Bertemu Kembali Dengan Mantan Calon Tunangan

" Kamu ke sana sama siapa?" tanya mommynya Paulinus

" Paulina mommy." Jawab Paulinus

" Hahh... kenapa bisa? sekarang di mana dia mommy ingin bicara dengannya." Ucap mommynya Paulinus.

" Ceritanya panjang mom yang pasti cucu pertama mommy dan daddy yang bernama Paulus tertembak dan kini berada di rumah sakit." ucap Paulinus

" Lalu kenapa kalian pergi ke butik bukannya pergi ke rumah sakit?" tanya mommynya Paulinus.

" Kami pergi ke butik untuk membeli pakaian ganti, sebentar lagi kami sampai di butik mom setelah ini kami akan pergi ke rumah sakit." Ucap Paulinus menjelaskan mommynya.

" Ok nanti mommy akan menyusul." ucap mommynya Paulinus.

" Ok mom, bye." ucap Paulinus

tut tut tut tut tut

Sambungan komunikasi pun terputus dan Paulina menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jas Paulinus.

" Terima kasih sayang." ucap Paulinus

" Sayang." ucap Paulina mengulangi perkataan Paulinus

" Iya mulai sekarang dan seterusnya aku akan memanggilmu dengan sebutan sayang. Aku akan memperbaiki kesalahan yang dulu pernah kuperbuat padamu." ucap Paulinus

" Itu bukan kesalahan kak Paul tapi kesalahan ibu tiriku dan juga adik tiriku." Ucap Paulina

" Terima kasih sayang tapi walau bagaimanapun aku akan bertanggung jawab untuk menikah denganmu." ucap Paulinus

" Aku mohon beri aku waktu untuk memikirkannya." mohon Paulina

" Baik aku akan memberimu waktu tapi bolehkah jika aku mengajak anak - anak kita jalan - jalan?" tanya Paulinus penuh harap.

" Tentu saja tapi dengan satu syarat." ucap Paulina

" Apa itu? meminta apartemen atau mobil atau barang branded?" tanya Paulinus

" Aish... memangnya aku cewe matre." ucap Paulina sambil bibir bawahnya dimajukan.

cup

" Kamu menggodamu ya?" goda Paulinus sambil menghentikan mobilnya karena sudah sampai di butik kemudian mengecup bibir Paulina yang sudah menjadi candunya.

" Menggodamu?" tanya ulang Paulina

ctak

" Aduh." ucap Paulina sambil mengusap keningnya akibat di sentil oleh Paulinus

" Maaf sayang, habis sayangku sering mengulangi perkataan ku." ucap Paulinus sambil mengusap perlahan kening Paulina sambil meniupnya.

Paulina memejamkan matanya untuk merasakan hembusan mint dari mulut Paulinus yang menyegarkan.

cup

" Ayo kita turun, kelamaan di sini bikin aku ingin menerkammu dan mengulangi waktu kita di hotel." ucap Paulinus berusaha menahan hasratnya sambil mengecup bibir Paulina

yang sudah jadi candunya.

Paulina langsung membuka matanya dan keluar dari mobil dengan diikuti oleh Paulinus. Mereka berdua bergandengan tangan tapi lebih tepatnya Paulinus yang menggenggam tangan Paulina. Mereka masuk ke dalam butik dan memilih pakaian masing-masing kemudian memilih pakaian untuk ke tiga anak kembarnya.

" Sudah selesai belum?" tanya mommynya Paulinus yang tiba - tiba datang membelakangi Paulina dan Paulinus.

Paulina dan Paulinus langsung membalikkan badannya dna melihat pasangan suami istri orang tua dari Paulinus.

" Hallo mommy, daddy kenalkan ini Paulina." ucap Paulinus memperkenalkan Paulina ke dua orang tuanya.

" Hallo tante, om." sapa Paulina sambil mengecup punggung tangan mommynya Paulinus kemudian dilanjutkan dengan daddynya Paulinus.

Orang tua Paulinus sangat senang melihat Paulina sangat sopan dan menghormati orang yang lebih tua darinya.

" Jangan panggil tante tapi panggil lah dengan sebutan mommy." pinta mommynya Paulinus.

" Baik tan eh mommy." ucap Paulina sambil tersenyum.

" Jangan panggil Om tapi panggil lah dengan sebutan daddy." pinta daddynya Paulinus.

" Baik Daddy." Jawab Paulina sambil tersenyum.

" Iya nih mom, kami sudah selesai dan sekarang mau bayar dulu setelah itu mau ke rumah sakit." ucap Paulinus.

" Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya daddynya Paulinus penasaran

" Waktu aku dan Hendrik pulang dari kantor melihat Paulina dan ke tiga anakku di serang penjahat dan kami beserta para bodyguard membantunya tapi tiba - tiba ada yang ingin menembakku tapi anak kami yang pertama Paulus menjadikan dirinya sebagai tameng jadi Paulus yang tertembak." Ucap Paulinus menceritakan garis besarnya

" Apakah sudah kalian tangkap?" tanya daddynya Paulinus dengan menggenggam ke dua tangannya dengan erat dirinya sangat marah karena cucu kesayangan yang baru ditemui terluka.

" Sudah dad." ucap Paulinus.

Begitu pula dengan Paulinus menggenggam ke dua tangannya dengan erat karena baru saja dua kali bertemu terluka.

" Kita pergi sekarang saja karena mommy tidak sabar ingin bertemu dengan ke tiga cucu mommy." ucap mommynya Paulinus.

" Baik mom." jawab mereka serempak.

Paulinus dan Paulina berjalan ke arah kasir untuk membayar pakaian yang tadi dipilihnya sedangkan orang tua Paulinus mengikuti dari arah belakang. Paulina mengeluarkan kartu kredit untuk membayar pakaian dirinya dan juga ke tiga anak kembarnya.

" Sayang, biar aku saja yang membayarnya." ucap Paulinus sambil mengeluarkan kartu kredit tanpa batas.

" Tapi.." ucapan Paulina terpotong oleh Paulinus

" Mulai sekarang dan seterusnya kalian adalah tanggunganku. Ijinkan aku agar menjadi bagian dari keluarga kalian." mohon Paulinus

" Baiklah." Jawab Paulina pasrah

Selesai membayar mereka keluar dari butik menuju ke parkiran mobil bertepatan kedatangan mantan calon tunangan beserta ke dua orang tuanya secara tidak sengaja mereka bertemu kembali.

" Hei wanita murahan kita bertemu kembali, cih tidak tahu malu baru pertama kali bertemu langsung menghamburkan uang calon tunanganku." hina gadis itu kembali.

Paulina hanya tertunduk menahan amarahnya membuat Paulinus sangat kesal dan langsung memeluk Paulina. Ke dua orang tua Paulinus juga sangat kesal dengan gadis yang dulu mereka jodohkan. Ada rasa penyesalan di hati mereka berdua kenapa dulu menyetujui usul perjodohan dengan sahabatnya.

" Tutup mulutmu, bukankah aku sudah bilang kalau pertunangan kita batal? apakah kamu tuli?" hina Paulinus sambil menatap tajam ke arah gadis itu.

" Sayang, apakah kamu tidak sadar wanita murahan ini hanya menipumu dan memanfaatkan dirimu? Lihat saja dari awal dia sengaja membawa ke tiga anak kembar yang mirip denganmu agar bisa menarik perhatianmu setelah itu lihat dia memanfaatkan dirimu dengan memborong pakaian branded." ucap gadis itu menghina Paulina.

" Apa kamu yakin ke tiga anak kembar itu anakmu? atau jangan-jangan wanita murahan itu menjual dirinya dan kebetulan pas lahir mirip denganmu." sambung gadis itu dengan menghina kembali.

plak

plak

" Kamu boleh menghinaku tapi jangan pernah menghina ke tiga anakku karena mereka tidak salah." ucap Paulina sambil menampar gadis itu hingga terdorong ke belakang karena tamparannya lumayan kencang.

Untunglah ke dua orang tuanya menahannya agar tidak terjatuh.

" Brengs**k wanita murahan berani menamparku." ucap gadis itu dengan kasar dan bersiap membalas Paulina dengan cara menamparnya.

Paulinus yang tahu gadis itu akan menampar orang yang dicintainya langsung menahan tangan gadis itu.

" Sudah aku bilang, jangan sentuh calon istriku." ucap Paulinus dengan menekan kata calon istri.

" Apa calon istri? apa kamu tahu siapa ayah dari ke tiga anak haram wanita murahan itu?" tanya gadis itu menghina Paulina kembali.

" Tutup mulutmu, ke tiga anak kembar itu adalah anak kami." ucap Paulinus

" Pengawal." teriak Paulinus

Para bodyguard yang di panggil langsung berjalan dengan cepat ke arah mereka

" Usir wanita murahan ini." ucap Paulinus

" Baik tuan." Jawab ke enam bodyguard serempak.

" Hei, jangan sembarangan mengusirku, kalian tidak tahu siapa aku??" bentak gadis itu.

" Tuan Axelo, saya tidak terima diperlakukan seperti ini hubungan persahabatan dan kerja sama kita batal." ucap pria paruh baya itu dengan tatapan penuh kebencian karena dipermalukan di depan umum.

" Maaf tuan Rizky bukankah waktu itu sudah mengatakannya kenapa sekarang diulangi lagi perkataannya? saya tidak pikun dan saya ingat kata-kata mu waktu itu." ucap tuan Axelo dengan nada dingin.

" Daddy, Paulinus dan menantu kesayanganku Paulina lebih baik kita pergi saja dari sini." ucap mommynya Paulinus.

" Baik mom." Jawab mereka serempak

Ke enam bodyguard menjadikan tamengnya agar tuan besar, tuan muda, nyonya besar dan nona muda masuk ke dalam mobil tanpa ada orang yang menyakitinya.

" Hei wanita ular akan ku balas rasa sakitku ini." teriak gadis itu sambil mengancam dan menatap tajam ke arah Paulina.

" Jika sedikit saja menyentuh ataupun menyakiti calon istriku maka kamu akan mendapatkan berkali lipat hukuman dariku." ancam Paulinus sambil memeluk Paulina posesif kemudian Paulina duduk di kursi belakang pengemudi dan diikuti oleh Paulinus.

Paulinus sangat takut jika orang yang dicintainya pergi lagi sedangkan Paulina hanya diam karena dirinya berusaha menetralkan emosinya karena dirinya sangat marah mendengar ucapan gadis itu yang menghina ke tiga anak kembarnya.

Paulinus yang mengerti langsung memeluk Paulina dari arah samping.

" Sudah, jangan cemberut nanti tambah cantik." goda Paulinus

Terpopuler

Comments

Isabela Devi

Isabela Devi

astaga jgn menghina org orang lain murahan siapa tau dirimu yg murahan

2024-06-04

0

Rie_za

Rie_za

ga malu bingit tuh cwe, msih aja ngaku clon tunangan🤦‍♀️

2023-06-23

0

hani chaq

hani chaq

jian.....namanya ini lho.bikin belibet

2022-12-18

0

lihat semua
Episodes
1 Malam Pertama
2 Paulina Pergi Ke Luar Negri
3 Meretas Perusahaan Milik Paman Paulinus
4 Pulang Ke Indonesia
5 Pertemuan Pertama Paulinus Dengan Ke Tiga Anaknya Serta Paulina
6 Menyelidiki Ke tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
7 Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
8 Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina 2
9 Paulinus dan Paulina Menyumbang Darah Untuk Paulus
10 Pelukan Pertama Daddy Paulinus
11 Masa Lalu Paulina
12 Pergi Ke Butik
13 Bertemu Kembali Dengan Mantan Calon Tunangan
14 Curahan Hati
15 Masa Lalu Paulinus
16 Mencari Cara Meluluhkan Hati Paulina
17 Paulina Bersedia Menikah
18 Mendaftarkan Sekolah
19 Memulai Dari Awal
20 Pindah Rumah
21 Mansion Milik Daddy Paulinus
22 Tinggal Di Mansion Daddy Paulinus
23 Pernikahan Paulinus dan Paulina
24 Aksi Tiga Anak Kembar Genius
25 Membeli Saham
26 Tiga Anak Kembar Genius
27 Tiga Anak Kembar Genius 2
28 Di Lema Paman Hendrik
29 Pecat
30 Kemarahan Daddy Paulinus
31 Tiga Aksi Kembar Genius
32 Janji
33 Mommy Paulina dan Daddy Paulinus
34 Paman Hendrik dan Maria
35 Kecelakaan
36 Kecelakaan 2
37 Hukuman
38 Hukuman 2
39 Kematian Lili Adriyel
40 Maria dan Paman Hendrik
41 Temani Aku Tidur
42 Masa Lalu Hendrik
43 Hendrik dan Maria
44 Bertemu Mantan
45 Hendrik dan Maria
46 Veni dan Kekasihnya Jatuh Miskin
47 Maria dan Hendrik
48 Hendrik dan Maria Terluka
49 Tidak Ada Penolakan
50 Mommy Paulina Sadar Dari Koma
51 Hendrik dan Maria
52 Perjodohan
53 Perjodohan 2
54 Bertunangan
55 Pernikahan Hendrik dan Maria
56 Daddy Paulinus Tertembak
57 Pakai Darah Saya Saja Dok
58 Kita Banyak Bersyukur
59 Aku Sangat Mencintaimu
60 Paulinus Sembuh Dari Penyakitnya
61 Sahabat
62 Satu Syarat
63 Hatinya Seperti Tersentil
64 Kelebihan
65 Bercerai
66 Hak Asuh Anak
67 Kamu serius ingin menceraikan aku
68 Kita Satu Keluarga
69 " Angelina Williams
70 Angelina Williams 2
71 Maukah kamu menikah denganku?
72 Ke dua orang tuamu kemana?
73 Tangisan Angel
74 Paulonus dan Angel
75 Kehadiranmu sangat berarti buatku.
76 Apa??? siapa kak?
77 Meledakkan gedung pernikahan
78 Hukuman
79 END
80 Novel : Wanita Kesayangan CEO
81 Novel : Wanita Kesayangan Presdir
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Malam Pertama
2
Paulina Pergi Ke Luar Negri
3
Meretas Perusahaan Milik Paman Paulinus
4
Pulang Ke Indonesia
5
Pertemuan Pertama Paulinus Dengan Ke Tiga Anaknya Serta Paulina
6
Menyelidiki Ke tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
7
Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
8
Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina 2
9
Paulinus dan Paulina Menyumbang Darah Untuk Paulus
10
Pelukan Pertama Daddy Paulinus
11
Masa Lalu Paulina
12
Pergi Ke Butik
13
Bertemu Kembali Dengan Mantan Calon Tunangan
14
Curahan Hati
15
Masa Lalu Paulinus
16
Mencari Cara Meluluhkan Hati Paulina
17
Paulina Bersedia Menikah
18
Mendaftarkan Sekolah
19
Memulai Dari Awal
20
Pindah Rumah
21
Mansion Milik Daddy Paulinus
22
Tinggal Di Mansion Daddy Paulinus
23
Pernikahan Paulinus dan Paulina
24
Aksi Tiga Anak Kembar Genius
25
Membeli Saham
26
Tiga Anak Kembar Genius
27
Tiga Anak Kembar Genius 2
28
Di Lema Paman Hendrik
29
Pecat
30
Kemarahan Daddy Paulinus
31
Tiga Aksi Kembar Genius
32
Janji
33
Mommy Paulina dan Daddy Paulinus
34
Paman Hendrik dan Maria
35
Kecelakaan
36
Kecelakaan 2
37
Hukuman
38
Hukuman 2
39
Kematian Lili Adriyel
40
Maria dan Paman Hendrik
41
Temani Aku Tidur
42
Masa Lalu Hendrik
43
Hendrik dan Maria
44
Bertemu Mantan
45
Hendrik dan Maria
46
Veni dan Kekasihnya Jatuh Miskin
47
Maria dan Hendrik
48
Hendrik dan Maria Terluka
49
Tidak Ada Penolakan
50
Mommy Paulina Sadar Dari Koma
51
Hendrik dan Maria
52
Perjodohan
53
Perjodohan 2
54
Bertunangan
55
Pernikahan Hendrik dan Maria
56
Daddy Paulinus Tertembak
57
Pakai Darah Saya Saja Dok
58
Kita Banyak Bersyukur
59
Aku Sangat Mencintaimu
60
Paulinus Sembuh Dari Penyakitnya
61
Sahabat
62
Satu Syarat
63
Hatinya Seperti Tersentil
64
Kelebihan
65
Bercerai
66
Hak Asuh Anak
67
Kamu serius ingin menceraikan aku
68
Kita Satu Keluarga
69
" Angelina Williams
70
Angelina Williams 2
71
Maukah kamu menikah denganku?
72
Ke dua orang tuamu kemana?
73
Tangisan Angel
74
Paulonus dan Angel
75
Kehadiranmu sangat berarti buatku.
76
Apa??? siapa kak?
77
Meledakkan gedung pernikahan
78
Hukuman
79
END
80
Novel : Wanita Kesayangan CEO
81
Novel : Wanita Kesayangan Presdir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!