Sore hari nya
Cuaca sore ini terasa begitu panas. Terik matahari membakar hingga ke ubun ubun, Rere yang baru pulang sekolah itu, segera berlari ingin masuk ke kamar nya untuk mandi dan ganti baju karena merasa sangat gerah, saat sedang berlari melawati ruang tamu tiba tiba langkah Rere terhenti dengan suara Nenek Sri yang memanggil nya dengan mendadak.
"Re sini dulu" panggil Nenek Sri menghentikan langkah cucu nya yang sedang berlari masuk ke dalam kamar itu.
"Eh eh eh"
Bugh..
Rere terjatuh ke lantai karena Nenek Sri tiba tiba memanggil nya. Rere tidak sempat mengontrol langkah nya sehingga membuat tubuh mungil nya ambruk jatuh dan mencium lantai.
"Astaga kenapa cucu ku ini sangat ceroboh" ujar Nenek Sri mengelengkan kepala nya melihat tingkah kekanakan dari cucu kesayangan itu.
Rere megangkat kepala nya, lalu menatap ruangan yang ternyata ramai orang saat ini, Rere menatap dengan heran satu persatu orang yang ada di rumah nya itu. Tatapan Rere terhenti pada orang yang paling sangat Dia kenal yaitu Varo.
"He he" Rere tersenyum menampakan deretan gigi nya, lalu berusaha berdiri dari lantai.
'Astaga apa aku akan menikah dengan gadis ceroboh ini? Apa aku batal kan saja rencana gila ini saja' batin Varo menatap kesal melihat tingkah Rere yang sangat ceroboh itu.
"Apa kau calon menantu ku, nama mu Rere yah? Varo kenapa ada gadis muda yang mau menikahi mu secara kau sudah tua" Sindir Shinta menatap dengan bingung anak nya itu.
"Mom" lirik Varo dengan wajah datar nya itu.
"Sini sayang" panggil Shinta kepada Rere yang masih berdiri jauh dari ruang tamu itu.
"Iya Tante" ujar Rere lalu Dia pun duduk disamping Shinta, Rere yakin dua orang yang tak Dia kenal adalah kedua orang tua Varo.
"Namaku Regita Ananda Tante dan Om panggil Rere aja" tutur Rere memperkenal kan diri nya kepada kedua orang tua Varo.
"Tante ingin bertanya, kau sangat cantik dan muda, putra ku sangat beruntung menikahi mu, apa kau yakin dengan putra ku" senyum Shinta dengan bahagia sambil mengelus punggung tangan Rere seperti orang yang sangat berharap.
Rere yang dari tadi siang sudah ingin menolak pernikahan ini seketika Dia bimbang melihat ketulusan Shinta kepada nya, hal itu mengigatkan Rere kepada Ibu nya.
"Mmm" Rere menengok ke kanan dan ke kiri ia melihat semua orang menanti jawaban nya, Rere beralih menatap varo, pria itu hanya memasang wajah dingin nya.
"I i i iya deh Tante" kata Rere dengan gugup.
"Astaga selamat sayang, akhirnya aku punya anak perempuan" ujar Shinta dengan senang memeluk Rere.
Adrel yang melihat tingkah istri nya cukup senang dengan kehadiran Rere, Dia bisa melihat senyum tulus istrinya lagi tanpa beban.
'Sayang apa kau melihat ini' batin Adrel menatap Shinta dengan penuh kasih sayang.
"Huftt" Varo hanya bisa menghembus nafas nya dengan kasar, hal yang tak terduga terjadi Dia akan segera menikahi seorang gadis cilik yang sangat ceroboh.
"Nenek Sri sesuai dengan persetujuan kita tadi, pernikahan nya akan kita adakan 1 minggu lagi" kata Adrel menatap Nenek Sri.
"Eh apa apa? jadi tidak tunangan dulu? langsung menikah?" tutur Rere dengan raut terkejut nya.
Varo mulai melancarkan aksinya menatap Rere yang seperti nya akan menghancur kan rencana yang telah tersusun rapi itu.
"Sayang apa kau lupa dengan persetujuan kita" senyum Varo penuh penekanan kepada Rere.
Flasback on
Varo mendatangi sekolah Rere, Dia menyuruh Rere untuk berbicara di kantor Axel secara empat mata mengenai hal penting yang telah Dia rencana kan.
"Inti nya Aku ingin menghampus berita ini, Aku tidak sudi menikahi Om Om" ujar Rere menggebrak meja di ruangan kepsek itu dengan kuat.
Brak..
"Apa kau ingin menghancur kan rencana Ku, gadis kecil" tatap tajam varo dengan dingin.
"Aku tidak peduli" Rere berdiri dari kursinya untuk beranjak pergi dari ruangan itu, tetapi sesuatu menahan nya.
"Ish apaan sih Om jangan tahan Rere, lepasin Rere mau pergi" ketus Rere mengoyang kan tubuh nya dengan kesal.
Reno dan Axel yang juga mendengar percakapan mereka hanya bisa menahan tawa.
"Rere bilang lepasin!"bentak Rere yang sudah mulai kesal.
Rere berbalik badan dan ternyata tidak ada yang menahan nya, baju yang Dia kenakan hanya tersangkut disikut meja ruangan itu.
Rere yang mengetahui itu hanya bisa menyengir dan menahan malu akibat tingkat kepercayaan diri nya yang terlalu tinggi itu.
"Eh tadi, kirain" tutur Rere tersenyum kaku lalu menggaruk tenguk nya yang tidak gatal.
"Dasar percaya diri sekali" sindir Varo menatap remeh gadis itu seolah-olah mengejek diri nya.
"Aku akan memberikan mu uang berapa yang kau ingin kan?" tanya Varo menawarkan harga kepada kesepakatan yang mereka ingin kan.
"No, tidak butuh" ketus Rere membuang muka.
"Aku akan mewujudkan semua keinginan mu" tawar Varo kembali memberikan penawaran terbaik kepada Rere.
Rere yang mendengar itu langsung kembali duduk ke kursi yang ada di depan Varo lalu menatap mata pria itu dengan dalam.
"Wah apa kau Ibu peri?" tanya Rere yang terlihat sangat antusias itu.
"Hah apa?" ujar Varo yang gagal memahami maksud perkataan Rere.
"Ya Ibu peri biasa nya mengabul kan semua keinginan kita" ujar Rere dengan mata berbinar dan penuh harap.
"pfttt haha" tawa Axel menggelegar di seluruh ruangan itu karena tidak habis pikir dengan jalan pikir murid nya itu.
"Kenapa pak Axel ketawa?" tanya Rere tampak kebingungan menatap Axel yang sangat menikmati pembicaraan itu.
"Anak murid ku tercinta dia bukan Ibu peri tapi Om peri" tawa Axel kembali dengan puas nya mengoda Varo yang sudah terlihat sangat kesal itu.
"Ah ya kau benar" Rere pun ikut tertawa bersama Axel.
Varo yang mendengar itu hanya bisa menahan emosi nya dengan wajah yang nampak sudah memerah.
"Axel kau" lirik tajam Varo menatap sahabat nya itu dengan tatapan seorang predator yang ingin memakan mangsa nya.
"Ah maaf kan Aku. Kalau begitu Aku akan meninggalkan kalian berdua" ujar Axel dengan dengan tawa nya lalu keluar meninggalkan kedua insan itu untuk melanjut kan pembicaraan serius mereka.
"Sudah langsung intinya apa ada hal yang kau inginkan" tawar Varo menatap Rere dengan mulai serius.
"Apakah sekarang kau sedang membuat kontrak pernikahan seperti di novel" bukan nya menjawab Rere malah bertanya balik kepada Varo.
"Aku sudang bilang tidak ada kontrak ini hanya keuntungan kedua belah pihak" ujar Varo yang notebene nya seseorang yang irit bicara pun mulai kesal dengan pertanyaan yang banyak di lontar kan oleh Rere
"Sebenarnya ada satu tapi kau bukan detektif apa kau bisa menyelidiki nya" tanya Rere menatap tidak yakin kepada pria yang ada di depan nya itu.
"katakan saja" tutur Varo menatap Rere yang terlihat sudah mulai serius berbicara.
'Lama lama aku menghadapi bocah ini, bisa ubanan' batin Varo
"Ibu Ku meninggal, dan dokter bilang Ibu meninggal karena serangan jantung mendadak, yang ku tahu Ibu Ku tidak memiliki riwayat penyakit apapun, apa kau bisa cari tahu penyebab nya" ujar Rere dengan raut yang sedih, Rere memang akan sangat sensitif jika bercerita tentang orang terkasih nya itu.
"Ok" ujar Varo dengan enteng nya lalu Varo berdiri dari duduk nya dan melangkah pergi dari ruangan itu.
"Apa maksud mu dengan ok Om? apa kau bisa?" sambil menghalang langkah Varo yang akan pergi itu dengan membentang kan kedua tangan nya.
"Tentu aku bisa, dan minggir" sambil mendorong ke samping tubuh Rere agar tidak menghalagi jalan nya.
"Aduh, lembut sedikit kenapa sih, dasar Om Om, masih untung Aku mau menikahi Mu sepertinya tidak ada yang tertarik dengan lelaki tua seperti Kau" teriak Rere di belakang Varo.
Langkah Varo terhenti, Dia kembali membalikan badan. Dia berjalan selangkah demi selangkah ke dekat Rere, tubuh Rere sudah bersandar ke dinding, Rere tiba tiba terkejut, sesuatu yang kenyal mendarat di bibir nya, ya Varo sedang mencium nya.
Mata Rere membulat, ia hanya bisa mematung kedua kalinya ketika dia di cium, lalu Varo berbisik ke telinga Rere.
"Kedepan nya jika kau masih mengatai Ku, akan ku cium bibir Mu sampai Kau kehabisan nafas" seringai Varo menatap wajah Rere yang ketakutan yang terlihat lucu di mata nya.
Setelah berkata seperti itu Varo pun melangkah pergi dari ruangan Axel.
'Sial mengapa bibir nya sangat manis' batin Varo mengusap bibir nya dengan kasar.
Varo berusaha menghapus ingatan itu, dengan mengosok bibir nya dengan kasar, Reno yang melihat tuan nya baru masuk mobil pun bertanya kepada Varo.
"Apa ada yang salah tuan?" tanya Reno.
"Tidak lanjut saja ke perusahaan" ketus Varo kepada asisten nya itu.
'Aku hanya bertanya, kenapa Dia menjawab seperti itu, untung kau bos nya' batin Reno.
"Jangan berani mengumpat Ku, atau ku kirim ke antartika" ujar Varo yang seolah-olah tahu apa yang di pikir kan Reno.
'Apa dia memiliki jin tomang?' lirik Reno.
Flasback off
"Ehem tentu aku ingat" senyum Rere dengan sangat manis.
"Perjanjian apa?" tanya Shinta yang melihat curiga kepada kedua orang itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 346 Episodes
Comments
Itha Fitra
gpp rere,walau pun kau menikah muda.tp alamat masa dpn mu cerah.kau akan pny suami kaya,tampan n bertanggung jwb + mertua baik
2023-05-01
0
Karuhei
lagi² rere dicium yaaa
2022-05-09
0
Tini Upik
Rere gadis yang polos bikin aku ketawa terus..
2022-04-26
0