Masa Lalu Paulina

xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx

Paulina saat itu yang masih berumur tujuh belas tahun memeluk gundukan yang masih baru dan bertaburan bunga - bunga khusus untuk orang yang sudah meninggal.

Ayah Paulina mengusapnya perlahan punggung putri semata wayangnya sambil duduk di tanah yang masih merah dimana jasad istrinya baru saja dikuburkan.

" Ayah.. hiks... hiks... hiks... kenapa ibu cepat sekali meninggalkan kita." ucap Paulina sambil terisak.

" Sudahlah sayang, ibumu sekarang sudah tenang di sana, sudah tidak sakit lagi. Kalau kamu menangis terus ibumu nanti sedih melihatmu menangis. Kamu tidak ingin ibumu sedih kan?" tanya ayahnya dengan kata bijaknya.

" Iya ayah." ucap Paulina

" Anak pintar." ucap ayahnya Paulina sambil melepaskan pelukannya kemudian menghapus ke dua air mata Putri tersayangnya.

" Kita sekarang pulang yuk?" ajak ayahnya Paulina.

" Baik ayah." ucap Paulina patuh.

Ke dua orang itupun meninggalkan area perkuburan menuju ke mansion mereka. Hari - hari mereka lalui berdua hingga di bulan yang ke lima setelah meninggal istrinya, ayahnya Paulina membawa seorang wanita yang seumuran dengan dirinya dan gadis yang berumur enam belas tahun.

" Paulina sini sayang, ayah kenalin dengan teman ayah." ucap ayah Paulina

Paulina berjalan mendekati ayahnya dan mengecup punggung tangan ayahnya dan bergantian dengan seorang wanita yang seumuran dengan ayahnya.

" Anak pintar dan mengerti tata karma. Siapa namamu sayang?" tanya wanita itu dengan nada lembut.

" Paulina Tante." ucap Paulina dengan nada lembut.

" Namanya cantik secantik orangnya." puji wanita itu sambil memeluk Paulina.

Paulina membalas pelukan wanita itu dan tidak berapa lama mereka melepaskan pelukannya.

" Kenalkan ini anak Tante." ucap wanita itu dengan nada lembut

" Paulina." ucap Paulina dengan nada lembut sambil tangan kanannya diarahkan ke gadis itu.

" Lili." ucap Lili sambil tersenyum dan membalas uluran tangan Paulina.

" Pelayan siapkan minuman." perintah ayah Paulina.

" Baik tuan." ucap kepala pelayan dengan nada sopan

Mereka berbicara panjang lebar dan terkadang mereka tertawa bersama. Suasana mansion yang sepi kini menjadi ramai. Setiap seminggu sekali ibu dan anak itu datang hingga tiga bulan kemudian ayahnya Paulina berbicara dengan putri semata wayangnya.

" Paulina bagaimana menurutmu dengan tante Rebecca?" tanya ayahnya Paulina

" Sangat baik ayah, ayah ingin menikah dengan tante Rebecca ya?" tebak Paulina.

" Apakah boleh?" tanya ayahnya Paulina penuh harap.

" Boleh saja ayah asalkan ayah bahagia Paulina juga ikut bahagia." ucap Paulina sambil tersenyum.

" Terima kasih sayang, kamu memang putri kesayangan ayah." puji ayahnya Paulina

Setelah selesai berbicara mereka kembali ke kamar masing-masing. Sebulan kemudian ayahnya Paulina menikah dengan tante Rebecca. Kini keluarga mereka sudah lengkap terlebih Paulina sangat bahagia karena ibu tirinya dan adik tirinya yang selisih satu tahun sangat baik padanya.

Tiga Bulan Kemudian

Kebahagiaan Paulina melihat ayahnya tidak sedih lagi membuat Paulina sangat senang tapi kebahagiaan Paulina terenggut dengan kematian ayahnya yang mengalami kecelakaan sewaktu pulang dari perusahaan.

Kini Paulina, ibu Rebecca dan Lili berada di kuburan ayahnya.

" Ayah... hiks... hiks... kenapa secepat ini meninggalkan Paulina." ucap Paulina sambil menangis

" Sudahlah sayang, jangan menangis lagi ayahmu sudah tenang di sana." ucap ibu Rebecca sambil memeluk Paulina dari arah samping.

Paulina membalas pelukan ibu tirinya dari arah samping sambil kepalanya bersandar di bahu ibu tirinya. Setelah agak lama merekapun meninggalkan area perkuburan itu menuju ke mansion. Sampai di depan pintu mansion ada dua orang yang sedang menunggu kedatangan mereka.

" Ada apa Joni dan Jono?" tanya ibu Rebecca dengan nada lembut

Joni adalah orang kepercayaan ayahnya Paulina sedangkan Jono adalah pengacara pribadi ayahnya Paulina.

" Maaf nyonya, bolehkah kami masuk ke dalam?" tanya Joni dengan nada sopan.

" Boleh silahkan." ucap ibu Rebecca.

Mereka pun masuk ke dalam mansion dan duduk di ruang tamu.

" Maaf Bu, Paulina mau istirahat dulu." ucap Paulina.

" Baiklah sayang, istirahat lah di kamar." ucap ibu Rebecca dengan nada lembut.

" Baik Bu, mari kak Joni dan pak Jono." ucap Paulina dengan nada lembut.

" Maaf nona ini tentang warisan peninggalan ayah nona." ucap Joni dan Jono serempak.

" Ada ibuku, biar ibuku yang mengurus semuanya." ucap Paulina.

" Baik nona." ucap Joni dan Jono dengan nada sopan.

Paulina melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju ke kamar pribadinya di lantai dua sedangkan ibu tirinya Paulina yang bernama Rebecca dan anak kandungnya yang bernama Lili menemani asisten suaminya dan pengacara pribadi suaminya.

" Ada yang bisa kami bantu?" tanya Rebecca dengan nada lembut.

" Begini nyonya semua harta warisan milik tuan Arnold akan menjadi milik Paulina sedangkan nyonya Rebecca dan Lili setiap bulan mendapatkan uang masing-masing Rp. 10,000,000." ucap pengacara pribadi menjelaskan.

" Apa yang mesti saya bantu untuk Paulina?" tanya ibu Rebecca dengan nada lembut walau hatinya sangat marah tapi di tahannya.

" Sekarang Paulina sudah berumur delapan belas tahun jadi bisa langsung menandatangani dokumen - dokumen yang berisi pengalihan hak atas semua aset berharga milik tuan Arnold ayah kandung Paulina.

" Jadi besok pagi harap datang ke kantor pengacara." sambung pengacara dengan nada ramah.

" Baik Jono nanti saya katakan dengan putriku Paulina." ucap ibu Rebecca sambil tersenyum palsu.

" Baiklah, kalau begitu sampai bertemu besok pagi." ucap Joni dan Jono secara bersamaan.

" Baik." jawab ibu Rebecca singkat.

Joni dan Jono pergi meninggalkan mereka berdua.

" Lili kita ke ruang kerja." perintah ibunya.

" Baik Bu." jawab Lili patuh.

Merekapun pergi ke ruang kerja yang dulunya milik suaminya ketika masih hidup.

" Lili, apakah kamu ada ide untuk melenyapkan Paulina agar semua harta bisa kita miliki?" tanya ibu Rebecca dengan tersenyum licik.

" Aku pikir ibu menyukai Paulina." ucap Lili

" Ibu terpaksa berbuat baik karena ibu pikir tua bangka itu akan memberikan hartanya untukku tapi ternyata pengorbananku sia - sia karena itulah ibu ingin menguasai semua hartanya. Apakah kamu mempunyai ide?" tanya ibu Rebecca mengulangi perkataannya.

Lili terdiam sambil berfikir kemudian tidak berapa lama Lili mempunyai ide jahat dan dibisikkan ke ibunya. Ibu Rebecca sangat senang dengan ide jahat anaknya.

Siang berganti sore seperti biasa mereka makan bersama. Mereka bertiga makan dalam diam tidak ada satupun yang berbicara hingga mereka selesai makan. Paulina yang masih sedih berpamitan untuk istirahat di kamarnya.

Paulina duduk di kepala ranjang sambil menatap pigura orang tuanya yang sudah meninggal.

" Ayah, ibu kenapa kalian berdua tega ninggalin Paulina." ucap Paulina dengan nada sedih sambil memeluk pigura tersebut.

tok

tok

tok

" Masuk."ucap Paulina dengan nada sendu

ceklek

Ibu Rebecca membuka pintu sambil membawa cangkir yang berisi teh. Ibu Rebecca masuk ke dalam kamar Paulina dan duduk di samping ranjang Paulina.

" Sayang jangan menangis kan masih ada ibu dan adikmu." ucap ibu Rebecca sambil menaruh cangkir ke atas meja yang dekat dengan ranjang.

" Ibu, kenapa ayah meninggal secepat ini... hiks... hiks..." ucap Paulina sambil terisak.

" Sudah jangan menangis ayahmu kan sudah tenang dan bertemu dengan ibunya. Sekarang kamu minum setelah itu kamu istirahat." ucap ibu Rebecca sambil mengambil cangkir yang berisi teh ke Paulina.

" Baik Bu." Jawab Paulina patuh sambil menghapus air matanya dengan menggunakan ke dua tangannya.

" Ibu akan menemanimu hingga kamu tertidur." ucap ibu Rebecca dengan nada lembut.

Tanpa curiga Paulina meminum teh yang diberikan oleh ibu tirinya. Selesai meminum tanpa sisa Paulina langsung berbaring dan dengan lembut ibu tirinya menyelimuti tubuh Paulina hingga sebatas dada Paulina. Belum ada lima menit Paulina sudah tertidur dengan sangat nyenyak.

" Paulina." panggil ibunya Rebecca

hening

" Bagus, obatnya sudah bekerja secara efektif sekarang tinggal menunggu Lili." ucap Rebecca.

ceklek

Tidak berapa lama pintu kamar Paulina terbuka tanpa diketuk terlebih dahulu.

" Sudah tidur ya bu?" tanya Lili sambil membawa kursi roda milik kakeknya Paulina yang sudah lama meninggal.

" Tentu dong." Jawab ibu Rebecca tersenyum licik.

" Semua penghuni mansion sudah kamu suruh liburkan?" tanya ibu Rebecca

" Sudah Bu." jawab Lili

" Bagus, sekarang kita bawa dia." perintah ibu Rebecca.

" Baik Bu." Jawab Lili

Mereka berdua mengangkat tubuh Paulina kemudian tangan kiri Paulina diangkat oleh ibu Rebecca dan diletakkan di bahunya sambil memegangi bahu Paulina sedangkan tangan kanan Paulina diangkat oleh Lili dan ditaruh dibahunya lalu di dudukkan di kursi roda kemudian mereka keluar dari kamar Paulina sambil mendorong kursi roda menuju ke pintu lift.

Ting

Pintu lift terbuka Lili mendorong kursi roda menuju ke garasi mobil. Ibu Rebecca membuka pintu mobil belakang pengemudi dan membaringkan Paulina di dalam mobil dengan di bantu Lili. Setelah selesai Lili mendorong kembali kursi roda yang kosong dan di taruh kembali kursi roda di gudang.

Lili kembali dari gudang dan masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi. Sampai di depan gerbang utama ibu Rebecca menekan remote dan otomatis pintu gerbang terbuka. Lili mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke hotel murah.

" Kamu sudah menghubungi bandot tua itu?" tanya ibu Rebecca

" Sudah Bu, katanya bandot tua itu sangat senang sekali dan memberikan aku uang yang sangat besar karena memberikan kak Paulina untuknya secara gratis." ucap Lili tersenyum bahagia.

" Bagus." Jawab ibu Rebecca

" Hahahaha sekarang tidak ada lagi pesaingku dan aku akan bisa mendekati pria yang sangat tampan karena kini sainganku tidak ada lagi." ucap Lili sambil tertawa jahat.

" Memang siapa pria itu?" tanya ibu Rebecca

" Itu Bu anak juragan Karta dia sangat tampan dan kaya raya, dia sangat tergila - gila dengan kak Paulina kalau kak Paulina sudah kehilangan mahkota berharganya tentu anak juragan Karta tidak mungkin mau." ucap Lili

" Jangankan anak juragan Karta semua laki - laki tidak akan mungkin mau dengan wanita yang sudah kehilangan mahkota berharganya apalagi Paulina bersama bandot tua tidak mungkin bandot tua melepaskan Paulina begitu saja pasti akan dijadikan istri yang ke 10." ucap ibu Rebecca sambil tersenyum bahagia.

" Benar bu, aku heran kenapa banyak yang menyukai Paulina sedangkan aku tidak ada satupun yang menyukai aku." keluh Rebecca sambil mencengkram kemudi dengan erat.

" Sabar sayang, sebentar lagi Paulina akan kehilangan mahkota berharganya dan bisa saja Paulina menikah dengan bandot tua. Jadi kamu tidak ada lagi saingannya." ucap ibu Rebecca menghibur putri semata wayangnya.

" Iya Bu." Jawab Lili sambil tersenyum menyeringai.

Tidak berapa lama merekapun sudah sampai di sebuah hotel murah. Lili memarkirkan mobilnya di parkiran hotel, Lili dan ibunya keluar dari mobil kemudian tangan kiri Paulina diangkat oleh ibu Rebecca dan diletakkan di bahunya sambil memegangi bahu Paulina sedangkan tangan kanan Paulina diangkat oleh Lili dan ditaruh dibahunya mereka masuk ke dalam hotel tersebut. Sampai di lobby mereka menemui resepsionis hotel.

" Malam mba, saya menyewa hotel nomer 306." ucap Lili.

" Malam, ini kunci kamarnya." ucap resepsionis sambil memberikan kunci kamar

" Temannya kenapa? apakah tidur atau pingsan?" tanya resepsionis satunya.

" Tidur, dia habis mabuk karena itulah kami mengangkatnya." ucap Lili berbohong.

Mulut mereka berdua hanya membentuk huruf O berarti mengerti. Lili dan ibu Rebecca berjalan ke arah kamar 306.

" Lili, kenapa kamar 306 ada dua?" tanya ibu Rebecca dengan nada terkejut.

" Tidak tahu Bu, tapi Bu kamar sebelahnya pintunya sudah terbuka sedikit apakah bandot tua itu sudah datang." tebak Lili

" Ya sudahlah kamar sebelah saja yang pintunya terbuka sedikit, bahu ibu dan tangan ibu capek menahan tubuh Paulina." ucap ibu Rebecca.

" Baiklah Bu." jawab Lili patuh.

Mereka mendorong pintu dengan menggunakan salah satu kaki mereka kemudian berjalan ke arah ranjang dan membaringkan Paulina. Ibu Rebecca dan Lili lalu melepaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuh Paulina hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian menyelimuti tubuh polos Paulina dengan menggunakan selimut.

" Sudah selesai sekarang kita pergi." ucap ibu Rebecca

" Pakaian kak Paulina kita simpan di kolong ranjang saja." usul Lili

" Terserah, ayo kita pergi." perintah ibu Rebecca

" Baik Bu." Jawab Lili sambil memindahkan pakaian Paulina ke kolong ranjang dengan mengunakan kaki kanannya.

Setelah selesai mereka pergi meninggalkan kamar itu yang sebelumnya menutup pintu kamar terlebih dahulu.

xxxxxxx Flash Back Of xxxxxxx

Terpopuler

Comments

Arumi Tato

Arumi Tato

jadi ulah adik dan ibu tirinya pauliana sampai di kamar 306 itu dan bertemu dgn paulus

2022-05-23

1

Renireni Reni

Renireni Reni

terus hub sm paman paulina?

2022-05-22

0

Ngatmi Raya

Ngatmi Raya

Tunggu pembalasan

2022-05-13

0

lihat semua
Episodes
1 Malam Pertama
2 Paulina Pergi Ke Luar Negri
3 Meretas Perusahaan Milik Paman Paulinus
4 Pulang Ke Indonesia
5 Pertemuan Pertama Paulinus Dengan Ke Tiga Anaknya Serta Paulina
6 Menyelidiki Ke tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
7 Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
8 Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina 2
9 Paulinus dan Paulina Menyumbang Darah Untuk Paulus
10 Pelukan Pertama Daddy Paulinus
11 Masa Lalu Paulina
12 Pergi Ke Butik
13 Bertemu Kembali Dengan Mantan Calon Tunangan
14 Curahan Hati
15 Masa Lalu Paulinus
16 Mencari Cara Meluluhkan Hati Paulina
17 Paulina Bersedia Menikah
18 Mendaftarkan Sekolah
19 Memulai Dari Awal
20 Pindah Rumah
21 Mansion Milik Daddy Paulinus
22 Tinggal Di Mansion Daddy Paulinus
23 Pernikahan Paulinus dan Paulina
24 Aksi Tiga Anak Kembar Genius
25 Membeli Saham
26 Tiga Anak Kembar Genius
27 Tiga Anak Kembar Genius 2
28 Di Lema Paman Hendrik
29 Pecat
30 Kemarahan Daddy Paulinus
31 Tiga Aksi Kembar Genius
32 Janji
33 Mommy Paulina dan Daddy Paulinus
34 Paman Hendrik dan Maria
35 Kecelakaan
36 Kecelakaan 2
37 Hukuman
38 Hukuman 2
39 Kematian Lili Adriyel
40 Maria dan Paman Hendrik
41 Temani Aku Tidur
42 Masa Lalu Hendrik
43 Hendrik dan Maria
44 Bertemu Mantan
45 Hendrik dan Maria
46 Veni dan Kekasihnya Jatuh Miskin
47 Maria dan Hendrik
48 Hendrik dan Maria Terluka
49 Tidak Ada Penolakan
50 Mommy Paulina Sadar Dari Koma
51 Hendrik dan Maria
52 Perjodohan
53 Perjodohan 2
54 Bertunangan
55 Pernikahan Hendrik dan Maria
56 Daddy Paulinus Tertembak
57 Pakai Darah Saya Saja Dok
58 Kita Banyak Bersyukur
59 Aku Sangat Mencintaimu
60 Paulinus Sembuh Dari Penyakitnya
61 Sahabat
62 Satu Syarat
63 Hatinya Seperti Tersentil
64 Kelebihan
65 Bercerai
66 Hak Asuh Anak
67 Kamu serius ingin menceraikan aku
68 Kita Satu Keluarga
69 " Angelina Williams
70 Angelina Williams 2
71 Maukah kamu menikah denganku?
72 Ke dua orang tuamu kemana?
73 Tangisan Angel
74 Paulonus dan Angel
75 Kehadiranmu sangat berarti buatku.
76 Apa??? siapa kak?
77 Meledakkan gedung pernikahan
78 Hukuman
79 END
80 Novel : Wanita Kesayangan CEO
81 Novel : Wanita Kesayangan Presdir
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Malam Pertama
2
Paulina Pergi Ke Luar Negri
3
Meretas Perusahaan Milik Paman Paulinus
4
Pulang Ke Indonesia
5
Pertemuan Pertama Paulinus Dengan Ke Tiga Anaknya Serta Paulina
6
Menyelidiki Ke tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
7
Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina
8
Bertemu Kembali Dengan Ke Tiga Anak Kembar Genius dan Paulina 2
9
Paulinus dan Paulina Menyumbang Darah Untuk Paulus
10
Pelukan Pertama Daddy Paulinus
11
Masa Lalu Paulina
12
Pergi Ke Butik
13
Bertemu Kembali Dengan Mantan Calon Tunangan
14
Curahan Hati
15
Masa Lalu Paulinus
16
Mencari Cara Meluluhkan Hati Paulina
17
Paulina Bersedia Menikah
18
Mendaftarkan Sekolah
19
Memulai Dari Awal
20
Pindah Rumah
21
Mansion Milik Daddy Paulinus
22
Tinggal Di Mansion Daddy Paulinus
23
Pernikahan Paulinus dan Paulina
24
Aksi Tiga Anak Kembar Genius
25
Membeli Saham
26
Tiga Anak Kembar Genius
27
Tiga Anak Kembar Genius 2
28
Di Lema Paman Hendrik
29
Pecat
30
Kemarahan Daddy Paulinus
31
Tiga Aksi Kembar Genius
32
Janji
33
Mommy Paulina dan Daddy Paulinus
34
Paman Hendrik dan Maria
35
Kecelakaan
36
Kecelakaan 2
37
Hukuman
38
Hukuman 2
39
Kematian Lili Adriyel
40
Maria dan Paman Hendrik
41
Temani Aku Tidur
42
Masa Lalu Hendrik
43
Hendrik dan Maria
44
Bertemu Mantan
45
Hendrik dan Maria
46
Veni dan Kekasihnya Jatuh Miskin
47
Maria dan Hendrik
48
Hendrik dan Maria Terluka
49
Tidak Ada Penolakan
50
Mommy Paulina Sadar Dari Koma
51
Hendrik dan Maria
52
Perjodohan
53
Perjodohan 2
54
Bertunangan
55
Pernikahan Hendrik dan Maria
56
Daddy Paulinus Tertembak
57
Pakai Darah Saya Saja Dok
58
Kita Banyak Bersyukur
59
Aku Sangat Mencintaimu
60
Paulinus Sembuh Dari Penyakitnya
61
Sahabat
62
Satu Syarat
63
Hatinya Seperti Tersentil
64
Kelebihan
65
Bercerai
66
Hak Asuh Anak
67
Kamu serius ingin menceraikan aku
68
Kita Satu Keluarga
69
" Angelina Williams
70
Angelina Williams 2
71
Maukah kamu menikah denganku?
72
Ke dua orang tuamu kemana?
73
Tangisan Angel
74
Paulonus dan Angel
75
Kehadiranmu sangat berarti buatku.
76
Apa??? siapa kak?
77
Meledakkan gedung pernikahan
78
Hukuman
79
END
80
Novel : Wanita Kesayangan CEO
81
Novel : Wanita Kesayangan Presdir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!