Di sisi lain
Varo tengah sibuk menyalami beberapa kolega nya yang datang ke acara ulang tahun perusahan nya itu. Terlihat Varo memasang wajah dingin, Pria itu dikenal dengan sebagai ceo yang sangat dingin dan arrogant dia hanya akan terlihat ramah kepada keluarga dekat nya saja.
“Reno tolong kau bantu aku urus tikus penjilat ini” bisik Varo kepada Reno saat dia melihat paman nya yang berjalan mendekat kepada nya.
“Baik tuan” ucap Reno menunduk dan berlalu pergi sesuai perintah Varo.
“Varo" teriak paman Varo kepada ponakan nya itu.
Varo yang melihat itu tidak menanggapi nya, dan hanya berlalu pergi menjauh.
"Hei bocah mau kemana kau, paman mu datang kau tidak mau menyambut ku” teriak Rian yang menghampiri Varo.
“Tuan sebaiknya anda jangan membuat kekacauan disini , karena hari ini adalah hari penting bagi perusahaan William Group” ucap Reno dengan sopan.
“Hei kau cuman pembantu nya jangan mengajari ku” teriak Rian kepada Reno si asiten keponakan nya itu.
Orang orang yang mendengar percakapan Reno dan Rian pun menoleh ke arah mereka karena teriakan itu membuat kerumunan terjadi serta bisik bisik para tamu terdengar jelas.
“Selagi saya sopan kepada anda sebaiknya anda diam atau saya seret anda keluar” tatap Reno dengan dingin, Reno memang dikenal memiliki kepribadian yang sangat dingin sampai semua pun kadang menyebut Reno duplikatan dari Varo.
“Mau apa kau hah, berani kau memukul ku, apa kau lupa aku Rian William, kau ingat itu!!” bentak Rian menunjuk Reno dengan telunjuk nya.
“Ya saya tau, tapi ini perintah” Reno memberikan kode dengan jentikan tangan kepada bodyguard, lalu para bodyguard itu melaksanakan perintan Reno.
Rian pun ditarik keluar oleh para bodyguard suruhan Reno, para tamu yang melihat itu hanya bisa berbisik bisik satu dengan yang lain nya.
"Aku melihat nya ceo William group memerintahkan hal itu kepada paman nya sendiri" bisik satu tamu.
“Kenapa dia melakukan hal itu kepada keluarga nya sendiri” bisik.
“Ternyata benar apa yang orang bilang, ceo perusahaan William memang bersikap kejam terhadap keluarga nya sendiri” bisik wanita lain nya.
**
Dari luar para tamu disambut dengan hormat oleh para penjaga, di sepanjang jalan menuju ballhroom acara pesta perusahaan di pasang red karpet yang begitu panjang, Rere dan Bemo sudah memasuki tempat acara ulang tahun perusahaan itu, terlihat hiasan mewah di panjang di sisi sudut ruangan itu, lampu pusat di tengah ruangan itu dihiasi dengan berlian asli, serta hiasan lukisan para seniman terkenal di dinding. Makanan yang disediakan juga adalah makanan kalangang atas para petinggi yang berharga sangat mahal, minuman mewah seperti sampanye juga di suguhkan kepada tamu, Rere yang melihat berbagai jenis makanan pembuka hingga penutup itu membuat diri nya meronta untuk mencobai semua makanan yang ada di sana. Bemo yang melihat Rere berbinar melihat makanan pun bertanya.
“Apa kau ingin mencicipi nya?” Tanya Bemo.
“Tentu kak itu semua sangat terlihat enak dan mahal” tawa Rere dengan senang.
Tiba tiba rekan kerja Bemo menghampiri diri nya dan juga Rere yang sedang asyik mengobrol itu.
“Hai Bemo kau datang dengan siapa?” melirik kearah Rere.
“Oh perkenalkan dia adik ku namanya Rere” ucap Bemo.
“Nama ku Edo” mengulurkan tangan nya.
“Aku Regita, panggil Rere aja kak” ucap Rere mengulurkan tangan nya.
“Baiklah, Rere kau sangat cantik dimana kau bekerja” ucap Edo sambil tersenyum melihat tubuh Rere dari atas sampai bawah.
“Rere sebentar aku akan menyapa rekan kerja ku, kau disini lah bersama Edo” ucap Bemo meninggalkan Rere dengan Edo berdua saja.
“Baiklah kak” ujar Rere dengan was was kepada Edo entah kenapa dari awal Edo menghampiri mereka Rere sudah sangat tidak suka melihat tatapan pria itu yang seolah-olah menyetubuhi nya.
“Hei cantik kau belum menjawab pertanyaan ku” ucap Edo sambil menggoda Rere.
“Aku belum bekerja kak, aku masih sekolah SMA kelas 3” balas Rere dengan ramah.
“Hmm benarkah, kenapa bentuk tubuh mu, seperti wanita yang sudah sangat matang” sambil melihat tubuh Rere.
Rere yang melihat itu sangat risih dengan perlakuan Edo kepada nya. Rere pun pura pura meminta izin ke toilet kepada Edo agar bisa menghindari pria itu.
“Kak aku mau ke toilet dulu ya” ucap Rere berlalu pergi.
Tanpa disadari Rere di ikuti oleh Edo dari belakang. Ketika sudah selesai dari toilet Rere pun keluar dan di depan pintu ada yang menghadang nya, siapa lagi kalau bukan Edo, Rere yang merasa tubuh nya di himpit ke dinding merasa ketakutan.
“Kak apa yang kau lakukan, sikap mu tidak sopan sama sekali” ucap Rere sambil gemetaran menatap Edo yang menghimpit nya.
“Kau sangat cantik, dan aku hanya ingin mencoba mu” ucap Edo nenyeringai tipis.
“Lepaskan” ucap Rere sambil berteriak, ia hanya bisa menangis saat Edo ingin mencium nya tiba tiba ada seseorang yang datang.
Varo yang saat itu sedang mencari udara segar memilih ke tempat sepi untuk merokok, menghilangkan pikiran kacau nya mengingat paman nya datang menemui nya. Tetapi saat Varo sedang berjalan dia mendengar ada suara tangisan gadis dan meminta tolong. Varo pun yang penasaran mendatangi tempat itu yang berada di dekat toilet wanita, dan dia melihat ada gadis yang sedang di kukung oleh seorang pria.
“Hei apa yang kau lakukan” ucap Varo dengan lantang.
“Apa kau memaksa nya hah, dasar biadab” Varo pun memukul habis habisan Edo.
Reno yang mencari tuan nya itu pun terkejut melihat tuan nya memukul brutal seorang pria yang tidak dikenal, jika tidak ada Reno yang datang menengkan tuan nya, pasti Edo akan habis ditangan Varo.
“Sudah tuan apa yang kau lakukan, ini hari penting, jangan kau buat kacau seperti ini” ucap Reno melerai tuan nya.
“Dasar biadab, kau urus pria ini, jika dia karyawan ku kau pecat dia aku tidak mau tau” ucap Varo menunjuk pria itu dengan penuh emosi.
“Baik tuan” ujar Reno.
Varo yang terlalu emosi sampai lupa dengan sosok gadis yang hampir dilecehkan itu, ia melihat gadis itu menangis meringkuk sambil memangku kedua kakinya.
“Hei apa kau tidak apa apa” ucap Varo
Rere hanya bisa menangis ia masih shock dengan kejadian tadi, Varo pun memeluk tubuh mungil Rere untuk coba menangkannya, ketika Rere sudang tenang, Varo baru menyadari gadis yang ia tolong adalah gadis yang menabrak ia tadi di sekolah.
“Hei apa kau bocah di sekolah tadi siang” tunjuk Varo kepada Rere dengan kening yang mengerut.
“Eh apa om mengenal ku?” Tanya Rere dengan mata yang masih berlinang air mata.
“Tentu kau gadis pembawa sial itu” Varo menjitak kepala Rere.
“Au sakit tau” Rere menatap tajam ke arah Varo.
“Lain kali kau minta maaf dengan benar, dan jangan menyalahkan orang balik bocah, sudah lah mending aku pergi lama lama deket dengan mu aku bisa sial lagi” tutur Varo meninggalkan Rere.
“Om jangan tinggalin aku sendiri” Rere pun mengejar Varo.
“Apa kau datang ke acara perusahaan?” tatap Varo melihat gaun yang digunakan Rere
“Tentu, apa aku terlihat cantik, dan om kau datang juga, apa kau punya undangan nya, asalkan kau tau om, kalau tidak ada undangan nya tidak boleh masuk tau" ucap Rere dia tidak tau saja bahwasannya yang sedang berbicara dengan nya adalah pemilik perusahan itu sendiri.
“Hah apa kau tidak mengenal ku? Apa kau tidak pernah melihat aku di tv? Dan kenapa bocah seperti mu ada di acara perusahaan” keluh Varo.
“Tidak, aku memiliki tv, aku menonton tv untuk menonton spongebob bukan melihat mu” ucap Rere dengan polos.
“Hah memang benar benar masih bocah, dan jangan panggil aku om” Varo pun pergi memasuki aula acara yanh terlihat ramai itu.
Rere terus mengikuti kemana langkah varo berjalan, karena ia tidak kunjung menemukan Bemo yang dia cari dari tadi.
“Kenapa kau mengikuti ku bocah” sambung Varo menatap Rere yang terus mengikuti nya.
“Aku tidak menemukan kakak” ucap Rere dengan raut sedih.
Saat Varo sedang asik mengobrol dengan Rere tiba tiba Selena datang menghampiri Varo, Selena menggunakan gaun yang sangat seksi di acara seperti ini
“Sayang apa kau merindukan ku" ucap Selena mengandeng tangan Varo dengan manja.
“Lepaskan aku jalang” Varo menghempaskan tangan Selena Lalu dia pun ikut terjatuh kelantai.
“Aduh, sayang apa yang kau lakukan” isak Selena berpura pura sedih.
Rere yang melihat semua itu hanya bingung menatap drama yang ada di depan mata nya, tentu kelakuan Selena mengundang perhatian para tamu yang sedang menikmati pesta itu.
“Sayang kau bilang kau mencintai ku, dan akan melamar ku di acara ini kan, mana kejutan nya aku menantikan nya" ucap Selena tanpa malu.
“Kapan kita pernah berhubungan, aku tidak mencintai mu” ucap Varo dengan lantang.
Tiba tiba acara kejutan lamaran pun datang diatas panggung ada kata kata cinta, dan kue, serta bunga, dan kotak yang terlihat seperti cincin lamaran. Varo yang melupakan membatalkan acara kejutan itu pun seketika menahan malu serta kesal.
“Sayang apa ini untuk ku” ucap Selena sambil berusaha memeluk Varo ke dalaman dekapan nya.
“Maaf ini bukan untuk mu, tapi untuk dia” Varo tanpa pikir panjang menarik pinggang Rere ke dalam pelukan nya dan mencium bibir lembut Rere.
Rere yang dapat serangan mendadak hanya bisa membulatkan matanya, semua orang kaget dengan kejadian yang ada di depan mereka, termasuk Selena yang gagal menjalankan rencana dan malah menanggung malu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 346 Episodes
Comments
Itha Fitra
kt ny cewek pembawa sial,kok malah di lamar..?
2023-05-01
0
Siti Mas Ulah Ulah
si bemo jahat gak sih?knp dia ninggalin rere sendiri?
2022-06-17
0
Karuhei
penasaran. .......
2022-05-09
0