BAB-18

VOTE LIKE KOMEN KOPI BUNGA, KIRIM YA 🙏

Aaron memasuki pekarangan rumah Ellena.

Setelah memarkirkan mobil ia turun dan mengetuk pintu. Rumah sederhana yang sudah tampak sudah tua namun ada kesejukan disana, halaman luas yang asri ditumbuhi banyak tanaman hias .

"Kakak sudah datang?", Tiya membukakan pintu dan mempersilahkan Aaron masuk.

Mendengar nama menantunya datang, Aryati keluar dari kamar. "Ayo nak Aaron silahkan duduk, maaf kita duduknya dilantai seperti ini", ujar bu Aryati.

"Iya bu ngak apa-apa, begini juga nyaman", jawab Aaron ramah.

"Kau sudah datang? tampak Ellena menyuguhkan makanan dan minuman, ia duduk disebelah Aaron.

"Beginilah keadaan rumah kami", ujar bu Aryati. Semenjak ayah Ellena meninggal ibu merawat anak-anak seorang diri".

"Ayah Ellena meninggalkan rumah ini dan motor tua kesayangannya, motor yang sering Ellena pakai bekerja", ujar Aryati menerawang.

Aryati tampak menarik nafas dalam-dalam, karena terharu mengingat pengalaman hidup keluarganya.

Aaron menatap istrinya, ia teringat dengan pertemuan mereka pertama kali.

"Dan motor itulah yang berjasa terhadap perkenalan kami pertama kali", ujar Aaron sambil tersenyum.

Ellena tersipu mendengar ucapan Aaron.

"Karena motor itulah aku dan Ellena bertemu untuk yang pertama kalinya bu. Ellena menabrak mobil ku. Dan aku membuat putri ibu ketakutan karena ancaman ku menuntut ganti rugi atas perbuatannya", ucap Aaron tersenyum menggoda istrinya yang tampak melebarkan kedua matanya.

"Jadi ancaman itu bohongan saja? Uhhh...tega sekali", seru Ellena sambil mencebikkan bibirnya.

"Tentu saja. Itu cara ku untuk mengenalmu", Ucap Aaron sambil mengusap lembut pucuk kepala istrinya.

Tentu saja bagi Aryati itu adalah bentuk hubungan romantis antara putrinya dengan menantunya.

Ellena menggenggam tangan ibu nya. Yang terpenting ibu harus sehat terus ya", ucapnya lirih.

Setelah jam menunjukkan pukul sembilan malam, Ellena dan Aaron pamit pulang.

Sebelum itu Aaron menawarkan kepada ibu dan Tiya untuk tinggal bersama mereka, tetapi dengan halus bu Aryati menolak ajakan menantunya tersebut.

Aryati beralasan bahwa di rumah peninggalan ayah Ellena itu begitu banyak sekali kenangan.

"Ibu sudah berjanji kepada ayah Ellena merawat dan menghabiskan masa tua di rumah ini, nak" ucap Aryati menolak secara halus tawaran menantunya.

"Baiklah bu, kami menghargai keputusan ibu.

Kami akan selalu mengunjungi ibu, jika ada sesuatu hal yang dibutuhkan ibu dan Tiya jangan sungkan memberi tahu ku dan Ellena ya bu", ucap Aaron sambil memberi salam.

"Baik, nak Aaron ibu titip Ellena didik dia dengan baik", ucap ibu penuh kasih sayang.

Diperjalanan pulang ke rumah, jarak tempuh ke mansion cukup jauh. Ellena dan Aaron saling berbagi cerita yang mereka lakukan hari itu, Ellena bersandar di bahu suaminya tak lama setelah itu akhirnya tertidur.

*

Gerbang megah terbuka, mobil sport hitam memasuki halaman rumah mewah itu.

Salah satu penjaga membukakan pintu sisi kanan dan kiri.

Ellena mengerjapkan matanya, "sudah sampai?", tanyanya pada Aaron.

"Apa kau kelelahan, sampai tertidur pulas gitu", goda Aaron sambil mengacak rambut istrinya tersebut.

Pak Hardi menghampiri mereka, "Selamat malam tuan nyonya", ucapnya sambil memberi hormat. Mereka melangkahkan kaki masuk kedalam rumah.

Terlihat bi Darsi memberi salam.

Ellena tersenyum ramah "Malam juga bi", ucapnya tersenyum.

"Tuan dan nyonya makan malam sudah bibi siapkan", ujar bi Darsi.

Aaron mengangguk kan kepalanya

"Aku mau mandi dulu bi", jawab Aaron.

Ia dan Ellena menuju kamar mereka dilantai atas.

Didalam kamar, Aaron langsung merebahkan tubuhnya sejenak di sofa. Tampak wajah lelahnya.

Ellena kekamar mandi, menyiapkan perlengkapan mandi dan mengisi bathtub dengan air hangat untuk suaminya.

"Air hangatnya udah siap, kok malah tidur sih", Ellena membangunkan Aaron yang tertidur di sofa masih menggunakan pakaian kerja lengkap.

"Ehm" Aaron mengerjapkan matanya.

Ia duduk membuka jas kerja nya.

"Ayo mandi bersamaku", rengek nya manja kepada Ellena, sambil membuka kemeja dan celananya.

"Aku sudah mandi di rumah ibu", jawab Ellena sambil meninggalkan Aaron keruang ganti, mengambilkan pakaian tidur suaminya kaos oblong, celana panjang. Kemudian kembali ke kamar, dilihatnya Aaron masih malas-malasan di sofa.

"Ya ampun, kok belum juga mandi sih?", Ellena menaruh baju ganti diatas ranjang dan menghampiri suaminya yang masih malas-malasan di sofa hanya menggunakan celana boxer nya.

"Temani aku", ucap Aaron menggoda sambil memeluk tubuh Ellena dan menciumi leher istrinya tersebut.

"Mandi dulu, udah malam nih. Trus aku temani makan, kemudian baru aku kasih jatah oke", Ellena membujuk suaminya agar melepaskan nya.

"Oke aku mandi sekarang, but after we make love. Setelah itu baru makan", ucap Aaron

"Tapi.. ?" Ellena mau protes.

"Tidak ada tapi-tapian, kalau masih protes ya sudah aku ngak mau mandi".

Saat Aaron mau duduk lagi,

"Oke oke deal", ucap Ellena cemberut karena kesal dan ia dorong tubuh kekar maskulin itu dari hadapan nya.

"Eittt... sebentar ada yang lupa". Aaron keruang ganti dan mengambil lingerie yang sangat minim dan seksi,

"Harus pakai yang ini", ujarnya tersenyum nakal sambil berjalan kekamar mandi tidak menghiraukan tatapan protes istrinya.

*

Mau tidak mau Ellena pakai juga lingerie menerawang itu, ia duduk di meja hias sambil membersihkan muka dan memakai body lotion di seluruh tubuh nya.

Menyemprotkan parfum Chanel Limited edition.

Kemudian makai vitamin bibir aroma Cherry.

Ellena sedang menyisir rambutnya, tampak Aaron membuka pintu kamar mandi hanya menggunakan handuk putih melilit di pinggang.

Dengan tubuh tinggi atletis, wanita mana pun pasti akan tergoda.Tampak rambut masih terlihat basah membuat wajahnya begitu tampan dan gagah.

Ellena tak berkedip melihat suaminya sendiri, yang sudah beberapa kali bercinta dengan nya. Tapi tetap saja ia tidak bisa menghilangkan kekaguman nya. Dengan mata melotot ia menelan saliva nya.

Aaron tidak bisa menyembunyikan gairah nya melihat istrinya yang begitu seksi memakai lingerie pilihannya.

Ia menghampiri Ellena, yang masih duduk dan menyisir rambutnya di meja hias.

Aaron membungkuk kan badannya dan memeluknya dari belakang tubuhnya.

Harum maskulin tubuh Aaron menyeruak memenuhi indra penciuman Ellena.

Tangan Aaron dengan leluasa menjelajahi setiap jengkal tubuh Ellena yang berbaju sangat tipis itu.

Dengan posisi masih duduk dan menghadap cermin meja hias tanpa dituntun tangan Ellena refleks memeluk pinggang suaminya itu sambil m menadahkan kepalanya dengan bibir terbuka dan. Aaron me*umat bibir Ellena dan Ellena membalasnya. Beberapa kali bersentuhan membuat Ellena cepat belajar membalas sentuhan Aaron.

"Aah, suara lenguhan keluar dari bibir mungilnya kala dadanya diremas Aaron.

Ellena membalikkan badan berhadapan dengan dada bidang dan perut sixpack, Ellena menelan saliva nya. Mengusap dada dan perut rata Aaron. "Aku benar-benar menikahi Laki-laki tampan", batinnya.

Ellena menarik handuk yang menutupi bagian bawah tubuh suaminya, tampak inti Aaron berdiri tegak didepan matanya.

Ellena melotot tak berkedip menatap milik Aaron dengan refleks memegangnya dan mengusapnya dengan lembut.

Tindakan Ellena seperti itu berakibat fatal, ia membuat Aaron mengerang nikmat, "Aahh aahh honey don't stop kau membuat ku gila".

Tindakan Ellena membuat tubuh Aaron bergetar hebat.

Ellena terus memberikan godaan kenikmatan milik Aaron.

Tubuh Aaron semakin panas tidak tahan lagi dengan kenikmatan yang diberikan istrinya. Ia angkat tubuh mungil itu berdiri.

Dengan gairah yang memuncak ia mencium bibir Ellena.

Tak kalah panas, Ellena membalas buaian itu. Suara kenikmatan keluar dari bibir nya yang di dikecup dalam-dalam .

Tangan Aaron menyusuri jengkal tubuh istrinya, ditariknya lingerie tipis yang baru saja dikenakan Ellena. Tampak jelas tubuh mulus Ellena dengan dada yang sudah membusung mengeras.

"Honey, tubuhmu membuatku ketagihan.

Tanpa melepaskan ciuman Aaron dan Ellena melangkah ke ranjang melanjutkan permainan panas mereka.

...***...

KARYA EMILY LAINNYA :

FIRST LOVE LAST LOVE

MENJADI YANG KEDUA

PENGANTIN PENGGANTI

AIR MATA SCARLETT

MARRIAGE AGREEMENT

Terpopuler

Comments

Alvivia

Alvivia

haredang...haredang

2025-03-30

0

gia nasgia

gia nasgia

Air..... air..... butuh pendinginan 🤣🤣

2024-09-04

0

🇵🇸Kᵝ⃟ᴸ

🇵🇸Kᵝ⃟ᴸ

hareudang

2024-07-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!