"Udah lama Algi begini Ghe?" Tanya Fariz.
"Baru-baru ini Riz, asalnya gue sama Algi cuma jadi jarang ketemu aja, lama-lama Algi jadi pemarah dan curigaan, kalo chat dia gue balas lama aja dia marah, nuduh gue gak jelas lah, dan ujung-ujungnya bawa-bawa nama Titan." Jawab Ghea.
"Hubungan lo udah gak beres sama Algi Ghe, lo gak bisa bertahan dihubungan yang toxic kaya begini." Kali ini Stevi ikut bicara.
"Gue juga gak mau Stev, gue udah coba jauhin Algi baik-baik. Tapi dia slalu cegat gue dan bawa gue ketempat sepi cuma untuk ngomel-ngomel dan maki-maki gue." Lirih Ghea.
"Mulai besok, gue yang anter lo pulang ya Ghe, kalau gue masih ada kelas, lo tunggu gue bareng Stevi." Ucap Fariz.
"Lo bisa kan Stev?" Tanya Fariz ke Stevi.
Stevi mengangguk, "Bisa Riz, gue pasti nemenin terus Ghea slama masih dikampus." Jawab Stevi.
***
Malam hari di Jakarta, Fariz Video Call dengan Tristan, Fariz menceritakan semua kejadian soal Ghea kepada Tristan yang tengah bersiap akan berangkat kekampusnya karna diAmrik kondisi sedang pagi hari.
"Algi kurang ajar!!" Ucap Tristan dengan geram.
"Keputusan lo buat kulian di luar negri salah Tan, Ghea menderita banget tanpa lo, orang tuanya juga masih begitu aja sama Ghea, gue gak tega sama Ghea Tan."
"Tapi kalau gue terus sama Ghea juga gak bisa Riz, Ghea gak boleh bergantung terus sama gue. Ujung-ujungnya gue sama Ghea tetep aja gak bisa bersatu kan" Lirih Tristan.
Tristan mematikan sambungan video call dengan Fariz, dirinya tengah bersiap berangkat kekampus.
"Ghesayang, Titan kangen Ghea." batin Tristan sambil berjalan menuju kampusnya.
***
"Ghe lo gak pesen makan?" Tanya Stevi kepada Ghea saat mereka dikantin.
Entah mengapa, akhir-akhir ini Bella tidak pernah ikut berkumpul bersama Ghea dan Stevi. Bella seperti menghindar dan menjauh dengan sendirinya. Seperti hari ini, Bella sudah tiga hari tidak masuk kampus tanpa kabar.
"Tengok Bella yuk Stev, gue kangen sama dia." Ucap Ghea.
"Pulang kuliah aja gimana Ghe? hari ini kita pulang cepet kan."
Ghea mengangguk.
Ghea dan Stevi menaiki taxi online, mereka masuk kerumah Bella diarea perumahan.
"Pagernya gak dikunci Ghe." Ucap Bella.
Rumah Bella memang tidak terlalu besar, dia hanya tinggal bersama Asisten rumah tangganya karna Orang tuanya bekerja sebagai PNS.
Ghea dan Stevi masuk kehalaman rumah Ghea, dan menemukan pintu rumah Ghea yang tidak tertutup rapat.
"Permisi."
"Assalamualaikum."
Ucap Stevi dan Ghea memberi salam bergantian.
"Gak ada jawaban Stev." ucap Ghea.
"Bella dikamar kali Ghe, kita samperin aja yuk, biasa juga kita langsung masuk kekamarnya." Jawab Stevi.
Ghea hanya mengangguk.
"hemmm Ahhh.. Enak banget, terus Beib" Suara des*han terdengar dari kamar Bella.
"Kamu pintar sekali ngimbangin aku sayang, aku tidak bisa berhenti." Racau seorang lelaki yang Ghea kenali suaranya.
Ghea mencekal tangan Stevi, berusaha menahannya untuk tidak jadi masuk. Namun Stevi tetap tidak perduli, dia membuka pintu kamar Bella.
Ceklekk,
Stevi membuka pintu kamar Bella.
Ghea terkejut melihat Bella sedang bercinta dengan Algi yang masih berstatus kekasih Ghea. Tangan Ghea reflex menutup mulutnya.
Algi dan Bella juga tak kalah terkejutnya, Algi melepaskan penyatuannya dengan Bella dan segera memungut pakaiannya dan berlari kedalam toilet didalam kamar Bella, sedangkan Bella menutup dirinya dengan selimut tebalnya.
"Gila ya lo Bell, gue sama Ghea khawatir banget sampai nengok lo kesini, taunya lo asik-asik sama Algi yang masih pacar Ghea sahabat lo sendiri." Bentak Stevi.
"Stev, ayo kita keluar, gue jijik disini." ucap Ghea.
Bella hanya menunduk, sementara Algi sudah keluar dari dalam toilet dengan pakaian lengkap dan menghampiri Ghea.
"Ghe, maafin aku. Bella yang terus merayu aku Ghe." Ucap Algi dengan melempar kesalahan pada Bella.
"Kamu brengsek Al, kenapa harus Bella sahabat aku sih Al?" Tanya Ghea.
Plakkk..
Sebuah tamparan mendarat kasar diwajah Algi.
"Kita putus!!" Ucap Ghea dengan tegas dan meninggalkan Algi yang masih berada didalam kamar Bella.
Stevi mengekori Ghea, dia juga memberi kabar pada Fariz agar menyusulnya kesebuah cafe.
"Akhirnya gue bisa lepas juga dari Algi Stev." Ucap Ghea.
"Lo gak sedih Ghe?" Tanya stevi.
Ghea menggelengkan kepalanya, "Engga Stev, memang dari awal gue juga ga ada perasaan sama Algi. Gue nampar dia tadi bukan karna gue marah sama dia, tapi karna gue gak suka sama cowok yang memanfaatkan keadaan, dan Algi pantas mendapatkan itu." jawab Ghea.
Fariz tiba dicafe dan mendengar cerita dari Stevi.
"Bagus deh, kalau dia besok ganggu lo lagi, lo ada alasan untuk lepas dari Algi Ghe." Ucap Fariz.
Ghea tersenyum.
***
"Ghe tunggu Ghe..." Algi terus mengejar Ghea.
"Kita udah putus Al, mending kamu kejar Bella. Tanggung jawab sama perbuatan kamu ke Bella."
"Engga Ghe, slama ini Bella yang slalu kejar-kejar aku Ghe." Ucap Algi meyakinkan.
"Aku gak perduli Al, yang jelas aku udah jijik banget sama kamu dan Bella." Jawab Ghea dengan tatapan sinis lalu meninggalkan Algi.
Algi tidak mau menyerah, dia mencekal tangan Ghea dan berusaha menariknya ketempat sepi.
"Lepas Al, atau aku teriak."
"Teriak aja, Tristan lo itu gak ada disini, Fariz masih ada kuliah dan gak akan ada yang bisa bantu lo." Ucap Algi sambil terus menarik tangan Ghea menuju mobilnya diparkiran.
"Lepasin dia!!" Suara seorang lelaki menghentikan langkah Algi.
"Pak Fadhil." Lirih Ghea.
"Kamu mahasiswa fakultas mana? berani mengganggu mahasiswa saya. Saya bisa buat kamu didepak dari kampus ini, mau kamu?" Ancam Fadhil.
Algi melepaskan dengan kasar tangan Ghea.
"Sekali lagi saya lihat kamu ganggu mahasiswa saya, saya akan laporkan kepihak kampus. PERGI..!!" Gertak Fadhil.
Algi melesat kabur entah kemana, Ghea hanya bisa menghela nafas dengan tenang.
"Kamu gapapa?" Tanya Fadhil.
"Gapapa Pak. Makasih udah bantuin saya. Saya permisi dulu Pak." Ucap Ghea.
"Tunggu Ghe." Panggil Fadhil.
"Iya Pak?" Tanya Ghea dengan bingung.
"Yang tadi pacar kamu?" Tanya Fadhil.
Ghea menggelengkan kepalanya, "Bukan Pak, dia hanya kesalahan untuk saya. Maaf pak saya permisi." Lagi-lagi Ghea menghindari Fadhil.
"Ghe, saya mau kerumah Yasmin, kamu mau pulang kan? saya bisa sekalian antar kamu." Fadhil masih berusaha mencegah Ghea pergi.
"Gak usah Pak, makasih. Saya biasa naik angkutan umum." Tutup Ghea dan kemudian Ghea setengah berlari untuk menghindari Fadhil.
Mengajak Ghea pulang bersama adalah hal terburuk yang akan Ghea dapati, dia tau percis sikap Yasmin yang tidak suka miliknya disentuh oleh orang lain, dan sudah dipastikan jika Yasmin tau Ghea pulang bersama Fadhil, pastilah Yasmin akan mengamuk dan akan membuat Ayah dan Bunda Murka lalu akan menampar juga menghina Ghea kembali.
"Ahh hidup ini memang tak adil, kebahagiaan tak pernah berpihak pada diri Ghea." Kira-kira itulah isi hati Ghea slama ini.
Cukup menyedihkan, Diperlakukan tidak adil oleh orang tuanya, slalu mendapatkan barang bekas milik kakaknya, jatuh cinta pada pria yang berbeda agama dan akhirnya harus berpisah dengan Tristan karna Keyakinan yang berbeda, Mempunyai pacar dengan hubungan yang toxic, diselingkuhi oleh pacarnya dengan sahabatnya sendiri.
Ghea menarik sudut bibirnya. Dia tersenyum kecut seolah menertawai takdirnya yang begitu menyedihkan.
.
.
.
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Yus Warkop
😭😭😭😭😭😭sabaar yah ghea
2025-02-04
0
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Algi Algi..Jalang teriak Jalang...
2024-12-25
1
Qaisaa Nazarudin
Pasti Algi tuh,Udah ku duga pasti dia..
2024-12-25
1