Lima Tahun kemudian.
(Saat ini Fadhil berusia 30tahun, Yasmin 25tahun, Ghea dan Tristan 13Tahun dan duduk dikelas 2 SMP).
"Aku belum mau nikah Beib, aku masih mau kejar impianku jadi model. Bunda juga belum mengijinkan aku untuk menikah." Jawab Yasmin saat Fadhil mencoba melamarnya disebuah restoran mewah.
"Hubungan kita sudah lima tahun berjalan Sayang, setidaknya kita punya tujuan, umurku juga sudah tiga puluh tahun, keluargaku slalu mendesak aku untuk menikah." Ucap Fadhil berusaha meyakinkan dengan nada kecewa.
"Kamu tau kan Beib, aku gak bisa nikah sekarang-sekarang. Kalau menikah bagaimana dengan Karir aku? belum lagi jika aku hamil lalu bentuk tubuhku berubah, agency mana yang mau pake aku Beib?" Yasmin berkata dengan nada sedikit tinggi.
Fadhil menarik kembali cincin didalam kotak bludru berwarna merah itu dan menutup kotaknya kembali.
"Kasih aku waktu lagi Beib, Aku baru saja perpanjang kontrak sampai lima tahun kedepan, dan Agency yang mengontrak aku ini benar-benar agency yang profesional, semua model pasti mau bekerjasama dengan Agency ini, dan aku beruntung bisa tandatangan kontrak langsung selama lima tahun kedepan."
Fadhil hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar. Dia tak habis pikir kekasihnya menolak diajak untuk menikah, tapi dia juga tidak ingin meninggalkan kekasihnya walaupun keluarganya tidak menyetujui hubungan mereka karna notabennya Yasmin seorang model yang slalu berpakaian sexy.
***
"Pokonya Bunda gak mau ya Yas kalau kamu menikah dengan Fadhil sekarang-sekarang, Bunda sebagai manajer kamu gak mau sampai kamu membayar denda penalty yang bukan sedikit jumlahnya Yas." tegas Bunda kepada Yasmin saat mereka diperjalanan pulang kerumah.
"Iya Bun, Yasmin udah tolak koq lamaran Fadhil, dan Fadhil masih mau nunggu Yasmin." jawab Yasmin.
"Harusnya kamu tuh dekat dengan Fathan kakaknya Fadhil, dia sekarang jadi CEO diperusahaan orang tuanya. Sementara Fadhil masih gak jelas, dia hanya wakil direktur dan masih sempat-sempatnya dia mengajar menjadi dosen gak jelas. Gak ada yang bisa dibanggain dari Fadhil."
"Ya gimana lagi Bun, Mas Fathan kan udah nikah, udah Yasmin deketin gimana juga dulu sebelum mas Fathan menikah tetep aja setia sama yang sekarang jadi istrinya, malah Fadhil yang deketin Yasmin."
"Tapi kamu jangan naruh hati sama Fadhil Yas, siapa tau besok ada CEO yang tertarik sama kamu dan mau kamu jadi istrinya." Bunda seakan mengompori Yasmin.
Yasmin hanya diam sambil santai membuka medsos diponselnya.
***
Bryan menikah dengan seorang gadis bernama Maura, Bryan dijodohkan lantaran dua perusahaan besar bergabung dalam artian menjalin kerjasama.
Bryan yang tidak bisa menolak perjodohan tersebut akhirnya menerima, Maura gadis yang baik dan cantik, dia lulusan S2 di London. Sikapnya yang lembut perlahan membuat Bryan yang kaku menjadi sosok yang hangat. Maura pun sangat dekat dengan Ghea dan menyayanginya. Namun Bryan dan Maura sudah tidak tinggal bersama lagi dirumah Erick dan memilih untuk tinggal dirumah mereka sendiri, membuat Ghea kembali menjalani hari-harinya seperti biasa kembali.
"Ghe, PR dong." Ucap Tristan meminta contekan.
"Ya ampun Titan, PR bahasa indonesiapun lo gak bisa ngerjain?" Tanya Ghea.
"Otak gue gak sampe Ghe, ayolah Ghe, lihat dong." Bujuk Tristan.
"Ambil ditas gue aja Tan." Jawab Ghea.
"Nah gitu dong, makasih kesayanganya Titan." Ucap Tristan dengan senyum mengembang.
***
Empat Tahun Berlalu.
Pada akhirnya, Yasmin menerima lamaran Fadhil dan akan menikah tahun depan bertepatan dengan habisnya masa kontrak Yasmin dengan Agencynya.
Keluarga Fadhil pun terpaksa menyetujuinya, mereka berfikir mungkin memang sudah jodohnya Fadhil seperti ini. Mereka hanya berharap suatu saat Fadhil dapat merubah Yasmin dari segi pakaian maupun prilakunya yang kurang berkenan dikeluarga Fadhil.
Kini Ghea dan Tristan Sudah menginjak usia Tujuh belas tahun dan duduk dikelas tiga SMA.
^^^"Kesayangan Titan lagi apa?"^^^
^^^Sebuah Chat Tristan untuk Ghea.^^^
Ghea dan Tristan Tidak satu kelas, biasanya mereka slalu bersama saat Pergi dan pulang sekolah, juga di jam istirahat. Namun untuk hari ini Tristan harus berlatih basket.
Sebagai ketua tim basket, Tristan berlatih untuk pertandingan terakhirnya sebelum akhirnya harus melepas jabatannya karna dikelas tiga SMA akan fokus untuk menghadapi Ujian Nasional.
Lama Tristan menunggu balasan dari Ghea, akhirnya Ghea membalas pesan yang dikirim dari Tristan. Melihat Ghea membalas pesannya, membuat Tristan tersenyum.
^^^"Ghesayang nya Titan lagi haus tapi mager, pengen teh kotak kayanya seger deh, tapi gak ada yang beliin."^^^
^^^Balas Ghea.^^^
Itulah Ghea, sering mengkode dirinya hanya pada Tristan, sahabat yang mungkin terlihat seperti teman tapi mesra tersebut.
Tristan melempar bolanya pada Fariz, "Gue kekantin sebentar, Queen gue minta dibeliin minum." Ucap Tristan pada Fariz.
Tristan berlari kecil dan membeli teh kotak dingin yang diminta oleh Ghea, setelah membayarnya Tristan langsung berlari kekelas Ghea.
Tristan yang tadinya ingin masuk kedalam kelas Ghea terpaksa menahan langkahnya saat melihat Algi sedang duduk bersama Ghea dan memberikan Teh kotak juga untuk Ghea, bahkan mereka asik ngobrol dan tertawa bersama.
Tristan tau, dia tidak bisa memaksa Ghea, meskipun mereka saling ada rasa mencintai dan nyaman, namun mereka tidak sama, Ghea dan Tristan beda agama dan itulah LDR paling jauh yang sulit disatukan, ya keyakinan mereka berbeda. Sakit bukan?
Sudah lama Tristan tau bahwa Algi menyukai Ghea, mereka sama-sama dekat karna mereka sering mengikuti olimpiade bersama. Tristan pun tidak bisa melawan takdir jika akhirnya Ghea menerima hati Algi yang jelas seiman dengannya.
Dengan perlahan Tristan menjauh dari kelas Ghea dan kembali kelapangan.
"Ngomong sih kalau cinta." Ucap Fariz sambil menepuk pundak Tristan saat duduk dipinggir lapangan basket.
"Tanpa gue ngomong juga Ghea tau gue cinta sama dia, gue juga tau Ghea cinta juga sama gue. Tapi keyakinan kita gak sama Riz, mau dipaksain gimana juga gak bisa. Diterusinpun sama aja seperti menunda perpisahan." Jawab Tristan dengan nada lemas.
"Tapi Algi makin dekat sama Ghea Tan." Sahut Dimas.
"Ya mau gimana lagi, gue juga gak bisa maksa Ghea kan Dim." Jawab Tristan.
"Titann.. Ghea pulang diantar Algi boleh? mau ketoko buku dulu, atau Titan mau ikut?"
Sebuah pesan masuk dari Ghea.
Tristan membacanya dan menghela nafas.
"Tuhan, aku harus gimana? Aku tidak ingin membuat Ghea berpaling dari tuhannya, tapi aku juga ingin memiliki Ghea." Batin Tristan sambil mentautkan jemari-jemari dikedua tangannya.
^^^"Titan ada latihan basket Ghe, Titan gak bisa temenin Ghea dulu ya, Have fun ya Ghesayang."^^^
Balas Tristan dengan hati yang sedikit tercubit.
Mereka saling memanggil sayang, mereka saling mencintai, mereka saling nyaman satu sama lain, namun apalah daya jika keyakinan mereka tidak sama.
Tristan melihat dari jauh Ghea yang dibonceng motor oleh Algi, mereka sangat dekat, Algi mampu merebut posisi Tristan dari sisi Ghea.
***
"Ma.. Tristan jadi ya nanti kuliah di luar negri." Ucap Tristan.
"Lho koq tiba-tiba Tan, ada apa? Berantem sama Ghea ya? terus kamu nanti jauh dari Ghea dong?" Tanya Monica bertubi-tubi.
"Tristan gak lagi berantem sama Ghea koq Ma, lagian kan ini untuk masa depan Tristan juga Ma." Jawab Tristan mengalihkan pembicaraan.
"Terus Ghea gimana Tan? Katanya kamu mau sama-sama ama Ghea terus, koq pisah?" Monica bertanya dengan nada sedih.
Tristan menghela nafas. "Pada akhirnya juga Tristan sama Ghea gak bisa bersatu Ma, keyakinan Tristan sama Ghea kan beda Ma, kalaupun sekarang Tristan masih bersama Ghea, Tristan cuma menunda perpisahan. Ghea juga berhak bahagia Ma, gak mungkin Tristan gantung terus, meskipun Ghea dan Tristan sama-sama nyaman, tapi kita beda Ma." Tristan menundukan wajahnya dan tubuhnya bergetar.
Monica sangat memahami kondisi hati anak bungsunya itu, dia memeluk sang putra yang tengah menangisi takdirnya, tidak bisa memiliki cinta pertamanya.
Memang hubungan mereka tidak bisa dipaksakan, jelas karna keyakinan mereka berbeda, mereka berada di Iman yang berbeda.
.
.
.
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Buka mata mu lebar2 Fadhil,CINTA boleh BODOH jangan, Keluarga mu aja gak setuju,pasti mereka tau sesuatu,Kamunya aja yg di butakan oleh Cinta,boar kamu nyesel nantinya..
2024-12-24
1
Qaisaa Nazarudin
Kenapa harus ada rasa saat sudah tau tidak akan bisa bersama selamanya..Duh nyesek,Semoga Tristan dapat pasangan yg baik2 juga kayak Ghea ya..
2024-12-24
1
Qaisaa Nazarudin
Masih aja Kekeuh si Fadhil,Kayak gak ada cewek lain aja..
2024-12-24
1