KIRIM VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏
"Nona mau kemana, sarapan nona sudah siap", ucapan bik sumi menghentikan langkah kaki Ellena.
Ellena yang berjalan dengan mengendap-endap mengurungkan niatnya pergi diam-diam dari unit itu.
Beberapa saat setelah sarapan, Ellena di beritahu bik Sumi untuk keruang kerja tuan Aaron.
"Nona, tuan Aaron menunggu nona diruangan nya sekarang".
"Degg", jantung Ellena berdetak kencang mendengar bik sumi mengatakan tuan Aaron memintanya datang ke ruang kerjanya.
Bik Sumi menghantarkannya keruang kerja Aaron.
Saat pintu dibuka ternyata Aaron tidak sendirian, ada asisten nya juga di dalam ruangan kerja itu.
Nico mempersilahkan Ellena duduk di sofa, di ruangan itu nampak Aaron duduk dikursi kerjanya, ia sibuk membaca berkas-berkas tanpa memperdulikan kehadiran Ellena diruangan itu.
Dan ada seorang lagi diantara mereka yang Ellena tidak tahu siapa pria itu.
"Baik, perkenalkan saya Bobby pengacara tuan Aaron, pria itu memperkenalkan dirinya.
"Begini nona, klien kami tuan Aaron ingin menawarkan kesepakatan bersama anda.
"Klien saya ingin menikah dengan anda nona", ucap pria itu dengan nada mengintimidasi.
"Silahkan anda baca surat perjanjian ini", ujarnya
sambil menyerahkan beberapa lembar kertas.
"deg degg..".
Ellena melototkan kedua matannya, jantungnya berdegup kencang. Ingin menjawab semua kata-kata pengacara tersebut tapi lidahnya mendadak Kelu. Menikah dengan dengan Aaron? bagaimana mungkin, bahkan aku tidak mengenal pria itu sama sekali. Bagaimana mungkin seorang Aaron pemilik perusahaan besar ingin menikah dengannya, Wanita biasa yang baru bekerja di perusahaan laki-laki itu sebagai office girl.
Merunut hal itu, bukan membuat Ellena senang dan bahagia, tapi justru membuatnya bergidik ketakutan.
"A-pa maksudnya tuan. B-agaimana mungkin tuan Aaron ingin menikahi ku. Maaf tuan aku tidak bersedia!", ucap Ellena dengan suara sangat pelan nyaring tidak terdengar.
Tanpa disadari Ellena lirih suara nya terdengar Aaron, yang sedari tadi sibuk dengan pekerjaannya. Tanpa sedikit pun perduli dengan kehadiran Ellena di ruangan itu.
"Apa? dia menolak ku?" batin Aaron dalam hati, ini tidak bisa dibiarkan umpatnya.
Ellena memberanikan diri menatap pria itu. Dia benar-benar memiliki ketampanan yang sempurna, semakin terlihat tampan dengan pakaian casual yang dikenakannya, sweater off white dipadukan dengan celana berwarna indigo seperti itu tentu akan membuat para wanita ingin berdekatan dengannya bahkan pasti banyak wanita yang mau di persuntingnya. Seperti perempuan seksi yang dilihat Ellena beberapa waktu lalu dikantor Aaron. Yang bernama Nancy, mereka sangat cocok.
Ellena mulai membaca surat perjanjian itu. Poin pertama, menyatakan Ellena menyetujui pernikahan mereka.
Ellena semakin kebingungan membaca poin pertama,
"Maaf tuan, s-aya belum menyetujui rencana pernikahan ini kenapa disurat ini dinyatakan saya telah menyetujui nya ?"
"Karena nona telah menandatangani surat itu, silahkan lihat di kertas berikut nya", perintah pengacara tersebut.
Betapa kagetnya Ellena melihat tanda tangan nya diatas materai pula.
"Ternyata benar dugaan ku, kalian menjebak ku dengan tanda tangan dikertas kosong waktu itu. Anda benar-benar laki-laki jahat yang pernah saya temui tuan", hardik Ellena meluapkan emosinya kepada Aaron yang tega memperlakukannya seperti itu. Entah kekuatan dari mana, namun saat ini Ellena tidak takut mengungkapkan semua isi hatinya.
Suara Ellena dengan lantang. Protes akan perbuatan Aaron kepada nya. Ellena sadar ia berhutang kepada Aaron, bahkan Aaron sudah menyelamatkan nya kemarin, tapi tidak harus juga ia membayar dengan jiwa raganya.
Aaron berdiri dari kursinya kemudian bersandar dimeja kerjanya dengan tangan bersilang di dada nya.
"Aku tidak perduli dengan penolakan mu itu, karena kau sudah menandatangani nya, tidak ada tawar menawar lagi, besok kita menikah !"
"A-pa?? A- ku tidak mau menikah dengan mu! K-au laki-laki jahat.
A-ku tidak akan pernah mengizinkan mu menyentuh ku, aku membenci mu ingat itu tuan"
Ellena tidak bisa menahan tangisan nya ia mengancam Aaron.
Tubuhnya terduduk lemas dilantai sambil meremas surat perjanjian yang baru dibacanya satu poin saja.
"Tolong aku Tuhan, tolong sambil terseduh Ellena menangis histeris. Membuat Nico dan pengacara merasa iba, tapi tidak hal nya dengan Aaron ia malah puas. Sunggingan senyumnya menyatakan dirinya bahagia.
...***...
KARYA EMILY LAINNYA :
FIRST LOVE LAST LOVE
MENJADI YANG KEDUA
PENGANTIN PENGGANTI
AIR MATA SCARLETT
MARRIAGE AGREEMENT
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Elisa Nursanti Nursanti
😔
2025-02-04
0
gia nasgia
ihhh si Aaron main paksa aja😏
2023-02-16
1
Aa
kasihan ell
2022-03-11
1