Miranti mengajak Ghea untuk makan bersama, namun Ghea menolaknya secara halus, sebisa mungkin Ghea slalu menghindari orang-orang yang berhubungan dengan keluarganya terlebih Yasmin.
Namun bukan Miranti namanya jika dia tidak bisa memaksa, pada akhirnya Ghea mau menerima ajakan Miranti, meskipun Ghea sudah ketakutan akan jadi masalah jika sampai Yasmin dan orang tuanya tau.
"Kamu gak pesen makanan Ghe?" Tanya Fadhil.
"Engga Pak, makasih. Saya pesen minum aja." jawab Ghea masih dengan menunduk.
Miranti terus memperhatikan Ghea, Miranti yang seorang psikiater pun mengerti dengan keadaan Ghea yang merasa tak nyaman dan sedang berada didalam ketakutan, ketakutan yang akan terjadi nanti.
Fadhil beranjak untuk ketoilet. Tinggal Miranti dan Ghea yang berada dimeja itu.
Miranti menggenggam tangan Ghea, "Kamu kenapa? ada yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Miranti dengan lembut.
Ghea yang tadinya menundukpun langsung menatap Miranti dengan mata sedikit berkaca-kaca. "Saya ijin pamit pulang ya bu? Maaf tapi saya harus pulang." Ucap Ghea dengan nada sedikit bergetar.
Miranti tersenyum, kemudian mengangguk "Hati-hati ya, jangan banyak melamun."
Ghea mengangguk, "Terimakasih bu, sekali lagi saya minta maaf kalau saya kurang sopan. Terimakasih dan permisi." Ghea mencium punggung tangan Miranti sebelum akhirnya meninggalkan Miranti.
Miranti menatap kepergian Ghea, "Anak itu sangat baik, sopan tapi sepertinya dia penuh tekanan." Gumam Miranti.
"Lho Ma, Ghea mana?" tanya Fadhil yang baru saja duduk kembali.
"Tadi pamitan pulang." jawab Miranti.
"Fad, apa kamu mengenal Ghea lebih dalam lagi?" Tanya Miranti penasaran.
"Sebenarnya Ghea itu adiknya Yasmin Ma, tapi Fadhil gak ngerti kenapa Ghea memperkenalkan diri ke mama sebagai mahasiswa Fadhil, bukan sebagai adiknya Yasmin." Jawab Fadhil.
"Adiknya Yasmin?" Tanya Miranti bingung. "Koq sifat dan sikapnya beda banget. Adiknya penuh sopan santun, pakaiannya sopan meskipun belum berhijab, gak kaya Yasmin yang sembarangan, umbar aurat sana sini." Ucap Miranti dengan kesal.
"Ma.. Jangan begitu." Fadhil mencoba membela kekasihnya
"Emang fakta Fad, kalau boleh milih sih Mama maunya kamu nikah aja sama Ghea adiknya Yasmin dari pada harus sama Yasmin. Sayangnya Ghea masih muda banget umurnya, kasian juga kalo Ghea nikah sama lelaki tua kaya kamu." Jawab Miranti asal diselingi tertawa.
***
Sebelum memasuki rumah, Ghea mampir kerumah Tristan. Dia merindukan rumah Tristan, rumah yang slalu menjadi tempat bermainnya, rumah yang hangat dan begitu nyaman.
"Gheeeaaaa." Seru Monica.
"Tante sehat?" tanya Ghea
"Sangat sehat." Jawab Monica. "Yuk masuk." Ajak Monica.
Ghea duduk diruang tamu, Rumah ini sekarang tampak sepi, dulu Ghea sering berlari-lari didalam rumah ini hanya untuk mengejar Tristan yang sering menjahilinya. Rasanya sekarang Ghea sangat merindukan moment indah itu yang jelas tidak mungkin terulang.
"Tante, kapan tante ke Amrik lagi?" Tanya Ghea.
"Mungkin enam bulan lagi Ghe, kenapa Ghe? Ghea mau ikut?" Tanya Monica.
Ghea menggelengkan kepalanya, "Ghea gak punya passport dan visa Tante, gak bisa keluar negri. Ghea boleh minta alamat Titan disana?"
Monica merasa miris dengan hidup Ghea, pasalnya keluarga Ghea sering sekali jalan-jalan keluar negri karna sebagai tetangga, Monica sering mendapatkan oleh-oleh khas dari luar negri dari keluarga Ghea, namun Ghea tidak pernah diajak atau dibawa berpergian.
"Untuk apa Ghe?" Tanya Monica.
Ghea meraih paperbag berisikan jacket dan syal yang sempat ia beli tadi dimall lalu menunjukannya kepada Monica.
"DiAmrik bentar lagi musim dingin, Ghea takut Titan gak pake jacket, Titan kan terlalu cuek sama kesehatannya, padahal Titan gampang kena Flu. Tadi Ghea beli Jacket dan syal untuk Titan pake disana." Ucap Ghea dengan nada sedih.
"Gheaaa.." Lirih Monica kemudian memeluk Ghea kedalam pelukannya.
Ghea menangis didalam pelukan Monica, merindukan Tristan yang sangat ia cintai. Sungguh Ghea sangat merindukan Tristannya itu.
***
DiAmrik, Paket yang dikirim oleh Monica tlah tiba diapartemen Tristan. Sebelumnya Monica mengabari jika Jacket dan Syal ini adalah pemberian dari Ghea.
Tristan memeluk jacket itu, merasa seperti memeluk tubuh mungil Ghea.
"Titan kangen Ghesayang." lirih Tristan.
Rindu terjauh bukannlah soal jarak, melainkan beda agama yang tidak bisa menyatukan kedua cinta manusia.
***
Hari ini dirumah Ghea tampak semua orang sedang repot. Ghea juga tidak tau kenapa karna Ghea memang tidak permah diberi tau soal apa yang bukan urusannya.
Hari ini keluarga Fadhil akan berkunjung kekediaman keluarga Erick Pratama atau keluarganya Ghea.
Mereka secara resmi melamar Yasmin untuk Fadhil, hanya berupa simbolis untuk perkenalan keluarga, padahal pernikahan mereka hanya tinggal satu bulan lagi.
Ghea tidak ambil pusing, dia memilih berdiam diri dikamar, bagi keluarganya ada atau tidak adanya Ghea tidak akan berpengaruh.
"Ghea dimana Bun?" Tanya Maura yang baru saja tiba dan tidak melihat keberadaan Ghea.
"Mungkin dikamarnya, sudahlah Ra, gak usah dicari." Jawab Vika.
"Tapi Bun, bukannya ini acara perkenalan keluarga? harusnya kan Ghea juga hadir sebagai adiknya Yasmin." Ucap Maura yang merasa mertuanya itu bersikap tidak adil kepada Ghea.
Maura menyusul kekamar Ghea, dilihatnya Ghea sedang mengerjakan tugas kuliahnya.
"Ghee boleh Kakak masuk?" tanya Maura.
"Eh Kakak, masuk Kak." Jawab Ghea.
"Lho koq belum siap-siap Ghe? dibawah mau ada acara kan" Ucap Maura sambil membelai rambut Ghea.
"Ghea banyak tugas Kak, Ghea dikamar aja ngerjain tugas." jawab Ghea.
"Oh iya, kemarin Kakak telpon kamu koq gak bisa Ghe?" Tanya Maura.
"Iya kak, ponsel aku lowbat, udah harus ganti batrai. Cuma belum sempat." Jawab Ghea yang tidak berterus terang bahwa ponselnya sekarang sedikit bermasalah.
Maura hanya mengangguk.
"Turun yuk, siap-siap. Bentar lagi tamunya datang." ajak Maura.
"Engga Kak, aku dikamar aja." Jawab Ghea terus menolak.
Namun Maura terus memaksanya, hingga akhirnya Ghea mengikuti kemauan Maura.
Maura memilihkan baju untuk Ghea dan mendandaninya dengan sangat cantik.
"Kamu tuh cantik Ghe, gak make up aja cantik apalagi kalau make up." Ucap Maura yang setelah selesai mendandani Ghea.
Ghea dan Maura turun, terlihat keluarga Fadhil sudah tiba dirumahnya.
Acara perkenalanpun dimulai, setelah keluarga Fadhil memperkenalkan dirinya, kini perwakilan keluarga Yasmin memperkenalkan keluarganya. Erick, Vika, Bryan dan Maura sebagai menantupun sudah disebut oleh perwakilan keluarga. Tapi tidak dengan nama Ghea, Ghea benar-benar tidak dianggap oleh Keluarganya sendiri.
Bryan pun memperhatikan kesedihan diwajah adik bungsunya itu, Maura pun merasa bersalah karna tadi memaksa Ghea untuk turun. Maura tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini.
Ghea hanya meremas kedua tangannya karna tidak nyaman dan merasa takut dengan keadaanya. Diam-diam Miranti dan Fadhil juga memperhatikan Ghea.
Saat semua keluarga sedang asik berbincang, Ghea memutuskan untuk kembali kekamarnya. Ghea masuk kekamarnya dan menangis dalam diam, tangisan yang begitu deras namun Ghea menutup mulutnya agar tidak terdengar oleh orang lain. Diam-diam Miranti mengikuti Ghea dan melihatnya dari pintu kamar Ghea yang tidak tertutup.
"Ma..." panggil Fadhil dengan pelan.
"Kamu kesini juga?" tanya Miranti dengan berbisik."
"Sssttt. Ayo turun Ma, nanti ada yang curiga." ajak Fadhil dengan berbisik.
Fadhil tadi menyusul sang Mama saat melihatnya diam-diam mengikuti Ghea. Fadhil pun merasa aneh dengan keluarga Yasmin yang tidak menganggap Ghea.
.
.
.
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Yus Warkop
ghea mungkin lahir dari idtri ke 2 mmanya mungkin meninggal ( aku cuma nebak)
2025-02-04
0
Anna Adjah
keknya anak selingkuhan papanya ya,,jadi ppapanya juga kagak bisa apa².
2024-07-24
3
Ariesta 💜
Sebenarnya ada apa sich... Koq begitu banget perlakuan keluarganya... Apa ghea bukan anaknya???
2024-05-19
3