Paulina Pergi Ke Luar Negri

Paulina mulai meretas cctv setelah berhasil mereka menonton cctv di mansionnya hingga dua puluh menit mereka menonton rekaman cctv tersebut matanya langsung membulat sempurna karena ternyata ulah ibu tiri dan adik tirinya membuat Paulina marah.

" Paulina maaf aku mendapatkan panggilan kerja di luar negri sekalian mau bertemu dengan mommy dan daddyku yang tinggal di negara A dan maaf aku tidak bisa menemanimu untuk membalaskan dendam ke mereka berdua." ucap Maria

" Aku ikut kamu saja sambil mencari waktu yang tepat untuk membalas dendamku pada mereka." ucap Paulina.

" Baiklah." ucap Maria

" Tapi semua dokumenku ada di mansion." ucap Paulina

" Kita ke mansionmu dan ambil secara diam-diam." ucap Maria.

" Baiklah." Jawab Paulina

Merekapun pergi ke mansion dengan menggunakan mobil Maria sambil membawa kopernya. Maria dan Paulina duduk di kursi belakang sedangkan sopirnya duduk di kursi pengemudi dan di sampingnya bodyguard milik orang tuanya yang ditugaskan untuk menjaga putri kesayangannya. Singkat cerita mereka sudah masuk ke kamar Paulina dengan cara masuk ke dalam ruangan rahasia yang hanya diketahui oleh orang tua dan dirinya.

Paulina mengambil tas yang berisi pakaian, perhiasan, pasport, KTP, ATM serta dokumen penting lainnya seperti aset rumah, mobil dan lainnya agar tidak dikuasai oleh ibu tiri dan adik tirinya.

Setelah selesai mereka pergi dari kamar itu melalui pintu rahasia sampai ke ruangan yang menembus pintu keluar. Mereka melanjutkan perjalanan menuju ke bandara.

Singkat cerita kini mereka sudah sampai di negara A pada esok harinya. Mereka tinggal bersama dengan orang tua Maria karena mansion milik orang tua Maria sangat besar karena itulah orang tua Maria memintanya untuk tinggal bersama.

2 Bulan Kemudian

Tidak terasa Paulina tinggal di negara A dan bekerja sebagai koki di restoran miliknya. Tiba - tiba kepalanya terasa sangat pusing tapi Paulina berusaha menahan rasa pusing di kepalanya tapi Paulina tetap memaksakan dirinya untuk memasak karena restoran miliknya sedang banyak pelanggan.

bruk

Karena sudah tidak tahan Paulina akhirnya ambruk dan tidak sadarkan diri. Untunglah dua orang pegawainya menahan tubuh Paulina agar tidak terjatuh ke lantai. Mereka membawanya keluar restoran untuk di bawa ke rumah sakit bertepatan kedatangan sahabatnya yang bernama Maria. Maria langsung membantu dan membawanya ke dalam mobilnya.

" Kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian biar aku yang membawanya ke rumah sakit." ucap Maria

" Baik nona." jawab mereka serempak

Maria mengendarai dengan kecepatan sedang, dua puluh menit kemudian Maria sudah sampai dengan bantuan perawat tubuh Paulina dibaringkan ke brankar kemudian di bawa ke UGD. Setelah lima belas menit pintu ruangan UGD di buka oleh seorang dokter, Maria berjalan mendekati dokter tersebut.

" Bagaimana keadaan sahabat saya dokter? apakah terkena penyakit berbahaya?" tanya Maria dengan nada kuatir.

" Suaminya kemana?" tanya dokter tersebut

" Suami?" tanya Maria ulang

" Iya suami." ucap dokter itu mengulangi pertanyaannya.

" Memang kenapa ya dok?" tanya Maria dengan nada bingung.

" Sahabat nona sedang hamil dua bulan karena itulah saya menanyakan suaminya." ucap dokter itu menjelaskan.

" Apa dok hamil?" tanya Maria dengan nada terkejut

" Memang kenapa ya?" tanya dokter dengan nada terkejut

" Maaf dok tidak apa-apa, bolehkah saya menemui sahabat saya?" tanya Maria

" Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan, nona bisa menemuinya di ruang perawatan." ucap dokter tersebut

" Baik dok, terima kasih." ucap Maria

Dokter itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan Maria dan tidak berapa lama dua perawat mendorong brankar menuju ke ruang perawatan kelas satu sesuai permintaan Maria.

Maria duduk di kursi dekat ranjang sambil menatap wajah pucat sahabatnya. Berapa lama kemudian Paulina perlahan membuka matanya dan melihat Maria sedang menatap dirinya.

" Ada di mana aku?" tanya Paulina

" Kamu ada di rumah sakit tadi kamu pingsan di restoran dan aku bawa ke rumah sakit." ucap Maria menjelaskan ke sahabatnya.

" Kenapa aku bisa pingsan? apakah aku terkena penyakit?" tanya Paulina

" Kamu tidak terkena penyakit tapi kamu hamil." ucap Maria sambil menggenggam tangan sahabatnya.

" Apa?? aku ha... hamil?" tanya Paulina dengan nada terbata - bata tidak percaya.

" Iya benar kamu hamil." ucap Maria

Paulina hanya diam sambil mengelus perutnya yang masih rata.

" Paulina, anak ini tidak bersalah dan kamu juga tidak bersalah begitu pula dengan pria itu karena yang patut disalahkan adalah ibu dan adik tirimu yang keji melakukan ini padamu. Jadi aku mohon jangan kamu gugurkan anak ini." mohon Maria

" Aku tahu Maria dan aku tidak akan menggugurkan kandungan ini karena anak yang kukandung tidak bersalah." ucap Paulina.

" Syukurlah kamu mau merawatnya dan jangan kuatir aku akan membantumu untuk membesarkan anak ini bersama." ucap Maria

" Terima kasih kamu memang sahabat baikku." ucap Paulina sambil memeluk sahabatnya.

Maria membalas pelukan sahabatnya dan tidak berapa lama merekapun melepaskan pelukannya bertepatan kedatangan dokter dan perawat. Dokter itupun memeriksa kondisi Paulina setelah selesai memeriksa perawat itu membantu dokter untuk membereskan peralatan dokter.

" Dokter, saya ingin pulang sekarang." pinta Paulina.

" Kalau infusnya sudah habis, nyonya bisa pulang." ucap dokter itu.

" Baik dok." ucap Paulina

Dokter itupun meninggalkan mereka berdua untuk mengecek kondisi pasien lainnya.

Di Tempat Yang Berbeda dan Negara Berbeda

Paulinus beberapa hari ini sering muntah - muntah pada pagi hari dan malam hari. Paulinus keluar dari mandi dengan tubuh masih lemas karena setiap makanan yang sudah masuk ke dalam perutnya dan tidak berapa lama dikeluarkan kembali. Paulinus duduk di kepala ranjang sambil memijat pelipisnya yang terasa pusing.

tok

tok

tok

" Masuk." perintah Paulinus

ceklek

Asisten pribadinya yang bernama Hendrik membuka pintu dan melihat tuannya sedang duduk di kepala ranjang sambil memijat pelipisnya.

" Tuan, beberapa hari ini tuan sering pusing dan muntah - muntah, aku panggilkan dokter ya?" pinta Hendrik

" Panggil lah, aku sangat tersiksa sekali tiap pagi dan malam hari selalu muntah." ucap Paulinus.

Hendrik menghubungi dokter pribadi tuan Paulinus setelah selesai ponselnya di simpan kembali ke saku jasnya.

" Oh ya apakah kamu sudah menemukan Paulina yang tidur di kamar hotel tempat aku menginap?" tanya Paulinus

" Belum tuan." ucap Hendrik

" Aku bingung kenapa Paulina harus pergi dari kamar hotel tersebut setelah itu hilang tanpa jejak." ucap Paulinus yang sudah berhasil meretas cctv hotel tempat dirinya menginap.

" Oh iya kamu sudah menangkap ibu tiri dan adik tirinya yang telah berbuat jahat terhadap Paulinaku?" tanya Paulinus yang sudah mengklaim kalau Paulina adalah wanita nya.

" Sudah tuan." ucap Hendrik

" Bagus, jual mereka di tempat pelacuran karena telah berani mengusik Paulina, wanita yang aku cintai." ucap Paulinus

" Tuan mencintai nona Paulina tapi tuan tidak tahu apakah nona Paulina mencintai tuan atau tidak." ucap Hendrik dengan nada terkejut karena baru kali ini ada seorang wanita yang berhasil masuk ke dalam hati bosnya yang anti wanita.

" Apa yang sudah aku sentuh maka wanita itu menjadi milikku." ucap Paulinus.

Tidak berapa lama pintunya di ketuk membuat Hendrik berdiri dari sofa kemudian berjalan ke arah pintu.

ceklek

Hendrik membuka pintu kamar tuan Paulinus dan melihat dokter tersebut sedang berdiri di hadapannya. Dokter itupun masuk ke dalam kemudian memeriksa tuan Paulinus setelah 5 menit pemeriksaan sudah selesai.

" Tuan tidak sakit." ucap dokter tersebut.

" Tapi kenapa setiap pagi dan malam hari aku sering muntah?" tanya Paulinus dengan nada bingung

" Tuan juga beberapa hari ini meminta hal - hal yang aneh." sambung Hendrik

" Hal - hal yang aneh bagaimana?" tanya dokter tersebut.

"Kemarin pagi minta mangga muda yang dipetik langsung dari pohonnya dan beberapa hari yang lalu ketika pulang dari perusahaan meminta dibelikan makanan yang berada di pinggir jalan karena tidak pernah tuan makan makanan di pinggir jalan, tuan yang biasanya tidak suka pedas sekarang berubah suka pedas dan masih banyak lagi yang aneh." ucap Hendrik

" Iya benar aku baru sadar sekarang kenapa aku jadi seperti ini? apakah aku terkena penyakit?" tanya Paulinus dengan nada bingung.

" Tidak tuan, maaf apakah tuan pernah melakukan hubungan suami istri dengan wanita lain?" tanya dokter tersebut dengan hati - hati takut menyinggung perasaan tuan Paulinus.

" Memang apa hubungannya?" tanya Paulinus dengan nada bingung dan belum tersadar tentang kehamilan orang yang dicintainya.

" Kemungkinan wanita itu hamil dan tuan yang mengalami gejala morning sickness." ucap dokter tersebut.

" Apa itu morning sickness?" tanya Paulinus.

" Morning sickness adalah mual dan muntah saat hamil." ucap dokter tersebut menjelaskan

" Tapi bukankah seharusnya wanita kenapa aku yang mengalami nya?" tanya Paulinus

" Bisa saja mengalami wanita dan bisa juga oleh pria." ucap dokter tersebut menjelaskan.

" Eh tunggu, berarti wanita yang waktu aku tiduri hamil?" ucap Paulinus baru tersadar.

" What??? sejak kapan tuan bisa meniduri wanita?" tanya dokter tersebut dengan nada terkejut.

Paulinus menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi dan dokter itupun hanya setia mendengarkan cerita Paulinus.

" Berarti bisa jadi wanita itu hamil anak tuan." ucap dokter tersebut setelah selesai mendengarkan cerita Paulinus.

" Aku harap wanita itu tidak menggugurkan kandungan nya. Walaupun itu terjadi aku tidak akan menyalahkannya karena aku tahu pasti sulit mengurus bayi tanpa seorang pendamping di sisinya." ucap Paulinus dengan nada sendu.

Entah kenapa hatinya sangat sakit ketika mengatakan itu. Paulinus hanya bisa berharap agar wanita itu tidak menggugurkan nya walau itu terlalu kecil kemungkinannya.

Setelah selesai dokter dan asisten tersebut meninggalkan Paulinus sendirian karena Paulinus ingin sendiri dan tidak mau di ganggu. Paulinus mengambil pigura yang berada di mejanya yang berisi foto wanita itu.

" Paulina kamu ada di mana? aku sangat merindukanmu." ucap Paulinus sambil mengecup foto tersebut kemudian memeluknya.

Paulinus membaringkan tubuhnya dengan tidak melepaskan pigura tersebut dari pelukannya kemudian tidak berapa lama Paulinus pun tertidur pulas.

Terpopuler

Comments

Erni Andi Arifuddin

Erni Andi Arifuddin

kok nama nama tokoh mirip nama orang mexico dan sebenarnya agak aneh cara penyebutannnya spt paulinus dan nama anaknya 😂

2025-03-05

0

Leni Ani

Leni Ani

dapat foto paulina dr mana paulius😆😊

2025-02-14

0

Daniela Whu

Daniela Whu

namax hampir sma binggung manggilx... critax maraton sekli

2023-05-29

1

lihat semua
Episodes
1 Malam Pertama
2 Paulina Pergi Ke Luar Negri
3 Meretas Perusahaan Milik Paman Paulinus
4 Pulang Ke Indonesia
5 Pertemuan Pertama Paulinus Dengan Ke Tiga Anaknya Serta Paulina
6 Menyelidiki Ke tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
7 Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
8 Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina 2
9 Paulinus dan Paulina Menyumbang Darah Untuk Paulus
10 Pelukan Pertama Daddy Paulinus
11 Masa Lalu Paulina
12 Pergi Ke Butik
13 Bertemu Kembali Dengan Mantan Calon Tunangan
14 Curahan Hati
15 Masa Lalu Paulinus
16 Mencari Cara Meluluhkan Hati Paulina
17 Paulina Bersedia Menikah
18 Mendaftarkan Sekolah
19 Memulai Dari Awal
20 Pindah Rumah
21 Mansion Milik Daddy Paulinus
22 Tinggal Di Mansion Daddy Paulinus
23 Pernikahan Paulinus dan Paulina
24 Aksi Tiga Anak Kembar Genius
25 Membeli Saham
26 Tiga Anak Kembar Genius
27 Tiga Anak Kembar Genius 2
28 Di Lema Paman Hendrik
29 Pecat
30 Kemarahan Daddy Paulinus
31 Tiga Aksi Kembar Genius
32 Janji
33 Mommy Paulina dan Daddy Paulinus
34 Paman Hendrik dan Maria
35 Kecelakaan
36 Kecelakaan 2
37 Hukuman
38 Hukuman 2
39 Kematian Lili Adriyel
40 Maria dan Paman Hendrik
41 Temani Aku Tidur
42 Masa Lalu Hendrik
43 Hendrik dan Maria
44 Bertemu Mantan
45 Hendrik dan Maria
46 Veni dan Kekasihnya Jatuh Miskin
47 Maria dan Hendrik
48 Hendrik dan Maria Terluka
49 Tidak Ada Penolakan
50 Mommy Paulina Sadar Dari Koma
51 Hendrik dan Maria
52 Perjodohan
53 Perjodohan 2
54 Bertunangan
55 Pernikahan Hendrik dan Maria
56 Daddy Paulinus Tertembak
57 Pakai Darah Saya Saja Dok
58 Kita Banyak Bersyukur
59 Aku Sangat Mencintaimu
60 Paulinus Sembuh Dari Penyakitnya
61 Sahabat
62 Satu Syarat
63 Hatinya Seperti Tersentil
64 Kelebihan
65 Bercerai
66 Hak Asuh Anak
67 Kamu serius ingin menceraikan aku
68 Kita Satu Keluarga
69 " Angelina Williams
70 Angelina Williams 2
71 Maukah kamu menikah denganku?
72 Ke dua orang tuamu kemana?
73 Tangisan Angel
74 Paulonus dan Angel
75 Kehadiranmu sangat berarti buatku.
76 Apa??? siapa kak?
77 Meledakkan gedung pernikahan
78 Hukuman
79 END
80 Novel : Wanita Kesayangan CEO
81 Novel : Wanita Kesayangan Presdir
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Malam Pertama
2
Paulina Pergi Ke Luar Negri
3
Meretas Perusahaan Milik Paman Paulinus
4
Pulang Ke Indonesia
5
Pertemuan Pertama Paulinus Dengan Ke Tiga Anaknya Serta Paulina
6
Menyelidiki Ke tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
7
Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
8
Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina 2
9
Paulinus dan Paulina Menyumbang Darah Untuk Paulus
10
Pelukan Pertama Daddy Paulinus
11
Masa Lalu Paulina
12
Pergi Ke Butik
13
Bertemu Kembali Dengan Mantan Calon Tunangan
14
Curahan Hati
15
Masa Lalu Paulinus
16
Mencari Cara Meluluhkan Hati Paulina
17
Paulina Bersedia Menikah
18
Mendaftarkan Sekolah
19
Memulai Dari Awal
20
Pindah Rumah
21
Mansion Milik Daddy Paulinus
22
Tinggal Di Mansion Daddy Paulinus
23
Pernikahan Paulinus dan Paulina
24
Aksi Tiga Anak Kembar Genius
25
Membeli Saham
26
Tiga Anak Kembar Genius
27
Tiga Anak Kembar Genius 2
28
Di Lema Paman Hendrik
29
Pecat
30
Kemarahan Daddy Paulinus
31
Tiga Aksi Kembar Genius
32
Janji
33
Mommy Paulina dan Daddy Paulinus
34
Paman Hendrik dan Maria
35
Kecelakaan
36
Kecelakaan 2
37
Hukuman
38
Hukuman 2
39
Kematian Lili Adriyel
40
Maria dan Paman Hendrik
41
Temani Aku Tidur
42
Masa Lalu Hendrik
43
Hendrik dan Maria
44
Bertemu Mantan
45
Hendrik dan Maria
46
Veni dan Kekasihnya Jatuh Miskin
47
Maria dan Hendrik
48
Hendrik dan Maria Terluka
49
Tidak Ada Penolakan
50
Mommy Paulina Sadar Dari Koma
51
Hendrik dan Maria
52
Perjodohan
53
Perjodohan 2
54
Bertunangan
55
Pernikahan Hendrik dan Maria
56
Daddy Paulinus Tertembak
57
Pakai Darah Saya Saja Dok
58
Kita Banyak Bersyukur
59
Aku Sangat Mencintaimu
60
Paulinus Sembuh Dari Penyakitnya
61
Sahabat
62
Satu Syarat
63
Hatinya Seperti Tersentil
64
Kelebihan
65
Bercerai
66
Hak Asuh Anak
67
Kamu serius ingin menceraikan aku
68
Kita Satu Keluarga
69
" Angelina Williams
70
Angelina Williams 2
71
Maukah kamu menikah denganku?
72
Ke dua orang tuamu kemana?
73
Tangisan Angel
74
Paulonus dan Angel
75
Kehadiranmu sangat berarti buatku.
76
Apa??? siapa kak?
77
Meledakkan gedung pernikahan
78
Hukuman
79
END
80
Novel : Wanita Kesayangan CEO
81
Novel : Wanita Kesayangan Presdir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!