Paulinus dan Paulina Menyumbang Darah Untuk Paulus

" Kebetulan darah saya sama dengan anak saya, ambillah darah saya dok." ucap mommy Paulina

" Maaf anak nyonya dan tuan membutuhkan darah yang lumayan banyak. Kami kuatir nanti nyonya pingsan karena darahnya akan di ambil." ucap dokter itu.

"Saya tidak perduli dok, walau saya mati karena kehabisan darah asalkan anak saya selamat." ucap mommy Paulina tanpa ragu.

" Mommy, darah kami juga sama dengan kakak lebih baik darah kami saja mom." ucap ke dua anak kembarnya.

grep

" Tidak kalian masih kecil nanti kalau sudah besar baru bisa menyumbangkan darah." ucap mommy Paulina sambil berlutut untuk memeluk ke dua anak kembarnya.

Ucapan mommy Paulina membuat Paulinus terharu terlebih ke dua adiknya yang sangat sayang dengan mommy dan kakaknya yang bernama Paulus.

" Baik kalau begitu silahkan ikuti perawat kami untuk di ambil darahnya." ucap dokter tersebut sambil membalikkan badannya dan masuk ke dalam ruang UGD.

" Maria titip ke dua anakku." pinta mommy Paulina.

" Ok." Jawab tante Maria singkat.

" Hendrik jaga ke dua anakku." ucap Paulinus.

" Baik tuan." Jawab Hendrik sambil memandangi ke dua anak kembar yang sangat mirip dengan tuannya hanya saja tuannya versi dewasa sedangkan ke dua anak kembar versi kecil.

Perawat itupun berjalan ke arah ruangan khusus untuk mengambil darah dengan diikuti mommy Paulina dan Paulinus.

" Memangnya darah anak kita apa?" bisik Paulinus penasaran.

" Golongan darahnya golden blood atau darah emas." bisik mommy Paulina mengikuti Paulinus.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Bukan darahnya yang berwarna emas, dalam istilah medis golongan darah ini disebut Rh-null karena tak adanya rhesus antigen pada sel darah merah.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

" Kalau begitu pakai darahku saja kebetulan darahnya sama denganku." ucap Paulinus

" Tapi..." ucapan Paulina terpotong oleh Paulinus.

" Tidak terima penolakan." ucap Paulinus.

" Baiklah, tapi karena butuh darah banyak kantong ke dua pakai darahku saja." usul mommy Paulina.

" Memangnya kenapa?" tanya Paulinus

" Karena aku tidak ingin tuan..." ucap Paulina menggantungkan kalimatnya karena tidak tahu namanya.

" Panggil saja Paul." ucap Paulinus

" Bagaimana kalau kak Paul?" tanya Paulina

" Terserah, panggil honey juga tidak apa-apa." ucap Paulinus sambil masuk ke dalam ruangan dengan diikuti Paulina.

Paulina mengalihkan pandangannya ke arah Paulinus sambil menatap tajam membuat Paulinus tersenyum karena Paulinus melihatnya menggemaskan.

cup

Paulinus mengecup bibir Paulina yang enam tahun yang lalu menjadi candunya membuat Paulina menatap dengan tatapan horor tapi Paulinus tidak takut sama sekali malah tersenyum puas sambil berbaring di ranjang untuk di ambil darahnya.

Paulina ingin memaki pria itu karena telah berani mencuri ciumannya tapi mengingat ada perawat membuat Paulina mengurungkan niatnya.

" Suster, setelah kantong darah sudah penuh langsung berhenti ya sus karena kantong ke dua biar darah saya saja." ucap Paulina

" Baik nyonya." Jawab suster tersebut dengan sopan.

Setelah agak lama kantong darah itupun terisi penuh dan kini gantian Paulina. Paulina hanya memejamkan matanya dengan kuat karena sejujurnya dirinya sangat takut dengan jarum suntik.

" Maaf nyonya jangan tegang nanti jarum suntiknya bisa patah." ucap suster tersebut.

" Maaf suster saya sangat takut jarum suntik." ucap mommy Paulina yang masih memejamkan matanya.

" Pffftttt hahahaha.." tawa Paulinus pecah mendengar ucapan mommy Paulina

Mommy Paulina yang ditertawakan membuka matanya dan menatap tajam ke arah Paulinus.

"Auch.." rintih mommy Paulina ketika jarum suntik menusuk ke tangannya membuat mommy Paulina menutup matanya kembali.

Paulinus hanya bisa menahan tawa karena melihat mommy Paulina sangat menggemaskan. Tidak berapa lama akhirnya selesai sudah acara sedot darahnya membuat mommy Paulina menghembuskan nafasnya dengan lega membuat Paulinus menahan kembali tawanya yang terasa ingin pecah sungguh menggemaskan melihatnya.

Perawat itupun keluar dari ruangan itu sambil membawa dua kantong darah bersamaan kedatangan seorang membawa Snack dan susu agar Paulinus dan Paulina pulih kembali.

" Taruh di sini saja sus." Ucap mommy Paulina sambil menunjuk meja dekat ranjang Paulina dan Paulinus.

" Baik." Jawab suster tersebut sambil meletakkan nampan tersebut kemudian meninggalkan mereka berdua.

" Kenapa hanya satu?" tanya mommy Paulina

" Bukannya nyonya saja yang mendonorkan darahnya?" tanya suster tersebut menghentikan langkahnya sambil membalikkan badannya menatap ke arah mereka berdua.

" Bu..." ucapan mommy Paulina terpotong oleh Paulinus.

"Tidak apa-apa sus, satu saja." ucap Paulinus sambil turun dari ranjang dan duduk di ranjang samping mommy Paulina.

" Baiklah." Jawab perawat itu dengan singkat sambil membalikkan badannya dan menggenggam gagang pintu yang tadi digengamnya.

Suster tersebut meninggalkan mereka berdua membuat ke dua jantung mereka berdetak kencang.

" Susu dan snack hanya satu, kak Paul saja yang makan." ucap mommy Paulina mengalah

" Tidak, kamu saja yang makan dan minum susunya." tolak Paulinus.

" Kak Paul kan habis mendonorkan darah." ucap mommy Paulina beralasan.

" Kamu juga habis mendonorkan darahnya." ucap Paulinus tidak mau kalah.

" Hmmm... begini saja kita makan bersama." ucap mommy Paulina sambil mengambil roti kemudian membuka bungkus plastiknya kemudian di belah menjadi dua hanya saja yang satu kecil dan yang satunya agak besar.

Paulinus yang mengerti maksud mommy Paulina langsung mengambil roti yang ukuran kecil.

" Kenapa ambil yang kecil?" protes mommy Paulina

" Bukannya kamu membagi dua roti dan roti yang kecil ini buatku?" tanya Paulinus sambil memasukkan roti tersebut ke dalam mulutnya.

" Tidak, kak Paul yang besar dan aku yang kecil." ucap mommy Paulina sambil memotong lagi roti tersebut dan sekarang ukuran potongan nya hampir sama.

" Buatmu saja sayang." ucap Paulinus merubah panggilannya.

" Sayang?" ucap mommy Paulina mengulangi perkataan Paulinus.

" Ya sayang, kalau hanya kita berdua aku memanggilmu dengan sebutan sayang dan kamu memanggilku honey tapi di depan anak kita kamu memanggilku daddy dan aku memanggilmu mommy." ucap Paulinus.

" Kenapa kak Paul yakin kalau ke tiga anak kembar itu adalah anak kak Paul?" tanya Paulina dengan nada bingung sambil memberikan potongan roti ke Paulinus.

" Yakin saja kalau ke tiga anak kembar adalah anak kita " ucap Paulinus sambil menerima roti tersebut kemudian memakannya begitu pula dengan mommy Paulina ikut memakan roti.

Tanpa sadar Paulina yang merasa haus langsung meminum susu tersebut hingga tersisa setengah gelas. Baru saja hendak diletakkan ke meja Paulinus menahan tangan mommy Paulina kemudian di arahkan ke mulut Paulinus dan meminumnya hingga tanpa sisa.

" Eh... itukan bekas mulutku? apakah kak Paul tidak jijik?" tanya mommy Paulina

" Kenapa jijik, kamukan orang yang aku cintai dan ibu dari ke tiga anakku." ucap Paulinus sambil menaruh gelas tersebut ke meja tanpa melepaskan tangan mommy Paulina.

Mommy Paulina hanya tersenyum dengan wajah memerah menahan malu dan berusaha melepaskan tangan yang dipegang oleh Paulinus.

Terpopuler

Comments

Erni Andi Arifuddin

Erni Andi Arifuddin

tampa mengurangi rasa hormat buat penulis,apa tdk sebaiknya di revisi nama nama nya seperti paulinus jadi paul,paulina jadi lina sana maupun nama parkalis di singkat jadi kalis atau kali😂 dan kok kayak tdk ada drama sedih atau menangis anaknya terluka parah🙏🏻

2025-03-06

0

Isabela Devi

Isabela Devi

mantebs momy paulina

2024-06-04

0

Momy Victory 🏆👑🌹

Momy Victory 🏆👑🌹

asisten Hendrik menjadi pasangannya Tante Maria...
sahabatnya mami Paulina

2022-05-26

1

lihat semua
Episodes
1 Malam Pertama
2 Paulina Pergi Ke Luar Negri
3 Meretas Perusahaan Milik Paman Paulinus
4 Pulang Ke Indonesia
5 Pertemuan Pertama Paulinus Dengan Ke Tiga Anaknya Serta Paulina
6 Menyelidiki Ke tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
7 Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
8 Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina 2
9 Paulinus dan Paulina Menyumbang Darah Untuk Paulus
10 Pelukan Pertama Daddy Paulinus
11 Masa Lalu Paulina
12 Pergi Ke Butik
13 Bertemu Kembali Dengan Mantan Calon Tunangan
14 Curahan Hati
15 Masa Lalu Paulinus
16 Mencari Cara Meluluhkan Hati Paulina
17 Paulina Bersedia Menikah
18 Mendaftarkan Sekolah
19 Memulai Dari Awal
20 Pindah Rumah
21 Mansion Milik Daddy Paulinus
22 Tinggal Di Mansion Daddy Paulinus
23 Pernikahan Paulinus dan Paulina
24 Aksi Tiga Anak Kembar Genius
25 Membeli Saham
26 Tiga Anak Kembar Genius
27 Tiga Anak Kembar Genius 2
28 Di Lema Paman Hendrik
29 Pecat
30 Kemarahan Daddy Paulinus
31 Tiga Aksi Kembar Genius
32 Janji
33 Mommy Paulina dan Daddy Paulinus
34 Paman Hendrik dan Maria
35 Kecelakaan
36 Kecelakaan 2
37 Hukuman
38 Hukuman 2
39 Kematian Lili Adriyel
40 Maria dan Paman Hendrik
41 Temani Aku Tidur
42 Masa Lalu Hendrik
43 Hendrik dan Maria
44 Bertemu Mantan
45 Hendrik dan Maria
46 Veni dan Kekasihnya Jatuh Miskin
47 Maria dan Hendrik
48 Hendrik dan Maria Terluka
49 Tidak Ada Penolakan
50 Mommy Paulina Sadar Dari Koma
51 Hendrik dan Maria
52 Perjodohan
53 Perjodohan 2
54 Bertunangan
55 Pernikahan Hendrik dan Maria
56 Daddy Paulinus Tertembak
57 Pakai Darah Saya Saja Dok
58 Kita Banyak Bersyukur
59 Aku Sangat Mencintaimu
60 Paulinus Sembuh Dari Penyakitnya
61 Sahabat
62 Satu Syarat
63 Hatinya Seperti Tersentil
64 Kelebihan
65 Bercerai
66 Hak Asuh Anak
67 Kamu serius ingin menceraikan aku
68 Kita Satu Keluarga
69 " Angelina Williams
70 Angelina Williams 2
71 Maukah kamu menikah denganku?
72 Ke dua orang tuamu kemana?
73 Tangisan Angel
74 Paulonus dan Angel
75 Kehadiranmu sangat berarti buatku.
76 Apa??? siapa kak?
77 Meledakkan gedung pernikahan
78 Hukuman
79 END
80 Novel : Wanita Kesayangan CEO
81 Novel : Wanita Kesayangan Presdir
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Malam Pertama
2
Paulina Pergi Ke Luar Negri
3
Meretas Perusahaan Milik Paman Paulinus
4
Pulang Ke Indonesia
5
Pertemuan Pertama Paulinus Dengan Ke Tiga Anaknya Serta Paulina
6
Menyelidiki Ke tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
7
Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
8
Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina 2
9
Paulinus dan Paulina Menyumbang Darah Untuk Paulus
10
Pelukan Pertama Daddy Paulinus
11
Masa Lalu Paulina
12
Pergi Ke Butik
13
Bertemu Kembali Dengan Mantan Calon Tunangan
14
Curahan Hati
15
Masa Lalu Paulinus
16
Mencari Cara Meluluhkan Hati Paulina
17
Paulina Bersedia Menikah
18
Mendaftarkan Sekolah
19
Memulai Dari Awal
20
Pindah Rumah
21
Mansion Milik Daddy Paulinus
22
Tinggal Di Mansion Daddy Paulinus
23
Pernikahan Paulinus dan Paulina
24
Aksi Tiga Anak Kembar Genius
25
Membeli Saham
26
Tiga Anak Kembar Genius
27
Tiga Anak Kembar Genius 2
28
Di Lema Paman Hendrik
29
Pecat
30
Kemarahan Daddy Paulinus
31
Tiga Aksi Kembar Genius
32
Janji
33
Mommy Paulina dan Daddy Paulinus
34
Paman Hendrik dan Maria
35
Kecelakaan
36
Kecelakaan 2
37
Hukuman
38
Hukuman 2
39
Kematian Lili Adriyel
40
Maria dan Paman Hendrik
41
Temani Aku Tidur
42
Masa Lalu Hendrik
43
Hendrik dan Maria
44
Bertemu Mantan
45
Hendrik dan Maria
46
Veni dan Kekasihnya Jatuh Miskin
47
Maria dan Hendrik
48
Hendrik dan Maria Terluka
49
Tidak Ada Penolakan
50
Mommy Paulina Sadar Dari Koma
51
Hendrik dan Maria
52
Perjodohan
53
Perjodohan 2
54
Bertunangan
55
Pernikahan Hendrik dan Maria
56
Daddy Paulinus Tertembak
57
Pakai Darah Saya Saja Dok
58
Kita Banyak Bersyukur
59
Aku Sangat Mencintaimu
60
Paulinus Sembuh Dari Penyakitnya
61
Sahabat
62
Satu Syarat
63
Hatinya Seperti Tersentil
64
Kelebihan
65
Bercerai
66
Hak Asuh Anak
67
Kamu serius ingin menceraikan aku
68
Kita Satu Keluarga
69
" Angelina Williams
70
Angelina Williams 2
71
Maukah kamu menikah denganku?
72
Ke dua orang tuamu kemana?
73
Tangisan Angel
74
Paulonus dan Angel
75
Kehadiranmu sangat berarti buatku.
76
Apa??? siapa kak?
77
Meledakkan gedung pernikahan
78
Hukuman
79
END
80
Novel : Wanita Kesayangan CEO
81
Novel : Wanita Kesayangan Presdir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!