Ghea melihat kearah sekitar sebelum turun dari dalam mobil Fadhil. Sementara Fadhil sedari tadi dia hanya mengulas senyum memperhatikan tingkah laku istri kecilnya itu.
"Aku turun ya Mas." Ucap Ghea.
"Tunggu Ghe.." Seru Fadhil.
Fadhil megeluarkan sesuatu dari dalam dompetnya.
"Ini kamu pegang, pin nya udah aku ganti pake tanggal, bulan dan tahun pernikahan kita." Fadhil menyerahkan sebuat kartu ATM pada Ghea.
"Eh, koq aku yang pegang Mas, jangan Mas." ucap Ghea menolak.
"Ghe, kamu ini sekarang istri aku, dan aku ini suami kamu. Kamu itu tanggung jawab aku Ghe." Fadhil berusaha menjelaskan.
"Kita obrolin nanti dirumah ya Mas, sementara Mas pegang dulu." Tolak Ghea lagi.
Setelah Ghea turun dari dalam mobil, Fadhil terus menatap punggung Ghea yang semakin menjauh dari pandangannya.
"Kamu memang berbeda dari Yasmin Ghe." Gumam Fadhil.
Dulu Yasmin slalu menghambur-hamburkan uang Fadhil, sehingga Fadhil mau tidak mau bekerja juga diperusahaan milik keluarganya hanya untuk mempunyai uang tambahan dan bisa memenuhi segala kebutuhan Yasmin dan membayar tagihan kartu kredit miliknya yang dipakai oleh Yasmin.
Setelah Fadhil memutuskan untuk berhenti bekerja diperusahaan keluarganya dan memilih menetap menjadi dosen yang ia cita-citakan, perlahan terlihat sikap Yasmin yang mulai menghindarinya, terlebih saat Fadhil menutup kartu kreditnya dan hanya bergantung pada gajinya saja sebagai dosen.
Sebetulnya Fadhil mempunyai saham diperusahaan keluarganya yang akan Latif berikan jika Fadhil sudah menikah nanti meskipun Fadhil tidak ikut mengelola perusahaan. Hanya saja hal ini tidak ia beritahu pada Yasmin karna akan dijadikan hadiah pernikahan nantinya.
Dikantin setelah selesai mata kuliah pertama, Stevi dan fariz duduk bersama. Kebetulan hari itu Fariz hanya ada satu mata kuliah. Ghea langsung menghampiri kedua sahabatnya itu dan duduk didepan Fariz.
"Makan Ghe?" Tanya Stevi.
"Masih kenyang gue Stev." Jawab Ghea.
Ponsel Fariz berdering, terlihat nama Tristan memanggilnya. Fariz menatap kearah Ghea, "Tristan Ghe." Ucap Fariz.
"Speakerin Riz, gue kangen suara Titan." Ucap Ghea.
"Kantin lagi rame Ghe." Jawab Fariz.
Stevi mengeluarkan earphone nya. "Pake ini, Ghea bisa pake satunya, dan Fariz juga satu."
"Pinter." Jawab Fariz sambil mengacungkan jempolnya kearah Stevi.
Kemudian Fariz menghubungkan earphone ke ponselnya dan memakai satu ditelinganya dan satu lagi ditelinga Ghea.
"Hai bro."
Sapa Fariz.
^^^"Hai Riz, gimana kabarnya?"^^^
"Kabar siapa Tan? kabar gue apa kabar Ghea?"
^^^"Mau langsung nanyain kabar Ghea tapi gak enak sama lo, jadi kabar lo dulu deh."^^^
^^^Jawab Tristan dengan tertawa.^^^
"Ghea baik, dia slalu baik koq Tan, lo jangan khawatir."
^^^(Tristan terdiam)^^^
^^^"Gue bukan khawatir, tapi gue rindu Ghea."^^^
Ghea membekap mulutnya sendiri agar tidak bersuara. Ia menahan tangis mendengar suara Tristan yang slalu merindukannya.
"Ya lo telpon Ghea lah. Biar rindu lo terobati."
^^^"Kuliah Ghea baik? lagi deket sama siapa ghea sekarang?"^^^
"Lo tau sendiri kan kalo Ghea pinter, kuliah dia jangan ditanya, pasti baik. Kalo soal yang deket sama dia, ya gak ada sih. Paling sebatas temennya aja."
Setelah cukup lama, akhirnya sambungan telpon itu terputus.
Ghea melepas earphone yang terpasang ditelinganya saat melihat Fadhil memasuki area kantin.
Fadhil melempar senyumnya kearah Ghea dan Ghea membalasnya dengan tersenyum tipis, takut akan dilihat orang terlebih kini ia tengah bersama Stevi dan Fariz.
"Balik kelas yuk." ajak Ghea pada Stevi.
"Tega lo, gue nganggur nih." Sahut Fariz yang sudah selesai mematikan sambungan telponnya.
"Masih tiga puluh menit lagi ghe." jawab Stevi.
Ghea langsung membuka bukunya, ia mencoba menetralisir perasaanya, jantungnya berdegup sangat kencang saat Fadhil terus menerus memperhatikannya.
"Istri lo gimana gak pinter ya, lagi dikantin aja doi tetep belajar." Ucap Beryl yang sedang menemani Fadhil dikantin.
"Namanya juga istri dosen, harus pinterlah." jawab Fadhil santai.
"Menang banyak lo, lepasin Yasmin malah dapat bidadari kaya Ghevana, lo tau sendiri banyak dosen muda yang pada ngincer Ghevana, akhirnya pada patah hati mundur sendiri pas tau lo nikah sama Ghevana." Beryl seolah mengingatkan Fadhil, betapa banyaknya dosen-dosen muda yang mengincar Ghea.
Pulang kuliah, Fadhil sudah menunggunya ditempat mereka biasa bertemu. Ghea langsung masuk kedalam mobil saat telihat sepi.
"Kita kayak lagi backstreet, kayak lagi selingkuh, ketemu diem-diem" Ledek Fadhil.
"Ishh apa sih Pak." Ucap Ghea sambil memasang seatbelt nya.
"Suami ini Ghe, suami, bukan lagi ngedosenin kamu. Panggil Mas bukan bapak."
Ghea menjulurkan tangannya pada pipi Fadhil dan mencubitnya pelan. "Uwuuu pak suami ngambekk."
Entah kenapa hati Fadhil begitu senang dengan perlakuan Ghea, Ghea pasangan yang bisa membuat Fadhil slalu tersenyum, rasa lelahnya perlahan hilang saat bercanda dengan Ghea. Ghea benar-benar jadi penyejuk hatinya Fadhil.
"Ahh begini rasanya pacaran setelah menikah." Batin Fadhil sambil mengulas senyumnya.
"Kita mau kemana Mas? Koq bukan arah pulang?" tanya Ghea yang tersadar arah pulang bukan menuju rumahnya.
"Nanti juga tau, gak usah protes, ikut aja kemana suami ngajak pergi." Jawab Fadhil.
Fadhil memberhentikan mobilnya disebuah Mall, dia mengajak Ghea untuk turun.
Fadhil menggenggam tangan Ghea menelusuri kedalam Mall hingga memasukin sebuah toko gadget berlogo apel tersebut.
"Bagus gak ini?" Tanya Fadhil pada Ghea.
"Tapi warnanya kayak cewek Mas, gak pantes dosen killer pake warna soft begini." Jawab Ghea.
"Aku beli buat istri, ponselku masih bagus."
"Istri? aku dong?" Tanya Ghea dengan polos.
Fadhil tertawa, "Kamu tuh lucu banget ya, ngegemesin tau gak."
"Aku ambil ini ya, kamu suka gak?" Tanya Fadhil.
"Ya suka sih Mas, tapi kamahalan, android biasa juga udah bagus Mas." Ucap Ghea dengan berbisik.
"Aku gak mau kasih istri yang biasa, untuk orang special ya harus yang special." Jawab Fadhil dengan santai.
Kemudian Fadhil melihat laptop yang berada ditoko itu juga. Dia bertanya-tanya soal spesifikasi laptop yang rencananya akan dia beli juga untuk Ghea.
"Oke Mba, saya ambil ponsel yang ini dan laptop yang ini juga ya." Ucap Fadhil pada SPG counter gadget itu.
"Beli laptop juga Mas?" Tanya Ghea.
"Iya, sekalian biar kuliah kamu makin semangat dan gak ada kendala laptop lemot lagi."
"Tapi Mas..."
"Udah ya Ghea sayang, aku gak suka penolakan." Jawab Fadhil sambil mengusap kepala Ghea.
Selesai transaksi, Fadhil mengajak Ghea berbelanja pakaian dan hijab, Fadhil teringat jika Ghea akan segera memakai hijab.
"Sekarang Mas?" tanya Ghea.
"Aku ingin sekali kamu berhijab Ghe." Jawab Fadhil.
Ghea tersenyum, dia akan melakukan apa yang membuat suaminya senang. Lagi pula sudah lama Ghea mempunyai niat untuk berhijab, bahkan sewaktu masih dibangku sekolah.
Fadhil membantu Ghea memilihkan pakaian dan hijab yang menurutnya cocok untuk istri mungilnya itu.
"Ini bagus sayang." Ucap Fadhil saat memilihkan sebuah tunik dengan warna pastel.
"Selera kamu bagus juga." jawab Ghea yang mengiyakan pilihan suaminya itu.
Fadhil sungguh merasa senang, apa yang dipilihkannya diterima oleh Ghea.
"Mas itu lucu deh, malu gak kalo pake baju couple sama aku?" Tanya Ghea saat melihat sepasang baju couple.
"Aku kira kamu yang malu couplean sama bapak-bapak kayak aku." Jawab Fadhil asal.
"Bapak satu ini ngambek mulu, gak seru ah. Ya udah ayo pulang aja." Ajak Ghea setelah mereka selesai membayar belanjaanya.
"Baju couplenya gak jadi dibeli?" Tanya Fadhil lagi.
"Bapak kebanyakan mikir, aku udah laper banget pak." Jawab Ghea sambil tertawa.
"Jadi manggilnya bapak lagi sekarang? Hem?"
"Ya kalo kamu ngambek mulu, nanti aku panggil bapak." Ledek Ghea.
Fadhil hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Sungguh hari-hari setelah pernikahannya sangat membuat hatinya senang.
.
.
.
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Nah ini baru benar beliin dan berhabis uang utk yg udah SAH,Ini mah masih pacaran aja udah segitunya tanggungjawab nya kayak laki bini aja...
2024-12-25
1
Mut Mainah
so sweet
2024-05-24
2
Wiyanti Yanti
visualnya dong kak
2024-03-21
1