Saat ini di ruangan kantor kebesaran ceo se asia varo william. rere yang merasa sangat penasaran info apa saja yang sudah di dapatkan oleh sekretaris suami gadungan nya itu.
"Cepet buka itu om" antusias rere dengan tidak sabar.
varo meletak kan map itu di atas meja.
"langsung saja kau jelaskan" kata varo.
"baik tuan"
"seperti yang sudah tuan ketahui, permintaan anda langsung saya tugas kan kepada badan penyeledikan rahasia william group yaitu aeros" tutur reno.
Aeros adalah sebuah badan penyelidikan khusus yang dimiliki oleh keluarga william. keluarga william membuat ini secara ter rahasia di karenakan badan ini menjalankan misi misi khusus perusahaan. serta selalu menjaga kentetraman keluarga william. Aeros sendiri merekrut orang orang yang berkompeten serta memiliki otak yang cerdas dan jangan lupa seorang anggota Aeros tentu harus bisa bertarung. Di ruangan khusus markas Aeros menyediakan alat canggih yang bisa mendapatkan informasi terinci seseorang, alat ini hanya dimiliki oleh keluarga william saja.
"Terus apa yang kau dapatkan?" tanya rere.
"Setelah melakukan penyelidikan memang ada beberapa informasi yang sedikit mengganjal nona, keterangan yang diberikan dokter yang me nangani keadaan nyonya risa, dengan dokter rs sangat lah berbeda" terang reno.
rere yang mendengar itu mencengram kuat baju nya.
"aku sudah menebak ini" rere nampak menahan amarah.
10 tahun yang lalu di saat rere masih berumur 8 tahun. tiba tiba rere sehabis pulang sekolah mengetahui ibu nya masuk rs karena serangan jantung dan meninggal dunia.
"Dari hasil penelitian kami ibu anda tidak memiliki riwayat penyakit serangan jantung, atau pun hal lain nya. dokter yang menangani ibu anda sudah tidak bekerja di rs itu dia sudah pindah ke amsterdam" terang reno.
"ada lagi?" tanya varo yang melihat reno sudah diam.
"tidak tuan, informasi yang kami dapat kan baru sedikit" terang reno.
"baiklah, kau boleh pergi"
reno pun pergi meninggal kan rere dan varo yang sudah mendengar sebagian kebenaran nya itu.
"aku berjanji ibu, aku berjanji akan mengungkap kebenaran ini" air mata rere lolos sekita mengatakan hal itu.
entah kenapa dada nya begitu sesak saat mengetahui itu. varo yang melihat itu mencoba memeluk rere untuk menenangkan gadis itu.
"mengapa ada yang ingin menyakiti keluarga ku? kami tidak dari keluarga terdampang, kami tidak kaya, dengan banyak nya ke kurangan itu, kenapa? kenapa masih ada yang memusuhi kami" isak rere.
"menangis lah" ujar varo yang hanya bisa menenang kan rere sebatas itu.
'kenapa aku sangat sakit melihat nya menangis seperti ini' batin varo.
***
Cahaya ibu kota kota nampak mulai redup. matahari mulai nampak bersembunyi. menandakan akan berakhir nya siang hari. rere yang sehabis menangis dengan lama. malah tertidur dengan nyenyak di ruang kamar per istirahatan kantor milik varo. saat varo ingin membangun kan rere untuk mengajak wanita itu pulang. ia berpikir lebih baik membiar kan nya ter tidur dan menggendong nya. varo pun menggendong rere keluar dari kantor nya. tentu pergerakan yang menganggu tidur nya membuat rere terbangun. dan mengerjap kan mata nya.
"eh eh aku melayang" ujar rere berkata dengan bodoh nya.
"itu tidak mungkin" kata varo dengan datar nya menatap manik wajah rere.
saat pintu lift hampir terbuka rere berusaha memberontak untuk di turun kan tetapi usaha nya itu sia sia.
"om turunin disini aja, rere kan udah bangun" ujar rere memohon.
varo tidak menggubris permintaan rere dan tetap menggendong nya. saat mereka keluar dari lift. tentu adegan seperti itu mengundang tatapan semua karyawan yang melihat nya.
'Astaga aku sangat malu' batin rere.
"liat ceo sampai seperti itu, memang seperti nya jangan cari mati"
"iya tuan varo sangat menyukai nya"
"sebaiknya kita lebih hormat kepada nya"
"benar dia juga nyonya william"
Bisik bisik karyawan itu terdengar. memang bukan tanpa alasan juga varo untuk mengendong rere. ia cuman ingin memperlihat kan itu. agar orang orang tidak meremehkan keberadaan istri kecil nya itu lagi.
Di dalam mobil menuju mansion utama william. tidak ada yang membuka percakapan satu pun dari kedua insan itu. dan sopir hanya diam fokus untuk menyetir.
"apa lengan mu masih sakit?" varo memegang pergelangan tangan gadis itu.
"Gapapa kok" rere yang tangan nya di pegang itu nampak gugup.
'tolong jangan bersikap manis kepada ku. atau aku akan menyukai mu' batin rere mengalihkan pandangan nya keluar jendela
"apa kau yakin?" tanya pria itu sekali lagi.
"iyah tidak apa apa kok" senyum tulus rere. ia juga senang di khawatir kan oleh varo. tetapi ia menyangkal rasa itu sebagai belas kasihan orang lain kepada nya.
2 minggu telah berlalu
hubungan pernikan rere nampak sederhana saja dan datar tanpa adanya rasa cinta oleh kedua insan itu. tetapi apakah benar tidak ada nya cinta? mereka juga masih meragukan nya.
saat ini suasana malam sangat sejuk dan dingin. sehabis awan menurunkan hujan. varo dan rere yang sehabis makan malam itu pun, masuk ke kamar mereka.
"om" panggil rere saat pria itu sedang bersantai dengan duduk di balkon kamar mereka.
"hmm" ucap varo.
'aku heran dengan pria ini, apa dia punya kelainan sudah hampir setengah bulan aku bersama nya, dan kenapa sifat irit bicara nya itu tidak mau hilang' gerutu rere pada dirinya sendiri.
"Aku besok ingin bertemu teman teman, aku boleh pergi kan?" tanya rere.
"pergi saja. kenapa bertanya pada ku" ujar varo yang menyesap minuman nya itu.
rere berbaring di ranjang mereka. sehingga varo mungkin saja tidak mendengar ucapan rere dengan jelas.
"dasar kulkas berjalan, padahal dia yang meminta ku untuk memberita hu nya" umpat rere dengan suara yang pelan.
"apa kau mengumpat ku?" tanya varo.
'astaga apa suara ku kedengaran?" batin rere menutup kedua mulut nya.
Rere tidak menjawab itu ia malah memainkan ponsel nya dan menghubungi teman teman nya untuk memberitahu lokasi mereka bertemu. ponsel itu di belikan oleh varo untuk nya. setelah kejadian beberapa saat lalu itu.
Varo pun yang sudah cukup duduk di luar. masuk ke kamar ia duduk di ranjang tepi sebelah rere.
"ini ambil" varo memberikan kartu black card milik nya kepada rere.
"ini apa om? apa kartu untuk bermain ten zoom di arena arena itu? wah sangat bagus dari punya teman ku" ucap gadis itu dengan polos. sambil membalik balik kan kartu itu.
"kau sangat bodoh sekali, jika kau ingin membeli sesuatu berikan saja kartu itu, tidak perlu menggunakan uang, dan jangan kau pakai untuk membeli jajanan di toko kecil seperti kebiasaan mu karena itu tidak berlaku" varo menjitak kepala gadis nya itu. ia sangat kesal sampai harus menjelaskan panjang lebar kepada bocah kecil itu.
Bersambung……
Jangan lupa like, coment, vote, dan follow.
makasih yang sudah like yah.
stay terus jangan bosan.
untuk 1 minggu aku bakal up 1 episode per hari dulu yah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 346 Episodes
Comments
Anonymous
lucu rere...
2022-05-15
0
Karuhei
rere polis bangat dan jujur
2022-05-10
0
Sri Astuti
makin seru ajah bacanya dengan kepolosan dari rere
2022-03-14
0