Pulang Ke Indonesia

Malam berganti pagi merekapun sudah selesai mandi dan berpakaian rapih. Kini mereka sedang menunggu Maria yang sebentar lagi akan datang. Tidak menunggu waktu lama Maria datang dan merekapun langsung makan bersama selesai makan dan mencuci piring dan gelas kotor mereka istirahat setengah jam barulah mereka berangkat ke bandara menuju ke Indonesia tempat tinggal kelahiran Paulina dan Maria.

Enam jam lamanya akhirnya mereka sudah sampai di bandara Soekarno Hatta. Paulina memesan taksi dan merekapun naik ke dalam taksi menuju ke mansion milik orang tua Maria. Singkat cerita mereka sudah sampai di mansion milik orang tua Maria.

" Mommy, ini rumah siapa?" tanya Paulus

" Ini rumah orang tua Tante Maria." ucap mommy Paulina.

" Rumahnya besar sekali." ucap Paskalis dengan mata berbinar - binar.

" Iya besar sekali." ucap ke dua saudara kembarnya kompak.

" Maaf ya sayang, mommy belum bisa membelikan mansion seperti ini." ucap mommy Paulina dengan nada sendu.

grep

Ke tiga anaknya memeluk mommynya dengan tangan mungilnya.

" Mommy jangan menangis ya? besok kita cari mansion seperti ini." ucap mereka serempak

" Maafkan mommy lagi sayang, mommy tidak punya uang untuk membeli mansion sebesar ini, mommy hanya bisa beli rumah minimalis." ucap mommy Paulina.

" Mommy, kami bertiga punya uang yang sangat banyak hadiah dari kami memenangkan berbagai lomba dan kalau rumah yang di sana kita jual kami rasa cukup untuk membeli mansion seperti ini." ucap Paskalis.

" Tidak sayang, uang itu adalah uang kalian. Simpanlah uang itu untuk keperluan kalian. Mommy akan berusaha sekuat tenaga agar bisa membeli mansion seperti milik orang tua Maria." ucap mommy Paulina sambil tersenyum dan membelai rambut ke tiga anaknya secara bergantian.

" Sudah... sudah kita baru sampai dan sekarang kalian tinggal pilih kamar kalian." ucap Tante Maria.

" Baik tante." Jawab ke tiga anak yang sangat tampan tersebut.

Merekapun memilih lantai dua dan satu kamar agar mereka bisa melanjutkan rencana berikutnya.

" Terima kasih, aku berhutang banyak padamu." ucap mommy Paulina dengan nada tulus.

" Kamu sahabatku dan sebagai seorang sahabat harus saling membantu." ucap tante Maria sambil menepuk bahu sahabatnya.

Tante Maria berjalan ke kamarnya yang sudah lama tidak di tempati sedangkan mommy Paulina memilih kamar sebelah dekat ke tiga anak kembarnya.

Di dalam kamar si kembar sedang memperhatikan kakak pertamanya yang bernama Paulus yang sedang mengutak atik laptopnya.

" Yes dapat, sekarang daddy lagi pergi ke mall." ucap kakak pertamanya yang bernama Paulus.

" Bagaimana kalau kita ke sana?" usul Paskalis si kembar nomer dua.

" Setuju." Jawab mereka serempak

" Selama di mall kita mencari daddy berada di mana dan jangan sampai kita berpisah." ucap Paulus

" Baik kak." Jawab Paskalis dan Patrick serempak.

" Oh iya kita bilang ke mommynya apa?" tanya Patrick si kembar nomer tiga.

Mereka bertiga berfikir setelah kurang dari lima menit mereka bertiga mempunyai ide cemerlang.

" Bilang saja kita ingin jalan - jalan ke mall." ucap ke tiga kembar tersebut dengan kompak.

Mereka saling memandang satu sama lainnya kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju. Ke tiga anak kembar mengklaim bahwa paman Paulinus adalah daddy mereka. Merekapun langsung membersihkan diri dan memakai pakaian kembar terdiri dari kemeja dan celana pendek berwarna biru langit.

Setelah selesai mereka keluar dari kamarnya bertepatan mommynya juga keluar dari kamarnya. Mommynya memakai celana pendek dan kaos biru langit yang pas di tubuhnya sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya yang seksi.

" Lho kok bisa samaan." ucap mommy Paulina terkejut.

" Kan kita sehati mom." Jawab ke tiga anak kembarnya serempak.

" Mommy, kita pergi ke mall yuk?" ajak ke tiga anaknya dengan mata puppy eyes yang menjadi andalannya.

" Mommy juga ingin mengajak kalian ke mall. Ayo kita pergi bersama ke mall?" ajak mommynya sambil tersenyum.

" Ayo mom." Jawab mereka serempak

" Waw... kalian berempat memakai pakaian dan celana warnanya sama semua, pada janjian ya? mau kemana nih?" tanya Tante Maria.

" Kami kan sehati tante, kami mau pergi ke mall tante mau ikut?" tanya tiga kembar tiga.

" Boleh... boleh..." ucap tante Maria penuh semangat.

" Kami tunggu di bawah ya." ucap mommy Paulina.

" Ok." Jawab tante Maria.

Tante Maria langsung berjalan ke arah kamarnya sedangkan ke tiga kembar dan mommy Paulina turun ke bawah.

Mereka berempat duduk di ruang keluarga menunggu tante Maria. Paulus yang pintar dalam bidang IT tidak pernah lepas dari iPad canggihnya. Paulus memonitor ke mana daddynya berjalan di mall yang sangat besar tersebut.

" Paulus kamu jangan sering main iPad terus nanti matamu tambah min." ucap mommy Paulina menasehati putra sulungnya.

" Iya mommy." Jawab Paulus sambil menyimpan kembali iPad nya ke dalam tas punggung yang berukuran mungil.

Tidak berapa lama tante Maria turun ke lantai satu dan merekapun keluar dari mansion menuju garasi mobil. Tante Maria duduk di kursi pengemudi sedangkan mommy Paulina duduk di samping pengemudi dan ke tiga anak kembar genius duduk di kursi belakang pengemudi.

Paulus membuka tasnya kembali dan mengambil iPad canggihnya untuk melihat posisi daddynya.

" Daddy pergi ke restoran xxxx." bisik Paulus.

Ke dua adiknya hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

Singkat cerita kini mereka sudah sampai di mall terbesar yang berada di Jakarta. Ketiga anak kembar yang sudah tahu daddy Paulinus berada di restoran langsung berjalan menuju ke sebuah restoran.

" Mommy, kita makan di restoran xxxx ya?" pinta ke tiga anak kembarnya sambil membalikkan badannya dan menatap mommy kembarnya dengan jurusan andalannya.

" Baiklah, tapi mommy ke toilet dulu ya? kalian bertiga sama tante Maria dulu." ucap mommy Paulina

" Baik mommy." Jawab mereka serempak

" Kalian jangan nakal ya?" ucap mommy Paulina

" Baik mommy." Jawab mereka serempak

" Maria, aku titip ke tiga anakku ya." pinta mommy Paulina.

" Iya tenang saja." ucap tante Maria

Mommy Paulina berjalan ke arah kamar mandi sedangkan ke empat nya berjalan ke arah restoran yang ditunjuk oleh ke tiga anak kembar genius.

Singkat cerita mereka sudah sampai di restoran xxxx. Ke tiga anak kembar genius mencari daddy Paulinus dengan mata elangnya Paulus melihat daddynya bersama ke empat paruh baya dan seorang gadis yang sangat cantik dan seksi menaiki restoran ke lantai dua.

" Tante kita ke lantai dua ya." pinta Paulus

" Lantai dua tempat ruangan VVIP, tidak ada permainan di lantai dua lebih baik di lantai satu banyak permainan." bujuk tante Maria.

Ke dua adiknya yang melihat kakaknya meminta ke lantai dua langsung matanya menatap ke lantai dua dan melihat daddynya sedang menaiki anak tangga. Paskalis dan Patrick langsung mengerti ide kakaknya Paulus.

" Tidak tante kami ingin ke lantai dua, kami mohon tante." ucap ke tiga anak kembar genius tersebut dengan menampilkan puppy eyes andalan mereka.

" Baiklah." Jawab tante Maria pasrah.

Terpopuler

Comments

Arumi Tato

Arumi Tato

lanjut

2022-05-22

0

Renireni Reni

Renireni Reni

loss doll...gk berbelit2...👍👍👍👍

2022-05-21

0

Dianita Indra

Dianita Indra

lanjut thor

2022-03-15

0

lihat semua
Episodes
1 Malam Pertama
2 Paulina Pergi Ke Luar Negri
3 Meretas Perusahaan Milik Paman Paulinus
4 Pulang Ke Indonesia
5 Pertemuan Pertama Paulinus Dengan Ke Tiga Anaknya Serta Paulina
6 Menyelidiki Ke tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
7 Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
8 Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina 2
9 Paulinus dan Paulina Menyumbang Darah Untuk Paulus
10 Pelukan Pertama Daddy Paulinus
11 Masa Lalu Paulina
12 Pergi Ke Butik
13 Bertemu Kembali Dengan Mantan Calon Tunangan
14 Curahan Hati
15 Masa Lalu Paulinus
16 Mencari Cara Meluluhkan Hati Paulina
17 Paulina Bersedia Menikah
18 Mendaftarkan Sekolah
19 Memulai Dari Awal
20 Pindah Rumah
21 Mansion Milik Daddy Paulinus
22 Tinggal Di Mansion Daddy Paulinus
23 Pernikahan Paulinus dan Paulina
24 Aksi Tiga Anak Kembar Genius
25 Membeli Saham
26 Tiga Anak Kembar Genius
27 Tiga Anak Kembar Genius 2
28 Di Lema Paman Hendrik
29 Pecat
30 Kemarahan Daddy Paulinus
31 Tiga Aksi Kembar Genius
32 Janji
33 Mommy Paulina dan Daddy Paulinus
34 Paman Hendrik dan Maria
35 Kecelakaan
36 Kecelakaan 2
37 Hukuman
38 Hukuman 2
39 Kematian Lili Adriyel
40 Maria dan Paman Hendrik
41 Temani Aku Tidur
42 Masa Lalu Hendrik
43 Hendrik dan Maria
44 Bertemu Mantan
45 Hendrik dan Maria
46 Veni dan Kekasihnya Jatuh Miskin
47 Maria dan Hendrik
48 Hendrik dan Maria Terluka
49 Tidak Ada Penolakan
50 Mommy Paulina Sadar Dari Koma
51 Hendrik dan Maria
52 Perjodohan
53 Perjodohan 2
54 Bertunangan
55 Pernikahan Hendrik dan Maria
56 Daddy Paulinus Tertembak
57 Pakai Darah Saya Saja Dok
58 Kita Banyak Bersyukur
59 Aku Sangat Mencintaimu
60 Paulinus Sembuh Dari Penyakitnya
61 Sahabat
62 Satu Syarat
63 Hatinya Seperti Tersentil
64 Kelebihan
65 Bercerai
66 Hak Asuh Anak
67 Kamu serius ingin menceraikan aku
68 Kita Satu Keluarga
69 " Angelina Williams
70 Angelina Williams 2
71 Maukah kamu menikah denganku?
72 Ke dua orang tuamu kemana?
73 Tangisan Angel
74 Paulonus dan Angel
75 Kehadiranmu sangat berarti buatku.
76 Apa??? siapa kak?
77 Meledakkan gedung pernikahan
78 Hukuman
79 END
80 Novel : Wanita Kesayangan CEO
81 Novel : Wanita Kesayangan Presdir
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Malam Pertama
2
Paulina Pergi Ke Luar Negri
3
Meretas Perusahaan Milik Paman Paulinus
4
Pulang Ke Indonesia
5
Pertemuan Pertama Paulinus Dengan Ke Tiga Anaknya Serta Paulina
6
Menyelidiki Ke tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
7
Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
8
Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina 2
9
Paulinus dan Paulina Menyumbang Darah Untuk Paulus
10
Pelukan Pertama Daddy Paulinus
11
Masa Lalu Paulina
12
Pergi Ke Butik
13
Bertemu Kembali Dengan Mantan Calon Tunangan
14
Curahan Hati
15
Masa Lalu Paulinus
16
Mencari Cara Meluluhkan Hati Paulina
17
Paulina Bersedia Menikah
18
Mendaftarkan Sekolah
19
Memulai Dari Awal
20
Pindah Rumah
21
Mansion Milik Daddy Paulinus
22
Tinggal Di Mansion Daddy Paulinus
23
Pernikahan Paulinus dan Paulina
24
Aksi Tiga Anak Kembar Genius
25
Membeli Saham
26
Tiga Anak Kembar Genius
27
Tiga Anak Kembar Genius 2
28
Di Lema Paman Hendrik
29
Pecat
30
Kemarahan Daddy Paulinus
31
Tiga Aksi Kembar Genius
32
Janji
33
Mommy Paulina dan Daddy Paulinus
34
Paman Hendrik dan Maria
35
Kecelakaan
36
Kecelakaan 2
37
Hukuman
38
Hukuman 2
39
Kematian Lili Adriyel
40
Maria dan Paman Hendrik
41
Temani Aku Tidur
42
Masa Lalu Hendrik
43
Hendrik dan Maria
44
Bertemu Mantan
45
Hendrik dan Maria
46
Veni dan Kekasihnya Jatuh Miskin
47
Maria dan Hendrik
48
Hendrik dan Maria Terluka
49
Tidak Ada Penolakan
50
Mommy Paulina Sadar Dari Koma
51
Hendrik dan Maria
52
Perjodohan
53
Perjodohan 2
54
Bertunangan
55
Pernikahan Hendrik dan Maria
56
Daddy Paulinus Tertembak
57
Pakai Darah Saya Saja Dok
58
Kita Banyak Bersyukur
59
Aku Sangat Mencintaimu
60
Paulinus Sembuh Dari Penyakitnya
61
Sahabat
62
Satu Syarat
63
Hatinya Seperti Tersentil
64
Kelebihan
65
Bercerai
66
Hak Asuh Anak
67
Kamu serius ingin menceraikan aku
68
Kita Satu Keluarga
69
" Angelina Williams
70
Angelina Williams 2
71
Maukah kamu menikah denganku?
72
Ke dua orang tuamu kemana?
73
Tangisan Angel
74
Paulonus dan Angel
75
Kehadiranmu sangat berarti buatku.
76
Apa??? siapa kak?
77
Meledakkan gedung pernikahan
78
Hukuman
79
END
80
Novel : Wanita Kesayangan CEO
81
Novel : Wanita Kesayangan Presdir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!