BAB-16

VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏

Pagi telah menyingsing, Ellena merasakan dekapan erat tangan kekar di pinggangnya.

Pelan-pelan ia beranjak dari peraduannya dan membiarkan Aaron tidur lelap.

Ellena masuk ke kamar mandi. Beberapa saat kemudian Ellena

selesai membersihkan diri, ia menyiapkan pakaian kerja Aaron dan membuat sarapan roti selai untuk suaminya.

Jam dinding menunjukkan pukul enam pagi, sebentar lagi karyawan kantor ini akan ramai berdatangan", ucap Ellena.

Ellena menatap pintu kamar yang masih tertutup rapat,

"Apa aku bangunkan saja ya" pikiran nya tertuju pada Aaron.

Perlahan Ellena membuka pintu kamar, tampak suaminya masih tertidur pulas dengan posisi tengkurap sambil memeluk bantal.

Ellena mendekati Aaron, tangannya memegang bahu Aaron membangunkannya pelan.

"Ehmm", Aaron hanya bergumam, matanya masih tertutup.

"Tuan, hari sudah siang"

ujar Ellena pelan.

Dengan mata masih terpejam, Aaron menarik lengan Ellena membuat tubuh Ellena jatuh menindih tubuhnya.

Sambil memeluk erat tubuh istri nya, Aaron sangat menyukai harum parfum beraroma bunga yang dipakai Ellena.

"Sayang, tubuhmu harum sekali" Aaron berbisik sambil menciumi leher istrinya. Dan menjalar kebagian tubuh lainnya.

"Tuan aku sudah menyiapkan keperluan kerja dan sarapan untuk tuan", ucap Ellena mengalihkan perhatian Aaron.

"Pekerjaan bisa ditunda".

"Yang Ini ngak bisa ditunda, sambil mengarahkan tangan Ellena kearah intinya yang sudah menegang.

Mata Ellena melotot, bibirnya bergetar dengan tindakan Aaron tersebut.

"Drtt drt drtt....

Handphone Aaron berbunyi membuyarkan permainan hangat di pagi itu.

"Argh, mengganggu saja", umpat Aaron kesal.

"Kau atur saja semuanya", jawab Aaron kesal sambil menutup telponnya

"Ayo kita lanjutkan, yang tertunda tadi", goda Aaron kepada Ellena.

"Tuan mandi saja dulu, sarapan udah siap", Ellena berusaha mengindari godaan suaminya, yang ingin mengajak nya bertempur lagi.

"Nico mengganggu saja", umpat Aaron beranjak bangun dan melangkah kan kakinya kekamar mandi.

Sementara Ellena menghembuskan nafasnya dalam-dalam sambil menatap punggung lebar suaminya yang masuk kamar mandi.

*

Waktu menunjukkan pukul tujuh tiga puluh pagi.

Aaron dan Ellena selesai sarapan dan mengobrol sebentar.

"Tuan, hari ini bolehkah aku ke rumah ibu?", ucap Ellena memohon sambil merayu suaminya.

"Ini terakhir kalinya aku mengingat kan mu Ellena, berhentilah memanggilku tuan! Atau kau ku hukum sekarang juga", ketus Aaron dengan ancaman. Kali ini Aaron serius dengan ucapannya.

" Kau boleh pergi, tapi diantar pak Usman", perintah Aaron. Sambil menyerahkan kartu ke tangan Ellena.

"Ambillah kartu kredit Infinite ini!". Aaron memberikan kartu kredit dengan limited khusus kepada Ellena.

"Belanjalah apapun yang kau butuhkan, pinnya tanggal pernikahan kita", ujar Aaron yang siap-siap untuk bekerja.

"Tapi, aku tidak membutuhkan kartu ini tu.., ucap Ellena.

Aaron menatap tajam ke iris Ellena.

"A-aron", ucap Ellena pelan.

Aaron mencium kening istrinya itu. "Kartu ini milik mu sekarang. Ajaklah ibu dan adikmu berbelanja apapun yang diinginkannya".

"Nanti malam aku akan menjemputmu, oke?".

Aaron memencet ujung hidung Ellena yang tampak menggemaskan baginya.

"Iya. Terima kasih untuk semuanya", ucap Ellena pelan sambil menundukkan kepalanya

"Sekarang aku ada meeting, jam berapa kau pergi? Nanti Nico akan menghubungi Vanya , ia akan memberi tahu pak Usman" ucap Aaron sambil memeluk Ellena.

"Iya", ucap Ellena.

Ellena menjijitkan kakinya mencium pipi Aaron.

Aaron mengusap lembut wajah istrinya.

Sesaat kemudian Aaron berlalu, melangkah kan kakinya sambil tersenyum bahagia. Sementara Ellena duduk ditepi tempat tidur.

Sejenak ia berpikir tentang kejadian antara dirinya dan Aaron. Hanya hitungan hari saja hubungan mereka berubah membaik. Sebenarnya di relung hati Ellena sudah sangat nyaman berada di samping Aaron namun tetap saja ada rasa kekuatiran dalam diri Ellena.

Kuatir jika ia jatuh cinta pada laki-laki itu dan memiliki perasaan mendalam, sementara Aaron tidak mencintainya. Aaron hanya membutuhkan tubuhnya saja. Membutuhkan ia melahirkan anaknya sesuai seperti surat yang di tandatangani Ellena sehari belum menikah.

Memikirkan semua membuat perasaan Ellena sedih.

...***...

KARYA EMILY LAINNYA :

FIRST LOVE LAST LOVE

MENJADI YANG KEDUA

PENGANTIN PENGGANTI

AIR MATA SCARLETT

MARRIAGE AGREEMENT

Terpopuler

Comments

gia nasgia

gia nasgia

semoga Aaron memang tulus bukan karena hanya karena ingin keturunan 🤔

2023-02-16

1

jf

jf

bikin Aaron jatuh cinta

2022-03-10

0

Irene Travel

Irene Travel

seru

2022-03-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!