Sebagai seorang kepala sekolah tentu axel hanya menjalankan tugas dokumen dari sekolah, untuk seorang axel arnloda berkas sekolah tidak ada apa apa nya. karena ia juga sering berkutat dengan dokumen perusahaan yang ia miliki.
saat ia sedang mengerjakan dokumen, tiba tiba telpon dari pembantu nya bubi sumi menelpon.
"drtt drttt"
"halo" ucap axel
"tuan apakah nona alisa sudah menemui mu?"
kata bi Ani
"bibi bicara apa? alisa ada disini?" axel mulai memberhentikan kerjaan nya
"ia tuan, kata nya nona ingin bertemu dengan anda"
"terus kenapa sampai sekarang dia belum ada di ruangan ku" axel mengusap muka nya dengan gusar.
"pak Entis tidak sudah mengantar sampai pintu ruangan anda tuan, anda yakin nona belum masuk?" tanya bi sumi yang juga ikut khawatir.
tiba tiba axel yang sedang berpikir itu pun. tujuan mengarah ke clara.
"sudah dulu bi, saya akan mencari nya" kata axel
"baik tuan" bi sumi mematikan telpon nya.
'apa mungkin dia mencari clara? tapi kenapa bocah itu malah semakin mendekati gadis kecil itu' batin axel.
axel berjalan melewati ruangan kelas anak dua yang nampak tentram sedang belajar. tidak dengan beberapa ruangan anak kelas tiga yang nampak heboh karena mereka memang sudah tidak melakukan kegiatan belajar mengajar.
axel masuk ke kelas clara, dan langsung membuka pintu itu.
"BRAKK"
suara pintu terbuka. perhatian se isi ruangan itu pun tertuju pada axel.
"hei apa kita terlalu berisik"
"seperti nya iya"
"apa suara kita sampai ke ruangan kepala sekolah"
itu tidak mungkin, jarak saja jauh"
bisik beberapa murid yang melihat kedatangan axel.
"alisa" panggil axel
"daddy, ngapain cini?" tanya polos gadis itu yang masih duduk di pangkuan clara.
axel pun menghampiri anak nya dan gadis kecil note ny seorang murid axel.
"ayo ke ruangan daddy" axel ingin mengendong alisa.
tetapi alisa malah menghempaskan tangan axel.
"ga mau ntar daddy kelja mulu ga au main ama alica" cemberut gadis itu.
"daddy punya mainan" kata axel
" ga, au main ama mommy" alisa memeluk clara dengan erat.
"oy itu anak pak axel"
"tapi serius kok nyokap nya si clara"
"calon suami masa depan gua udah punya anak ternyata"
bisik gadis di kelas itu.
axel yang mendengar itu tidak ingin terjadi kesalah pahaman karena itu ia ingin membawa alisa pergi.
"ayo" axel mengambil alisa dari gendongan clara dengan paksa.
alisa pun menangis karena itu.
"ga au, main ama mommy" rengek alisa
axel membawa anak nya ke ruangan nya. tanpa mendengar permintaan alisa.
"kalian denger dia bukan anak ku, dan aku hanya kakak nya, jangan menyebarkan gosip yang tidak tidak" clara menatap tajam temen sekelas nya.
"iya iya santuy cla"
"gitu amad dah si clara"
"ya kali lu beranak udah segede itu"
"iyah ni kita kan juga punya otak"
"udah cla jangan emosi canda kali" ujar anggun sambil ketawa.
**
saat ini alisa sedang berada diruang kerja daddy nya.
"daddy jaad padahal alica pengen main sama mommy" alisa mengerutu
"jangan panggil dia mommy" tatap axel.
"setelah alica, kan lagi main ama kakak cla jadi boleh panggil mommy" timpal alisa
"kalo daddy bilang jangan ya jangan" axel menggebrak meja diruangan itu.
entah kenapa axel yang mendengar alisa memanggil orang lain sebagai ibu nya tidak tetima, karena ia belum bisa melupakan mendiang istri nya itu.
"daddy jaad alica cuman main doang, kenapa halus malah" tangis alisa.
alisa berlari keluar ruangan daddy untuk pergi keluar. clara yang ber siap siap untuk pulang sekolah seketika melihat alisa berlari sambil menangis menghampiri gadis kecil itu.
"alisaaa" panggil clara dari kejauahan.
"kak cla" alisa memeluk clara.
"kenapa nangis, ntar cantik nya ilang loh" ujar clara mengusap air mata anak kecil itu.
"daddy malahin alica, daddy jaad" alisa menangis sejadi jadi nya.
"yaudah jangan nangis lagi yah, kakak beliin es krim mau?" bujuk clara.
"nanti daddy malah, ga boleh makan es klim" cemberut gadis itu.
"gausah takut ada kakak yah, mau ga?"
"iya" alisa mengangguk dengan cepat pertanda ia setuju.
clara mengajak alisa membeli es krim di dekat taman, kita sedang duduk di bangku taman, axel pun datang.
"sudah kuduga kau bersama nya" ujar axel.
"daddy" nampak wajah memelas dari alisa.
"dan kenapa kau makan es krim?" axel bertanya kepada putri nya itu.
"pak axel jangan marah marah mulu, bapak sudah tua, ntar uban nya nambah cepet numbuh mau?" kata clara dengan se enak nya.
"kau mendoakan cepat tua apa?" kesal axel.
"aku? tentu tidak berani, atau aku tidak akan lulus dari sekolah itu" ujar clara.
"terserah"
"dan biarkan dia makan es krim untuk kali ini, akh tidak akan bisa aku bayangkan seperti apa daddy mu memberikan makan, sehingga kau jarang menikmati makanan seperti ini" sambil mengelusa lembut rambut alisa.
"itu demi kebaikan nya kau tau itu" kesal axel.
"kau lebih tua, apa pun yang kau katakan selalu benar" menatap axel dengan tajam.
"jangan mengatakan tua setiap kata kata yang kau keluarkan" kesal axel kepada clara yang terus mengatakan ia tua.
setelah acara makan es krim dan perdebatan kecil itu selesai. alisa dan axel berpamitan pulang begitu pun dengan clara.
***
waktu berganti dengan cepat, sudah dua minggu semenjak kelulusan rere dan teman teman nya di umumkan.
hari ini adalah hari yang sangat penting bagi hidup nya. ia baru lulus dan ber umur 18 tahun sudah terjebak dalam pernikahan yang penuh tanda tanya ini. tanpa di ketahui orang lain.
rere yang sedah ber siap siap untuk acara ijab qobul itu terlihat sangat gugup. tetiba shinta masuk ke ruangan itu.
"astaga menantu ku sangat cantik" puju shinta menghampiri rere yang sudah selesai di dadani itu.
"terimakasih mommy" senyum tegang rere.
'apa aku yakin akan memberikan hidup ku hanya untuk mencari kebenaran ini' batin rere
"sayang apa kau sangat gugup?" tanya shinta.
"sedikit mommy" rere menjawab seadanya.
ia sekarang tidak dapat berpikir dengan jernih. lalu anggun dan clara masuk ke ruangan tempat rere berada.
"seperti nya temen mu datang, mommy akan meninggalkan kalian untuk mengobrol" senyum shinta
"baik mom"
"hei calon sultan se asia kenapa wajah mu seperti di kejar hantu" goda anggun.
"hahaha ternyata ini seperti novel yang kau baca bukan menikahi seorang ceo" tawa clara.
"kalian ini jangan bertingkah terus, atau aku akan mencekik kalian satu persatu" kesal rere.
rere yang sudah lepas sekolah ini. memang mengubah cara bicara kepada temen nya. karena varo yang meminta. ia bilang tidak ingin dengan cara bicara rere yang blak blak an akan mempengaruhi image nya.
"apa kau bisa, dengan kebaya itu" senyum clara.
Bersambung………
jangan lupa like yah kak.
maaf kalo ceritanya masih abstrak baru belajar. kasih dukungan nya yah dengan like:))
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 346 Episodes
Comments
Karuhei
rere kau harus yakin dgn pilihanmu
2022-05-09
0
Yoni Suratmi
semoga berjalan dengan lancar
2022-05-05
0
Maria Ursula Suni
akhirnya nika jga
2022-02-28
0