Suara teriakan rere yang sangat kencang membuat varo terbangun dari tidur nya.
"berisik!" suara bariton khas orang bangun tidur itu mengeluarkan suara nya.
ia hanya mengatakan itu dan kembali tidur.
"om lepaskan tangan mu" rere berusaha mengangkat tangan varo yang berada di pinggang nya.
"kau ini masih pagi sudah berisik" varo sangat kesal.
varo pun duduk di atas ranjang. ia hanya memakai celana boxer nya. dan mempang kan tubuh atletis nya yang sangat ber otot.
rere yang melihat itu hanya bisa tercengang.
'gara gara tadi malam ribut mulu, jadi ga fokus sama badan nya' batin rere ia hanya bisa tergangga.
rere yang baru bangun tidur itu pun nampak acak acak an. dengan rambut yang sudah tidak beraturan khas orang bangun tidur. dan jangan lupa kan ia tidur hanya menggunakan lingerie.
varo yang melihat itu meneguk saliva nya dengan kasar.
'sial, kenapa badan nya sangat bagus' varo pun mengerutu dengan keadaan.
mereka yang sama sama terdiam dan saling menatap. dengan pikiran masing masing pun seketika lamunan mereka buyar. saat seseorang petugas hotel menekan bel.
suara bel
"siapa ya om?" tanya rere
"tidak tau" kata varo.
"yasudah biar aku yang liat" ujar rere turun dari ranjang.
"jangan biar aku saja" kata varo menarik lengan rere untuk kembali duduk.
'walaupun kita cuman suami istri tidak nyata, tetapi aku tetap sudi orang lain melihat tubuh mu selain aku' batin varo.
varo bergegas berdiri dan memakai jubah mandi nya. dan membuka pintu hotel.
"tuan ini koper nya" petugas itu menyerahkan koper yang berisi kan baju varo dan rere itu.
"kenapa baru sampai sekarang!" varo membentak petugas hotel itu.
"saya tidak tau tuan, saya hanya disuruh mengantarkan saja" jawab petugas itu dengan gugup nya.
petugas hotel yang masih di tatap tajam oleh varo itu hanya ketakutan, hingga rere yang penasaran turun.
"om apaan sii" teriak rere semakin mendeketi nya.
varo yang melihat rere menghampiri nya pun langsung membanting pintu dan menutup nya.
"kau ini sudah ku bilang di sana saja" menatap rere sangat tajam.
"siapa suruh lama" alasan rere.
"jangan banyak alasan, dan cepat ganti baju mu" memberikan koper kepada rere.
"baju ini ternyata nyaman buat di pakai tidur, tidak panas" kata rere.
varo pun pergi mandi karena ia sepertinya sudah tidak bisa melanjutkan tidur.
'sial gadis kecil itu apa dia tidak tau penderitaan ku' batin varo sambil memukul tembok kamar mandi.
setelah beberapa menit di dalam kamar mandi. varo pun selesai dan keluar. ia melihat rere yang belum berganti pakaian dan malah madih duduk santai di atas sofa.
"bocah cepat ganti baju!"tatap varo tajam.
"iyah sabar, yah aku kan belum mandi mau ganti baju gimana" kata rere yang berdiri dan masuk ke kamar mandi.
'astaga walaupun dia om om bentuk tubuh nya sangat bagus' batin rere di kamar mandi.
***
setelah dengan selesai dengan semua perdebatan pagi yang di lalui varo dan rere di pagi hari. mereka pun pergi untuk menemui orang tua varo yang sudah menunggu untuk sarapan bersama.
"apa kalian menikmati malam pertama nya" tanya shinta yang baru melihat mantu dan anak nya yang baru turun dan hampir melewatkan waktu sarapan mereka.
"tentu mommy, rere sangat menikmati nya, sudah lama rere tak pernah se nyenyak ini" jawab gadis itu dengan polos.
"jadi kalian berdua tidak?" tanya shinta yang menatap kebingungan.
"maksud mommy tidak apa?" tanya rere dan wajah tanpa dosa nya bertanya.
"ha ha ha varo ternyata kau kurang cepat ya" tepuk adrel di bahu anak nya.
"daddy dan mommy jangan membahas nya lagi, yang memutus kan hal itu biar aku dan rere saja" ucap varo datar menatap daddy dan mommy nya bergantian.
shinta yang mendengar itu sangat kecewa ia ingin sekali cepat menimang cucu dari darah daging anak mereka. sehingga shinta menyusun rencana itu sendiri. dengan tidak memberikan koper milik varo dan rere. ia juga menyediakan lingerie di lemari sangat banyak.
'tidak mungkin rere menggunakan gaun itu? apa anak ku belok?!!' sambil menatap varo.
varo yang melihat tatapan mommy nya itu bisa menebak apa yang dipikir kan nya.
"mommy jangan pikir aku tidak normal" varo menghembus nafas nya dengan kasar.
"mana berani mommy berpikiran anak sendiri seperti itu, ya kan daddy?" sambil menyengol bahu suami nya.
"tentu sayang" senyum adrel kepada istri nya.
setelah sedikit perbincangan itu mereka pun melanjutkan kan sarapan mereka dengan perbincang yang ringan.
***
keesokan harinya
Di mansion utama william
rere turun ke bawah untuk sarapan.
"mommy dimana mas varo?" tanya rere yang baru turun itu.
shinta saat ini sedang membantu pelayan menyiapkan sarapan.
"dia sudah berangkat tadi sangat pagi sekali ke perusahaan bersama daddy" ujar shinta.
"mommy maaf kan rere tidak membantu, besok rere lebih pagi lagi bangun biar bisa membantu" ujar rere yang merasa melihat ibu mertua nya itu.
"tidak perlu merasa bersalah sayang, apa kau tau jadi istri perusahaan itu membuat aku tidak tau harus mengerjakan apa" senyum shinta.
walaupun shinta adalah seorang istri pegusaha yang kaya raya ia juga tetap tidak yang namanya berkumpul kumpul dengan ibu ibu sosialita dan istri pengusaha lain nya.
"benarkah mommy?" tanya rere yang duduk ke meja makan.
"ya itu benar, kau juga akan merasakan nya, ayo makan rere", senyum shinta.
rere terlihat makan dengan lahap, ia tidak bersikap apa adanya di depan ibu mertua nya itu.
"apa kau menyukai nya?" tanya shinta yang melihat rere makan dengan lahap.
"ya mommy ini makanan yang ter enak pernah aku makan" girang rere.
"apa kau ingin mengantarkan varo makan siang?" saran shinta.
"baiklah mommy, rere akan memasak sendiri buat mas varo"
rere yang sudah selesai makan, ia membantu membersihkan meja makan. setelah selesai membersihkan meja makan. rere memasak untuk varo.
"hmm aku akan memasak andalan nenek" senyum rere penuh dengan penuh semangat.
"nona biar kan saya membantu, nona duduk saja" kata kepala koki dapur itu.
"tidak apa apa, aku ingin mas varo memasak makanan ku" bantah rere.
"tap--"
omongan kepala koki di potong oleh shinta.
"tidak apa apa biarkan saja" kata shinta memberi izin.
setelah selesai berkutik dengan alat masakan rere pun menata makanan itu ke dalam kotak, dan bersiap pergi ke perusahaan untuk mengantarkan makanan siang untuk varo.
"rere apa kau tidak membuat untuk mommy?" shinta pura pura kesal
"tentu aku membuat kan untuk mommy, sudah ada di meja makan mommy" senyum rere.
rere bersiap siap pergi.
sementara shinta sedang menikmati makanan yang dibuat oleh menantu nya itu.
'sangat enak, dan makanan ini sangat familiar rasa nya untuk ku, aku jadi mengingat mu, dimana kau sekarang' batin shinta
Bersambung……
jangan lupa habis baca like, coment, sama favorite nya kak.
makasih yang udah like.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 346 Episodes
Comments
Itha Fitra
jngn" ibu ny rere shbat ny mommy varo? ada fhoto gk yah,si rere?
2023-05-02
0
Arin
mungkin mamanya Rere itu tmn ibu shinta x ya...semoga aj hehe
2022-07-17
0
Tursini
jadi penasaran siapa sebenarnya Rere dan ada hubungan apa dengan mami nya varo
2022-05-11
0