^^^"Gak bisa tidur, Ghesayangnya lagi marah sama Titan."^^^
^^^Sebuah chat masuk dari Tristan.^^^
Ghea tersenyum membacanya, sebenarnya ia tak marah dengan pengakuan Tristan, mereka memang saling mencintai satu sama lain.
Ghea melihat jam pukul sebelas malam, lalu ia membalas pesan Tristan.
"Tidur Titan Sayang. Ghea gak marah sama Titan."
^^^"Beneran gak marah kan?"^^^
"Engga Titan Sayang, tidur ya, Kesayangan Titan juga udah ngantuk, mau tidur sama Bopii."
^^^"Selamat tidur Ghea sayang, maafin Titan ya."^^^
"Iyaa Titann."
"Mana bisa gue marah sama lo Tan, gue cuma punya lo didunia ini, bodoh kalau gue marah sama lo." Ucap Ghea pada boneka sapinya pemberian dari Tristan.
***
Hari ini adalah Final pertandingan basket, Sekaligus pertandingan terakhir untuk Tristan yang menjabat sebagai ketua team basket.
sebagian Anak-anak basket dan pelatihnya masih berada didalam ruang ganti.
Ghea mendatangi ruang ganti ingin bertemu dengan Tristan dan memberinya semangat secara langsung.
"Pak Anas, Ghea boleh masuk ketemu Titan sebentar?" Tanya Ghea pas berada didepan pintu ruang ganti yang berpapasan dengan Pak Anas yang bersiap keluar.
"Buat kesayangannya Tristan apa sih yang engga, kasih semangat untuk Tristan ya Ghe." Ucap Pak Anas.
"Siap Pak Anas ganteng." jawab Ghea sambil melingkarkan kedua jarinya memberi tanda oke.
Ghea masuk kedalam ruangan, disana masih ada Fariz dan Tristan.
"Duh gerah aja gue ada yang disamperin doi." ledek Fariz.
Ghea hanya tersenyum.
"Gue duluan deh Tan, lo jangan lama-lama. lima belas menit lagi pertandingan mulai." Ucap Fariz yang diangguki oleh Tristan.
"Koq kesini?" Tanya Tristan dengan lembut sambil merapihkan anak rambut Ghea kebelakang telinga Ghea.
"Mau kasih semangat buat Titan Sayang." Jawab Ghea dengan membalas tatapan lembut Tristan.
"Gue akan banyak masukin bola kekeranjang buat lo Ghe." Ucap Tristan.
Ghea tersenyum, perlahan mengecup sekilas bibir Tristan. "Semangat Titan Sayang." Ucap Ghea setelah mengecup bibir Tristan.
Tristan yang juga lelaki normal tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia mendekatkan wajahnya kewajah Ghea dan mulai mencium Bibir Ghea, mengecapnya dengan lembut, seolah menyatakan perasaanya bahwa hanya Ghea yang Tristan cintai, dan Ghea membalas ciuman Tristan.
Tristan melepas pagutannya, mengangkat jemarinya dan mengelap bibir Ghea yang basah akibat ulahnya. "Manis Ghe, Titan suka." ucap Tristan dengan lembut.
Ghea tersenyum, "Cuma milik Titan." Ucapnya pelan.
Tristan menggandeng tangan Ghea keluar dari ruangan ganti, Tristan mengantar Ghea duduk bersama Pak Anas sang pelatih.
"Titip Ghesayang ya Pak." Ucap Tristan
"Boleh, dengan syarat harus menang ya Tan." Jawab Pak Anas.
"Pasti menang Pak, kemenangan buat Ghesayang." Jawab Tristan yang kemudian berlari masuk kedalam lapangam dan bergabung dengan team nya.
"Tristan sayang banget sama kamu Ghe." Ucap Pak Anas sambil memperhatikan anak-anak didiknya.
"Ghea juga sayang pak sama Titan." Jawab Ghea yang matanya tak luput dari terus memperhatikan permainan Tristan.
"Kalo kalian udah lulus sekolah lalu nanti menikah, jangan lupa undang bapak ya Ghe."
Ghea tersenyum kecut, "Apa akan sampai ke pernikahan Pak? sedangkan impian pernikahan kita berbeda." Lirih Ghea.
"Maksudnya Ghe?" tanya Pak Anas yang kemudian menengok ke Ghea yang duduk percis disebelahnya.
"Impian pernikahan Pak, aku punya impian menikah diMasjid, aku memakai hijab berwarna putih, sedangkan Titan mempunyai impian menikah diGereja, kata Titan pernikahan yang tidak akan ada perceraian diagamanya, pernikahan yang hanya sekali seumur hidup." Jawab Ghea menjelaskan.
"Kalian beda agama Ghe? sumpah bapak baru tau." Ucap Pak Anas.
Ghea hanya tersenyum dan enggan menjawab.
Pertandingan selesai, Tentunya team Titan memenangkan pertandingan, Tristan mengangkat piala yang berukuran besar itu. Dari jauh Tristan mengedipkan matanya pada Ghea.
"Titan Sayang memang slalu hebat." Gumam Ghea.
***
Ujian Nasiona tiba, Ghea dengan sepenuh hati mengerjakan dengan baik semua soal ujuan itu. dikelas lain, Tristan pun dengan serius memgerjakan soal-soal ujiannya.
Hingga Ujian Nasional berakhir, mereka sangat lega karna berhasil melewati hari-hari berat ujian.
***
Ponsel Ghea berdering, terilhat nama Tante Monica yang memanggilnya.
"Iya Tante.."
^^^"Ghe,, Tristan sakit, gak mau minum obat nih, maunya Ghea kesini. Ghea bisa kesini?"^^^
"Titan sakit apa?"
^^^"Ghea kesini ya."^^^
^^^Monica mematikan telpon sepihak.^^^
"Perasaan kemarin Titan masih baik-baik aja. kenapa sekarang ngedadak sakit." Gumam Ghea yang kemudian beranjak dari kamarnya dan pergi kerumahnya Tristan yang hanya bersebrangan.
"Tante... Titan dimana?" Tanya Ghea dengan panik.
"Ada dihalaman belakang." Jawab Monica.
"Lho kenapa dibelakang, kenapa gak dikamar aja Tante?" Tanya Ghea dengan bingung.
"Ghea samperin aja ya." bujuk Monica.
Tanpa rasa curiga Ghea berjalan menuju halaman belakang, betapa terkejutnya Ghea saat melihat sudah ada teman-teman team basket Tristan, dan melihat halaman belakang rumah Tristan yang sudah didekor dengan sangat cantik.
"Selamat ulang tahun Ghevana." Ucap teman-teman Tristan dengan serempak.
Hal itu membuat Ghea sangat terharu dan meneteskan air mata. Tristan menghampiri Ghea dan menuntun tangannya agar mendekati area dekorasi. Dekorasi yang dipenuhi foto-foto mereka berdua mulai dari mereka berumur lima tahun hingga remaja. Foto yang terpajang apik dan tentunya ini pasti Monica yang menyimpannya, karna Monica type orang yang senang mengabadikan sesuatu.
"Selamat ulang tahun kesayangannya Titan, udah delapan belas tahun umurnya sekarang, Titan harap Ghea slalu bahagia. Terimakasih udah menemani Titan selama tiga belas tahun ini." Ucap Titan dengan tidak melepaskan genggaman tangan Ghea dan kemudian mengecup keningnya didepan semua teman-temanya termasuk Mamanya.
"Ahhh jombloo gerahh.." teriak Fariz meledek Tristan.
"Nikahin aja sekarang, biar bisa dibawa kekamar." Sahut Dimas yang ikutan meledek Tristan.
Mereka semua tertawa.
Setiap ulang tahun Ghea, hanya Tristan yang mengingatnya, bahkan keluarganya sendiripun tidak pernah mengingatnya, apalagi merayakannya. Berbeda jika Bryan atau Yasmin yang berulang tahun, akan slalu ada perayaan untuk dua anak kesayangannya.
"Makasih Titan, Ghea seneng banget." jawab Ghea kemudian memeluk Tristan.
Teman-teman Tristan lanjut makan-makan bersama, tentunya Monica yang menyiapkan semuanya. Monica sangat senang jika rumahnya ramai, terlebih jika ada Ghea dirumahnya.
"Ghe.." panggil Tristan..
"Iya Tan." Ghea menoleh kearah Tristan.
Tristan berdiri dibelakang Ghea yang sedang duduk kemudian memakaikan sebuah kalung untuk Ghea.
"Tan..." Lirih Ghea.
"Biar Ghea inget terus sama Titan." Jawab Tristan yang baru saja selesai memakaikan kalung untuk Ghea.
"Tapi ini terlalu berharga Tan." Ucap Ghea yang memegang bandul kalung berinisial G yang menandakan nama inisial Ghevana.
"Gak ada yang lebih berharga dari lo Ghe, cuma kalung ini yang satu-satunya dekat sama hati lo."
Ghea tersenyum.
"Suka Ghe?" Tanya Tristan. "Mama yang pilihin kalungnya."
"Gue slalu suka apa yang lo kasih sama gue Tan, bahkan boneka sapi yang udah berumur sepuluh tahun nemenin gue, itu juga gue suka Tan."
"Apa yang lo gak suka dari gue Ghe?" Tanya Tristan.
"Gue gak suka kalo lo jauh dari gue Tan, gue takut sendirian, cuma lo yang slalu nemenin gue, cuma lo yang gue punya."
Tristan membelai kepala Ghea, dia bingung bagaimana akhirnya jika Ghea tau jika Tristan akan meninggalkannya untuk kuliah diluar negri dan berpisah dengan dirinya.
.
.
.
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Alurnya harus kayak gini sih bikin nyesek😭😭😭
2024-12-25
1
Sweet Girl
hmm kok sedih dan perih hatiku membacanya 😭😭😭
2024-04-11
3
Sweet Girl
Sweet sekali keluarga Titan...
2024-04-11
2