ibukota seperti biasa nya sangat macet dan padat. siang ini matahari bersinar sangat terik tidak seperti biasanya. di hari kerja ini ibu kota tetap bekerja tanpa henti, dan banyak orang seperti biasa nya. hal itu tidur menurunkan semangat rere untuk datang ke perusahaan suami nya untuk mengantar kan makan siang. rere yang disarankan oleh ibu mertua nya untuk mengantar kan makanan kepada suami nya pun menyutui itu. rere sudah sampai di depan perusahaan william gruop.
"nona apa anda yakin hanya saya antarkan sampai sini?" tanya supir pribadi rere yang di berikan keluarga suaminya itu.
walaupun rere sekarang sudah hidup mewah. tetapi ia tidak pernah merasa itu milik nya dan tetap bersikap sederhana seperti sebelum nya.
"iyah tidak apa apa, pak kasin balik aja, ntar kalo rere minta jemput rere telpon" kata gadis.
"baik nona, hati hati" kata pak kasin mengantarkan majikan nya itu.
rere berdiri di depan perusahaan william group itu, ia menatap ke atas perusahaan yang sangat menjulang tinggi itu.
'ternyata dia sangat kaya' batin rere.
rere melangkah kan kaki nya ke dalam perusahaan itu. karena rere tidak tau dimana ruangan suami nya itu ia pun memilih untuk bertanya ke resepsionis.
"kak aku ingin bertanya?" ujar rere.
resepsionis itu tidak menjawab perkataan rere langsung ia menatap rere dari atas hingga ke bawah. tatapan karyawan itu seperti meremehkan rere.
"cari siapa ya dek?" tanya karyawan yang ada di lobby perusaahan.
"ruangan mas varo dimana yah kak?" tanya rere dengan ramah.
"varo yang kau maksud itu dari divisi apa?" tanya karyawan.
rere nampak berpikir sejenak.
"aku tidak tau kak divisi itu apa" rere menggaruk tenguk nya seperti orang kebingungan.
"setidak nya nama lengkap nya" karyawan itu nampak mulai kesal dengan rere.
"nama lengkap nya varo william" ujar rere.
"hah apa maksud mu kau ingi menemui ceo?" tanya karyawan itu dengan tampang yang meremehkan rere.
"aku tidak tau, tapi nama mas varo itu" ujar rere.
"satpam!" teriak karyawan itu.
"iyah mbak"
"usir dia dari sini" karyawan itu menunjuk rere.
"eh kok aku di usir, aku ingin mengantarkan makanan siang untuk mas varo" rere mulai ketakutan akibat orang orang mulai memperhatikan keadaan nya.
"kau tidak punya hak bertemu ceo kami, seret dia!" perintah karyawan itu.
"ak--" ucapan rere tidak ia selesai kan ia bingung apa ia harus bilang dan mengakui kalo ia istri dari seorang varo william untuk membukam mulut mereka semua, tetapi di situ sisi rere juga berpikir ia tidak mungkin berkata seperti itu, ia takut varo akan marah kepada nya.
'aku tidak mungkin jujur, nanti om varo bisa malu' batin rere.
"mau ngomong apa hah?" tanya karyawan itu.
"aku mengenal nya, dan aku tidak berbohong" ujar rere yang sudah tidak tau lagi harus berbuat apa.
karyawan itu menetap rere kembali menatap rere dari atas hingga ke bawah dengan tatapan meremehkan.
"aku tidak percaya kau mengenal ceo, mana mau dia berkenalan dengan wanita kampung seperti mu, liat saja pakaian mu, apa itu di beli di pasar dengan diskonan?" ketus karyawan itu sambil mendorong dorong bahu rere menggunakan telunjuk nya.
"kakak aku tidak berbohong" rere mulai bingung harus melakukan apa, ia sangat tidak paham kondisi yang harus dia hadapi.
"dan kenapa kau membawa bawa rantang seperti itu, apa kau ingin mengantarkan makanan ke sawah gadis kecil, di sini tidak ada sawah tuh" cerca karyawan itu.
perhatian karyawan lain seketika tertuju kepada mereka. rere yang mendengar cacian terhadap hanya bisa terdiam, ia tidak tau harus berbuat apa.
"gadis kampung keluar jangan sampai perusahaan ini kotor!" teriak karyawan yang lain.
"ha ha ha itu bener, pergi sebelum kau di paksa"
"apa lagi yang kalian diam kan, cepet seret dia!" perintah karyawan itu.
"lepaskan aku, aku mohon"
"lepaskan" teriak rere sambil menahan rasa sakit akibat tarik an lengan nya yang terlalu kuat oleh dua orang satpam itu.
"lepaskan aku hiks hiks, lengan ku sakit"
rere yang merasakan lengan nya sakit. tidak sengaja makanan yang ia bawa terjatuh. memang itu tidak tumpah. tapi dapat di pasti kan makanan itu sudah berantakan.
"makanan ku, lepaksan" teriak rere.
satpam itu menghempaskan rere dan terjatuh ke lantai.
Varo hari ini memang sangat sibuk. di karenakan perusahaan nya melakukan proyek yang lebih besar. ia harus mulai mempersiapkan ini
semua. siang ini varo meeting dengan di luar perusahaan nya. ia memutuskan langsung kembali ke perusahan setelah selesai meeting untuk melanjutkan pekerjaan nya.
saat ia ingin masuk ke dalam. ia melihat beberapa karyawan berkumpul.
"ada apa itu?" tanya varo yang menatap sekilas kerumunan itu.
"seperti nya ada sedikit masalah tuan" ujar reno.
"bereskan, aku tidak mau perusahaan ini tempat arena melepaskan emosi mereka" ujar varo yang terus melangkah.
"baik" reno mengikuti tuan nya itu.
"lepaskan aku hiks hiks, lengan ku sakit"
"makanan ku, lepaksan" teriak rere.
varo hampir masuk ke dalam lift. tiba tiba ia berbalik badan ketika ia merasa mengenali suara seseorang yang berteriak itu.
varo yang melihat rere sedang merapikan tempat makanan itu. ia melihat rere seperti menangis.
"rere?" tanya varo kepada dirinya sendiri.
varo menghmapiri rere yang sedang membersihkan kotak makanan yang terjatuh itu.
para satpam dan karyawan resepsionis yang melihat ceo mereka mendekat itu ketika menduduk kan kepala mereka.
"maaf kan keributan ini tuan, harus nya saya mengusir nya dari tadi" ujar karyawan itu.
varo tidak membalas perkataan karyawan itu, ia hanya melewati nya dan membantu rere untuk berdiri.
rere melihat uluran tangan seseorang ia menegadah ke atas.
"om varo?" rere memberikan uluran tangan nya dan berdiri.
setelah membantu rere untuk berdiri varo pun, mendekati karyawan wanita itu dan mengangkat kerah baju nya.
"jelaskan!" tatap varo dengan tajam kepada satpam dan karyawan itu.
"ma--ma--maaksud tuan apa?" tanya karyawan itu.
"apa kau masih ingin bertanya? setelah apa yang kau lakukan kepada istri ku!" bentak varo kepada para pekerja nya itu. varo sangat emosi ketika melihat perlakuan karyawan itu.
"hah jadi gadis itu istri ceo"
"astaga aku tidak sengaja berkata kasar tadi"
"seperti nya aku juga akan di pecat"
"ternyata gosip itu benar, tuan menikahi gadis dari kalangan bawah"
"ya, seperti nya begitu"
pernikah varo memang tidak diberitahukan kepada media, hanya beberapa rekan kerja yang mengetahui teman sahabat serta keluarga saja. karena menurut varo ia tidak perlu menyebarkan ini. secara dia dan rere tidak akan bertahan lama dalam pernikahan ini.
tetapi entah kenapa saat ini, pikiran dan argumen varo itu hilang seketika. saat ia melihat rere di perlakukan seperti itu. ia bertanya tanya. apa kah jika wanita lain yang seperti itu ia akan menolong nya? atau hanya rere? ia mulai penasaran apakah ia mulai memiliki sedikit rasa kepada gadis kecil itu.
Bersambung………
jangan lupa like nya:)
coment.favorite
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 346 Episodes
Comments
Karuhei
rere kasian dully,tapi salut Varo gak malu buat ngaku kalau rere itu istrinya❤❤❤
2022-05-09
0
Dien Agustin
banyak typo kata nya... semangattttt
2022-04-22
0
Fadillah
kasihan sekali rere
2022-03-06
0