Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina 2

Para bodyguard yang mengerti langsung ke luar dari dua mobil tersebut total ada delapan bodyguard. Mereka berjalan dengan langkah cepat.

" Kalian berempat bantu kami dan yang empatnya lagi bantu wanita itu bersama dua anak kembar. Lindungi mereka jangan sampai terluka." Perintah Hendrik sambil melangkahkan kaki dengan cepat karena tuan Paulinus hampir dekat dengan Paulina.

" Baik tuan." Jawab mereka serempak.

Paulinus langsung mendekati mommy Paulina dan membantu mommy Paulina untuk menyerang para penjahat dengan di bantu asisten dan empat bodyguard pilihannya sedangkan ke empat bodyguard lainnya melindungi ke dua anak kembar dan wanita itu.

" Lindungi anak kita." perintah Paulinus ketika bersebelahan dengan mommy Paulina.

" Anak kita?" tanya mommy Paulina mengulangi perkataan Paulinus sambil menyerang para penjahat.

" Ckckck... ke tiga anak kembar itukan anak kita, sudah sana lindungi ke tiga anak kita. Aku sudah memerintahkan ke empat bodyguard untuk melindungi kalian." ucap Paulinus sambil mengusir Paulina.

" Baiklah." Ucap mommy Paulina sambil menarik tangan anaknya yang bernama Patrick.

bugh

duag

Paulinus menyerang para penjahat karena mereka hendak menyerang mommy Paulina dan Patrick. Mommy Paulina hanya tersenyum karena pria itu membantunya karena dirinya tidak yakin bisa mengalahkan mereka.

Mommy Paulina mendekati ke dua anaknya dan sahabatnya yang bernama Maria.

" Kalian bantulah tuan kalian." pinta Paulina

" Maaf nona, kami di suruh menjaga kalian." ucap salah satu bodyguardnya menolak permintaan mommy Paulina.

" Kalau begitu satu saja, aku dan sahabatku serta anakku bisa berkelahi." ucap mommy Paulina.

Mereka saling menatap seperti memberikan kode untuk mengikuti keinginan mommy Paulina atau tidak.

" Saya akan tanggung jawab jika terjadi sesuatu dengan kami." ucap mommy Paulina

" Baiklah."Jawab ke tiga bodyguard dengan serempak dan singkat.

Ke tiga bodyguard meninggalkan satu temannya, ke dua wanita dewasa dan ke tiga anak kembar untuk membantu tuannya.

Bantuan ke empat bodyguard sangat berarti buat Paulinus, Hendrik dan ke empat bodyguardnya karena para penjahat mempunyai kemampuan bela diri yang sangat tinggi.

Mereka menyerang para penjahat namun tanpa sepengetahuan Paulinus seorang pria menodongkan pistol ke arah Paulinus tapi tatapan elang Paulus anak pertamanya melihat kalau daddynya dalam bahaya membuat Paulus berlari.

" Daddy awas!!!" teriak Paulus

dor

akhhhhh

bruk

dor

akhhhhh

bruk

Paulus memeluk daddynya dari arah belakang hingga yang tertembak Paulus. Paulus yang hendak jatuh langsung di tahan oleh Paulinus kemudian menggendongnya sedangkan Hendrik yang melihat anak kecil tertembak membuatnya marah dan langsung menembak pria itu di keningnya hingga mati di tempat.

" Paulus!!!" teriak mommy Paulina.

" Maria dan ke dua anak mommy di sini jangan ke sana, mommy akan membantu Paulus kakak kalian." ucap mommy Paulina sambil berlari untuk mendekati anak pertamanya.

" Baik mommy." Jawab Paskalis dan Patrick serempak sambil mengeluarkan air matanya karena kakak kesayangannya tertembak.

" Biar Paulus yang aku gendong." ucap mommy Paulina setelah dekat dengan Paulinus.

Paulinus langsung memberikan Paulus ke mommy Paulina dengan berhati-hati takut anaknya bertambah kesakitan.

" Masuk ke dalam mobil dan pergi ke rumah sakit dengan di antar bodyguardku." ucap Paulinus

" Tapi..." ucapan mommy Paulina terpotong oleh Paulinus.

" Tidak ada penolakan." ucap Paulinus dengan nada tegas sambil menatap tajam ke arah mommy Paulina.

Mommy Paulina hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar karena dirinya kesal dengan pria yang mengaku sebagai daddy ke tiga anaknya terlebih Paulinus menatap tajam ke arah dirinya karena seumur hidup dirinya tidak pernah di tatap tajam oleh seorang pria.

" Baik." Jawab mommy Paulina singkat sambil berjalan meninggalkan mereka dengan menggendong Paulus menuju ke arah mobil.

" Antar kami ke rumah sakit." ucap mommy Paulina.

" Baik nona." Jawab bodyguard sambil membuka pintu mobil belakang kemudian diikuti oleh Patrick dan Paskalis.

Tante Maria duduk di samping pengemudi sedangkan bodyguard duduk di kursi pengemudi.

Sepeninggal Paulina dan ke tiga anak kembarnya serta Tante Maria dan bodyguardnya sepasang mata Paulinus berubah menjadi merah karena melihat anaknya tertembak membuatnya marah dan menyerang secara membabi-buta hingga semua penjahat tumbang.

" Bawa mereka ke markas dan siksa siapa yang menyuruh mereka." ucap Paulinus dengan nada dingin.

" Baik tuan." Jawab para bodyguard sambil berjalan ke arah para penjahat untuk di bawa ke markas.

" Tunggu." ucap Paulinus

Para bodyguard itupun menghentikan langkah kakinya sambil menunggu perintah selanjutnya dari tuan Paulinus.

dor

akhhhhh

dor

akhhhhh

dor

akhhhhh

dor

akhhhhh

dor

akhhhhh

dor

akhhhhh

dor

akhhhhh

dor

akhhhhh

dor

akhhhhh

dor

akhhhhh

dor

akhhhhh

dor

akhhhhh

Ke dua belas penjahat di tembak masing - masing di kaki kirinya.

" Sekarang bawa mereka semuanya." ucap Paulinus sambil menaruh dua pistolnya di balik saku jasnya.

" Baik tuan." Jawab para bodyguard sambil berjalan ke arah para penjahat untuk di bawa ke markas.

" Hendrik kita berangkat ke rumah sakit." ucap Paulinus

" Baik tuan." Jawab Hendrik patuh

" Hendrik lakukan tes DNA untuk ke dua anak kembar karena yang satunya lagi terluka karena aku sangat yakin kalau mereka bertiga adalah anakku." ucap Paulinus sambil duduk di kursi belakang pengemudi.

" Maaf tuan, kalau memang yakin kenapa pakai tes DNA?" tanya Hendrik dengan nada bingung sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.

" Agar Paulina tidak bisa mengelak kalau mereka adalah darah dagingku." ucap Paulinus.

" Saya mengerti tuan." ucap Hendrik.

Tidak berapa lama merekapun sudah sampai di rumah sakit.

tap

tap

tap

Bunyi suara sepatu pantofel memenuhi ruangan rumah sakit, banyak para pengunjung, para perawat dan para dokter baik gadis dan wanita menatap tanpa berkedip melihat Paulinus dan Hendrik, dua laki - laki yang sangat tampan seperti dewa tapi lebih tampan Paulinus.

Paulinus dan Hendrik sudah terbiasa di tatap seperti itu karena itu ke dua pria tampan berjalan dengan angkuh menuju ke ruang UGD tanpa memperdulikan tatapan para gadis dan wanita.

Paulinus melihat mommy Paulina sedang duduk di kursi ruang tunggu bersama ke dua anaknya dan sahabatnya Maria membuat Paulinus merasakan bahagia karena bisa bertemu dengan cinta pertamanya dan juga ke dua anak kembar yang sangat mirip dengan dirinya secara tidak di sengaja.

" Paulina bagaimana dengan anak kita?" tanya Paulinus sambil berdiri di hadapan mommy Paulina.

Mommy Paulina berdiri dan menatap wajah Paulinus dari jarak dekat dan memang wajahnya sangat mirip dengan ke tiga anaknya.

" Masih menunggu." ucap mommy Paulina.

" Ada yang ingin kita bicara..." ucap Paulinus terputus karena mendengar suara orang membuka pintu.

ceklek

Keluarga Paulus." panggil dokter

" Saya dok." ucap mommy Paulina dan Paulinus serempak.

" Maaf nyonya dan tuan, anak tuan mengalami kekurangan darah apakah ada yang cocok dengan darahnya?" tanya dokter tersebut.

Terpopuler

Comments

Arumi Tato

Arumi Tato

darah daddynya aja pasti cocok

2022-05-22

0

Renireni Reni

Renireni Reni

yg cocok pasti darah daddynya

2022-05-22

0

Ngatmi Raya

Ngatmi Raya

Dan yang cocok darah Daddy

2022-05-13

0

lihat semua
Episodes
1 Malam Pertama
2 Paulina Pergi Ke Luar Negri
3 Meretas Perusahaan Milik Paman Paulinus
4 Pulang Ke Indonesia
5 Pertemuan Pertama Paulinus Dengan Ke Tiga Anaknya Serta Paulina
6 Menyelidiki Ke tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
7 Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
8 Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina 2
9 Paulinus dan Paulina Menyumbang Darah Untuk Paulus
10 Pelukan Pertama Daddy Paulinus
11 Masa Lalu Paulina
12 Pergi Ke Butik
13 Bertemu Kembali Dengan Mantan Calon Tunangan
14 Curahan Hati
15 Masa Lalu Paulinus
16 Mencari Cara Meluluhkan Hati Paulina
17 Paulina Bersedia Menikah
18 Mendaftarkan Sekolah
19 Memulai Dari Awal
20 Pindah Rumah
21 Mansion Milik Daddy Paulinus
22 Tinggal Di Mansion Daddy Paulinus
23 Pernikahan Paulinus dan Paulina
24 Aksi Tiga Anak Kembar Genius
25 Membeli Saham
26 Tiga Anak Kembar Genius
27 Tiga Anak Kembar Genius 2
28 Di Lema Paman Hendrik
29 Pecat
30 Kemarahan Daddy Paulinus
31 Tiga Aksi Kembar Genius
32 Janji
33 Mommy Paulina dan Daddy Paulinus
34 Paman Hendrik dan Maria
35 Kecelakaan
36 Kecelakaan 2
37 Hukuman
38 Hukuman 2
39 Kematian Lili Adriyel
40 Maria dan Paman Hendrik
41 Temani Aku Tidur
42 Masa Lalu Hendrik
43 Hendrik dan Maria
44 Bertemu Mantan
45 Hendrik dan Maria
46 Veni dan Kekasihnya Jatuh Miskin
47 Maria dan Hendrik
48 Hendrik dan Maria Terluka
49 Tidak Ada Penolakan
50 Mommy Paulina Sadar Dari Koma
51 Hendrik dan Maria
52 Perjodohan
53 Perjodohan 2
54 Bertunangan
55 Pernikahan Hendrik dan Maria
56 Daddy Paulinus Tertembak
57 Pakai Darah Saya Saja Dok
58 Kita Banyak Bersyukur
59 Aku Sangat Mencintaimu
60 Paulinus Sembuh Dari Penyakitnya
61 Sahabat
62 Satu Syarat
63 Hatinya Seperti Tersentil
64 Kelebihan
65 Bercerai
66 Hak Asuh Anak
67 Kamu serius ingin menceraikan aku
68 Kita Satu Keluarga
69 " Angelina Williams
70 Angelina Williams 2
71 Maukah kamu menikah denganku?
72 Ke dua orang tuamu kemana?
73 Tangisan Angel
74 Paulonus dan Angel
75 Kehadiranmu sangat berarti buatku.
76 Apa??? siapa kak?
77 Meledakkan gedung pernikahan
78 Hukuman
79 END
80 Novel : Wanita Kesayangan CEO
81 Novel : Wanita Kesayangan Presdir
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Malam Pertama
2
Paulina Pergi Ke Luar Negri
3
Meretas Perusahaan Milik Paman Paulinus
4
Pulang Ke Indonesia
5
Pertemuan Pertama Paulinus Dengan Ke Tiga Anaknya Serta Paulina
6
Menyelidiki Ke tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
7
Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
8
Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina 2
9
Paulinus dan Paulina Menyumbang Darah Untuk Paulus
10
Pelukan Pertama Daddy Paulinus
11
Masa Lalu Paulina
12
Pergi Ke Butik
13
Bertemu Kembali Dengan Mantan Calon Tunangan
14
Curahan Hati
15
Masa Lalu Paulinus
16
Mencari Cara Meluluhkan Hati Paulina
17
Paulina Bersedia Menikah
18
Mendaftarkan Sekolah
19
Memulai Dari Awal
20
Pindah Rumah
21
Mansion Milik Daddy Paulinus
22
Tinggal Di Mansion Daddy Paulinus
23
Pernikahan Paulinus dan Paulina
24
Aksi Tiga Anak Kembar Genius
25
Membeli Saham
26
Tiga Anak Kembar Genius
27
Tiga Anak Kembar Genius 2
28
Di Lema Paman Hendrik
29
Pecat
30
Kemarahan Daddy Paulinus
31
Tiga Aksi Kembar Genius
32
Janji
33
Mommy Paulina dan Daddy Paulinus
34
Paman Hendrik dan Maria
35
Kecelakaan
36
Kecelakaan 2
37
Hukuman
38
Hukuman 2
39
Kematian Lili Adriyel
40
Maria dan Paman Hendrik
41
Temani Aku Tidur
42
Masa Lalu Hendrik
43
Hendrik dan Maria
44
Bertemu Mantan
45
Hendrik dan Maria
46
Veni dan Kekasihnya Jatuh Miskin
47
Maria dan Hendrik
48
Hendrik dan Maria Terluka
49
Tidak Ada Penolakan
50
Mommy Paulina Sadar Dari Koma
51
Hendrik dan Maria
52
Perjodohan
53
Perjodohan 2
54
Bertunangan
55
Pernikahan Hendrik dan Maria
56
Daddy Paulinus Tertembak
57
Pakai Darah Saya Saja Dok
58
Kita Banyak Bersyukur
59
Aku Sangat Mencintaimu
60
Paulinus Sembuh Dari Penyakitnya
61
Sahabat
62
Satu Syarat
63
Hatinya Seperti Tersentil
64
Kelebihan
65
Bercerai
66
Hak Asuh Anak
67
Kamu serius ingin menceraikan aku
68
Kita Satu Keluarga
69
" Angelina Williams
70
Angelina Williams 2
71
Maukah kamu menikah denganku?
72
Ke dua orang tuamu kemana?
73
Tangisan Angel
74
Paulonus dan Angel
75
Kehadiranmu sangat berarti buatku.
76
Apa??? siapa kak?
77
Meledakkan gedung pernikahan
78
Hukuman
79
END
80
Novel : Wanita Kesayangan CEO
81
Novel : Wanita Kesayangan Presdir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!