Sudah 1 bulan berlalu dan besok pagi hukuman Mei Lin berakhir, ia akan kembali lagi ke istana.
Disis lain di istana selir agung sedang terjadi perdebatan anatar ibu dan kedua anaknya.
Putra kedua Bian Xi dan putri kedua Sian Xi merasa marah karena ternyata rencana mereka untuk membunuh putri Mei Lin gagal dan ternyata sampai hari ini putri Mei Lin baik-baik saja. "Bagaimana ini ibu, kenapa putri sialan itu masih hidup ? " tanya Sian Xi.
"Benar ibu bahkan besok dia akan keluar dari istana dingin " sarkas Bian Xi.
Selir agung yang merasa geram pun menjawab dengan emosi "Diamlah kalian berdua !! ibu pun juga pusing memikirkannya " jawab selir agung Guan Xi sambil memijat keningnya.
"Padahal ibu sudah memberikan racun yang sama seperti yang ibu berikan kepada nenek tua itu tapi kenapa anak sialan itu masih hidup sampai saat ini" geram selir Guan Xi.
Sedangkan di istana dingin Mei Lin sedang diributkan dengan pertanyaan dari pelayannya Yue Lan. "Nona bagaimana bisa anda menjadi begitu cantik seperti saat ini, apa yang terjadi nona ? " tanya Yue Lan.
Mei Lin yang merasa pusing dengan berbagai pertanyaan Yue Lan pun menjawab dengan emosi "Hais kenapa kau begitu berisik Yue Lan , aku tidak bisa berkultivasi dengan tenang !! " sarkas Mei Lin.
Mendengar nonanya marah membuat Yue Lan bungkam dan menunduk " Ma-maafkan hamba nona, hamba tidak bermaksud mengganggu meditasi anda " jawab Yue Lan pelan.
Mei Lin yang tau bahwa Yue Lan ketakutan langsung merubah ekpresinya "Sudahlah Yue Lan lebih baik kau istirahat karena besok kita akan menjalani hari baru yang menyenangkan dan persiapkan dirimu" jawab Mei Lin lembut disertai seringaian dibibirnya yang membuat Yue Lan bergidik ngeri.
Yue Lan yang tidak mengerti maksud nonanya hanya bisa mengangguk tanpa berani bertanya "Baiklah nona hamba undur diri, selamat malam" jawab Yue Lan sambil menunduk memberi hormat.
"Hmm" singkat Mei Lin, lalu melanjutkan meditasinya.
Ya Mei Lin sempat mendapat mimpi berjumpa dengan ibu suri dan dalam pertemuannya ibu suri menceritakan siapa dia sebenarnya juga memberikan sebuah kalung dimensi dan memberitahu Mei Lin untuk masuk ke ruang dimensi untuk mandi di air suci agar semua racun yang ada ditubuhnya hilang dan dia dapat berkultivasi agar bisa meningkatkan kultivasinya juga membuka segel ilahi yang akan membuka siapa dia sebenarnya.
Tempat tengah malam kultivasi yang di lakukan Mei Lin telah usai dan dia telah mencapai tingkat imortal.
Ya tingkat imortal, kenapa begitu cepat karena ini berhubungan dengan jati dirinya yang membuat kultivasinya dengan mudah mencapai tingkat imortal.
Pagi menjelang dan tepat hari ini Mei Lin akan keluar dari istana dingin.
Saat ini Mei Lin sedang bersiap "Wah nona anda sangat cantik bahkan mengalahkan kecantikan dewi dan dapat menggemparkan kekaisaran nona" ucap Yue Lan yang terpesona dengan kecantikan nonanya.
"Ya dan mulai hari ini bukan hanya kecantikan ku yang akan menggemparkan kekaisaran ini tapi juga mereka akan melihat Mei Lin yang sesungguhnya" kata Mei Lin diiringi seringaian yang membuat orang bergidik ngeri.
Saat Mei Lin selesai dengan ucapannya, masuklah kasim dan juga pengawal dengan tidak sopannya langsung menendang pintu, tapi mereka terkejut dengan penampakan putri Mei Lin yang sangat berbeda, wajahnya yang sangat cantik dan anggun. Tapi mereka menepis itu dan malah mengejek putri Mei Lin.
"Hei kau putri yang tidak berguna cepat berdiri dan keluar, hukumanmu sudah usai ! " ucap kasim dengan angkuhnya.
"Maaf kasim Hong seharusnya putri Mei Lin dibiarkan disini saja atau biarkan dia di pengasingan seperti pangeran pertama" ucap pengawal 1 mengejek Mei Lin.
"Ya benar kasim Hong untuk apa mereka berada di istana utama, sangat tidak berguna". timpal pengawal 2.
Mei Lin beranjak dari duduknya dan memdekati kasim Hong beserta kedua pengawal yang baru saja menghinanya.
"Hah begitukah cara kalian berbicara kepada putri pertama kekaisaran Ming ? " tanya Mei Lin dengan santai.
"Ya, kenapa apa kau merasa terhina putri tidak berguna ? " jawab kasim Hong.
"Benar kau putri tidak berguna dan lemah apa yang kau bisa, kau hanyalah sampah ? " timpal pengawal.
Mei Lin yang merasa jengah mengeluarkan aura pembunuhnya dan langsung memukul pengawal yang baru saja menghinanya hingga terpental ke dinding dan langsung mengeluarkan darah dari mulutnya seketika itupun pengawal itu mati.
"Jika yang kalian maksud adalah putri Mei Lin yang lemah dan sampah, kalian salah karena yang ada dihadapan kalian saat ini adalah aku Mei Lin yang berbeda yang tidak akan pernah tersentuh oleh siapapun termasuk kalian para tikus kecil" ucap Mei Lin dingin.
Aura yang dikeluarkan Mei Lin sangat kuat dan menekan orang-orang disekitarnya termasuk kasim Hong, satu pengawal dan Yue Lan. Mereka langsung terduduk tak mampu untu berdiri dan memandang Mei Lin.
"A-apa ini kenapa putri Mei Lin berubah, aura yang dikeluarkan putri sangat kuat melebihi kaisar" batin kasim Hong yang sudah terduduk lemas.
"Be-benarkah itu putri Mei Lin, kenapa putri sekarang menjadi memyeramkan bahkan dengan mudahnya putri membunuh pengawal" batin pengawal yang sudah sangat ketakutan melihat temannya mati dengan mudahnya ditangan putri yang mereka anggap lemah.
"No-nona semakin berubah setelah kembalinya nona dari kematian tapi itu membuatku lega karena sekarang nona tidak akan ditindas oleh mereka" batin Yue Lan.
Mei Lin yang mendengar batin merekapun hanya tersenyum sinis "Aku Mei Lin akan menghancurkan siapapun yang menggangguku dan mulai saat ini jika kalian tidak bisa bersikap sopan padaku dan Yue Lan, kalian akan berakhir seperti tikus itu" ucap Mei Lin tegas dan Mei Lin menghilangkan aura pembunuhnya sehingga mereka bertiga bisa bernafas lega.
Dengan rasa takut yang teramat kasim Hong dan pengawal itu bersujud di depan Mei Lin "Mo-mohon ampun putri, maafkan kesalahan hamba, hamba tidak akan berani bersikap tidak sopan lagi kepada yang mulia" ucap kasim Hong.
"Ham-hamba ju-juga mohon ampun putri, ja-jangan bu-bunuh hamba putri" ucap pengawal dengan gemetar.
Mei Lin yang mendengar permohonan maaf dari mereka pun mengampuni mereka.
"Baiklah sekarang berdirilah dan ayo kita segera keluar dari sini" ucap Mei Lin.
"Ba-baik putri silahkan" jawab mereka serempak.
Mei Lin pun melangkah meninggalkan istana dingin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ᭄
jiahh, gitu aja si kasim udh takut /Facepalm/
tadi aja sok sok an meremehkan putri.
2025-01-18
1
Mursidahamien
menarik
2025-01-18
0
Makin menarik 👍👍
2024-07-03
0