Hari-hari pernikahan Yasmin dengan Fadhil pun semakin dekat.
Kali ini Bryan meminta dengan tegas kepada Vika sang Bunda untuk berbuat adil pada Ghea, setidaknya Ghea memakai seragam keluarga.
Ghea berjalan dikoridor kampus menuju halte, sebenarnya dia malas untuk pulang, namun tidak ada lagi kegiatan lainnya dikampus. Stevi sang sahabat sudah dua hari ijin tidak masuk kuliah karna mendadak pulang kampung, dan Fariz dia masih ada jam kuliah hingga sore nanti.
"Ghea.." Panggil seseorang dengan lembut dari dalam mobil.
Ghea menunduk dan melihat kedalam mobil. Miranti mamanya Fadhil yang memanggil Ghea.
"Mau pulang ya? yuk masuk." Ajak Miranti.
"Maaf, Gak usah bu, terimakasih." Tolak Ghea secara halus.
Miranti turun dari mobilnya lalu mengajak Ghea masuk kedalam mobilnya. Ghea pun akhirnya mengikuti Miranti.
"Pak cari kafe terdekat ya." Titah Miranti kepada sang supir.
"Iya Bu." jawab supir tersebut.
Ghea hanya diam sambil meremas jari-jarinya.
Miranti menggenggam tangan Ghea, lalu Ghea menatap wajah Miranti dan Miranti tersenyum dengan membalas tatapan Ghea, seolah memberitahu bahwa semua baik-baik saja.
Mereka duduk disebuah Kafe, Miranti memulai obrolan dengan Ghea.
"Berapa umurmu Ghe?" Tanya Miranti.
"Delapan belas tahun Bu." Jawab Ghea.
"Kamu adiknya Yasmin?" tanya Miranti lagi
Ghea langsung terkesiap, "Bu, Ghea mohon ya jangan bilang Kak Yasmin kalau Ghea pergi sama Ibu." Ucap Ghea dengan penuh ketakutan sambil meremas jari-jarinya.
Miranti menangkap maksud ucapan Ghea, "Jadi ini yang Ghea takutin dan merasa tidak nyaman." Batinnya.
"Kamu takut sama Yasmin?" Tanya Miranti.
Ghea hanya diam kemudian menggelengkan kepalanya. "Bu, Ghea pamit ya, maafin Ghea." Lirih Ghea.
"Kamu jangan menghindar dari saya Ghe." Ucap Miranti.
"Maaf Bu, saya hanya tidak ingin berhubungan dengan orang-orang terdekat Kak Yasmin. Tolong mengerti saya Bu. Saya hanya tidak ingin ada keributan." jawab Ghea.
"Ghe, saya ini seorang psikiater. Kamu bisa cerita ke saya tentang apa yang kamu rasakan, beban apa yang kamu hadapi." Miranti menggenggam tangan Ghea.
"Saya gapapa bu. tapi tolong jangan cari saya lagi bu. anggaplah ibu tidak mengenal saya."
Miranti mengerti kondisi psikis yang Ghea alami, dia tidak bisa memaksa Ghea untuk bercerita.
Miranti membiarkan Ghea pulang sendiri.
***
Hari Pernikahan Yasmin dan Fadhil tiba.
Kedua keluarga tlah berada dihotel tengah bersiap. Namun Fadhil seperti ragu untuk menikah dengan Yasmin, padahal ia sudah menunggu Yasmin selama sepuluh tahun.
"Ya Allah mantapkanlah hati hamba, semoga pernikahan ini adalah jodoh terbaik hamba." Doa Fadhil dalam hatinya.
Ponsel Fadhil bergetar, terlihat suara notif sebuah pesan masuk. Fadhil membacanya.
"Maaf aku tidak bisa meneruskan pernikahan ini, dari awal aku tidak mencintaimu, terlebih saat kamu memutuskan lebih memilih pekerjaan menjadi dosen dari pada bergabung dengan perusahaan keluargamu, aku tidak bisa membayangkan masa depanku denganmu. Maaf aku pergi dengan kekasihku yang lain, yang lebih dari segalanya darimu dan aku yakin akan bahagia bersamanya. ~Yasmin~
Fadhil menarik nafasnya dan menghembuskannya dengan kasar.
Dia segera memberitahu Fathan sang Kakak tertuanya kemudian membicarakannya pada Latif dan Miranti kedua orang tuanya.
Sementara diruangan Yasmin. Erick marah akan kelakuan putrinya itu.
"Ini karna kamu Bun, kamu terlalu memanjakan Yasmin. Sekarang bagaimana tanggung jawab kita terhadap keluarganya Fadhil." Kesal Erick terhadap sang istri.
"Bunda gak tau apa-apa Yah, Bunda juga gak tau kalau Yasmin punya hubungan dengan pria lain." Bela Vika.
"Mau taro dimana muka Ayah Bun? semua partner kerja Ayah datang." Ucap Ercik sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Yah keluarga Fadhil mau bertemu." Ucap Bryan.
Tanpa persetujuan, keluarga Fadhil telah masuk kedalam ruangan keluarga Yasmin.
"Apa anda bisa menjelaskan ini smua Pak Erick yang terhormat?" Tanya Latif, Papanya Fadhil.
"Maaf pak Latif, saya sungguh kecolongan" Ucap Erick.
"Lalu apa tanggung jawab Pak Erick sebagai orang tua Yasmin?" kali ini Miranti yang bertanya.
"Saya juga bingung Bu Miranti, saya juga malu jika pernikahan ini dibatalkan, relasi saya juga banyak yang datang dipernikahan ini." Jawab Erick.
"Saya tidak ingin pernikahan ini dibatalkan!!" tegas Miranti.
Vika pun angkat bicara. "Tapi Yasmin sudah pergi, bagaimana bisa pernikahan ini dilanjutkan?"
"Saya minta pengantin pengganti, atau saya akan laporkan tindakan Yasmin dengan tuduhan pencemaran nama baik." Ucap Latif dengan tegas.
"Pengantin pengganti?" Tanya Erick heran.
"Baiklah, saya setuju, tapi lepaskan Yasmin dan jangan pernah mengungkit hal ini lagi." Sahut Vika.
"Bun, siapa yang menggantikan Yasmin?" tanya Bryan.
Mata Vika tertuju pada Ghea.
"Yasmin mempunyai seorang adik, Ghea yang akan menggantikan Yasmin."
Semua yang ada didalam ruangan itu begitu terkejut, tapi tidak dengan Miranti.
"Sudah kuduga. Dia pasti mengorbankan Ghea. Tapi tak apa, memang ini yang aku harapkan. Aku mendapatkan menantu Sholihah dan membuang calon menantu durhaka." Batin Miranti.
"Bun.. Ghea masih delapan belas tahun." Ucap Bryan mengemukakan pendapat tidak setuju.
"Iya Bun, gak adil untuk Ghea kalau harus jadi pengganti Yasmin, kenapa harus Ghea yang dikorbankan?" Maura pun membela Ghea.
Sementara Ghea hanya bisa menangis takut akan apa yang nanti ia hadapi.
"Diam!! Bunda Benar. Ghea akan menggantikan Yasmin demi menutupi aib keluarga." Jawab Erick dengan tegas.
Ghea hanya bisa terduduk lemas, dia menjadi korban keegoisan kakaknya dan kedua orangtuanya. Siapa yang akan membelanya? Mungkin jika ada Tristan, dia akan membawa lari Ghea dari ruangan ini.
Entah mengapa tidak ada penolakan dari Fadhil, melihat Ghea malah ingin membuatnya melindunginya.
Miranti mendekatkan dirinya pada Ghea. "Maafkan Mama Ghe, Mama akan memastikan semua baik-baik saja." Bisik Miranti ditelinga Ghea.
Maura membawa Ghea keruangan ganti rias pengantin.
"Aku gak mau pake baju Kak Yasmin." Lirih Ghea.
Untungnya orang butik slalu membawa stock baju pengantin lain.
"Tapi kami bawa stock baju pengantin yang berhijab." jawab pegawainya.
Ghea mengangguk. "Tidak apa, pakaikan aku dengan pakaian itu dan memakai hijab." jawab Ghea.
"Ghee.." lirih Maura.
"Gak ada yang bisa nolong aku Kak" ucap Ghea sambil menangis didalam pelukan Maura.
Maura dan Bryan hanya bisa pasrah.
"Kak Bry, bisakan panggilkan tante Monica kesini? Ghea mau bicara sama tante Monica." Ucap Ghea.
Bryan mengangguk. "Tunggu disini ya Ghe, Kakak akan panggilkan tante Monica."
Ghea sudah selesai berpakaian, dia hanya tinggal memakai hijabnya saja. Monica masuk kedalam ruangan Ghea.
"Gheaa.." Monica memeluk Ghea dengan perasaan sayang.
"Ghea akan menikah Tante." Lirih Ghea.
Monica yang sudah tau ceritanya dari Bryan pun tak bisa berkata apa-apa. Monica sangat tau bahwa hati Ghea hanya untuk putranya, Tristan.
"Ghea harus kuat ya, andai kamu dan Tristan tidak berbeda keyakinan, Tante pasti sudah melamar kamu Ghe." Ucap Monica.
"Boleh Ghea minta tolong sama Tante?" tanya Ghea.
Monica mengangguk.
"Titan gak boleh tau Ghea menikah dengan terpaksa ya, jangan bilang Titan Ghea udah menikah, apa lagi dengan terpaksa." Ghea menggenggam erat tangan Monica.
"Iya Ghea sayang, Tante akan rahasiakan ini dari Tristan. Ghea harus bahagia ya. Sering-sering kerumah Tante. Ghea bukan orang lain untuk Tante, Ghea anak tante juga." Kali ini Monica ikut menangis. Dia merasa prihatin dengan kehidupan Ghea.
Fadhil menjabat erat tangan Erick.
"Saya terima nikah dan kawinnya Ghevana Salsabilla binti Erick pratama dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Ucap Fadhil dengan lantang
"Sah.. Sah.." Ucap para saksi.
Sesuai permintaan Ghea, Hanya Maura dan Monica yang mendampingi Ghea keluar dan mengantarnya duduk disebelah Fadhil, Ghea tidak menyebut nama Vika sebagai Bundanya untuk mendampinginya.
Fadhil melihat penampilan Ghea yang sangat berbeda, Ghea memakai baju pengantin berhijab.
"Cantik." Gumam Fadhil dalam hatinya.
.
.
.
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Kesempatan ya Bund bisa milih Ghea jadi Menantu..👏👏👍👍👍😂😂
2024-12-25
1
Qaisaa Nazarudin
Hah Tepuuukk👏👏👏👏👏👏💃💃💃💃Malu kan kamu Rick,Itulah kelkuan anak manja mu..
2024-12-25
1
Happy Kids
sia sia 10th
2024-09-25
1