BAB - 3

JANGAN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏

*

Ellena berdiri diam tak bergeming sedikitpun, ia masih syok. Pikirannya masih sulit mencerna semua kejadian yang dialaminya hari ini.

Disisi lain..

Aaron mendengarkan penjelasan dari Vanya resepsionis yang bertugas. Vanya menjelaskan bahwa Ellena adalah Office girl yang baru, tadinya mereka berdua bersama rekannya yang bernama Ayu membersihkan ruangan tuan Aaron tetapi Ayu minta izin pulang karena anaknya sakit.

"Saya terus mengawasi Office girl bernama Ellena tersebut tuan, dan pekerjaan nya sangat bagus juga cekatan", ucap Vania yakin menjelaskan pada atasannya yang duduk dengan tangan kanannya menopang dagu.

"Kali ini aku maafkan kecerobohan nya", balas Aaron.

"Minta Office girl itu membereskan kekacauan di sini, setelahnya ia boleh pulang", perintah Aaron dengan nada sedikit lembut tidak seperti waktu pertama tadi.

"Besok pagi, perintahkan ia menghadap keruangan ku ini", perintah Aaron sambil meninggalkan Vania.

"Baik tuan" jawab Vanya dengan hormat.

*

Setelah mendengar kan pengarahan dari Vanya, Ellena menyelesaikan kekacauan yang ditimbulkannya. Kemudian membersihkan tubuhnya dan menganti pakaian bersih. Ellena siap untuk pulang ke rumah.

Ellena melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya, sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Semoga cepat sampai rumah karena biasanya kalau sudah malam begini jalanan sudah tidak macet lagi, batin Ellena.

Berharap besok ia tidak diberikan hukuman berat oleh tuan Aaron, bahkan hal paling buruk pun menari-nari dipikirannya DIPECAT.

Ya Tuhan Lindungilah aku gumam Ellena", sambil melajukan motornya pelan.

Ternyata sesuai perkiraan Ellena. Tidak butuh waktu yang lama untuk ia sampai di rumahnya.

Sesaat setelah membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.

"Huhh..Akhirnya aku bisa merebahkan tubuhku", lirih Ellena sambil menatap langit-langit kamarnya.

Ia tak sanggup memikirkan hari esok dimana pagi harinya harus menghadap tuan Aaron, entah apa yang akan terjadi. "Ooh, rasanya aku ingin malam ini jangan cepat berganti pagi", ujar Ellena dengan lirih dengan air mata menganak di pelupuk matannya.

Dan akhirnya Ellena terlelap dalam dinginnya malam. Tertidur dengan air mata yang masih basah di pipi nya.

*

Pukul satu dini hari, sebuah mobil sport warna putih memasuki gerbang bangunan mewah dikawasan elite.

Ya dia Aaron, yang merasa kesal karena melalui kesialan sepanjang hari disebabkan seorang gadis berwajah lugu dan polos. Sebenarnya semenjak kejadian pagi itu dia tidak bisa melupakan wajah cantik gadis mungil itu. "ELLENA...", Gumam Aaron menyandarkan kepalanya pada jok mobil sambil memejamkan matanya sesaat.

Setelah kejadian pagi hari, Aaron benar-benar di buat kaget saat melihat Ellena lagi pada malam hari. Tiba-tiba gadis itu ada dihadapan nya, tepatnya diruangan kerjanya.

Dengan tubuh mungil, rambut yang di ikat seperti itu semakin membuatnya cantik alami", gumam Aaron pada dirinya sendiri.

Aaron menelan salivanya dalam-dalam. Dia mengejutkan gadis itu, membuatnya jatuh tersungkur, bukan tanpa alasan. Tapi Aaron ingin menutupi rasa yang tiba-tiba bergejolak di dada nya.

Ya rasa bahagia kerena takdir mempertemukannya dengan gadis itu lagi. Gadis cantik polos dengan wajah selalu tampak ketakutan saat berhadapan dengan Aaron.

Aaron tidak menyangka ternyata Ellena salah satu karyawan di perusahaan nya. Setelah kejadian diruangan nya, sebenarnya ada perasaan senang saat mengetahui gadis itu merupakan karyawannya. Namun Aaron ingin berusaha melupakan semua pikiran tentang gadis itu. Sebelum membuat dirinya berbuat nekat yang akan merusak reputasinya sebagai seorang pimpinan perusahaan BRYLEE GROUPS.

Aaron melihat bagaimana Ellena mengusap air mata dengan tangan yang gemetaran beberapa waktu yang lalu.

Sesampainya dirumah. Sepi itu datang lagi. Aaron selalu menghabiskan malam seorang diri. Sebenarnya laki-laki itu ingin menghabiskan waktu nya di apartemen saja karena kalau apartemen tidak terlalu besar seperti mansion. Namun pada akhirnya ia memutuskan untuk tetap tinggal di mansion mewah tersebut.

Huhh..

Ia berharap suatu hari nanti bertemu dengan seorang perempuan yang dicintainya sepenuh hatinya dan memberikan ia anak yang banyak agar tidak mengalami suasana sepi seperti ini.

Aaron tidak sabar menunggu hari esok tiba...

...***...

KARYA EMILY LAINNYA :

FIRST LOVE LAST LOVE

MENJADI YANG KEDUA

PENGANTIN PENGGANTI

AIR MATA SCARLETT

MARRIAGE AGREEMENT

Terpopuler

Comments

Patrish

Patrish

hhmmmmm.... ternyata ya Aaron....

2024-09-14

0

gia nasgia

gia nasgia

Oh ternyata Aaron jago acting

2024-09-04

0

Lisa Icha

Lisa Icha

udah Ada getaran cinta Di hati ya mas Aaron

2024-06-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!