Chapter 14 : Kehampaan
Seperti biasa, makanan di kerajaan ini luar biasa, huh... aku sangat kenyang. Karena bosan, aku mengelilingi seluruh Istana ini, tapi aku tetap merasa bosan, apakah tidak ada yang menarik di kerajaan ini, tidak mungkin kan aku bermain dengan para Elf yang cantik itu, jujur saja aku tidak terlalu suka dengan wanita yang berdada besar, aku akan mengecek map, mungkin saja ada Quest menyelamatkan seseorang, sebelum itu aku perlu menyamarkan identitas ku, mungkin memakai topeng akan lebih misterius.
Akupun mengecek mapku, terdapat notifikasi yang menandakan seseorang yang dalam bahaya. Kemudian aku menekan tempat manusia yang dalam bahaya, otomatis, sebuah video mereka muncul di hadapanku, mereka adalah kelompok The Lightning yang di pimpin oleh Clay Lightning, aku bisa melihatnya dengan jelas.
Clay?!, pria petir itu tidak sadarkan diri, tubuh naga itu terlalu keras, sampai-sampi dapat menghancurkan pedang milik Clay, yang di belakang para monster itu, apakah dia iblis?, sepertinya naga itu sedang mengumpulkan energi sihir yang sangat besar dari mulutnya, Clay beserta partynya dalam bahaya, apa perlu ku bantu mereka?, tentu saja, aku akan mencoba beberapa jurus dan pedang ku.
Sebelum berangkat, aku memberi tahu kepada Felysia bahwa aku mempunyai urusan penting, setelah itu, akupun langsung menuju ke tempat Clay, menggunakan Teleportasi, aku sampai dengan hitungan milidetik. Tentunya aku sudah menyamarkan identitas ku, aku memakai sebuah topeng, dengan jubah, rambut yang berwarna biru gelap, benar-benar sempurna. Dengan wujud seperti ini, aku mengubah namaku menjadi "Ducan" yang artinya (Prajurit yang tangguh).
Aku muncul tepat di tengah-tengah pertempuran, tapi.
A. Sebuah cahaya menyinari kegelapan.
Monster yang pertama kami lawan adalah naga hitam, ia adalah naga terkuat yang belum pernah aku lihat sebelumnya.
"Kania!."
"Baik, Clay, Quick arrow." sebuah anak panah, melesat ke arah naga itu, itu serangan yang cukup kuat.
*Tiingg...
"Yang benar saja!."
Tapi sayang, anak panah itu memantul dan tidak menggores sedikitpun luka, kulit naga itu seperti di lapisi oleh baja yang berlapis-lapis.
"Kania cukup, kau istirahat sebentar!."
"Baik, Clay."
"Sekarang giliranku, Carlos bantu aku."
"Baiklah, sahabatku."
Aku dan Carlos berlari dan mendekati naga itu.
"Lightning sword." Aku menghunuskan pedangku, kemudian mengayunkannya ke titik vital naga itu.
"Tang.....
*Crack!....
"A-Apa, pedangku retak!, haha, ini pasti mimpi kan?, ini mimpi kan?." Clay terlihat berputusasa.
"Clay, sadarkan dirimu!." ucap Friska
"Clay!, Clay!." ucap Kania.
Terlihat aura hitam berkumpul di mulut naga itu, sepertinya naga itu akan mengeluarkan serangan pertamanya.
"Sahabatku!, tenangkan dirimu!, gawat kalau terus begini dia akan terkena serangan naga itu."
Naga itu menembakan serangan hitam ke arah Clay berada, itu terlihat seperti laser. Dengan cepat, Carlos melindunginya dengan Perisainya.
*Duaaarrr....
Terjadi ledakan yang cukup besar, laser hitam itu mampu menghancurkan perisai Carlos, Carlos yang berada tepat di depan Clay pun, ia terlihat tidak sadarkan diri.
"Clay.....! Carlos.....!."
Setelah terkena ledakan, kedua gadis pun segera menghampiri Clay dan Carlos. Kedua gadis itu terluka cukup parah.
Clay yang di lindungi sahabatnya, ia terlihat baik-baik saja, tapi, ia mulai terlihat gila.
"Friska, sihir penyembuh mu." ucap Kania.
"B-Baik, Heal." Energi sihir milik Carlos hampir tidak tersisa, kedua tangannya patah, kaki kanannya patah, tulang rusuknya patah, apakah aku bisa menyembuhkannya, untuk sekarang aku harus berusaha!.
"Ha ha ha, sungguh drama yang benar-benar luar biasa, berputusasalah, Manusia, Naga payah, cepat bunuh mereka."
Naga itu mengangguk sebagai jawaban.
"Oh... tuhan, tolong selamatkanlah kami, aku memohon kepadamu." ucap Friska dengan berlinang air mata.
Naga itu kembali mengeluarkan serangan hitamnya.
Tiba-tiba, sebuah cahaya muncul menerangi kegelapan, terlihat sosok yang sangat gagah berani, ia memakai sebuah topeng, pahlawan kah?.
Serangan hitam itu kembali di tembakan, tapi.
"Slash the void." serangan naga itu di belah oleh pedang milik pahlawan itu, karena aku tidak tahu namanya, jadi untuk sekarang, aku memanggilnya dengan pahlawan.
Tebasan pedang itu membelah Aura hitam, aura hitam itu seperti di hapus oleh pedang milik pahlawan.
"Manusia?."
"Yo, Iblis sialan, perkenalkan namaku, hmm... kurasa tidak perlu."
Sayang sekali, padahal aku hampir saja mengetahui namanya.
"Dia terlihat kuat." ucap Kania.
"Kau benar." untuk sekarang aku harus pokus menyembuhkan luka Carlos. Semoga pahlawan bisa mengalahkan Iblis itu.
"Manusia rendahan!. Naga payah, cepat bunuh manusia rendahan itu."
...........
Aku memilih pedang yang tepat, pedang ini bernama "Void Sword" (Pedang kehampaan) yang mampu meniadakan segalanya.
"Kau terlalu lama Kadal!, Slash of the Emptiness." Aku menebas Kadal itu menjadi dua bagian, perlahan kadal itu lenyap.
"A-apa, naga yang tidak berguna!."
..........
"Ia mengalahkan naga itu dengan mudah, siapa dia sebenarnya?." Ucap Kania.
"Aku tidak tahu, baru pertamakali aku melihatnya, untuk sekarang aku menyebut nya dengan pahlawan."
"Apakah kau tertarik dengannya?."
"Ya, aku tertarik padanya."
"Begitu ya."
..........
"19 Monster bodoh, serang Manusia rendahan itu."
Iblis itu memerintah seluruh monster panggilannya untuk menyerangku.
"Void space." Aku menggunakan skill Void space, yang mana skill itu dapat menyerap semua monster itu menuju ruang kehampaan, di ruangan itu tidak terdapat apa-apa selain kekosongan.
"Tidak mungkin!, MANUSIA RENDAHAN!."
"Apakah aku membuat mu marah?, hmm, apakah kau tahu siapa Lexus Lexander?."
setelah menyebutkan nama Lexus, Iblis itu terlihat semakin marah.
"MANUSIA RENDAHAN, JANGAN KAU SEBUTKAN NAMA ITU LAGI!, ATAU KAU AKAN MATI!."
Hmm..., sepertinya ia memiliki dendam yang sangat besar kepada Lexus, siapa dia?, aku tidak mengenalinya, jujur saja, aku sudah bertemu ratusan bahkan ribuan Raja Iblis di dunia ini, wajar saja, jika aku tidak mengingat satu persatu raja iblis yang pernah aku kalahkan, bahkan ku permalukan, ada juga yang ku buat bereinkarnasi menjadi manusia, seperti Rivalku.
"Memangnya siapa dia?, kenapa kau sampai membenci nya?."
"Dia adalah Raja Iblis terkejam, ia tidak pantas hidup di dunia ini, ia telah membunuh anak dan istriku, bahkan dia menghancurkan seluruh kota yang ada di Kerajaan ku, aku tidak bisa memaafkannya!."
"Heh.... begitu ya." Iblis ini kuat, tapi tidak sekuat Rivalku. "Apa kau tahu di mana ia berada."
..........
"Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu."
"kau benar, aku jadi penasaran."
..........
"Aku tidak tahu pasti."
"Sleep."
"Apa kau kira dengan sihir seperti itu dapat mengalahkan ku?"
"Tidak untuk kau tapi untuk mereka."
.........
"Friska, entah kenapa aku merasa ngantuk."
"Aku juga sama."
Clay beserta partynya tertidur karena sihir milikku.
.........
"Apa yang ka-, LEXUS!."
"Ya, aku lah Lexus Lexander."
Iblis itu dengan cepat menyerangku dengan membabi buta, tapi serangannya tidak menganaiku sedikit pun.
"Sudah Selesai?."
*Bam....!
*Akh.....
Aku memukul iblis itu yang mana membuat iblis itu terhempas cukup jauh dan menghantam tembok besar.
Dengan cepat aku menuju ke arahnya.
"Kau tidak akan bisa mengalahkan ku!."
Iblis itu perlahan bangkit kembali.
"Ma-u ba-gai man-apun, a-ku harus membalaskan dendam anak, istri, dan para rakyat ku!."
"Kau yang sekarang tidak akan bisa mengalahkanku!."
"Apa kau masih melanjutkan pembantaian para Raja Iblis, Lexus?."
"Tidak, ak-." Ia memotong perkataan ku.
"Begitu ya, itu sudah cukup bagiku, cepat bunuh aku, aku ingin segera bertemu anak dan istriku."
"Apa kau yakin?."
"Ya, dengan tidak adanya Raja Iblis Calista Lovata, sekarang kau menjadi Raja Iblis terkuat di dunia ini."
"Dari mana kau tahu--." ia kembali memotong perkataan ku.
"Cepat bunuh aku."
"Baiklah jika itu mau mu."
Akupun membunuh Iblis tanpa nama ini, tentunya aku membunuhnya tidak dengan cara yang biasa, melainkan aku membunuhnya dengan membebaskannya dari Ras Iblis, ya... aku tidak bisa menjelaskan semuanya, jadi begitulah.
Setelah itu, aku berubah ke wujud pahlawan, dan membangunkan ke 4 manusia ini.
"A-Aku di mana?, namaku adalah Clay, Clay Lightning, aku tidak mengingat apa-apa, terakhir yang kuingat adalah, pedang ku hancur lagi, setelah itu, aku tidak mengingat apa-apa. Friska, Kaina, Carlos!, bangunlah!."
"Clay, kau sudah sadar?." ucap Friska.
"Clay, syukurlah kau baik-baik saja." ucap Kania
"Sahabatku, aku senang kau baik-baik saja."
"Ya, nampaknya, aku terkena sihir tertentu yang menyebabkan kesadaran ku hilang."
"Dimana pahlawan itu?." ucap Friska.
"Pahlawan?."
"Ya, dialah yang menyelamatkan kita." ucap Kania."
"Begitu ya." ucap Carlos.
"Aku tidak melihatnya." terlihat dua pedang yang sangat indah yang berada tepat di belakangku. "Pedang?."
"Pedang itu, apakah pahlawan yang meninggal kannya?." ucap Friska.
"Sepertinya begitu." aku mencoba memegangnya, ini pedang yang benar-benar indah, dan berwarna biru.
"Hmm, pedang itu." ucap Carlos.
"Ya, pedang ini adalah Double Sword bernama Blue Sky (Biru langit), kabarnya, pedang ini telah hilang 500 tahun yang lalu, siapa pria yang menolong kita itu sebenarnya?."
Bersambung.....
Note: Pengen aja ngelanjutin ceritanya, so, Author buatlah Novel ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Mbah Gatot
jangan patah semangat brader tetap semangat 🔥😁
2022-03-07
1