"Jangan bicara yang hal tak mungkin,"kata Axel kepada putri nya.
"Kenapa tidak mungkin, Daddy," tanya Alisa.
"Apa kau tahu Clara itu adalah murid Daddy di sekolah, dia tidak bisa menjadi Mommy mu," titah Axel.
"Hmm,"Alisa hanya bisa mengeluarkan raut wajah sedih nya.
"Ya itu tidak mungkin, aku akan menjadi kakak mu saja yah Alisa,"senyum Clara.
"Otey Kakak, bagaimana kalo kita bermain Ibu dan anak Kakak Mommy nya aku anak nya, ya," senyum Alisa dengan penuh harap.
"Eh?"
"Mau yah,"
"Baiklah tapi panggil aku seperti itu. saat kita hanya bermain ok,"Jawab Clara.
"Makaci Kak,"ujar Alisa memeluk erat Clara.
"Yasudah ayo kita pergi,"potong Axel.
Mobil mewah milik Axel itu membelah jalan ibukota di tengah keramaian siang ini, Axel dan Alisa mengantar Clara sampai tempat Dia tinggal, di kos nya, Clara memang sudah keluar dari panti asuhan. semenjak Dia mulai mencari uang sendiri. ia tidak mau merepotkan ibu panti lagi.
Keesokan harinya di sekolah
Sebenarnya hari ini sudah hari lepas untuk siswa dan siswi kelas 3 karena telah menyelesaikan study mereka tetapi masih ada yang datang ke sekolah untuk merencanakan acara perpisahan mereka.
Termasuk Rere dan teman teman nya. saat ini Rere, Clara dan Anggun sedang berdiskusi dengan teman sekelas mereka tentang persiapan acara kelulusan mereka.
Rere yang sedang berbincang bincang itu seketika terkejut, saat Varo datang ke kelas dengan raut wajah yang khawatir.
"Ayo ikut Aku,"ujar Varo menarik tangan Rere.
"Eh lepasin,"
"Ayo ini penting,"
"Ada apaan sih Om, ngomong dulu,"
"Ikut Aku atau kau akan menyesal,"suara Varo menggema diruang kelas itu.
Seisi kelas pun berteriak histeris karena yang sedang mereka lihat di depan mereka adalah seorang pria tampan berdarah Italia, dan pengusaha yang terkenal seasia satu ruangan dengan mereka.
flasback on
Varo dan Reno yang sedang menuju perusahaan tiba tiba mendapat telpon dari Shinta. bahwa Dia mendapat kabar yang mengejutkan dari Mommy nya, Nenek Rere mengalami kecelakaan saat ingin pergi ke pasar. Shinta menyuruh Varo untuk segera menjemput Rere ke sekolah nya. karena Shinta merasakan hal buruk akan terjadi. Varo yang sudah sampai di parkiran sekolah, langsung berlari meninggalkan Reno, Dia tidak tau dimana kelas Rere, sehingga Dia pun membuka satu persatu kelas yang ia lewati.
"Ah dimana bocah itu,"frustasi Varo.
Dia membuka pintu kelas itu dengan gerakan cepat dan membabi buta.
"Akh itu Kak Varo, dia sangat tampan, dari pada yang di majalah,"
"Aku bertemu dia secara langsung,"
"Apa ini mimpi,"
Kehadiran Varo mampu membuat satu sekolah itu histeris dengan kedatangan nya.
"Apa disini ada yang bernama Regita Ananda?"
"Tidak kak,"
Axel yang sedang pergi untuk mengajar itu pun melihat sahabat nya seperti orang kebingungan.
"Varo apa yang kau lakukan disini,"panggil Axel dari kejauhan
"Kau kesini,"perintah Varo.
'astaga tidak ada sopan santun nya padahal aku lebih tua'
"Dasar cecunguk ini,"kesal Axel.
"Dimana kelas Rere,"
"Ada apa kau mencari nya?"
"Apa kau rindu pada tunangan kecil mu,"bisik Axel di telinga Varo.
"Kau jangan bercanda, aku membutuh kan nya saat ini,"Varo tampak terlihat kesal.
Axel yang sepertinya mulai paham dengan kondisi itu pun tidak lagi bercanda, Dia menunjukan letak kelas Rere.
"Kelas nya ada di ujung koridor sana,"tunjuk Axel.
Varo langsung berlari, lalu membuka pintu ruangan kelas itu, seketika seisi kelas tertuju pada nya.
"Astaga apa itu Varo William? apa Aku sekarang bermimpi? Aku melihat nya!" teriak Clara.
"Kau benar apa kita bermimpi, Dia sangat akhhh"Anggun pun ikut ikutan, melihat Clara yang seperti itu.
Varo melihat kesana kemari dan Dia melihat sosok Rere yang sedang berbincang dengan teman pria nya.
'ketemu,'batin Varo.
"Ayo ikut Aku,"Varo menarik tangan Rere.
"Eh lepasin,"
"Ayo ini penting,"
"Ada apaan sih Om, ngomong dulu,"
"Ikut Aku atau kau akan menyesal,"suara Varo menggema diruang kelas itu.
"Om jangan asal bawa anak orang dong," Gabriel memegang tangan Rere, satunya dipegang oleh Varo.
'astaga situasi macam apa ini,'batin Rere.
"Omong kosong apa yang kau bicarakan, jangan ikut campur urusan ku bocah ingusan," Varo mulai terlihat kesal.
Padahal Dia sedang di kejar waktu dengan kondisi nenek Rere yang terus bertambah parah.
"Om sebenarnya ada apa,"
"Kau ikut aku atau hari ini adalah hari terakhir mu bertemu nenek mu,"Varo yang sudah tidak dapat menahan emosinya seketika megatakan yang sebenarnya.
"Akh apa?"
"Apa maksud mu hah?!!"Rere berteriak.
"Ikut!!"ujar Varo.
Rere yang sudah mulai khawatir itu langsung menuruti Varo
"Hei kau mau kemana Re, kita belum selesai," Gabriel menahan tangan Rere.
"Lepaskan Aku,"Rere mulai menahan tangis nya, Dia tidak dapat menerka apa maksud dari perkataan Varo.
Varo yang melihat itu pun, sudah sangat emosi, dan menarik kerah baju Gabriel.
"Aku ingat kan kau, jangan sentuh Dia lagi," ujar Varo menatap Gabriel dengan mata yang tajam.
Setelah perkataaan itu, Rere dan Varo pergi menuju rumah sakit internasional pusat kota. Keadaan di kelas yang meninggalkan kekacauan dan penuh tanda tanya bagi seisi kelas.
"Cla, apa kau pikir Rere tidak berbohong dengan apa yang Dia katakan waktu itu?" ujar Anggun menatap Clara.
"Ya seperti nya Dia tidak berbohong,"ujar Clara.
"Akhhh Gua frustasi,"teriak Anggun.
"Apaan sii Lu,"
"Si Rere enak banget dapet cowo bule ga dikenalin ke kita astagfirullah,"ujar Anggun.
"Eh lo ga inget apa, waktu itu Rere juga udah ngasih tau, lah kita nya aja gapercaya,"titah Clara
"Oh iya lupa sih, tapi yah itu Rere nyeritain kek gitu"
"Iyah kayak orang ngehalu juga, mana gua percaya anjir, kayak yang gabakal,"
"Hooh ini bukan di novel novel nikah ama CEO,"
BRAKK
suara meja digebrak oleh seseorang membuat Anggun dan Clara seketika kaget dan melihat ke arah sumber suara yang ada.
"Eh copot," kata Anggun dengan kaget nya mengelus dada.
"Apaan si lo El ga nyantai banget,"kesal Clara.
"Dia siapa nya Rere?"tanya Gabriel.
"Ya mana Gua tau Rere belum cerita ke kita," jawab Anggun
"Serius Lu gatau,"ujar Gabriel memastikan perkataan kedua orang itu.
"Iyah Udin,"kesal Clara memastikan jawaban nya kepada Gabriel.
Rere dan Varo yang sudah tiba dirumah sakit, langsung mencari ruangan tempat Nenek Sri berada. Rere nampak sangat kacau, Dia seperti orang yang sangat frustasi dengan keadaan nya.
"Ikut aku,"ujar Varo menarik tangan Rere menuju IGD tempat Nenek Sri berada.
"Hiks hiks"
Rere hanya bisa menangis tidak tahu apa yang harus Dia lakukan selanjut nya atau ke depan nya jika Nenek Sri sampai kenapa-kenapa.
"Varo, Rere,"panggil Shinta kepada dua orang yang baru datang itu.
"Tante, Nenek gimana keadaan nya,"tanya Rere dengan isak tangis nya yang tidak kian berhenti.
"Kau masuklah ke dalam, Dia seperti nya ingin berbicara dengan kalian berdua,"ujar Shinta yang nampak sangat khawatir.
Rere dan Varo masuk ke dalam ruangan IGD itu, mereka melihat keadaan Nenek Sri yang sangat memprihatin kan itu.
"Hiks hiks Nenek kenapa, bisa gini, jangan tinggalin Rere. Rere udah ga punya siapa siapa lagi,"tangis Rere sambil memeluk Nenek nya itu dalam dekapan nya.
"Jangan menangis, seperti nya Nenek akan menyusul Ibu mu, Aku hanya ingin mengatakan kepada Mu, ambil kalung yang ada di kotak lemari, itu milik Ibu mu,"ujar Nenek Sri nampak kesusahan berbicara.
"Dan kau Varo tolong jaga Cucu Nenek," ujar Sri memegang tangan Varo dengan tatapan sendu dan bibir yang mengukir senyuman akhir.
"Pasti Nek,"jawab Varo dengan lantang.
Nenek Sri meminta Varo untuk mendekat dan membisikan sesuatu kepadanya
"Tolong kau jauhkan Rere dari Deren,"bisik Nenek Varo.
"Siapa Deren Ne--"perkataan Varo terhenti saat keadaan Nenek Sri tampak tambah buruk.
Para tenaga medis berusaha untuk
menyelamatkan keadaan Nenek Sri yang tampak di monitor yang terhubung itu bergaris lurus, semua tenaga medis tampak berupaya semaksimal mungkin, Rere yang melihat itu hanya bisa menangis tidak sanggup menatap keadaan saat ini.
"Hiks hiks Nenek,"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 346 Episodes
Comments
Itha Fitra
apa gk tambah murka si varo,klu tau slingkuhan pcr ny trnyata calon mertua
2023-05-01
0
Arin
spertny emng bner si Daren yg di mksd nenekny Rere itu selingkuhan si Selena....dan sprtny ada rahasia nich di khdpn Rere,jdi pnsran🤔
2022-07-17
0
Lilian Sawori
😢😢😢😢
2022-07-01
0