bisik bisik an dari ke khawatir an para karyawan itu pun ramai terdengar. setelah mereka tau siapa gadis yang telah mereka usik.
"tu tu tuan maafkan saya, saya tidak mengetahui kalo nona ini istri anda" satpam dan resepsionis itu seketika wajah mereka pucat pasi. mereka tidak dapat membayangkan apa yang terjadi selanjut nya.
"apa kau tidak apa apa?" tanya varo melihat rere.
"aku tidak apa apa" rere terus memegang lengan nya.
varo yang melihat lengan rere yang sedikit memar itu seketika naik pitam.
"tidak apa apa kau bilang? ini apa hah!" kata varo yang memegang lengan rere.
"aaduh sakit" lirih rere.
"katakan! katakan siapa yang memegang mu, dimana saja ia memegang mu hah?" tanya varo.
"tuan maafkan saya" ujar satpam itu.
"kau meminta maaf? jadi kau yang melakukan nya" varo mendekati satpam itu dan mencekram dengan kuat lengan satpam itu.
"akh" teriak satpam itu
"ini tidak ada apa apa nya di bandingkan dengan yang dirasakan istriku!" tatap varo dengn tajam.
"reno kau urus semua nya aku tidak mau melihat kekacauan ini lagi"
"baik tuan"
"dan ingat wajah gadis ini baik baik, dia istri ku, jangan sampai kalian macam macam dengan keluarga william" ucap varo yang memberi tahu itu kepada para karyawan nya dengan penuh penekanan.
entah kenapa varo sangat peduli dengan rere, dan sejak kapan rasa peduli itu mulai ada? varo juga tidak mengetahui itu.
'kenapa aku seperti ini, apa aku? akh tidak mungkin!. mungkin saja aku hanya ingin melindungi nya sesuai janji ku' batin varo.
***
varo mengajak rere ke ruangan nya setelah kejadian yang menimpa rere barusan.
"kenapa kau datang dan tidak memberitahu ku" ujar varo menatap rere.
rere hanya bisa diam berdiri mematung, wajah nya cemberut menandakan ia sedang kesal.
"jawab aku, apa kau tidak punya mulut?" kesal varo.
"aku ingin memberikan om ini" menyodorkan kotak makanan itu di depan wajah varo.
"huft" varo menghembuskan nafas nya dengan kasar.
"lain kali jika kau ingin kesini telpon aku dulu" kata varo.
"a--aku kan tidak punya handphone" ujar rere sambil menunduk.
varo hanya bisa terdiam. itu juga bukan salah rere tidak menghubungi dia terlebih dahulu.
"lupakan, dan jika ada yang menindas mu, lawan mereka jangan malah merengek seperti tadi" kata varo menatap rere.
"kau jangan memarahi ku terus, aku berniat baik mengantarkan mu makanan, hiks hiks" rere kembali menangis.
"sudah jangan menangis" membawa rere untuk duduk di sofa ruangan itu.
"kau sangat cengeng" ujar varo menatap gadis itu.
"aku tidak cengeng mereka saja yang jahat" kesal rere kepada varo.
"ya ya" ujar varo mengabaikan rere dan ia malah kembali melanjutkan pekerjaan nya.
rere yang melihat varo malah mengerjakan pekerjaan nya dan seolah olah lupa apa tujuan nya kesini. padahal ia sudah susah membuat kan makanan untuk varo.
"apa om tidak mau mencicipi makanan ku dulu" kata rere sambil membuka kotak makanan itu.
"aku sudah kenyang" ia tidak menatap rere saat menjawab.
"kenapa bisa kenyang? kan om kerja mulu" ujar rere.
"apa kau sekarang ingin menjadi istri sungguhan" tatap varo yang seketika mengalih kan perhatian nya kepada rere.
rere yang di tatap itu seketika gugup dan memilih pura pura melihat ke atas dan ke samping agar setidak nya mata nya dan varo tidak bertatapan.
"bu bu bukan tau! ini mommy yang saranin, rere kan cuman nurut" jawab polos gadis itu.
varo tidak menjawab ucapan rere. ia malah kembali pindah ke sofa di tempat rere duduk. varo mencodongkan badan nya dan menatap rere dengan dalam. perlahan tatapan itu semakin dekat.
DEG DEG DEG
suara detak jantung kedua orang itu terdengar satu sama lain. seolah menistruksikan mereka berdua bahwasan nya ada rasa yang spesial.
varo semakin mendekati wajah rere ia memegang dagu rere. dan mengecup sekilas bibir merah muda itu.
BLUSS~~
seketika pipi rere bersemu merah, akibat ciuman yang hanya seperkian detik itu. rere hanya bisa terdiam menatap wajah varo. proposi wajah pria itu sangat tampan dengan wajah campuran indo dan luar. orang orang yang melihat nya pasti akan menyangka varo adalah orang luar negri dan tidak bisa berbahasa indonesia. hidung mancung, kulit sawo matang, dan jangan lupakan bentuk tubuh varo yang atletis itu. yang mungkin membuat semua wanita ingin memiliki nya.
"kenapa wajah mu memerah" seringai varo menatap rere, dan kembali mengatur jarak mereka.
" ti ti tidak ada" rere megatup kedua pipi nya.
'sial bibir nya sangat manis' batin varo.
ia tidak menyangka akan mencium gadis kecil itu. ia awal nya cuman berniat menakut nakuti. tetapi ia malah terjebak dengan suasana yang ia buat sendiri.
"a a ayo makan om, aku sudah membuat ini" rere mengalihkan pembicaraan nya.
"suapi aku" kata varo.
"kan om udah gede, jangan manja" cemberut rere kepada varo.
varo yang menatap rere manyum ketika cemberut itu seketika ia ingin mencium kembali bibir kecil itu.
"jangan manyum seperti itu, atau aku akan mencium mu lagi" jawab varo dengan jujur.
"jangan" rere menutup mulut nya dengan tangan.
"kau ingin aku mencoba nya kan? suapi aku" kata varo.
"ish" rere menatap tajam varo.
rere kemudian menyiapkan makanan itu dan menyuapi varo.
"aaaaa, hap" rere yang sedang menyuapi varo itu seperti anak kecil.
"gimana rasa nya enak tidak?" tanya rere dengan antusias.
"jangan menyuapi aku seperti anak mu" kesal varo yang menatap rere.
"iya iya, jawab rasa nya enak tidak" kata rere kembali.
"lumayan, suapi aku lagi" ujar varo.
varo mengerjakan dokumen perusahaan sambil terus di suapi oleh rere. hingga makanan itu seketika habis semua.
"selesai" ujar rere dengan senang.
"apa om mau di buat kan lagi makanan nya?" tanya rere dengan antusias.
"tidak enak, aku tidak mau lagi" ujar varo dengan dingin.
'tidak enak katanya tetapi ia menghabiskan semua makanan yang aku buat', batin rere dengan kesal.
rere hanya bisa mengumpat di dalam diam nya. ia tidak berani langsung berkata seperti itu. di tengah pembicaraan rere dan varo. tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruangan varo.
TOK TOK TOK
"masuk" kata varo.
"tuan" reno menunduk kepada tuan nya itu.
"ada apa?"
"saya sudah mendapatkan sedikit informasi mengenai ibu nona" ujar reno.
rere yang mendengar hal yang mengenai diri nya pun langsung sangat antusias untuk mendapatkan jawabanan atas kegelisahan nya selama ini.
"ini informasi nya ada di map ini tuan" reno menyerahkan map itu kepada varo.
***
Bersambung……
Jangan lupa like, coment, favorite, vote dan follow nya.
dan makasih yang udah dukung karya ini~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 346 Episodes
Comments
Arin
wah jdi deg"an nich...kira"sperti ap y
2022-07-17
0
Karuhei
lanjtkan
2022-05-09
0
Karuhei
rere bisa juga mengimbangi varo
2022-05-09
0