Chapter 09 : Cahaya

Chapter 09 : Cahaya

Namaku Alvan Kennedy, pasti kalian semua sudah tahu siapa aku, apa benar begitu?, kurasa tidak, aku tidak sepopuler itu. Hari ini aku sedang membuat potion, aku belajar membuat potion dari Sevila, ini adalah potion penyembuh, dan ini potion penambah mana atau biasa di sebut dengan energi sihir, jika energi sihir habis, itu sama dengan sekarat, jadi aku membuatnya untuk berjaga-jaga jika energi sihirku habis. Sevila tidak bersama ku sekarang, ia sedang ke pasar untuk membeli bahan makanan.

*Kreeek....

Suara pintu terbuka, sepertinya Sevila sudah pulang.

"Aku pulang."

Aku menghampirinya. "Selamat datang kembali."

"Apa kamu sudah menyelesaikannya, Alvan?."

"Ya, aku sudah membuat potion penyembuh dan penambah energi sihir."

"Wah, kamu hebat, dalam waktu singkat kamu bisa membuat 2 potion sekaligus, bahkan potion ini di tingkat menengah, aku saja membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membuat potion menengah."

"Ya... mungkin itu salah satu kelebihan aku, hehe." aku tertawa kecil, tidak mungkin kan aku bilang jika itu adalah berkat dari gelar pahlawan.

"Aku mendengar rumor dari salah satu pedagang di pasar tadi."

"Rumor?, rumor apa?."

"Katanya, terjadi bencana alam di hutan selatan, badai yang sangat kuat, petir-petir menyambar, gunung menghilang seakan gunung itu seperti tertiup oleh angin, terjadi ledakan di sekitar hutan, danau yang ada di sana kering, dan juga katanya ada ledakan yang sangatlah dahsyat di atas langit."

Gunung menghilang?, makhluk apa yang dapat menghilangkan gunung sekalipun, haha, aku tidak bisa membayangkannya, ulah Raja Iblis kah?.

"Aku rasa kejadian itu bukan karena bencana alam."

"Maksudmu, itu adalah ulah monster?." ia memiringkan kepalanya.

"Kurasa begitu." Kejadian itu terjadi setelah Raja Iblis menghilang dari kota ini, apakah ada hubungannya dengan mereka berdua?.

A. Tenggelam

"Ho... bahkan kau dapat menghancurkan 10 meteor sekaligus."

"Apa!, itu hanyalah serangga bagiku. Sekarang giliranku, bersiaplah, Raja Iblis malam abadi!." Tombaknya yang berubah menjadi 20 bagian, kini bersatu dan kembali ke tangan Calista.

"Spear of destruction, invisible spear." tombaknya menghilang?.

*Sis

Ia melemparkan sesuatu dari tangannya, yang mana itu adalah tombak yang di pegangnya.

Tidak mungkin tombak itu akan muncul dari depan, gunakan otakmu, Akita, ya namaku adalah Enoa Akita, pemain nomer satu di game Infinite world, yang di juluki sebagai Raja Iblis.

Dari bawah?, depan?, kiri?, kanan?, atau belakang?, kurasa tidak kelimanya, dari ataskah?.

*Whoosh

Terdengar suara tombak yang melesat ke arahku, "Atas!."

*Desing

Aku menahan tombak itu dengan pedangku, tombak ini masih tidak bisa di hentikan!, jika begini terus aku dalam bahaya.

"Slow motion." aku menggunakan skill slow motion, yang mana mampu memperlambat apapun. Tombak Calista berhasil aku hentikan, lalu tombaknya kembali lagi ke tangannya.

"Aku terkejut, kau bisa menghentikan tombak takterlihat ku, serangan itu dapat membunuh dewa dan malaikat sekalipun, tapi serangan itu tidak ada apa-apanya di hadapanmu."

Hampir saja!, di pertarungan sebelumnya dia tidak sekuat ini, statusnya juga naik drastis, aku harus berhati-hati.

"Aku akan meng-akhiri pertarungan ini. Pedang Iblis, Shamshir, Demon King Slaughter Slash!."

"Kalau begitu, aku juga tidak akan kalah, Spear of destruction, destroyer of the world."

Kami menggunakan skill/jurus terkuat masing-masing.

Aku mengayunkan pedangku, yang mana menciptakan bilah-bilah angin berwarna hitam berbentuk X, itu cukup untuk membunuh Calista.

Kalista melemparkan tombaknya ke arahku, itu berbeda dari sebelumnya, dengan cepatnya tombak itu menuju ke arahku, aku tidak sempat untuk menggunakan skill maupun menghindar.

Aku memejamkan mataku, Apakah aku akan mati?, sesingkat inikah hidupku di dunia lain, Felysia maafkan aku, aku tidak bisa membahagiakanmu.

*Jleb

Suara tertusuk benda.

"A-Apa, Felysia?, kenapa kau ada di sini?!."

"Tu-Tuan Lex, akhirnya saya bisa menyelamatkan anda." Terlihat tombak yang menusuk perutnya, ia berbicara dengan nada lemas.

"Kenapa!, kenapa kau menyelamatkan ku!." aku berlinang air mata sambil berteriak.

"Tuan Lex, jangan menangis." ia memegang wajahku kemudian mengusap air mataku. "Tersenyumlah, saya ingin sekali melihat anda tersenyum."

Aku tersenyum walaupun ini sangat sulit bagiku. Oh... Felysia, kau sudah menemaniku kemanapun aku pergi, aku tidak tahu harus berbuat apa jika kau menghilang dari dunia ini.

"Terimakasih, anda terlihat manis saat tersenyum, dan terimakasih sudah menciptakan saya." jangan bilang begitu Felysia, seakan kau akan pergi dari dunia ini. "Tuan Lex, saya sangat bahagia sekali." ia tersenyum dan mulai kehilangan kesadaran nya.

Tubuh Felysia perlahan mulai hancur.

"Felysia!, Felysia, FELYSIA!!, Tidak!."

Tubuh Felysia pun hancur taktersisa.

"TIDAK!..."

Aku melepaskan seluruh energi sihir ku.

Terlihat Calista dari kejauhan yang masih bertahan setelah terkena serangan pedangku.

"CALISTA." aku tenggelam di dalam kegelapan, sekarang aku benar-benar marah, aku tidak bisa mengendalikan kekuatanku.

"A-Apa, kau!." dia benar-benar monster, energi sihir yang sangat mengerikan, setelah mengeluarkan banyak sihir dia masih mempunyai sihir sebanyak ini, aku harus mundur.

"Apa kau kira, kau bisa kabur dariku?."

(Skill: Intimidasi tingkat tertinggi on)

Calista berlinang air mata setelah melihat sosokku yang menyeramkan, ia terlihat sangat ketakutan dan tidak bisa berbuat apa-apa.

"A-Am--p-u--ni a-k--u."

"Hah?, kau bilang apa?, akan ku kirim kau ke jurang neraka terdalam!, Steal." aku menggunakan skill mencuri, yang mana membuat tombak yang di pegangnya, sekarang berada di tanganku.

"Ash." lalu aku menggunakan skill "Ash" yang mana membuat tombak ini hancur tanpa sisa. Kemudian aku muncul tepat di depan Calista, dia tidak bisa bergerak sedikit pun.

Terlihat 2 bawahannya yang berusaha menyelamatkan Calista.

"Shamshir, automatic execution." pedangku terbang dengan sendirinya dan otomatis mengeksekusi kedua bawahan Calista.

"Sadarilah posisimu, dasar bodoh."

"M-a-a-f--ka-n a-k-u."

"Kau tidak akan ku maafkan. Kau akan ku bunuh dan akan ku reinkarnasikan menjadi manusia, kau beruntung tidak kujadian menjadi serangga. Hiduplah dengan tubuh yang lemah, tanpa kekuatan sihir dan menderitalah." Aku mengayunkan pedangku dan memenggal kepalanya. "Reincarnation into a human." lalu aku menggunakan skill Reinkarnasi untuk menjadikannya manusia biasa yang lemah, dan tanpa kekuatan sihir.

(Skill: Intimidasi tingkat tertinggi of)

Dengan ini, dia tidak akan pernah menggangguku lagi, itu lebih baik di banding dengan neraka.

"Felysia Inez Giaina, terimakasih karena sudah menyelamatkan diriku, aku akan menghidupkan mu kembali, tapi, Level dan status mu akan turun drastis." Sihir pembangkit membutuhkan energi sihir yang cukup besar, aku sudah menggunakan sebagian energi sihir ku untuk me-reinkarnasi kan Calista, yang tersisa hanya setengahnya, kuharap cukup untuk membangkitkan Felysia.

"Baylor."

"Baik, Yang Mulia Raja Iblis."

"Aku akan menggunakan sihir pembangkit tingkat tertinggi untuk menghidupkan Felysia kembali, jika aku kenapa-napa, aku meminta tolong kepadamu, untuk membawaku ke ruangan Hartaku."

Note : Maaf sebelumnya, ruangan Pribadi, Author ganti menjadi ruangan Harta.

"Sesuai perintah anda, Yang mulia Raja Iblis."

"Infinity Healing, very high." Muncul sebuah cahaya berwarna putih di hadapanku yang membentuk manusia, cahaya kuning keemasan menerangi langit, kastel malam abadiku di terangi oleh cahaya kuning keemasan, Ini sihir yang Felysia gunakan sebelumnya, tapi ini lebih tinggi.

Kesadaranku mulai hilang setelah menggunakan sihir itu, aku yang terbang di atas langit kini perlahan mulai terjatuh.

Ketika aku terjatuh, terlihat seseorang yang menangkapku, Baylor kah?, tidak, ini bukan Baylor. Kehangatan ini, Felysia, ya, pasti dia, syukurlah, aku berhasil membangkitkannya kembali.

"Tuan Lex, beristirahatlah." terdengar suara lembut yang menerangi hatiku, aku tersenyum bahagia dan tertidur karena energi sihirku terkuras habis.

Bersambung....

Note : Maaf jika ada kosakata yang kurang baik. Terimakasih sudah membaca sampai akhir, author usahakan agar author selalu UP setiap hari.

Terpopuler

Comments

Fahud_098

Fahud_098

lanjut thorrr

2022-02-14

1

Nif-Kun

Nif-Kun

hah.... bikin yesek alur cerita yg ini

2022-02-09

3

Iblis Lucifer

Iblis Lucifer

level tinggi tapi noob...
alur nya bikin pusing ,,,.
jangan dilanjut LG Thor

2022-02-08

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01 : Masuk ke dalam Game
2 Chapter 02 : Pahlawan dari dunia lain
3 Chapter 03 : Menenggelamkan
4 Chapter 04 : Dunia paralel
5 Chapter 05 : Kebangkitan Kehancuran
6 Chapter 06 : Persiapan berperang
7 Chapter 07 : Peperangan dimulai
8 Chapter 08 : Rival sejati
9 Chapter 09 : Cahaya
10 Chapter 10 : Kebangkitan Pahlawan
11 Chapter 11 : Happy
12 Chapter 12 : Kerajaan Elf
13 Chapter 13 : Iblis yang tidak di ketahui
14 Chapter 14 : Kehampaan
15 Chapter 15 : Misteri
16 Chapter 16 : Tidak pantas
17 Chapter 17 : Kadal penjaga harta karun
18 Chapter 18 : Sesuatu yang lembut
19 Chapter 19 : Awal mula
20 Chapter 20 : Three magic masters
21 Chapter 21 : Iblis yang melewati iblis
22 Chapter 22 : Tiga Master sihir beraksi
23 Chapter 23 : Destroyer
24 Chapter 24 : Basah kuyup
25 Chapter 25 : Nona Api
26 Chapter 26 : Pertarungan adik dan kakak
27 Chapter 27 : Pertarungan masih berlanjut
28 Chapter 28 : 5 Raja Iblis
29 Chapter 29 : Sihir kata mutlak
30 Chapter 30 : Sangat menarik
31 Chapter 31 : Sabit Iblis
32 Chapter 32 : Kehebatan Pahlawan
33 Chapter 33 : Kehebatan Pahlawan part 2
34 Chapter 34 : Ritual pemanggilan
35 Chapter 35 : Anti Eternal Night
36 Chapter 36 : Cahaya Suci
37 Chapter 37 : Assassin's Eternal Night
38 Chapter 38 : Petualangan dimulai!
39 Chapter 39 : Tempat suci
40 Chapter 40 : Dunia peri
41 Pengumuman
Episodes

Updated 41 Episodes

1
Chapter 01 : Masuk ke dalam Game
2
Chapter 02 : Pahlawan dari dunia lain
3
Chapter 03 : Menenggelamkan
4
Chapter 04 : Dunia paralel
5
Chapter 05 : Kebangkitan Kehancuran
6
Chapter 06 : Persiapan berperang
7
Chapter 07 : Peperangan dimulai
8
Chapter 08 : Rival sejati
9
Chapter 09 : Cahaya
10
Chapter 10 : Kebangkitan Pahlawan
11
Chapter 11 : Happy
12
Chapter 12 : Kerajaan Elf
13
Chapter 13 : Iblis yang tidak di ketahui
14
Chapter 14 : Kehampaan
15
Chapter 15 : Misteri
16
Chapter 16 : Tidak pantas
17
Chapter 17 : Kadal penjaga harta karun
18
Chapter 18 : Sesuatu yang lembut
19
Chapter 19 : Awal mula
20
Chapter 20 : Three magic masters
21
Chapter 21 : Iblis yang melewati iblis
22
Chapter 22 : Tiga Master sihir beraksi
23
Chapter 23 : Destroyer
24
Chapter 24 : Basah kuyup
25
Chapter 25 : Nona Api
26
Chapter 26 : Pertarungan adik dan kakak
27
Chapter 27 : Pertarungan masih berlanjut
28
Chapter 28 : 5 Raja Iblis
29
Chapter 29 : Sihir kata mutlak
30
Chapter 30 : Sangat menarik
31
Chapter 31 : Sabit Iblis
32
Chapter 32 : Kehebatan Pahlawan
33
Chapter 33 : Kehebatan Pahlawan part 2
34
Chapter 34 : Ritual pemanggilan
35
Chapter 35 : Anti Eternal Night
36
Chapter 36 : Cahaya Suci
37
Chapter 37 : Assassin's Eternal Night
38
Chapter 38 : Petualangan dimulai!
39
Chapter 39 : Tempat suci
40
Chapter 40 : Dunia peri
41
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!