mobil yang dikendarai oleh reno sampai di sebuah mansion utama keluarga william.
"turun" ujar varo
"astaga ini rumah apa istana sangat besar sekali" ucap rere
mansion utama keluarga william memang sangat besar, sebelum masuk ke
dalam mansion itu juga harus melewati hutan.
sebenarnya itu bukan hutan, tetapi taman rindang yang sangat luas dan dibuat ditengah keadaan kota yang sangat ramai itu.
jadi mansion itu jauh dari suara bising keramaian kota.
"nona silahkan, biar saya yang bawa" ujar reno
"terimakasih ren" senyum rere
rere masuk ke dalam rumah itu, dia melihat setiap sudut rumah mewah itu.
"tutup mulut mu jangan berlebihan" ujar varo
"berlebihan kau bilang, ini terlalu wah untuk ku" tatap tajam rere
"ini tidak seberapa dengan mansion kami yang di italia"
"hah apa jadi ada yang lebih besar" dengan wajah terkejut
shinta dan adrel turun dari lantai atas.
"sayang kau sudah sampai" ujar shinta
"iyah mommy"
"selin tolong antarkan rere ke kamar nya, biar dia ber istirahat" kata shinta
"baik nona" kata selin pembantu yang terlihat masih muda itu berkesir umur 30 tahun.
"kau ikuti dia rere, dan istirahat kau pasti lelah" saran shinta
"baik mommy" kata rere
rere mengikuti selin yang terlebih dulu jalan di depan nya.
"nona ini kamar anda" kata selin dengan datar
"terimakasih" senyum rere
rere melihat varo yang juga masuk kamar, disebelah nya.
'ish kenapa kamar ku harus disebelah dia' batin rere
"tunggu apa ketika sudah menikah kita akan sekamar" pikir rere
"apa nya yang sekamar" ujar varo yang muncul di depan rere dengan tiba tiba
"astaga, aku kaget, om kau kalo datang jangan tiba tiba" meperlihatkan raut wajah kesal nya
"apa nya yang sekamar?" tanya varo lagi.
"om entar kalo aku dan kau menikah kita sekamar yah?" tanya rere
"tentu"
"tapi aku tidak suka tidur dengan orang lain"
"kalo aku sudah menikah dengan mu, aku bukan orang lain tapi suami mu" sangkal varo
"ah kau benar"
"setelah menikah kita akan sering bermain dikamar" seringai varo
"main apa? astaga om ini sudah tua tapi pemikiran nya sangat bocah, hahaha" tawa rere
"yang bocah di sini kau" varo menjewer telinga rere
"ih sakit" cemberut rere
"kalau kau bukan bocah, pasti kau akan mengerti bermain apa yang kumaksud" ujar varo
"yasudah kasih tau aja"
"lupakan" varo melangkah kan kaki nya ke kamar
"yasudah kalo tak mau kasih tau, aku ingin bertanya pada mommy" ujar rere, sambil turun ke bawah
"hei, jangan!" teriak varo dari atas
'astaga bocah ini, di mana aku akan menyembunyikan rasa malu ini kalo daddy tau aku berbicara seperti itu'
"wlee biarin" rere berlari mendekati shinta yang sedang menonton tv di ruang tamu
"mom, mommy" panggil rere tampak setengah berlari
"rere jangan lari lari kau bisa jatuh, ada apa?"
"mommy rere ingin bertanya, boleh?" kata rere sambil duduk di samping shinta
di ruang tamu juga ada adrel yang menemani istrinya, hanya diam menyimak percakapan dua wanita itu.
"tentu sayang" kata shinta
"kata mas varo, dia akan meng---" mulut rere seketika di tutup dari arah belakang oleh seseorang, siapa lagi kalo bukan varo.
"mmmm" rere berbicara tidak jelas
"varo apa yang kau lakukan kepada rere" shinta menepuk tangan anak nya itu.
"mommy jangan dengarkan dia" timpal varo
"lepaskan" tatap shinta dengan tajam.
'kenapa varo sampai begitu, sepertinya ini sangat bagus untuk di dengar' senyum adrel
"hosh hosh" rere mengambil nafas dalam dalam.
ia kehabisan oksigen akibat mulut nya dibekap oleh varo.
"mas varo apaan sih, padahal aku hanya bertanya hal biasa" kesal rere
"biasa?" tanya adrel
'tidak mungkin biasa kalo varo sampai turun ke bawah mengejar rere'
"iyah daddy, aku ingin bertanya, permainan apa yang dilakukan ketika sudah menikah dan sering dilakukan dikamar" ujar rere dengan wajah polos nya.
'sial lihat daddy, dia menikmati ini' batin varo
"bwahahhaha" adrel tertawa dengan lepas, melihat tingkah calon menantu nya yang polos itu.
"varo apa kau ingin buru buru" senyum shinta penuh arti
"mommy jangan yang berpikiran tidak tidak, aku hanya bercanda" ujar varo
rere menatap seluruh orang.
"mom, kenapa tidak menjawab pertanyaan rere" tanya rere
"hal itu sebaik nya kau ketahui sehabis menikah saja" jelas shinta
"tetapi jika kau ingin tau, pergi lah ke kamar bersama varo dan bermain, hahhaah" tawa adrel
shinta yang mendengar perkataan adrel mencubit pinggang suami nya itu.
"kau" tatap shinta
"akh aku bercanda sayang" terang adrel sambil mengelus bekas cubitan istri nya.
"lihat dad, suami takut istri" varo menyindir adrel
"lihat saja kau akan merasakan sehabis menikahi rere" kesal adrel
"hahaha" rere tertawa
orang orang di ruang tamu seketika melihat ke arah rere dengan tatapan bingung.
"kenapa kau tertawa?" ujar varo
"mas varo, mommy dan daddy kalian sangat lucu" dengan wajah polos nya berkata seperti itu.
"hahaha" rere kembali ketawa membayangkan kembali perdebatan kecil keluarga itu.
shinta hanya bisa tersenyum.
'rere entah kenapa aku merasa sangat merasa dekat dengan, sosok seperti mu nak, terimakasih sudah hadir dalam keluarga kami, kau membuat rumah ini merasa hidup kembali dengan kedatangan mu' batin shinta.
adrel yang mengetahui tatapan istri nya, merangkul shinta.
"apa kau bahagia?" tanya adrel
"ya, aku merasakan kehadiran nya kembali dalam hidup ku" senyum shinta
***
ke esokan harinya di sekolah.
anggun dan clara sedang duduk di dalam kelas, ruangan kelas itu tampak ricuh, karena sedang mempersiapkan sekedar acara perpisahan mereka. hari ini rere kelihatan nya tidak akan hadir di sekolah.
"cla kyak nya rere, ga dateng deh ya?" tanya anggun
"iyah kyak enggak dah" ujar clara
hari menjelang siang, saat clara sedang bermain ponsel nya. tiba tiba seorang anak kecil masuk. dan memanggil nya.
"mommyyyyy" panggil alisa
semua orang yang mendengar suara panggilan itu pun. seketika berhenti mengerjakan aktivitas mereka masing masing.
"siapa yang kau panggil mommy adik kecil?" tanya salah satu murid di kelas itu
alisa tidak menghiraukan perkataan itu, ia berlari ke tempat dimana clara berada.
"mommy" peluk alisa.
"astaga kau kenapa ada disini alisa? dengan siapa kau datang? apa dengan daddy mu?" dereran pertanyaan datang dari mulut clara yang nampak ke bingungan.
"tidak mommy, alica baru pulang skull, minta antal pak supil ke cini, daddy tidak au" ujar gadis kecil itu.
"astaga harus nya kau meminta izin dulu alisa" sambil menaik kan alisa kepangkuan nya.
"tidak au, daddy tidak bisa diajak bermain, daddy cibuk teluss" cemberut gadis itu.
anggun yang dari tadi hanya terdiam pun. membuka suara.
"cla lu bikin anak di mana anjir kok bisa kayak bule gini" tanya anggun.
"bukan anak gua yah" kesal clara memukul kecil lengan anggun.
"lah dia panggil lu mamak nya njir" gerutu anggun.
"alisa jangan panggil kakak mommy yah, kan kita lagi ga main" memberi pengertian pada gadis kecil itu.
"kita lagi main au mommy" senyum gadis itu.
"haduh rere parah, lu udah punya anak?"
"re malu maluin lu"
"apaan si re jelekin nama sekolah lu"
rere yang mendapat rentan pertanyaan dari beberapa teman sekelas nampak kebingungan ingin menjawab apa. terlebih lagi ia tidak ingin alisa mendengar perkataan jelek teman teman nya. rere hanya bisa menutup telinga alisa.
"kan gua udah bilang bukan anak gua oy" ujar rere
"boong lu"
"eh temen gua udah bilang ga, diem deh" kesal anggun.
kelas itu tidak tampak ter kontrol lagi. tiba tiba suara pintu terbuka lebar.
"BRAKK"
bersambung……
jangan lupa like nya kakak baik:)
kasih saran juga yah kalo emang konflik di novel nya terlalu berlebihan buat novel jenis ini:))
like nya gratisss kok.
dukung aku yah:))
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 346 Episodes
Comments
Itha Fitra
outhor ny lupa apa ngntuk y? brusan bilang hr ini rere gk ke sekolahan,knp skrng rere udh ada di kelas?
2023-05-02
0
Arin
spertny emng ada sesuatu tentang Rere...nanti Reno jdoh si anggun,pasti seru☺️
2022-07-17
0
Lilian Sawori
ko,,,rere,,,
2022-07-02
1