau akan berdiri seperti itu terus, hem?", tanya dengan suara tegas.
Sambil tersenyum menatap penampilan Ellena yang sederhana tapi tetap terlihat mempesona dimatanya.
Sebelum Ellena bergerak, tiba-tiba tangan kekar Aaron memeluknya tubuh Ellena dengan erat.
Tindakan Aaron tersebut membuat Ellena kaget dan jantung Ellena berdegup kencang.
Belum hilang rasa kaget Ellena, tiba-tiba Aaron mencium bibir Ellena yang masih terbuka karena kaget atas pelukan Aaron dengan penuh gairah.
Ellena berusaha mendorong tubuh Aaron
"L-lepas kan a-ku t-uan Aaron!"
Ciuman pertama yang Ellena rasakan dari Laki-laki.
Tapi laki-laki itu telah menjadi suami sahnya saat ini. Teringat ucapan ibu nya "kamu harus melayani suamimu dengan baik"
Aaron tidak menggubris permintaan Ellena tersebut, tindakannya semakin jauh mencium bibir Ellena bahkan lidahnya menerobos masuk menyapu rongga mulut Ellena.
Ellena tersengal. Pada akhirnya membuka mulutnya. Lidah Aaron menjelajah semakin dalam. Membuat tubuh Ellena bergetar dan gemetaran. Aaron merasakan itu, tangannya menyusuri setiap jengkal tubuh Ellena. Tangannya berhenti di dada Ellena yang kenyal, meremas dan memilinnya. Membuat Ellena mengeluarkan suara desisan.
Nafas Aaron semakin cepat, menuntut lebih jauh. Bibirnya menjelajahi leher istrinya dan tangan kirinya meremas dada, sementara tangan kanan membuka kancing-kancing pakaian Ellena.
"T-tuan... j-jangan t-uan" suara Ellena terdengar tercekat.
" Sstt K-kita sedang dikantor t-tuan" kembali terdengar suara bergetar Ellena. Lama kelamaan semakin membuat tubuh Aaron panas.
"Tidak ada yang berani mengganggu kita disini", Aaron menatap Ellena dengan tatapan berkabut. Tangan Ellena ditariknya untuk merasakan bagian tubuhnya yang sudah mengeras. Membuat tubuh Ellena semakin gemetar.
"Aku membutuhkan mu Ellena. Aku sudah tidak tahan, sayang", netra coklat itu memohon. Tangannya melanjutkan membuka kancing-kancing baju Ellena, sementara bibirnya menciumi leher putih mulus istrinya itu.
"T-tuan..nanti ada yang melihat k-kita", Ellena mencoba kembali menyadarkan Aaron yang semakin menggila, dan berusaha melepaskan pakaian Ellena.
Tiba-tiba Aaron menggendong tubuh Ellena dengan baju yang sudah terbuka separuh. Tanpa melepaskan ciuman dari bibir Ellena ia menggendong tubuh istrinya ke private room yang ada diruangan tersebut.
Memasuki private rooms yang tampak seperti apartemen terdapat tempat tidur yang luas king size dan mewah.
Tanpa melepaskan ciumannya Aaron merebahkan tubuh Ellena di pembaringan sambil melepaskan pakaian yang masih melekat ditubuh Ellena.
Ellena berusaha menutupi dadanya dengan tangannya, wajahnya memerah. Pikiran dan tubuhnya berkecamuk. Otaknya meminta untuk tidak melanjutkan permainan, sedangkan tubuhnya menerima dan meminta lebih. Hasratnya sudah membuncah di liputi gairah, tetapi Ellena tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
"T-tuan", suara Ellena terdengar lemah. Nafasnya semakin cepat dan menderu.
"Berhenti memanggilku tuan Ellena!", ucap Aaron dengan nafas tersengal. Tangan nya mencari pengait bra Ellena.
Setelah bra itu terlepas, Aaron melemparkannya kesembarang tempat. Tangannya meremas dan memainkan puncak dada yang sudah mengeras itu. Aaron mencium dan menggigit dengan lembut setiap jengkal tubuh itu.
Ellena mengelijang kan tubuhnya yang semakin panas, ini pengalaman pertama untuknya. Ia belum berpengalaman tangannya meremas sprei bahkan ia tidak membalas ciuman-ciuman Aaron ia hanya memejamkan matanya sambil mengerang. Meski pun sekuat tenaga Ellena menahan dirinya agar tidak merespon sentuhan Aaron nyatanya ia gagal. Ia tidak mampu menahan dirinya. Tubuhnya berkhianat, menerima semuah buaian Aaron.
Aaron membuka kancing kemeja kerja nya satu persatu, sambil berdiri menatap intens Ellena yang sudah menunggu dengan pasrah. Aaron meminta Ellena melepaskan sabuk dan celananya, Ia menarik tangan istrinya agar Ellena duduk di tepi tempat tidur.
Ellena menuruti perkataan Aaron, tangannya mulai membuka ikat pinggang dan celana Aaron.
Ia mendesis melihat tonjolan didalam celana boxer, Aaron meminta nya membuka boxer itu. Dan lagi-lagi Ellena menuruti nya. Aaron juga meminta Ellena memegang miliknya yang sudah menegang tepat di hadapan istrinya.
"Aahhh" desis Ellena tanpa sadar saat melihat milik suaminya.
Dengan ragu-ragu Ellena memegang milik Aaron, tindakan Ellena itu membuat Aaron mengerang semakin menjadi.
Libido Aaron semakin naik dan andrenalin nya semakin terpacu untuk melancarkan aksi yang akan menguras tenaganya itu.
"Ah sayang kau benar-benar menggodaku". Aaron mendorong tubuh Ellena hingga terlentang.
Ellena meronta ketika tangan Aaron menyelusup di antara pinggangnya dan turun kebawah. Tangan Aaron bermain di inti Ellena, yang membuat nafas Ellena membara.
Sementara bibir Aaron menyusuri setiap inci tubuh Ellena. Erangan bergelora sahut menyahut di private room tersebut.
Aaron menyusuri setiap inci tubuh Ellena, bibir, leher hingga dada yang ranum yang begitu menggairahkan.
Ellena merasakan basah di intinya, tubuhnya merasakan nikmat yang luar biasa setiap sentuhan di kulit nya.
Ellena sungguh tak berdaya dan hanya bisa pasrah ketika kejantanan Aaron menembus miliknya yang belum tersentuh siapapun.
"Aaarghh" rintih Ellena
"S-akittt.."
Ellena merasakan sakit luar biasa saat kejantanan Aaron berusaha menerobos masuk.
"Honey are you still a virgin?" matanya menatap Ellena yang merintih kesakitan.
Ellena menganggukkan kepalanya sambil mengigit bibirnya.
"Oh...Ellena".
"Akan kulakukan dengan pelan-pelan", bisik Aaron ditelinga Ellena.
Aaron masih berusaha membenamkan miliknya, tapi belum berhasil juga. Sempit sekali. Membuat hasrat Aaron semakin menggebu.
Ellena menjerit saat merasakan milik Aaron menerobos masuk. Dengan lembut Aaron membenamkan miliknya pada inti Ellena. Sakit yang dirasakan nya berangsur menjadi kenikmatan yang tiada tara.
Ellena hanya bisa mencakar punggung Aaron, Ia pun akhirnya menikmati buaian yang diberikan Aaron.
Ellena tidak perduli lagi dengan rasa malu atau penolakan yang dilakukan sebelumnya. Saat ini ia semakin menjerit menikmati permainan mengairahkan siang itu.
Setelah semua gairah dan hasrat terpuaskan, keduanya terkulai lemah. Ellena merasakan cairan hangat memenuhi intinya.
Aaron memeluk tubuh Ellena yang tampak lemas dan tertidur pulas.
Ia melihat bercak darah di sprei berwarna putih itu.
"Terimakasih sayang", gumamnya sambil mencium kening Ellena dengan lembut.
...***...
KARYA EMILY LAINNYA :
FIRST LOVE LAST LOVE
MENJADI YANG KEDUA
PENGANTIN PENGGANTI
AIR MATA SCARLETT
MARRIAGE AGREEMENT
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
🇵🇸Kᵝ⃟ᴸ
alur nya agak terburu buru nih tor
2024-07-06
0
sherly
kenapa aku merasa novelmu yg ini terkesan terburu buru ya alurnya Thor ...
2023-10-03
1
gia nasgia
Kirain nanti malam nggak tahunya Aaron sdh di ubun2 🤣🤣🤭
2023-02-16
0