Hari-hari berlalu Ghea lewati tanpa Tristan. Hidupnya merasa sepi dan kosong.
"Titann, Ghea rindu." Gumam Ghea sambil menatap Foto dirinya bersama Tristan diponselnya.
Setiap malam Ghea slalu memandangi kamar Tristan yang selalu gelap dari balkon kamarnya. Berharap Tristan keluar dari kamarnya dan duduk juga dibalkon kamarnya. Tapi itu hanya khayalan Ghea, sudah jelas Tristan berada diluar negri dan bukan didalam kamarnya.
Monica sering memperhatikan tatapan kosong Ghea yang slalu menatap kamar Tristan dari sebarang kamarnya. Semua prilaku Ghea slalu Monica laporkan pada Tristan.
"Ghea masih terus lihat kamar kamu Tan, masih dengan tatapan sedihnya. Mama gak tega deh."
^^^"Titan juga disini rindu Ghea Ma, tapi Ghea harus kuat. Titan gak bisa bahagiain Ghea."^^^
Begitulah laporan Monica setiap melihat Ghea yang menatap sedih kearah kamar putranya itu.
***
Hari-hari kuliah sudah dimulai, Ghea berkuliah ditempat yang sudah ditentukan oleh Erick sang Ayah. Otak Ghea yang pada dasarnya pintar dan cerdas mampu membuat Ghea menyesuaikan diri dengan segala mata pelajaran yang dia hadapi.
"Gheee.." panggil Bella sahabatnya dikampus. Bella adalah salah satu sahabat perempuan Ghea.
"Hai Bell, tumben tadi gak ikut jam pelajaran pertama?" tanya Ghea.
"Ngobrol dikantin aja yu Ghe, gue laper nih belum makan."
Bella menarik tangan Ghea berjalan kearah kantin kampus. Mereka memesan makanan dan minuman masing-masing. Masih ada waktu satu jam lagi untuk ikut kelas selanjutnya.
"Jadi tadi kenapa Bella cantik? koq bolos?" Tanya Ghea.
"Gue PMS, mager banget Ghe." Jawab Bella.
"Jangan kebanyakan mager Bell, biar cepet lulus kuliah, target gue paling lama empat tahun nih lulus."
"Lo sih enak, otak lo bisa nerima segala pelajaran Ghe, lah gue." Jawabnya dengan pesimis.
Ghea tertawa dengan begitu lepas, dia sudah lama tidak tertawa lepas begini.
"Duh keluar banyak lagi, gue takut tembus Ghe, gue ketoilet dulu bentar ya, ganti pembalut." Dengan sekejap Bella langsung melesat meninggalkan Ghea dikantin.
"Ghea??" Tanya seseorang.
Ghea menoleh kearah sumber suara. "Eh Om Fadhil." Jawab Ghea yang mengenal sosok pria tersebut yang merupakan tunangan dari kakaknya.
"Ghea kuliah disini? jurusan apa?" Tanya Fadhil.
"Iya Om, manajemen bisnis Om." jawab Ghea.
"Om kenapa ada disini?" tanya Ghea.
"Saya dosen disini Ghe, dosen dimanajemen bisnis juga. Berarti nanti saya dosenin kamu juga." Jawab Fadhil.
Ghea hanya mengangguk.
"Teman kamu kuliah disini juga? siapa tuh namanya? Hemmm yang suka nyamperin kamu kerumah dan bawa lari boneka kamu dulu?" tanya Fadhil.
"Ohh Titan. Engga Om, Titan kuliah diluar negri."
"Duh Ghea, saya ini tunangan kakak kamu, calon kakak ipar kamu juga. Jangan panggil saya Om, kesannya saya tua banget. Saya bukan nikah sama tante kamu, tapi nikah sama kakak kamu lho. Panggil saya Kakak." Ucap Fadhil.
"Hah? tapi Om, kan udah biasa dari kecil aku manggilnya Om. Lagian ini kampus, gak enak kalau manggil Kakak." Jawab Ghea sambil berbisik.
Fadhil tertawa melihat tingkah lucu calon adik iparnya itu. "Kamu lucu banget Ghe. Tapi jangan panggil saya Om."
Ghea pun merasa tidak enak. "Ya udah saya panggil bapak aja ya, kan bapak nanti dosen saya juga."
"Yaudah senyamannya kamu aja ya Ghe." Jawab Fadhil.
"Bro udah deketin mahasiswa baru aja lo." sahut Beryl teman sesama dosen dengan Fadhil.
"Eh ini calon adik ipar gw Ryl." Jawab Fadhil.
"Oh adiknya Yasmin, gue kira Yasmin anak bungsu. kenalin lah gue, masih jomblo nih gue." Ucap Beryl.
"Enak aja, janganlah, Masih polos nih anak. Bahaya kalo dikenalin ke buaya kaya lo." Ledek Fadhil.
Fadhil berdiri dan kemudian pamit pada Ghea untuk kembali masuk keruangan dosen.
Bella kembali kekantin dan segera menghabiskan makanannya dan kembali menuju kelas bersama Ghea untuk mengikuti kelas selanjutnya.
"Kelas selanjutnya dosennya cakep nih Ghe, lumayan buat kita yang jomblo untuk cuci mata." ucap Bella sambil berjalan menuju kelasnya.
Ghea hanya diam tidak menanggapi omongan Bella, bagi Ghea tetap Tristan paling tampan dan baik hati. "Apa kabar kamu sekarang Tan, Ghea rindu." batin Ghea yang slalu menyimpan rapih perasaanya.
Seorang dosen berwajah tampan penuh kharismatik masuk kedalam kelas Ghea untuk memberikan mata kuliah.
Dia adalah sosok Fadhil yang tadi begitu ramah saat dikantin. Namun saat dikelas, Fadhil bersikap cuek dan cenderung galak terhadap semua mahasiswanya.
"Sayang ya, ganteng-ganteng galak. Gimana nanti yang jadi istrinya." bisik Bella.
"Bucin kali kalo sama istrinya." jawab Ghea dengan santai karna dia memang mengenal Fadhil yang slalu terlihat bucin saat bersama Yasmin.
"Beruang kutub gitu Ghe bisa bucin? mustahil." Sahut Stevi yang masih sahabatnya Ghea.
Mereka bertiga tertawa pelan.
Diam-diam Fadhil memperhatikan Ghea saat Ghea sedang asik mengisi quiz yang diberikan oleh Fadhil.
"Koq beda banget sama Yasmin ya, Ghea terlihat supel dan baik sama semua orang." Batin Fadhil.
Kelas selesai, Fadhil sudah meninggalkan kelas.
"Ghe ada yang nungguin tuh." Ucap Stevi menunjuk pada seorang pria yang menunggu Ghea diluar kelas.
Dia adalah Algi, teman semasa SMA nya yang slalu mengejar Ghea. Mereka kuliah di universitas yang sama namun beda jurusan.
Ghea segera merapihkan bukunya kedalam tas dan keluar menghampiri Algi.
"Gak bilang Al kalau kesini?" Tanya Ghea.
"Kejutan kan Ghe, kuliahku lagi cepet juga jadi aku langsung cari kamu kesini." Jawab Algi
Ghea hanya tersenyum.
"Aku antar kamu pulang yuk" Ajak Algi.
Ghea mengangguk.
Memang slama kuliah, Ghea tidak menghindari Algi, dia berusaha membuka hatinya walaupun nama Tristan masih tersusun rapih dihatinya.
Algi masuk kedalam rumah Ghea. "Sepi Ghe?" tanya Algi yang baru pertama kali masuk kedalam rumah Ghea.
"Iya tiap hari begini Al, dirumah cuma ada pembantu dan satpam aja." Jawab Ghea dengan santai.
"Orang tua kamu? Kakak kamu?" Tanya Algi.
"Kerja semua." jawab Ghea tanpa menjelaskan apa pekerjaan Orang tua dan Kakaknya.
Algi hanya mengangguk.
"Rumah Tristan sepi juga, kapan dia balik kesini Ghe?" tanya Algi mencoba mencairkan suasana sekaligus ingin tau perasaannya Ghea terhadap Tristan saat ini seperti apa.
"Oh keluarganya Tristan lagi nyusul Tristan ke Amrik, baru tiga hari yang lalu mereka berangkat." Jawab Ghea.
"Kamu gak ikut?" Tanya Algi mendalam.
"Aku kan kuliah Al." Jawab Ghea.
"Gak kangen Tristan Ghe?"
"Otak aku udah penuh sama pelajaran Al, saking udah lama gak ketemu Titan, mungkin nanti juga lupa seiringnya waktu."
Kini Algi tau bagaimana hubungan Ghea dengan Tristan, mereka beda Agama, cepat atau lambat pasti memang berpisah.
Algi merasakan ada kesempatan untuk mendekati Ghea, dan Ghea yang memang ingin belajar membuka hati menerima Algi untuk jadi kekasihnya.
"Aku janji Ghe, akan slalu jaga kamu." ucap Algi.
"Iya Al, aku percaya." jawab Ghea dengan senyumnya.
Setiap hari Algi dan Ghea slalu bertemu dikampus, terkadang jika jadwal mereka sama, mereka pulang bersama atau pergi jalan-jalan untuk sekedar makan ataupun nonton bareng.
.
.
.
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Bintang Gatimurni
Gea ...kok gini amat sih jalan hidup mu?
2024-04-04
3
mariasartika semung
😭😭😭😭
2024-03-08
1
May Amoy
ceritanx sekali masuk lgsung ke hati bikin nanis bombay...😢😢😢
2021-10-11
6