Pergi Ke Butik

Paulinus yang tadi ingin kejujuran Paulina tentang kejadian enam tahun yang lalu dan akhirnya Paulina menceritakan masa lalunya yang sangat pahit membuat Paulinus sangat bahagia karena Paulina berkata dengan jujur tentang masa lalunya.

Sejak saat ini dan seterusnya Paulinus berjanji untuk menjaga Paulina dan ke tiga anak kembarnya dengan sepenuh jiwanya.

" Selebihnya maaf aku tidak bisa menceritakannya." ucap Paulina mengakhiri ceritanya.

" Memangnya kenapa?" goda Paulinus karena dirinya sudah tahu.

" Maaf kak Paul aku tidak bisa menceritakan semuanya." ucap Paulina

" Apakah kamu di perkosa waktu kamu tidur di hotel?" tanya Paulinus

Paulina hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama air matanya keluar membuat Paulinus merasa sakit melihat orang yang dicintainya menangis membuat Paulinus menghapus air mata Paulina dengan menggunakan ke dua ibu jarinya kemudian memeluknya.

" Hiks... hiks...hiks... aku kotor... hiks..." ucap Paulina sambil menangis dan membalas pelukan Paulinus.

" Sstttt.. tidak... kamu tidak kotor.. apakah ke tiga anak kembar itu adalah korban hasil dari pemerkosaan? dan apakah kamu mengenal wajah pria itu?" tanya Paulinus.

" Ya mereka korban dari pemerkosaan, aku mohon kak Paul jangan mengatakan ke tiga anakku karena mereka masih kecil dan mengenai wajah pria itu aku tidak mengenalnya secara jelas." ucap Paulina.

" Aku tidak mungkin melakukan itu, jika seandainya pria itu adalah aku apakah kamu mau menerimaku?" tanya Paulinus berharap.

Paulina mendorong tubuh Paulinus sambil menatap tajam membuat Paulinus menggenggam tangan Paulina.

" Baik aku akan ceritakan padamu." ucap Paulinus

xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx

" Si*l, Hendrik ada yang memberikan obat perang**g di dalam minumanku." bisik Paulinus ke asisten pribadinya.

" Kita kembali ke hotel saja tuan." ucap Hendrik

" Ya, cepat. Aku tidak mau bersentuhan dengan wanita, kita pergi secepatnya." perintah Paulinus.

" Baik tuan." Jawab Hendrik

Paulinus dan Hendrik keluar dari tempat pesta pernikahan relasi bisnisnya bersamaan kedatangan seorang gadis cantik dan seksi yang ingin mendekati Paulinus tapi Paulinus mengusirnya dan pulang ke hotel tempat dirinya menginap.

xxxxxxx Flash Back Of xxxxxxx

" Maafkan aku waktu itu aku melihatmu dalam kondisi tidak menggunakan sehelai benangpun dan jujur saat itu aku terkena jebakan oleh seorang wanita ular dengan memberikan aku obat perangsang dosis tinggi dan niat awalnya aku ingin mendorong tubuhmu tapi karena tidak ada reaksi pada kulit sensitif ku maka aku melakukannya bersamamu." ucap Paulinus menjelaskan ke Paulina.

" Kenapa saat itu aku di tinggal pergi?" tanya Paulina penasaran.

" Maafkan aku karena waktu itu aku sedang menghukum orang yang telah berani memberikan obat perangsang dosis tinggi. Kenapa kamu pergi?" tanya Paulinus gantian bertanya.

" Waktu aku terbangun aku sangat terkejut dan aku langsung mandi dan memakai handuk bekas kak Paul sambil mencari pakaianku yang ternyata disembunyikan di kolong ranjang oleh adik tiriku setelah itu aku pergi dari hotel itu ke tempat sahabatku." ucap Paulina menjelaskan.

" Pantas saja." ucap Paulinus

" Pantas apa?" tanya Paulina dengan nada bingung.

" Ketika aku kembali lagi kamu tidak ada dan aku melihat posisi handuk yang tadi aku diletakan di kamar mandi pindah di ranjang dan semakin basah." Ucap Paulinus tersenyum jahil.

" Maaf waktu itu aku terburu - buru dan aku juga bingung pakai handuk siapa jadi aku pakai handuk yang ada di hotel itu." ucap Paulina menjelaskan.

" Tidak apa-apa handuk itu aku simpan buat kenang-kenangan." ucap Paulinus

" Kenang - kenangan maksudnya?" tanya Paulina mengulangi ucapan Paulinus.

" Kenangan-kenangan dari wanita yang aku cintai dan bau wanginya tidak pernah hilang jadi kalau aku kangen tinggal menghirup aroma handuk itu." ucap Paulinus jujur.

" Kangen? mencintai? apa tidak salah dengar?" tanya Paulina beruntun.

cup

" Iya kangen, kangen dengan tubuhmu dan juga kangen dengan suara desa**nmu." bisik Paulinus sambil mengecup bibir Paulina.

Kecupan singkat membuat Paulinus menginginkan lebih.

" Bolehkah kita melakukan lagi di sini? sudah enam tahun adik kerisku tidak aku gunakan lagi karena menunggu sarungnya yang sulit ditemukan." bisik Paulinus sambil menjilati telinga Paulina.

Paulina menahan geli dan duduk agak menjauh sampai bersandar di pintu mobil.

" Lihat adik kecilku sudah mulai tegang lagi." ucap Paulinus sambil menggenggam tangan Paulina dan diarahkan di tengah - tengah antara pahanya membuat Paulina menarik tangannya.

" Tidak, kita bukan suami istri, kita pulang saja." ucap Paulina menolak keinginan Paulinus.

" Kalau begitu secepatnya kita menikah." ucap Paulinus dengan nada yakin.

" Aku akan pikirkan." Jawab Paulina

" Kenapa mesti memikirkan?" tanya Paulinus dengan nada heran.

" Karena kita baru kenal dan siapa tahu kak Paul tidak cocok denganku karena aku banyak kekurangan dan berbeda dengan wanita yang lainnya yang jauh dari sempurna." ucap Paulina memberikan alasan.

" Bagiku kamu adalah wanita yang sangat sempurna, ibu dari ke tiga anakku yang sangat tampan." ucap Paulinus.

Paulina hanya tersenyum dengan wajah merona.

" Oh ya bagaimana kamu tahu kalau mereka yang memberikan obat tidur dan membawamu ke hotel?" tanya Paulinus sambil menggenggam kemudi dengan erat karena dirinya sangat kesal dengan ke dua wanita ular itu yang telah berani menyakiti orang yang dicintainya.

" Aku bisa meretas cctv yang berada di mansion milik orang tuaku dan juga meretas cctv hotel." Jawab Paulina

" Lalu kenapa kamu tidak bisa melihat kalau itu adalah aku?" tanya Paulinus

" Karena pada saat itu aku hanya meretas cctv untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh ibu tiriku dan juga adik tiriku padaku tanpa mau melihat kelanjutannya." ucap Paulina menjelaskan.

Paulinus hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

" Oh iya aku ingin pulang mau mengambil pakaianku dan juga pakaian si kembar karena kami belum mengganti pakaian kami." ucap Paulina

" Kita beli saja di butik karena aku juga belum mengganti pakaian." ucap Paulinus.

" Apakah kak Paul akan menginap di rumah sakit?" tanya Paulina

" Tentu saja karena ada empat orang yang aku cintai dan harus kujaga." ucap Paulinus.

" Empat orang?" tanya Paulina mengulangi ucapan Paulina

" Iya empat orang kamu dan juga ke tiga anak kita." ucap Paulinus

Lagi - lagi Paulina tersenyum malu dengan wajah merona membuat Paulinus senang karena dirinya sangat suka melihat wajah merona calon istrinya.

" Kita jalan sekarang ke butik langganan mommyku." ucap Paulinus

" Ok." Jawab Paulina singkat

Paulinus pun mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke butik. Ponsel milik Paulinus berdering dan meminta Paulina untuk mengambil ponselnya di saku jasnya.

" Tolong ambilkan dan tempelkan di telingaku." pinta Paulinus.

" Baik." Jawab Paulina singkat sambil mengambil ponsel Paulinus di saku jasnya.

" Hallo." panggil Paulinus

" Kamu dimana sayang?" tanya mommy Paulinus

" Lagi di jalan mommy pergi ke butik langganan mommy." jawab Paulinus yang tidak bisa membohongi mommynya kecuali kejadian enam tahun yang lalu karena dirinya belum menemukan Paulina.

Terpopuler

Comments

Renireni Reni

Renireni Reni

biasanya org tua gk akan mau pergi saat anaknya operasi....paul bilang sm mommymu kalau paulus kna tembak

2022-05-22

0

Ngatmi Raya

Ngatmi Raya

Lanjuuuuuuuuuuuuutt

2022-05-13

0

Dianita Indra

Dianita Indra

lanjut thor

2022-03-15

0

lihat semua
Episodes
1 Malam Pertama
2 Paulina Pergi Ke Luar Negri
3 Meretas Perusahaan Milik Paman Paulinus
4 Pulang Ke Indonesia
5 Pertemuan Pertama Paulinus Dengan Ke Tiga Anaknya Serta Paulina
6 Menyelidiki Ke tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
7 Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
8 Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina 2
9 Paulinus dan Paulina Menyumbang Darah Untuk Paulus
10 Pelukan Pertama Daddy Paulinus
11 Masa Lalu Paulina
12 Pergi Ke Butik
13 Bertemu Kembali Dengan Mantan Calon Tunangan
14 Curahan Hati
15 Masa Lalu Paulinus
16 Mencari Cara Meluluhkan Hati Paulina
17 Paulina Bersedia Menikah
18 Mendaftarkan Sekolah
19 Memulai Dari Awal
20 Pindah Rumah
21 Mansion Milik Daddy Paulinus
22 Tinggal Di Mansion Daddy Paulinus
23 Pernikahan Paulinus dan Paulina
24 Aksi Tiga Anak Kembar Genius
25 Membeli Saham
26 Tiga Anak Kembar Genius
27 Tiga Anak Kembar Genius 2
28 Di Lema Paman Hendrik
29 Pecat
30 Kemarahan Daddy Paulinus
31 Tiga Aksi Kembar Genius
32 Janji
33 Mommy Paulina dan Daddy Paulinus
34 Paman Hendrik dan Maria
35 Kecelakaan
36 Kecelakaan 2
37 Hukuman
38 Hukuman 2
39 Kematian Lili Adriyel
40 Maria dan Paman Hendrik
41 Temani Aku Tidur
42 Masa Lalu Hendrik
43 Hendrik dan Maria
44 Bertemu Mantan
45 Hendrik dan Maria
46 Veni dan Kekasihnya Jatuh Miskin
47 Maria dan Hendrik
48 Hendrik dan Maria Terluka
49 Tidak Ada Penolakan
50 Mommy Paulina Sadar Dari Koma
51 Hendrik dan Maria
52 Perjodohan
53 Perjodohan 2
54 Bertunangan
55 Pernikahan Hendrik dan Maria
56 Daddy Paulinus Tertembak
57 Pakai Darah Saya Saja Dok
58 Kita Banyak Bersyukur
59 Aku Sangat Mencintaimu
60 Paulinus Sembuh Dari Penyakitnya
61 Sahabat
62 Satu Syarat
63 Hatinya Seperti Tersentil
64 Kelebihan
65 Bercerai
66 Hak Asuh Anak
67 Kamu serius ingin menceraikan aku
68 Kita Satu Keluarga
69 " Angelina Williams
70 Angelina Williams 2
71 Maukah kamu menikah denganku?
72 Ke dua orang tuamu kemana?
73 Tangisan Angel
74 Paulonus dan Angel
75 Kehadiranmu sangat berarti buatku.
76 Apa??? siapa kak?
77 Meledakkan gedung pernikahan
78 Hukuman
79 END
80 Novel : Wanita Kesayangan CEO
81 Novel : Wanita Kesayangan Presdir
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Malam Pertama
2
Paulina Pergi Ke Luar Negri
3
Meretas Perusahaan Milik Paman Paulinus
4
Pulang Ke Indonesia
5
Pertemuan Pertama Paulinus Dengan Ke Tiga Anaknya Serta Paulina
6
Menyelidiki Ke tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
7
Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
8
Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina 2
9
Paulinus dan Paulina Menyumbang Darah Untuk Paulus
10
Pelukan Pertama Daddy Paulinus
11
Masa Lalu Paulina
12
Pergi Ke Butik
13
Bertemu Kembali Dengan Mantan Calon Tunangan
14
Curahan Hati
15
Masa Lalu Paulinus
16
Mencari Cara Meluluhkan Hati Paulina
17
Paulina Bersedia Menikah
18
Mendaftarkan Sekolah
19
Memulai Dari Awal
20
Pindah Rumah
21
Mansion Milik Daddy Paulinus
22
Tinggal Di Mansion Daddy Paulinus
23
Pernikahan Paulinus dan Paulina
24
Aksi Tiga Anak Kembar Genius
25
Membeli Saham
26
Tiga Anak Kembar Genius
27
Tiga Anak Kembar Genius 2
28
Di Lema Paman Hendrik
29
Pecat
30
Kemarahan Daddy Paulinus
31
Tiga Aksi Kembar Genius
32
Janji
33
Mommy Paulina dan Daddy Paulinus
34
Paman Hendrik dan Maria
35
Kecelakaan
36
Kecelakaan 2
37
Hukuman
38
Hukuman 2
39
Kematian Lili Adriyel
40
Maria dan Paman Hendrik
41
Temani Aku Tidur
42
Masa Lalu Hendrik
43
Hendrik dan Maria
44
Bertemu Mantan
45
Hendrik dan Maria
46
Veni dan Kekasihnya Jatuh Miskin
47
Maria dan Hendrik
48
Hendrik dan Maria Terluka
49
Tidak Ada Penolakan
50
Mommy Paulina Sadar Dari Koma
51
Hendrik dan Maria
52
Perjodohan
53
Perjodohan 2
54
Bertunangan
55
Pernikahan Hendrik dan Maria
56
Daddy Paulinus Tertembak
57
Pakai Darah Saya Saja Dok
58
Kita Banyak Bersyukur
59
Aku Sangat Mencintaimu
60
Paulinus Sembuh Dari Penyakitnya
61
Sahabat
62
Satu Syarat
63
Hatinya Seperti Tersentil
64
Kelebihan
65
Bercerai
66
Hak Asuh Anak
67
Kamu serius ingin menceraikan aku
68
Kita Satu Keluarga
69
" Angelina Williams
70
Angelina Williams 2
71
Maukah kamu menikah denganku?
72
Ke dua orang tuamu kemana?
73
Tangisan Angel
74
Paulonus dan Angel
75
Kehadiranmu sangat berarti buatku.
76
Apa??? siapa kak?
77
Meledakkan gedung pernikahan
78
Hukuman
79
END
80
Novel : Wanita Kesayangan CEO
81
Novel : Wanita Kesayangan Presdir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!