8

ISTANA UTAMA...

"Putri pertama Mei Lin telah tiba" teriak pengawal.

Mei Lin melangkah dengan anggun memasuki istana utama tepatnya menuju ruang makan.

Disana sudah menunggu kaisar, selir Guan Xi dan tentunya kedua anak mereka menatap kedatangannya dengan tajam.

Bagaiman tidak setelah kasim Hong kembali bukannya langsung bersiap tapi Mei Lin malah asik memberi makan ikan-ikan yang ada di kolam kediamannya.

Mei Lin hanya menatap mereka dengan santai dan bahkan hanya sedikit menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat kepada kaisar dan langsung duduk tanpa menunggu dipersilahkan.

"Begitukah caramu memberi hormat kepadaku, dimana tata kramamu" ucap kaisar dengan tajam.

"Bahkan dia tidak memberi hormat dengan benar ayah" tambah Sian Xi.

"Ya benar, dia benar-benar lancang" kata Bian Xi mencoba memancing emosi kaisar.

Mei Lin memandang ke arah kaisar dengan sorot mata tak kalah tajam.

"Jika hanya berbicara omong kosong seperti ini saja lebih baik aku makan dikediamanku saja" jawab Mei Lin sambil beranjak dari tempat duduknya.

Kaisa yang melihat Mei Lin akan pergipun mencoba menahannya.

"Duduklah kembali, kita mulai makan malam hari ini dan setelah itu ada yang ingin zhen bicarakan denganmu" ucap kaisar dan membuat Mei Lin duduk kembali.

Mereka makan dengan tenang.

Setelah makan, mulailah kaisar bertanya tentang apa yang dilihat kasim Hong di kediaman Mei Lin.

"Aku dengar kediamanmu berubah menjadi sangat indah" ucap kaisar memulai pertanyaan.

"Jika zhen penasaran silahkan melihatnya sendiri" jawab Mei Lin santai.

Mendengar jawaban Mei Lin membuat kaisar sedikit emosi namun kaisar menahannya karena masih banyak yang ingin dia tanyakan.

"Dariman kau mendapatkan pengawal dan kenapa baju mereka berbeda dengan pengawal kerajaanku" tanya kaisar lagi.

Selir Guan Xi dan kedua anaknya pun terkejut mendengar pertanyaan kaisar kepada Mei Lin namun Bian Xi langsung mengambil kesempatan untuk memojokkan Mei Lin.

"Wah ayah jangan-jangan dia berencena untuk berkhianat kepada kerajaan" ucap Bian Xi.

Mei Lin yang mendengar ucapan Bian Xi yang berusaha memojokkannya hanya tersenyum sinis.

"Aku tak sebodoh dirimu" ucap Mei Lin.

" KAU !!!!! " marah Bian Xi sambil berdiri dari duduknya.

"Hentikan !! kembalilah duduk putra kedua dan kau Mei Lin jawab pertanyaan zhen" bentak kaisar.

Mendengar panggilan yang sangat berbeda diantara dia dan Bian Xi membuat Mei Lin tersenyum sinis kembali.

"Nasibmu sangatlah buruk memiliki ayah sepertinya Mei Lin" batin Mei Lin kepada Mei Lin yang asli.

"Mereka orang-orangku, orang kepercayaanku. Tak perlu zhen tau dari mana mereka yang jelas mereka tidak akan menyakiti siapapun jika tidak disakiti terlebih dahulu" jawab Mei Lin.

"Kau tidak bisa memperkejakan orang dari luar kerajaanku dan kau tidak punya hak untuk itu, semua ada di bawah kekuasaanku karena aku kaisarnya" ucap kaisar tidak terima dengan perilaku Mei Lin yang seolah melangkahi kekuasaannya.

"Mereka hanya akan tunduk kepadaku tidak kepada siapapun" ucap Mei Lin dengan penuh tekanan.

"LANCANG !!! sekarang kau semakin berani melawanku, baru satu hari kau keluar dari istana dingin kau berani menentangku hah !! kau memang anak tidak berguna" marah kaisar.

"Aku tidak akan membiarkan satu pengawalpun berada dikediamanmu dan aku menjatuhi hukuman mati kepada semua pemgawal tak bergunamu yang sama tak bergunanya denganmu" lanjut kaisar.

Mei Lin yang mendengar amarah kaisar hanya menatapnya dengan santai dan itu semakin membuat kaisar emosi.

"Pengawal bawa semua pengawal putri tak berguna ini dan hukum mati mereka didepannya agar dia sadar dia tak akan bisa melawanku" ucap kaisar.

Mei Lin tetap hanya diam dan menatap kaisar dengan santai tapi dalam diamnya Mei Lin sedang bertelepati dengan semua pengawal yang ada di kediamannya untuk mengikuti perintah kaisar dan tepat di depan kaisar, Mei Lin akan memulai kejutan untuknya.

Disisi lain Yue Lan sudah sangat ketakutan akankah dia melihat kaisar menghukum mati pengawal nonanya namun Feng menenangkan Yue Lan dan menyuruhnya untuk selalu percaya dengan apa yang di lakukan Mei Lin.

Tak berselang lama para pengawal kerajaan sudah membawa seluruh pengawal Mei Lin ke tengah aula istana dan di aula sedah berkumpul semua mentri kerajaan yang tadi sudah dipanggil oleh kaisar.

"Yang mulia kami sudah membawa seluruh pengawal kediaman putri pertama" ucap salah satu pengawal.

"Hah hanya sebelas pengawal saja, sangat memalukan" ucap Selir Guan Xi.

"Bisa apa sebelas pengawal ini, menangkap maling saja mungkin sudah kewalahan" ucap Sian Xi dan membuat seluruh orang yang ada di aula tertawa.

Tapi tidak dengan Mei Lin dan para pengwalnua yang hanya menatap mereka santai.

Sikap mereka sukses membuat kaisar sedikit bingung kenapa mereka terlihat santai saja meskipun akan dihukum mati.

"Sudah diam" ucap kaisar menghentikan tawa semua orang.

Kaisar menatap Mei Lin tajam.

"Karena kau berani melawanku dan memperkerjakan orang tanpa persetujuanku maka aku putuskan hukuman mati kepada mereka,agar kau sadar bahwa semua orang yang berada di kekaisaranku harus tunduk kepadaku termasuk kau" ucap kaisar dengan sombong.

"Silahkan jika kau bisa menyentuh mereka maka aku tidak akan memperkerjakan orang lagi dan akan tunduk kepadamu tapi jika kau tak dapat menyentuh mereka jangan harap aku akan tunduk kepadamu" jawab Mei Lin dengan santai.

Kaisar yang mendengar jawaban Mei Lin yang tidak sopan kepadanya semakin marah.

"KAU !!! kau benar-benar ingin melawanku hah, sejak kapan kau menjadi putri yang tidak sopan seperti ini" sungut kaisar.

"Sejak kebangkitanku dari kematian dan sejak aku melangkah keluar dari istana dingin itu AKU BUKANLAH MEI LIN YANG DULU, MEI LIN YANG LEMAH DAN KALIAN ANGGAP SAMPAH TELAH MATI DAN SEKARANG AKU MEI LIN YANG BARU AKAN MENGHABISI SIAPAPUN YANG BERANI MENGUSIKKU" ucap Mei Lin tegas dengan aura gelap sudah mulai menguar daei tubuhnya.

"Benarkan kasim Hong" tanya Mei Lin sambil melirik kasim Hong, yang dilirik terkejut dan hanya menundukkan kepalanya, kasim Hong sudah gemetar ketakutan.

Semua orang tertegun melihat ketegasan Mei Lin dan aura gelap yang dikeluarkan Mei Lin.

Melihat semua orang tertekan dengan aura yang ia keluarkan, membuat Mei Lin menghilangkan auranya.

"Jadi yang mulia kaisar silahkan lakukan keinginanmu tapi jangan menyesal jika anda kehilangan banyak pengawal" ucap Mei Lin santai menyadarkan kaisar dari keterkejutan.

Kaisar yang masih dalam keterkejutan, tetap dengan kesombongannya menyuruh para pengawal istana untuk segera memenggal kepala semua pengawal Mei Lin.

Namu yang terjadi........

Terpopuler

Comments

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

pengen tak getok rasanya tu kepala kaisar, trus cuci pake detergent biar bersih 😡
kapan putri mei nyelamatin abang nya yg di pengasingan ya.

2025-01-18

0

Erni Andi Arifuddin

Erni Andi Arifuddin

raja di tukar tambah aja dgn panci bolong

2025-01-17

0

Oi Min

Oi Min

pekok..... kaisar pekok. opo iyo kui ayah kandung Mei Lin??

2024-10-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!