Chapter 12 : Kerajaan Elf
Aku dan Felysia kembali meninggalkan Kastel malam abadi, ini akan menjadi perjalanan yang panjang, kami pun tiba di Kota Delha dan mengunjungi Guild.
"Trenty, maaf aku tidak bisa membantu kalian dalam menyelidiki kasus hutan selatan."
"...." setelah mendengar perkataanku, semua orang yang ada di sini seketika terdiam, mungkin mereka semua masih syok, dan mencoba untuk melupakan tentang itu.
"Ah... tidak apa. Setelah mendengar bahwa di sana tempat Raja Iblis, aku tidak bisa berbuat apa-apa."
"Raja Iblis?."
"Ya, para petualang lah saksinya."
"Aku tidak ingin berurusan dengan makhluk tersebut."
"Begitu, ya. Oh, ya, ini kartu petualang mu." Trenty melihat sekilas kartu petualang ku. "L-Lexus Lexander!?, kau!."
Semua orang terkejut dengan itu.
"I-Itu nama pemberian dari kedua orang tua ku, jika kalian berpikir aku Raja Iblis, lantas untuk apa aku membantu kalian?." kalian terlalu lama menyadarinya, aku sampai lupa untuk memakai nama samaran, di kerajaan selanjutnya, aku akan menggunakan nama samaran.
Note : Author memang benar-benar lupa, maaf atas kecerobohannya, haduh, sekali lagi, maaf.
"Begitu, ya. Jika kau memang benar Raja Iblis, aku sudah tidak tahu harus berbuat apa, huh." Trenty menghela nafas lega, lalu ia memberikan ku Kartu tanda petualang tersebut.
"Haha, tidak mungkin Raja Iblis menyamar menjadi manusia, 'kan, Felysia."
"Be-Benar sekali, itu seperti orang bodoh saja, yang menginjak-injak harga dirinya." Oi, Felysia, kau berlebihan.
Semua orang tertawa karena itu.
"Trenty."
"Ya, ada apa?, kau ingin mengambil quest?."
"Tidak, aku ingin meninggalkan kota ini."
"Meninggalkan kota ini?."
"Ya, aku hanya ingin berpetualang, aku ingin mengikuti jejak ayahku."
"Begitu ya, baiklah, kau ku ijinkan untuk meninggalkan Guild ini."
"Ya, jika ada masalah, aku akan segera membantumu, Trenty."
Kami berdua pun pergi dari kota ini, dan menuju ke kerajaan selanjutnya.
A. Kenyamanan
Demi menyempurnakan mode pahlawan, aku berlatih pedang dan sihir, selama sehari penuh, untuk sementara aku tidak mengambil quest, karena uang ku masih cukup untuk satu minggu, aku berlatih di bukit kota Delha, tempat yang cocok sekali untuk melatih kekuatan fisik.
Terlihat Sevila dari kejauhan, ia sepertinya baru pulang dari pasar.
"Alvan, hari ini kamu berlatih cukup keras, istirahat lah, aku membawakan mu minum dan makanan."
"Baiklah." aku duduk, Sevila pun duduk di samping ku, kami berdua memandangi kota yang terlihat sangat indah dari atas bukit ini, aingin berhembus, Sevila yang memakai rok mini, roknya tertiup oleh angin.
"Alvan, kamu melihatnya ya?." ucapnya dengan muka memerah.
"Ti-Tidak, aku tidak melihatnya." itu terlihat sangat jelas, astaga, pikiranku melayang di udara.
"Benarkah?."
"A-Aku melihatnya, sedikit."
"Sudah kuduga, apa kamu mau melihatnya lagi?."
"A-Apa!?."
"Bercanda, bercanda. Ini, air, minumlah."
"Ba-Baik." Glug, glug, glug. "Ahk... minum ketika sedang lelah memang terbaik."
"Alvan, kemarilah."
"Untuk apa?."
"Sudahlah, lakukan saja."
"Ba-Baik."
Aku berbaring di pangkuan Sevila, jadi ini rasanya, kenyaman ini, seketika membuatku ingin seperti ini selamanya.
"Jangan memaksakan dirimu, Alvan."
"Iya, aku memgert-." aku tertidur karena kenyamanan itu.
"Dia sudah seperti anak kecil saja, imutnya."
B. Kerajaan Frejsom
Aku sampai di kekerajaan Frejsom, Kerajaan para Elf, ini adala kerajaan yang pernah aku selamatkan dulu.
Aku sampai tepat di gerbang Istana kerajaan Frejsom.
"Siapa kau?!."
"Siapa aku?." (Skill: Intimidasi tingkat rendah on.)
"Energi sihir ini!."
"Ayahanda, beliau!."
"Benar, beliau adalah Raja Iblis malam abadi!, Lexus Lexander!. Roga."
"Baik, Paduka Raja."
"Suruh masuk dua orang yang ada di depan gerbang."
"Baik, paduka Raja."
"Tuan dan nona, silahkan masuk." ucap seseorang yang muncul begitu saja.
"Ya, Baiklah."
"Tuan Roga, siapa mereka berdua?."
"Mereka adalah.... nanti kau juga akan tahu."
Elf yang muncul begitu saja, menuntun kami ke istana.
Woah, pelayan dari kerajaan ini tidak kalah dengan Kastel ku, nona Elf terlihat menggoda sekali, aku yang memasang wajah mesum, Felysia pun menegur.
"Lexus!."
"Maafkan aku." Iblis yang kejam pun tunduk kepada kekasihnya.
Kami tiba di ruang Tahta, yang duduk di singga sana adalah Raja yang memimpin seluruh Elf, Raja yang di pilih oleh ku sendiri.
"Tuan Raja Iblis, Lexus Lexander, selamat datang kembali." Raja itu berlutut kepadaku, seluruh elf yang ada di sinipun sama.
"Ya, angkat kepala kalian." aku melihat gadis yang berada di samping Raja. "Elvina Elfvaretta rupanya, kau sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, dulu kau terlihat masih kecil."
"Saya merasa terhormat, Tuan Raja Iblis."
"Javas, Elvina, berdirilah."
"Baik, Tuan Raja Iblis."
"Perkenalkan, dia adalah Felysia, kekasihku, aku belum sempat memperkenalkannya kepada kalian."
Felysia menundukan kepalanya sesaat.
"Sosok yang begitu suci, aku bisa merasakan energi suci dari dirinya" ucap Raja. "Jangan-jangan dia adalah Dewi?."
"Felysia adalah sosok setengah Dewi dan setengah Iblis. Elvina, bawa Felysia mengelilingi Kerajaan."
"Sesuai perintah anda, Tuan Raja Iblis."
"Felysia, sebelumnya kau tidak mempunyai teman perempuan kan?, kuharap kau bisa akrab dengannya."
"Baiklah, Lex, aku pergi dulu."
"Saya pamit, Tuan Raja iblis."
"Ya."
"Kau terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu, Javas, ada apa?."
"Maafkan saya, Tuan Raja Iblis, sebenarnya."
Raja itu menceritakan tentang masalah yang ada di kekerajaan ini. Kekerajaan ini akan di ambil alih oleh Raja Iblis, Raja Iblis mana yang berani mengancam bawahanku?!.
"Begitu, ya, tenang saja, selama masih ada aku di sini, kerajaan ini akan tetap aman."
"Tuan Raja Iblis, ini kedua kalinya anda membantu kerajaan ini, mari kita makan, kami akan menyiapkan makanan terbaik untuk anda."
"Sudah lama aku tidak mencobanya."
C. Dungeon tingkat A
Namaku Clay Lighting, aku seorang petualang Rank S, dengan Job Dual Swordman, bersama dengan para rekanku aku memasuki Dungeon tingkat A, ini adalah misi yang di berikan langsung oleh Guild Master.
Kami memasuki Dungeon yang cukup gelap.
"Friska, gunakan sihir cahayamu."
"Baik." ia adalah Friska dengan Job Witch.
Nama : Friska Inshira
Umur : 19
Ras : Human
Job : Wich
Tittle : -
Level : 80
Dungeon yang gelap ini pun di terangi oleh sihir Friska.
Terlihar 3 ekor Goblin dari kejauhan.
"Kania!."
"Baik, Arrow." dia adalah Kania, Job Archer.
Nama : Kania
Umur : 20
Ras : Human
Job : Archer
Tittle : Sharp archer
Level : 93
Kania memanah 1 persatu goblin yang ada di depan.
"Ayo kita lanjutkan."
"Baik."
Terlihat sekumpulan goblin, terdapat sekitar 11 ekor goblin termasuk Goblin King.
Aku akan membunuh Goblin King, kalian urus sisanya.
"Baik."
Aku melesat ke arah Goblin King, ia memegang kampak yang cukup besar, tapi tidak sebesar kampak yang di pegang oleh Iblis yang pernah aku lawan.
"Lightning strike." aku menghilang dari pandangan goblin itu yang terlihat hanyalah percikan-percikan petir kecil, lalu aku muncul di belakangnya.
*Jleb
Aku menusuk leher Goblin King tersebut, kemudian goblin itu tumbang, rekan-rekanku juga sudah membereskan semua goblin-goblin kecil.
"Kerja bagus, ayo kita lanjut, Dungeon ini masih panjang."
"Baik."
Bersambung .....
Note : Target 20.000 kata, terus ajukan kontrak, semoga aja di terima. Maaf jika ada kosakata yang kurang baik, terimakasih sudah membaca sampai akhir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
night🗿☕
🗿👍👍👍👍👍
2022-03-22
1
Chen Beixuan
nice
2021-10-23
1
Franssisskus Supry
next
2021-10-23
1