Rere hanya bisa terdiam saat di cium oleh Varo dengan tiba-tiba.
“Sayang kenapa kau diam, apa kau suka kejutan ku” ucap Varo kepada Rere yang masih terdiam dengan seribu bahasa.
“Jangan mengacaukan semuanya, ikuti saja permainan ini atau aku akan mencium mu lagi” bisik Varo ke telinga Rere sekaligus mengancam gadis kecil itu.
Rere yang tersadar lamunan nya pun hanya bisa menjawab “i..iya” ucap Rere dengan wajah gugup dan orang kebingungan.
“Para tamu semua nya hari ini aku mengumunkan bersamaan dengan hari ulang tahun perusahaan, bahwasan nya gadis yang ada di samping ku ini adalah tunangan ku” kata Varo dengan lantang dihadapan semua tamu yang ada di sana.
“Sayang apa yang kau lakukan, sejak kapan kau suka dengan gadis berbentuk seperti ini, dia tidak lebih dari ku, dia buruk rupa, dan lihat saja badan nya, sangat jauh dibandingkan ku” cemooh Selena menunjuk penampilan Rere dengan wajah jijik nya.
Varo yang mendengar itu merasa sedikit geram karena orang melihat Rere juga seperti itu, saat Varo ingin membalas perkataan selena, tapi Rere terlebih dahulu berbicara kepada Selena karena ia tidak tahan akan dirinya yang dihina oleh wanita di hadapan nya itu.
“Hai tante, kalo ngomong jangan sembarangan, tentu dia lebih memilih ku, aku ini masih muda, dan apa kau bilangan? badan ku kenapa? badan ku ini sangat bagus, lihat ini” ujar Rere sambil memamerkan dada dan bentuk tubuh nya ke depan Selena sambil berputar.
Varo yang melihat itu hampir menahan tawa dan malu secara bersamaan melihat tingkah gadis itu yang sangat berani menghina Selena, sebelum nya tidak ada yang berani menghina Selena karena dia adalah pacar pewaris tunggul William Group, tetapi hal itu di tepis oleh Rere, gadis kecil itu tidak segan-segan menghina balik orang yang menghina diri nya.
'Astaga apa yang dilakukan bocah ini?' batin Varo.
“A a a apa? Kau bilang aku apa? tante?" tutur Selena dengan menunjuk wajah nya sendiri, Selena sangat marah dengan panggilan yang dilontarkan Rere kepada nya.
“Oh iya satu lagi tante aku ingat kan, baju mu terlalu berlebihan untuk acara seperti ini. Asal kau tahu, ini acara terhormat bukan acara untuk menjal*ng bagimu, lihat saja dada mu hampir keluar dari benang kain mu itu” sindir Rere dengan menatap sinis Selena.
Varo yang melihat itu hanya tersenyum miring, dia menarik pinggang kecil Rere mendekat kepada nya lalu mmeberikan sebuah cincin kepada gadis itu.
“Tenangkan diri mu sayang, lebih baik kau menerima cincin ini” ucap Varo sambil memasangkan cincin ke jari Rere dengan senyum yang terus mengembangkan.
Selena yang melihat itu tidak dapat menahan malu lagi, ia pun segera pergi dari tempat acara itu dengan tergesa-gesa.
'Apa aku sudah gila? bagaimana ini' batin Rere dengan raut wajah pucat dan gelisah.
“Hei bocah apa kau mencemaskan perkataan yang kau lontarkan tadi” bisik Varo kepada Rere yang terlihat sedang gelisah itu.
“Ini semua gara gara kau om” kesal Rere menatap Varo dengan tajam.
“Sebaiknya aku mengantar mu pulang sekarang, dan aku tidak mau ada orang lain yang sampai tau ketidak pura pura an kita ini" bisik Varo dengan suara penekanan agar Rere tidak buka mulut.
Di dalam mobil menuju rumah Rere
Nampak seorang gadis yang menatap jalanan mobil dari luar dengan wajah yang gelisah sekaligus khawatir itu.
"Akhhh aku bisa gila” teriak Rere menjambak rambutnya dengan gusar.
“Aku tidak mengenal mu, tidak tau nama mu, aku hanya tau kau seorang ceo, dan sekarang aku menjadi tunangan mu?” ujar Rere menatap Varo yang sedang menyetir itu.
“Nama ku varo William dan ini kesepakatan kita, kau sekarang adalah tunangan Ku, Aku tidak ingin basa basi, dan nama mu siapa?” tutur Varo langsung to the point.
“Regita Ananda, panggil Rere, dasar bodoh tunangan apa ini nama ku saja kau tidak tau, tunggu apa kejadian aku ini seperti di novel? apa kita akan membuat kontrak pernikahan” ujar Rere dengan mata berbinar menatap Varo, entah kenapa gadis itu merasa antusias dia merasa berda di dunia fantasi nya saat ini.
“Kontrak? tidak ada kontrak seperti imajinasi Mu ini kenyataan yang kau alami, bukan novel yang kau baca bodoh” tutur Varo menjitak kepala Rere dengan telunjuk nya itu.
“Aukh sakit, jadi ini nyata ini terasa sakit, tidak ini tidak nyata apa ini mimpi baiklah Aku tidur sebentar mana tahu ini hanya mimpi, karena Aku tidak sudi bertunangan dengan om om" Rere pun memejamkan matanya dia memilih tempat ternyaman di kursi penumpang itu lalu tertidur.
Varo yang melihat tingkah gadis di depan nya hanya bisa tersenyum miring, tidak tahu apa takdir yang bisa mempertemukan mereka.
Pagi hari nya
Matahari sudah terbit, burung-burung berkicau seperti biasanya, suasana pagi yang sejuk membuat gadis yang tertidur di kasur itu mengiginkan tidur yang lebih panjang lagi.
"Rere bangunlah apa kau akan terus tidur seperti itu, dan tidak akan ke sekolah" teriak Nenek Rere dari dapur membangunkan cucu perawanan nya yang pemalas ketika sudah tertidur itu.
Rere yang masih terlelap tidur, tidak mendengarkan Nenek nya ia bermimpi seolah olah Dia dilamar oleh seseorang yang barusan Dia kenal, semua itu mimpi buruk bagi nya.
"Tidak aku tidak mau" teriak Rere dari tidur nya.
Rere pun terbangun dan melihat sekeliling area kamar nya, nafas nya berderu dengan cepat, dia menormalkan irama jantung nya yang berdegup cepat itu, saat dia melihat kondisi nya masih sama.
"Ini masih kamar ku, dan ternyata itu semua cuman mimpi, akh betapa lega nya, tapi kenapa mimpi itu terasa begitu nyata yah" ujar Rere pada diri nya sendiri.
"Biarkan sajalah toh itu cuman mimpi, mending aku siap siap ke sekolah dari pada terlambat" Rere pun bangun dari tempat tidur, dan berlari masuk ke kamar mandi dengan perasaan bahagia, karena ternyata hal yang buruk di mimpi nya itu hanya sekedar mimpi, tidak lebih.
Setelah selesai bersiap siap Rere pun menghampiri Nenek nya itu sarapan bersama sebelum berangkat ke sekolah seperti biasanya itu.
"Apa kau tidak mau cerita kepada Nenek?" tanya Sri kepada cucu nya itu secara tiba-tiba.
"Hah cerita apa Nek?" tutur Rere dengan bingung sambil terus memakan makanan nya iti dengan lahap.
"Siapa pria itu, kenapa kau pergi hanya dalam waktu beberapa jam dan pulang sudah membawa tunangan?" tanya Sri dengan raut wajah bingung dan penasaran.
Huk huk..
Rere pun memukul mukul dada nya dengan perlahan, karena dia yang sedang makan pun tersedak mendengar perkataan Nenek Sri secara tiba-tiba.
"Hah apa? jadi semalam itu bukan mimpi dong" tutur Rere dengan wajah yang terkejut dan bingung bercampur menjadi satu.
"Astaga kau pergi dengan bemo dan pulang dengan tunangan mu, siapa nama nya ya? ah namanya Varo, nenek baru ingat" kata Sri sambil menunjuk nunjuk tangan nya seolah jawaban nya itu benar.
"Nenek cucu mu ini sudah sold out" isak Rere cemberut kepada Nenek nya itu.
"Nenek apa yang dia katakan kepada mu, dan kalo ini nyata kenapa aku bisa ada dirumah ya?" bingung Rere seharusnya dia kembali dengan Bemo tetapi perasaan semalam dia masih belum bertemu dengan Bemo.
"Kau diantar dia, Nenek lihat dia mengendong mu sampai ke kamar, dan dia mengatakan akan mengajak orang tua nya nanti sore untuk menetapkan tanggal pernikahan kalian" terang Sri panjang lebar kepada cucu nya itu.
"Nenek aku tidak mau menikah, aku masih muda" peluk Rere manja kepada Nenek nya itu.
"Tapi Nenek pikir itu tidak apa-apa, akhir akhir ini nenek sering sakit sakitan, tidak akan ada yang menjaga mu kalo Nenek sudah tiada" jelas Sri sambil mengelus rambut cucunya tersenyum getir.
"Nenek jangan berkata seperti itu, aku tidak mau" isak Rere menahan air mata nya karena mendengar perkataan yang paling tidak di sukai nya itu.
"Sudah jangan drama lagi, mending kau pergi sekolah, atau kau akan tertinggal angkot dan jalan kaki" jawab Sri membujuk cucu nya itu agar pergi ke sekolah.
"Yasudah aku pergi, aku tidak mau jalan kaki" sambil salim dan berpamitan kepada Nenek nya.
Mansion Williom
Di sisi lain di kediaman mansion utama keluarga William, pagi itu terjadi banyak drama seperti keadaan di rumah Rere. Di ruang tamu saat ini nampak seorang wanita yang masih cantik dengan bentuk badan yang terjaga dan masih seperti seorang wanita muda itu sedang memarahi anak nya.
"Anak nakal kau ya, kau bertunangan dan tidak mengenalkan gadis yang kau tunangi itu kepada kami" kata mommy Varo yaitu Shinta William.
"Mom, tolong jangan menarik telinga ku, aku bukan anak kecil lagi" ujar Varo melepaskan tangan mommy nya dari telinga nya yang tengaj di tarik itu.
"Dad, lihat anak mu, padahal aku hanya ingin mengetahui gadis yg Dia kencani" cemberut Shinta kepada suaminya Adrel William.
"Yang mommy mu bilang benar, kau seharusnya mengenal kan nya kepada kita" bela Adrel menyahuti perkataan istri nya itu.
"Ya ya, kalian benar aku akan mengenal kan nya kepada kalian nanti sore sekalian menentukan acara pernikahan" sambil berlalu pergi untuk ke kantor nya.
"Apa itu benar Varo? akhirnya aku akan punya anak perempuan dirumah ini" tutur Shinta dengan wajah yang bahagia itu.
"Tentu" teriak Varo dari kejauhan dan berlalu pergi.
"Dad, aku harus ke salon dulu, aku tidak mau memalukan diri ku di depan calon mantu ku" antusias Shinta yang berlari pergi menaiki lift menuju kamar nya.
"Hmm" jawab Adrel dengan singkat yang masih fokus dengan laptop nya itu.
Di dalam mobil
"Reno kau siapkan semua nya untuk nanti sore" ujar Varo kepada asisten nya itu.
"Tuan apa kau serius dengan apa yang kau lakukan" tanya Reno menatap Varo dengan tatapan ragu itu.
"Bos nya disini siapa?" tatap Varo dengan kesal oleh pertanyaan asisten nya itu.
"kau tuan" ujar Reno dengan singkat.
"Ikuti perintah saja, jangan banyak tanya" kesal Varo yang memilih memejamkan mata nya di kursi penumpang itu.
'Chelsea aku akan menikah' batin Varo.
Varo William.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 346 Episodes
Comments
Karuhei
seru juga ya ceritanya,,,,
2022-05-09
0
Sri Lestari
rerenya mana
2022-04-29
0
aisya_
kalo ada Chelsea knp harus sama Rere??
2022-03-11
0