Chapter 20 : Three magic masters
Setelah makan, kami bertiga di panggil oleh Master guild, yaitu Nekolly.
Masing-masing dari kami di beri Kartu tanda petualang oleh Nekolly, di sana tertulis nama, dan Rank party, tanpa sepengetahuan ku, ternyata party kami sudah terbentuk, dan party kami bernama "Three magic masters" Yang mana party kami berada di rank tertinggi, mungkin party ini akan selalu di butuhkan oleh kerajaan Veblas, dan kerajaan-kerajaan lainnya, sepertinya aku tidak akan bisa bersantai.
Uang ku tinggal sedikit lagi, untuk sekarang aku harus mengambil misi.
"Guild Master."
"Nekolly saja cukup."
"Baiklah, kalau begitu, Neko."
"Ne-Neko?!." Wajahnya memerah, itu terlihat imut.
"Apa ada Quest yang cocok untuk kami?."
"Tunggu sebentar, emm...." Ia sedang melihat-lihat kertas, dan mencari sesuatu. "Ini dia!."
"Itu?."
"Ini adalah misi mengalahkan naga!." Ucapnya.
"Naga?."
"Ya, Guild di kerajaan lain menyerahkan misi ini kepada kami, karena sudah banyak petualang yang gugur oleh naga itu!, seharusnya, misi ini tidak terlalu sulit untuk kalian."
"Coba kulihat." Aku mengambil kertas quest yang di pegang Nekolly.
Di kertas ini tertulis, "Kalahkan naga legenda yang ada di gunung Hell, Quest Rank SS," itu kan kadal yang menjaga beberapa itemku!, sepertinya, pihak dari kerajaan menginginkan harta karun itu.
"Apa kau bisa mengalahkan naga itu?." Ucap Nekolly dengan nada sedikit khawatir.
"Serahkan padaku. Ayo Felysia, Elvina, kita tunjukkan kemampuan dari tim, Three magic masters."
"Baik!." Ucap bersamaan kedua gadis.
"Sepertinya aku tidak perlu khawatir, aku percayakan misi ini kepada kalian, semoga berhasil." Ucap Nekolly, ia kembali seperti semula.
"Baik."
Kamipun berangkat menuju gunung Hell. Kami sudah meninggalkan kota Trika.
Jika berjalan kaki, kami akan sampai dalam waktu 4 hari.
"Kalian berdua, pegang tanganku."
Felysia sudah memegang tanganku, sementara Elvina...
"U-untuk apa Tuan Ducan?!." Ucap Elvi, jangan salah sangka oi.
"Cepat!."
"Ba-Baik," ia memejamkan matanya, "I-ini terlalu cepat Tuan Ducan."
"Teleportation." Dengan sekejap kami sampai di gunung Hell.
"Ku kira apa." ucap Elvina dengan nada sedikit kecewa.
"Sepertinya kamu salah sangka, Elvina." Ucap Felysia.
"M-Maaf."
"Ikuti aku." Ucapku.
"Baik."
"Oi, kadal, keluarlah!."
..............
"K-Kadal?!, Bukannya naga?." Ucap Elvi.
"Sebenarnya, naga itu adalah penjaga Harta karunnya Lexus."
"A-apa?!, benar-benar Raja Iblis terkuat di dunia, ia bahkan dapat menaklukkan Ras terkuat, satu naga saja setara dengan 1 Raja Iblis beserta pasukannya!."
..............
Terlihat naga berwarna merah dari atas langit, angin tertiup sangat kencang karena kepakan dari sayap naga itu, tidak lama itu terjadi hujan badai.
"Ho..., manusia!, beraninya kau memasuki wilayah agung, akan kuberikan kau hukuman yang setimpal!."
"Oi kadal!, Apa kau tidak mengenali tuanmu sendiri?."
"Y-y-y-yang Mulia Raja Iblis agung!, Maafkan atas ketidak sopanan saya."
"Tidak apa, aku hanya ingin berterimakasih kepada kau karena telah menjaga hartaku selama beratus-ratus tahun."
"Tidak, anda berlebihan Yang Mulia Raja Iblis."
"Antar aku ke tempat harta."
"Baik."
Beberapa saat kemudian, kami sampai di tempat harta karun ku berada.
Kami masuk kedalam pintu gua yang cukup besar.
"Kadal?."
"Yang mulia Raja Iblis!, jangan panggil aku Kadal kadal terus!, aku mempunyai nama lho!, apa anda tidak ingat?."
"Iya iya, aku ingat kok. Ilona?."
"Baik, ada apa, Yang Mulia Raja Iblis?."
"Tubuhmu terlalu besar, berubah lah ke wujud manusia!."
"Sesuai perintah anda."
Gua yang tadinya gelap, kini berubah menjadi terang karena tubuh naganya yang bersinar, tidak lama itu, Ilona berubah menjadi manusia, akan ku lihat statusnya.
Nama: Ilona
Usia: 1107 thn
Tinggi: 148 cm
Ras: Dragon
Job: Large-scale hellfire
Tittle: Hellfire Master
Level: 1609
Luar biasa, ia lebih kuat dari Elvina, walaupun penampilannya seperti loli, tapi umurnya....., kalian bisa lihat di atas.
"Imutnya...." kedua mata Elvina kembali berbinar.
"Ja-Jangan sentuh aku!." Ucap Ilona.
Elvina memeluk Ilona layaknya boneka.
"Yang mulia Raja Iblis, tolong akuuu...!."
.............
"Mereka cepat akrab ya." Ucapku.
Aku memandang wajah Fely.
"I-Iya." Wajahnya memerah tersipu malu, itu terlihat sangat imut.
Gawat, pikiran ku mulai kacau, aku harus pokus.
"Ilona, lanjutkan!." Ucapku.
"Baik, sebelah sini."
Kami sampai di ruang harta, ruangan ini terdapat banyak sekali Souvenir, pedang sihir, tongkat sihir, panah sihir, dan masih banyak lagi.
"Silahkan pilih barang yang kalian suka."
"Be-Benarkah, kalau begitu..." Elvina seperti biasanya, ia selalu bersemangat.
"Yang mulia--," aku memotong perkataannya.
"Jangan panggil aku dengan, Yang Mulia, untuk kedepannya, panggil aku Ducan."
"Baiklah, Tuan Ducan, bolehkah aku mengikuti perjalanan anda?."
"Sepertinya kau sudah bosan berada di sini ya, wajar saja, kau sudah lama berada di sini, ya, ku injinkan kau untuk mengikuti perjalanan ku, bolehkan Felysia?."
"Ya, tidak apa." Ucap Fely, ia sedikit tersenyum.
"Benarkah, terimakasih." Lagi-lagi mataku di manjakan oleh keimutan, tetap tenang!, aku tidak boleh bertingkah bodoh sedikitpun.
"Kalian berdua juga, carilah barang yang kalian suka."
"Baik."
A. Pertemuan yang membahagiakan
Akhirnya aku sampai di desa dimana Sevila berada.
"Partner, non-aktifkan semua sihir."
[Baik, Magic mode is disabled]
Pertama-tama, aku harus bertanya kepada kepala desa.
Terlihat wanita cantik yang sedang duduk di kursi.
Itukan!?, Sevila!.
"Sevila." aku berteriak memanggilnya.
"Alvan!." dia bangkit dan berlari ke arahku, akupun melakukan hal sama.
Kami saling berpelukan, sensasi ini, sensasi yang begitu lembut dan nyaman, baru pertama kali aku merasakannya, kesampingkan dulu soal duniawi.
"Aku sangat senang bisa bertemu denganmu lagi, Alvan." ia berlinang air mata, ini pertama kalinya dalam hidupku, ada seorang wanita yang menangis karena khawatir kepadaku.
"Aku juga senang, Sevila." entah kenapa aku juga ikutan menangis, aku sangat bahagia bisa bertemu dengannya lagi.
"Apa kamu baik-baik saja, Alvan?."
"Ya, aku baik-baik saja."
"Syukurlah. Di mana Clay dan yang lainnya?."
"Sepertinya, masing-masing dari kami terpental ke tempat yang berbeda-beda, tapi aku bisa merasakan aura bahwa clay dan yang lainnya masih hidup."
"Begitu ya, syukurlah, aku senang mendengarnya, kamu pasti lapar kan, mari kita makan."
"Baik."
B. Raja Iblis Destroyer (Pemusnah)
Kastil Raja Iblis, Felix Ghazanvar sang Destroyer.
"Maou-sama (Tuan Raja Iblis), ada rumor mengatakan, bahwa ada 3 master sihir di Kerajaan Veblas, tepatnya di kota Trika." ucap prajurit yang bertekuk lutut.
"Begitu?, 3 serangga itu perlu di musnahkan. Kyler!, musnahkan serangga-serangga mengganggu itu." ucap Felix yang duduk di singga sananya.
"Sesuai perintah anda, Tuan Raja Iblis." ucap Kyler, ia adalah salah satu bawahan Felix yang terkuat.
..............
Setelah menerima tugas dari Tuan Raja Iblis Felix, akupun keluar dari kastil Destroyer, dan menuju ke kerajaan Veblas, tentu saja aku sudah menyamarkan identitas ku, dan merubah wujud ku menjadi ras manusia setengah kucing, terlihat memalukan, tapi biarlah, ini demi menjalankan misi ku.
"Three magic masters kah, musuh kali ini akan sedikit menyusahkan."
Bersambung.......
Note: seperti biasa, author akan menulis/mengetik sesuatu yang seharusnya tidak perlu, author buat novel ini dari jam 20:27 selesai jam 23:32, rilis jam 07:00, cape?, menurut author si engga, apapun kalo udh terbiasa, rasa capek pun akan hilang, jika kalian bekerja, dan kalian menyukai pekerjaan tersebut, otomatis kalian akan senang untuk menjalankan pekerjaan tersebut, nah, jika kalian bekerja dan bosan, cepat bosan istilahnya, itu hanya akan membebani kalian oleh perasaan bosan dengan apa yang ada di dalam sana, balik lagi ke kata "Terbiasa" nah, kalo kalian bosan, biasakan aja dulu, cepat atau lambat, nanti kalian juga terbiasa, sehat selalu ya, makasih udh baca sedikit curhatan dari author, sehat selalu ya;).
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Raza Alfz
Absen dulu 1 hari, jam 7 pagi author up lagi(◠‿◕)
2022-01-30
0
eatsuki~chan
sepi thor
2022-01-30
3